
Silakan Dibaca.
Xiao Fan memandang ke arah lantai dua, ia dengan santai mulai melangkah menuju ke tangga yang menghubungkan lantai satu dan lantai dua. Ia sama sekali tidak takut akan jebakan kembali, mata Qi sudah ia aktifkan untuk melihat apakah masih ada jebakan lainnya.
Xiao Fan sebenarnya berharap akan adanya jebakan, baginya jebakan adalah taman bermain yang penuh akan kejutan.
Langkah demi langkah, Xiao Fan naik ke lantai dua sambil mengamati sekelilingnya. Ia sebenarnya cukup kagum dengan interior yang begitu gelap.
“Desain Istana ini lumayan menarik. Meski, luas dari Istana ini tidak sebanding Istana milikku berada. Namun, keindahan di sini lebih unggul dari milikku.”
Tak butuh waktu lama, Xiao Fan tiba di lantai dua. Tepat di depannya lorong yang panjang dengan berbagai pintu menuju ke masing-masing kamar yang berbeda.
Xiao Fan yang menggunakan mata Qi sekilas melihat arah sosok yang dikutuk berada. Ia akan menjelajah tempat ini nanti selepas ia melepaskan kutukan kepada sosok itu.
Xiao Fan terus melangkah ke depan, ia sangat ingin mengetahui sosok yang dikutuk itu. Semenjak dulu, ia tahu kehidupan orang yang dikutuk dengan kutukan malam.
Bagi orang yang terkena kutukan malam, seluruh tubuhnya akan kaku tanpa ada gerakan sama sekali, mirip seperti Boneka.
Efek lainnya, orang itu akan terus memancarkan energi gelap yang menelan kehidupan di sekitarnya. Juga, orang yang terkena kutukan tidak bisa bergerak sama sekali.
Xiao Fan sedikit merasa kasihan, ia dulu pernah sekali terkena efek penyerapan dari kutukan malam. Namun, kutukan malam yang ia lawan dulu sangatlah kuat.
Jika, Xiao Fan tidak memusnahkan kutukan malam yang ia lawan sebelumnya, maka Alam yang ia tempati akan musnah dalam beberapa Tahun ke depan.
Sementara untuk kutukan malam yang sekarang Xiao Fan datangi, jika dibiarkan sepuluh tahun kemudian. Efeknya hanya sampai Kota Saint dan seluruh Hutan Kegelapan.
“Apakah ruangan ini?”
Xiao Fan memandang ke arah pintu yang tertutup rapat dan besar. Ia bisa mengakui bahwa pintu di depannya pasti di miliki oleh seorang putri Kerajaan.
Xiao Fan ingin membuka pintu itu. Namun, ia segera mengerutkan keningnya ketika menyentuh pintu besar tersebut.
“Sial!”
Pintu yang semula normal berubah menjadi hitam dan penuh akan tangan. Xiao Fan dengan refleks cepat, melakukan backflip ke belakang beberapa kali.
Xiao Fan selesai melakukan backflip, ia berdiri dengan tenang menatap ke arah pintu yang sekarang terdapat berbagai tangan kabut hitam.
Xiao Fan mengeluarkan pedang tulang miliknya, kemudian Qi keluar dari tubuhnya dan menyelimuti ke dalam pedang tulang. Detik berikutnya, Xiao Fan mengubah Qi menjadi atribut elemen cahaya.
Pedang tulang bersinar terang, Xiao Fan memandang dengan ringan ke arah pintu. Kemudian, ia melintas dengan cepat ke arah pintu dan muncul tepat di depan pintu sambil mengayunkan pedangnya dengan cepat.
Tangan kabut hitam tidak bisa bereaksi, mereka terkena serangan pedang Xiao Fan. Kemudian, suara monster kabut meraung kesakitan dan perlahan-lahan menghilang.
Pintu besar itu perlahan-lahan terbuka, Xiao Fan menatap dengan datar. Ia sama sekali tidak menemukan apapun di dalam, kecuali ruangan yang gelap tanpa ada cahaya sedikit pun.
“Terlalu gelap, aku tidak bisa melihat isi ruangan ini.”
Xiao Fan mengeluarkan dua belas kristal cahaya. Kemudian ia lemparkan seluruh kristal ke arah atap ruangan di depannya itu.
Kristal cahaya mulai menyinari ruangan gelap itu. Perlahan-lahan ruangan mendapatkan cahaya, terlihat ruangan yang penuh akan boneka lucu dan tempat tidur di pojok.
