Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 156 - Rencana Dimulai


Silakan Dibaca.


3 Bulan kemudian...


Masa-masa damai setelah perang membuat Xiao Fan dan para bawahannya dapat meningkatkan kualitas dari Kerajaan baru mereka.


Kerajaan Angin Barat, memiliki sekitar 600.000 Pasukan yang siap untuk pertempuran antar Kerajaan. Meski 600.000 tergolong sedikit. Namun, Xiao Fan tidak terlalu mementingkan kuantitas, ia lebih memilih kualitas prajurit.


Seluruh prajurit Kerajaan Angin Barat rata-rata berada di tingkat Alam Kebangkitan bintang lima ke atas. Ada juga, beberapa prajurit yang sudah menembus Alam Setengah Pejuang bintang dua.


Belum ditambah dengan Roh Elemen yang sudah diteliti oleh Xiao Fan selepas keluar dari Hutan Kegelapan. Ia benar-benar senang ketika menemukan harta karun itu.


Sampel Roh Elemen Manusia.


Di bulan pertama, Xiao Fan mulai meneliti Roh Elemen Manusia. Ia dibantu oleh Shan Yuan dan anak buahnya sendiri. Di bulan itu juga, Xiao Fan menembus ke tingkat Alam Kebangkitan bintang sembilan.


Selepas itu, Bulan kedua. Xiao Fan akhirnya berhasil menciptakan Roh Elemen Manusia itu. Ia benar-benar senang akan keberhasilan itu, bahkan Lan Shi An mengagumi kecerdasan dan bakat Xiao Fan.


Di bulan itu, Lan Shi An bersedia memiliki segel budak Xiao Fan. Ia ingin lebih dekat dengan Xiao Fan, sangat dekat seperti anak buah asli lainnya.


Xiao Fan tidak masalah, ia memberikan segel budak kepada Lan Shi An. Kecepatan kultivasi Lan Shi An mulai meningkat, hal itu membuat dirinya senang.


Xiao Fan sendiri menerapkan Roh Elemen Manusia ke dalam tubuhnya. Namun, yang tidak ia sangka adalah Roh Elemen itu menyatu dengan Roh Elemen tulang miliknya.


Xiao Fan benar-benar terkejut akan hal itu, ia kemudian menerapkan Roh Elemen kepada bawahannya yang memiliki Roh Elemen lainnya. Hasilnya, Roh Elemen Manusia menyatu dengan Roh Elemen asli bawahannya.


Xiao Fan kemudian menerapkan Roh Elemen Manusia ke salah satu Prajurit Kerajaan yang tidak memiliki Roh Elemen sama sekali. Xiao Fan kemudian melihat bahwa Roh Elemen Manusia langsung diserap oleh tubuh.


Namun, hal yang mengejutkan adalah, Roh Elemen Manusia tidak menempati tempat seharusnya Roh Elemen berada. Roh Elemen Manusia sendiri meningkatkan kualitas tubuh bagi inangnya.


Tentu melihat hal itu, Xiao Fan sangat senang. Roh Elemen Manusia miliknya sangatlah cocok untuk mengembangkan fisik dan kekuatan para prajuritnya.


Di Bulan ketiga, Xiao Fan memproduksi Roh Elemen Manusia tersebut secara massal dan menerapkan ke dalam prajuritnya. Alhasil, semua prajurit kerajaan meningkat sangat tajam.


Xiao Fan sendiri juga menerapkan ke dalam tubuhnya, ia kemudian menembus ke tingkat baru dan itu terus naik sampai akhirnya, ia berada di tingkat di mana, Roh Elemen buatan miliknya tidak berguna. Tepatnya berada di tingkat...


Alam Elementasi bintang satu.


Alam yang berada di atas dari Alam Setengah Pejuang. Xiao Fan akhirnya menembus Alam tersebut.


Alam Elementasi, ialah Alam di mana seorang Kultivasi memiliki kekuatan Elemen. Mereka bisa berubah menjadi Elemen sesuai dengan Elemen yang mereka miliki.


(Note : Kalau bingung, anggap saja mirip Logia, One Piece.)


Xiao Fan benar-benar terpana akan Alam yang ia masuki sekarang. Xiao Fan mencoba berbagai kemampuan dari atribut angin miliknya, di mana ia bisa menjadi tipis seperti angin dan terbang bagaikan angin.


Xiao Fan senang akan perkembangannya. Ia memang merasa masih kurang untuk menuju ke puncak kekuatan. Namun, seperti kata pepatah.


‘Puncak kekuatan itu tidak terbatas, jika merasa perkembangan melambat, lihatlah ke belakang di mana berbagai orang yang masih berusaha keras meskipun memiliki perkembangan yang lebih lambat darimu.’


