Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 245 - Phoenix Es Lin Hua


Silakan Dibaca.


Dentang! Dentang!


Di ruangan yang luas terlihat dua percikan api muncul dalam sekejap. Suara benturan logam terus terdengar dan bergema di seluruh ruangan tersebut.


Terlihat tiga sosok tengah bertarung, dua sosok kecil dan satu sosok besar. Dua sosok kecil itu saling bekerja sama melawan sosok besar. Mereka ialah Yun Shie dan Lin Hua.


Sementara itu, sosok besar bertubuh kekar dan kepala banteng terpampang jelas. Dia adalah Raja Iblis Hewani, Mino.


Itu benar, ini adalah pertempuran yang terjadi di ruang makam kuno lantai bawah pertama. Sebelumnya, Mino melawan Xiao Fan. Namun, di pertengahan pertandingan. Xiao Fan berbalik digantikan oleh Yun Shie dan Lin Hua.


Dentang! Dentang!


Dua perempuan terus menyerang secara teratur. Mino sendiri sedikit kewalahan untuk menahan serangan yang sudah terencana tersebut. Dia menahan satu serangan, kemudian serangan lain datang.


Mino yang merasa dirinya terus terpojok, ia menghirup nafas dalam-dalam. Hal ini membuat Yun Shie dan Lin Hua berhenti menyerang dan memilih untuk menghindar.


Kedua perempuan itu merasakan bahaya dalam sekejap, tepat saat keduanya menghindar. Mino menyemburkan api yang bergegas menuju tempat mereka berdua sebelumnya.


Ledakan keras terjadi dan tanah di bawah berubah menjadi retakan. Kawan kecil terlihat dan Yun Shie tahu bahwa kekuatan tersebut tidaklah kecil.


"Kak Hua, sepertinya Mino masih menyimpan kekuatan lainnya!"


Lin Hua mengangguk mendengar pernyataan Yun Shie tersebut. Dia juga merasakan hal itu, pernafasan api Mino benar-benar menekan dirinya.


Hal ini karena Lin Hua ialah elemen bertipe es. Apapun yang berhubungan dengan api, es akan kalah. Namun, jika api tersebut lemah. Dirinya tetaplah menang meski masih tertekan.


Yun Shie tidak merasakan penekanan, hal ini karena dirinya berelemen air. Secara dasar, dialah yang menekan Mino sepenuhnya.


Keduanya menghunuskan pedang. Tatapan mereka tertuju tepat ke arah Mino yang mengeluarkan nafas berasap. Tubuh Mino sendiri masih tetap dalam kondisi memerah.


Di sudut ruangan, Xiao Fan menyaksikan pertempuran tersebut dengan serius. Indra penglihatannya dapat menangkap aura baru yang muncul dalam tubuh Mino tersebut.


Bukan hanya Mino, melainkan dua perempuan juga mendapatkan aura tersebut. Hal ini begitu menarik perhatian Xiao Fan, ia tidak menyangka bahwa ketiganya sama-sama mendapatkan kekuatan baru.


"Dimulai kembali!"


Tepat dengan jatuhnya pernyataan Xiao Fan. Yun Shie dan Lin Hua mulai menyerang kembali, akan tetapi serangan mereka berubah, tidak seperti sebelumnya.


Yun Shie melesat, dia terlihat berkedip-kedip dan tanpa sadar muncul di belakang Mino. Pedang yang sudah terlapisi oleh aura, mulai bergerak menebas ke arah Mino.


Namun, gerakan tersebut disadari oleh Mino. Dia mengangkat kapak besar di dekatnya, kemudian dengan lambaian tangan. Dirinya berkedip menghilang dari tempat dan muncul dalam posisi mengayunkan kapak ke arah serangan Yun Shie.


Boom!


Bukan suara benturan logam kembali, akan tetapi suara ledakan keras. Perubahan ritme dan kekuatan tersebut benar-benar mengubah seluruh jalannya pertarungan.


Lin Hua yang sudah tiba di beberapa meter belakang Mino. Dia mengayunkan pedangnya dan berkata, "Ribuan Jarum!"


Udara yang panas, seketika menurun sampai akhirnya berada di titik beku. Selanjutnya, berbagai es berbentuk lancip, mulai terbentuk di udara lepas.


Lin Hua segera melambaikan pedangnya, berbagai es yang sudah terbentuk melesat ke arah Mino yang sedang menahan serangan Yun Shie.