Namun, pandangan Xiao Fan terfokus ke arah perempuan cantik yang tengah duduk tak bergerak sama sekali di kursi goyang. Aura kutukan malam terus terpancar dari tubuh perempuan itu.
“Akhirnya ketemu.”
Xiao Fan mulai melangkah masuk ke dalam ruangan perempuan itu. Tatapannya menyapu seluruh ruangan, ia hanya melihat boneka, tempat tidur, lemari, dan beberapa furnitur yang terlihat lucu.
Xiao Fan kemudian menatap ke arah perempuan yang berada di kursi goyang. Ia benar-benar merasa kasihan melihat keadaan perempuan cantik itu.
Xiao Fan melangkah maju, akan tetapi sebuah suara mencoba untuk menghentikan Xiao Fan agar tidak mendekatinya.
“Tinggalkan aku sendiri saja, aku tidak ingin orang lain mengalami hal yang sa-“
Belum menyelesaikan kalimatnya, suara itu merasakan aura yang sangat berat dari Xiao Fan. Kemudian, suara Xiao Fan terdengar sangat mengerikan.
“Diam!”
Perempuan itu diam, ia ketakutan ketika merasakan aura berat dari laki-laki di depannya itu. Xiao Fan sendiri mendengus dingin dan melangkah mendekat ke arah perempuan itu.
Tiba di depan perempuan itu, Xiao Fan mengeluarkan pil berwarna hijau. Kemudian, pil tersebut melayang dengan bebas dan perlahan-lahan mendekat ke arah perempuan yang berada di kursi goyang itu.
Pil kemudian retak, kemudian cahaya menyilaukan menyerap kutukan malam dengan cepat. Tubuh perempuan itu, perlahan-lahan bersinar dengan terang.
Ledakan kecil terjadi, pakaian yang dipakai perempuan itu hancur tanpa bentuk sama sekali. Xiao Fan sendiri hanya memandang dengan ringan, bahkan ia menunggu perempuan di depannya sadar.
Perempuan yang diselamatkan Xiao Fan berdiri, matanya perlahan-lahan terbuka dan memandang ke arah sosok laki-laki di depannya.
“Ak-Aku...”
Perempuan itu tercengang, ia tidak menyangka penantian pembebasannya akhirnya tiba. Namun, sebelum ia senang. Ia merasa dingin di seluruh tubuhnya.
Perempuan itu melihat ke arah tubuhnya, kemudian ia semburan warna merah terlihat di wajahnya. Ia benar-benar malu dan berteriak kepada Xiao Fan.
“Berbaliklah, biarkan aku memakai pakaian dulu!”
Xiao Fan sendiri tidak peduli, ia mengeluarkan jubah dan beberapa pakaian perempuan, kemudian melemparkan ke arah perempuan itu.
“Pakai pakaian itu, aku akan menunggu di depan.”
Perempuan itu tercengang, ia mengambil pakaian yang diberikan laki-laki yang telah menyelamatkan dirinya itu. Ia sangat cepat memakai pakaiannya, kemudian ia mengambil jubah dan memasangkan ke dirinya.
Selepas itu, ia berjalan keluar dari kamarnya dan menemukan laki-laki yang menyelamatkan dirinya tengah bersandar ke dinding kamarnya.
“Terima kasih, telah menyelamatkanku.”
Perempuan itu langsung membungkuk dan berterima kasih kepada laki-laki itu. Meskipun, tubuhnya terekspos ia tidak peduli. Terpenting, ia sekarang terbebas dari kutukan malam.
Xiao Fan memandang perempuan itu, kemudian ia mengangguk dan bertanya, “Namamu siapa?”
Perempuan itu berdiri kembali, ia memandang ke arah Xiao Fan dan mulai memperkenalkan dirinya.
“Namaku adalah Lan Shi An. Panggil saja aku dengan nama Lan.”
Xiao Fan mengangguk, kemudian ia berkata, “Kalau begitu namaku adalah Xiao Fan. Sekarang, kamu pimpin aku untuk berkeliling di Istana ini.”
Lan Shi An sedikit terkejut, ia tidak menyangka bahwa orang yang menyelamatkan dirinya bukan orang yang dingin seperti yang ia bayangkan.
“Baik, Tuan Fan. Junior ini akan memandu Anda untuk melihat Istana milik Junior.”
Xiao Fan mengangguk, kemudian Lan Shi An memimpin jalan untuk mengajak Xiao Fan berkeliling Istana miliknya.
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.