Kata-kata itu sangat terpatri di hati Xiao Fan. Ia baru mengingat kata-kata itu ketika selesai bergabung dengan dirinya yang gelap sebelumnya.


Waktunya kita kembali ke sekarang, perkembangan Kerajaan Angin Barat sangatlah pesat, baik itu Ekonomi maupun bidang lainnya.


Namun, perkembangan itu hanya terletak di Ibukota Saint saja. Sementara Kota dan Desa lainnya, sama sekali belum berkembang.


***


“Yang Mulia, berbagai Desa dan Kota milik kita telah direbut oleh Kerajaan Tang. Mereka akhirnya menunjukkan taring, setelah sekian lama bersembunyi.”


Seorang menteri melapor kepada Xiao Fan yang tengah duduk di Singgasana.


Xiao Fan memandang ke arah Menteri yang melapor, ia tersenyum santai dan berkata dengan ringan.


“Oh, Kerajaan Tang memulai pergerakan. Sepertinya pecundang masa lalu, akhirnya keluar untuk membuat nama.”


“Namun, sayang... pencapaian nama mereka akan terkubur bersama dengan raga mereka sendiri.”


Para menteri tertegun, mereka paham maksud dari Raja mereka. Para menteri mengangguk, kemudian Xiao Fan mengibaskan tangannya dan Para menteri langsung menghilang dari ruang singgasana.


Mereka dengan cepat melakukan apa yang diperintahkan oleh Xiao Fan. Pergerakan mereka sangat cepat, mirip seperti bayangan melintas.


Xiao Fan menepuk kedua tangannya, kemudian bawahannya semua muncul tepat di depannya. Xiao Fan memandang mereka satu persatu, lalu berkata dengan nada datar.


“Xiao Xia, kamu akan menjalankan misi bersama dengan Lan Shi An. Misimu adalah rebut perbatasan antara Tang dan Angin Barat.”


“Xiao Jun, kau bersama dengan Xiao Mei membawa 100.000 prajurit mengepung para orang-orang Tang yang berada di dalam wilayah Kerajaan kita.”


“Xiao Jian, kau akan pergi bersama Xian Nan dan Yu Lin membawa sisa prajurit menuju ke arah Kerajaan Tang. Ingat, bantai semuanya dan ambil orang yang memiliki hal menarik.”


“Apakah ada pertanyaan?” Xiao Fan menatap ke arah para bawahannya, kemudian Xiao Xia mengangkat tangannya untuk bertanya.


“Bagaimana dengan Kerajaan, Tuan?”


Xiao Fan mendengar pertanyaan itu, senyum tipis terbentuk di wajahnya. Ia kemudian menjawab dengan santai.


“Kerajaan, lebih tepatnya Ibukota Saint tidak perlu dijaga. Para warga Ibukota ini bukanlah orang lemah. Kalian, bukannya sudah mengetahui akan hal itu...”


Xiao Xia tertegun, ia melupakan fakta bahwa warga Ibukota Saint yang sudah berkembang menjadi mengerikan. Lebih tepatnya, seluruh warga Ibukota sudah memiliki Tingkat Alam Kebangkitan bintang dua sampai lima.


“Maaf, Yang Mulia. Bawahan melupakan fakta tersebut.” Xiao Fan hanya melambaikan tangannya, isyarat bahwa tidak masalah.


“Apakah ada lagi?” Xiao Fan memandang kembali ke bawahannya. Namun, para bawahannya tetap diam, menandakan bahwa tidak ada lagi pertanyaan yang ingin diajukan.


“Kalau begitu, bubar dan lakukan misi kalian!”


“Dimengerti, Yang Mulia.”


Para bawahan Xiao Fan seketika menghilang dan mulai menjalankan misi mereka masing-masing dengan cepat. Xiao Fan sendiri berdiri dari duduknya, kemudian meregangkan seluruh otot-otot miliknya.


“Ah, sepertinya waktunya bergerak. Melihat bawahanku membunuh banyak, aku juga perlu melakukan pembantaian.”


“Kerajaan Zhou dan Kerajaan Li sepertinya sudah menjadi satu Kerajaan...”


Xiao Fan kemudian berdiri menatap ke arah balik jendela yang terbuka. Ia menyeringai, kemudian siluet cahaya melintas di matanya.


“Proyek Penghancuran Yuansu...”


“Dimulai...”


[To be Continued.]


Note : Berikan saran dan kritik untuk novelku, semuanya. Supaya, di Novel selanjutnya, akan menjadi lebih dan lebih baik.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.