Mino sudah menyadari serangan tersebut, dia sudah tahu sejak udara menjadi lebih dingin. Mino mendengus ringan, kemudian mengangkat kapaknya dan menghilang kembali.


Yun Shie terkejut dengan kecepatan Mino. Dia tidak akan membiarkan monster besar tersebut melarikan diri. Yun Shie segera mengejarnya, akan tetapi dia tertegun melihat Mino berhenti dan melambaikan kapaknya secara vertikal.


Gelombang panas masih terus bergerak, Lin Hua yang telah gagal dengan tekniknya. Dengan cepat menghindari gelombang tersebut.


Tepat saat Lin Hua berpindah posisi, Mino seketika muncul di depannya sambil mengangkat kapaknya ke atas. Kemudian, tanpa peringatan apapun. Mino mengayunkan kapaknya tersebut.


Lin Hua sedikit terkejut, akan tetapi dia segera merespons. Di bawah tekanan kapak, Lin Hua sama sekali tidak takut. Dia mengayunkan pedangnya, menahan kapak tepat di udara.


Selanjutnya, Lin Hua menginjak kapak dan terbang ke atap. Tubuh Lin Hua berbalik dan kakinya menekuk sedikit, kemudian melesat sambil menaruh pedang di depannya.


Mino yang sudah kehilangan target, seketika berbalik ke atas dan melihat burung phoenix es melesat ke arahnya.


Meski hal tersebut masihlah ilusi, ,akan tetapi Mino tahu bahwa serangan tersebut sudah mengandung esensi Phoenix Es.


Mino mendengus dengan kasar, aura merah kehitaman melapisi kapaknya. Api emas muncul seketika dan perlahan-lahan api mulai membesar, serta semakin memanas.


Berikutnya, Es dingin melawan Api yang panas. Dua serangan bertemu dengan ganas dan penuh dominasi.


Booom!


Xiao Fan sendiri sedikit terkejut melihat serangan mereka berdua. Ledakan keras yang terjadi di ruangan, itu terjadi karena benturan api dan es.


Asap tebal dalam sekejap menutupi ruangan. Namun, tak perlu waktu lama. Asap menghilang dan menampilkan dua sosok yang berlutut di tanah.


Lin Hua yang menggunakan benturan tersebut, mengalami luka luar. Pakaiannya banyak yang sobek dan darah merembes keluar dari lukanya.


Mino sendiri juga sama, tangan kanannya membeku, luka akibat ledakan terpampang jelas di perutnya. Namun, luka tersebut sama sekali tidak mempengaruhi dirinya.


Kelelahan adalah utama bagi Mino. Dia sudah mengerahkan sebagian kekuatannya. Hanya tersisa sedikit untuk dirinya tumbang nantinya.


Yun Shie menyadari hal tersebut, dia tahu bahwa Mino melemah. Hal ini dirinya manfaatkan untuk menyerang monster tersebut.


Yun Shie segera melesat ke arah belakang Mino, dia mengayunkan pedangnya ketika tiba di atas punggung Mino tersebut.


Namun, Mino sudah merasakan serangan tersebut. Dia memegang kapaknya dengan tangan kiri, selanjutnya kapak berputar dan menahan pedang Yun Shie.


Dentang!


Yun Shie tertegun melihat serangannya masih tertahan, dia benar-benar tidak menyangka akan tindakan lawannya tersebut.


Yun Shie segera sadar dan melakukan dua kali putaran ke belakang. Tatapannya masih tertuju ke arah Mino, entah mengapa monster seperti itu, sangatlah kuat.


Mino mendengus dingin, dia melirik ke arah Lin Hua yang sudah kelelahan. Konfrontasi sebelumnya sangat membekas di dalam hatinya.


Mino melempas kapaknya, kemudian suhu tubuhnya seketika naik. Tangan kanan yang dibekukan, mulai terbebaskan.


Mino berbalik sambil memandang Lin Hua dengan tajam. Kapak berputar ke bawah dan tangan kanan seketika melintas, memegang kapak tersebut.


Dengan lambaian tangan kanannya, kapak berayun dengan cepat ke arah Lin Hua yang masih kelelahan.


Lintasan kapak sangat jelas, akan tetapi sebelum kapak menyentuh Lin Hua. Siluet seseorang muncul dan menahan kapak tersebut.


Dentang!


To be Continued.