
Silakan Dibaca.
Luar Kediaman Kong, terlihat dua puluh tumpukan mayat berada di tengah sebuah array yang rumit. Duduk dua perempuan dalam posisi lotus, keduanya terus mengalirkan Qi ke dalam tubuh mereka.
Tak lama kemudian, cahaya berbeda memancar dari tubuh mereka dan menyilaukan tempat tersebut.
Cahaya itu dapat dilihat dari Kediaman Kong, bahkan dari tempat Istana Ning terlihat.
***
Xiao Fan yang tengah duduk di pohon dekat Istana Ning, menatap ke arah cahaya yang menyilaukan tersebut, ia mengerutkan keningnya dan berkata dengan nada samar.
“Arah itu, Keluarga Kong... Li Yun dan Xiao Xia membangkitkan Roh Elemen dari pengorbanan...”
“Biarkanlah, jalur apapun mereka pilih. Tetap saja sama, juga aku dapat menghilangkan efek samping yang akan mereka terima.”
Xiao Fan tak peduli, ia setuju jika anak buahnya membangkitkan Roh Elemen dengan pengorbanan. Xiao Fan kemudian, menatap ke arah para prajurit dan jendral yang tengah berkumpul menjadi satu di Istana Ning.
“Benar-benar ketat... Juga, ada sekitar 500.000 prajurit.”
***
Kediaman Kong, para prajurit yang berjaga dan orang-orang yang berada di dalam, memandang ke arah cahaya yang menyilaukan tersebut.
“Musuh datang!”
Suara lantang dari salah satu prajurit, membangkitkan kesadaran para prajurit lainnya. Mereka dengan cepat menjadi waspada dan serius.
Di luar sendiri, cahaya perlahan meredup. Cahaya biru menyelimuti tubuh Yu Lin, kemudian telapak tangan miliknya terdapat sebuah simbol rumit berbentuk es terlihat.
Sementara cahaya abu-abu masuk ke dalam tubuh Xiao Xia. Kemudian, sebuah simbol berbentuk api terlihat.
Keduanya membuka mata, mereka saling memandang dan tersenyum terukir di wajah mereka. Lalu, keduanya berdiri dan melihat bahwa mayat sudah menghilang dari tengah array.
“Apa yang kamu dapatkan, Saudari Xia?” Yu Lin bertanya dengan antusias tinggi.
Xiao Xia merentangkan tangan kanannya, kemudian tubuhnya di selimuti oleh kobaran api putih kegelapan. Dua telinga naik ke atas sedikit, iris matanya berubah menjadi abu-abu, begitu juga rambut panjangnya.
“Aku mendapatkan bisa dibilang sedikit langka... Kelelawar Api Abu-abu.”
Yu Lin matanya berbinar-binar, kemudian Xiao Xia kembali ke bentuknya semula.
“Apakah ada efek samping buruk, Saudari Xia?” Yu Lin bertanya dengan nada penasaran dan kekhawatiran. Xiao Xia bisa melihat jejak kekhawatiran tersebut. Namun, indra penciuman miliknya membuat dirinya mengerutkan keningnya.
“Nah, Saudari Lin... Sepertinya kita sudah ketahuan...”
Yu Lin mengangguk, ekspresi penasaran dan khawatir sebelumnya berubah menjadi dingin dan tajam, begitu juga Xiao Xia.
Keduanya menatap ke arah dekat gerbang Kediaman Kong. Iris mata mereka seketika menunjukkan siluet cahaya kecil. Lalu, keduanya berkedip menghilang dari tempat.
***
Depan gerbang Kediaman Kong, terlihat tiga puluh prajurit tengah berjalan dengan cara mengendap-endap menuju ke arah tempat Yu Lin dan Xiao Xia berada.
“Apakah benar cahaya itu berasal dari musuh?” Salah satu prajurit bertanya kepada rekannya, ia sangat gugup terlihat dari keringat yang terus menetes dari pelipisnya.
“Ya... Meskipun, kita belum menyelidikinya. Namun, kepastian tetaplah kepastian.” Prajurit yang berada di depan menjawab dengan serius.
Tiga puluh prajurit itu, tidak menyadari bahwa ada dua sosok perempuan yang tengah melihat mereka semua. Kedua sosok itu ialah Xiao Xia dan Yu Lin.
“Aku akan membunuh mereka, Saudari Lin buat kekacauan saja terlebih dahulu di dalam.” Xiao Xia berkata dengan ringan, ia sudah tahu tingkatan Yu Lin tersebut.
Menurut Xiao Xia, Yu Lin bisa menghadapi lima orang yang berasal dari benua lain. Kekuatan orang dari benua lain tersebut besar, satu orang dapat mengatasi 100.000 pasukan dari Kerajaan Zhou.
Xiao Xia sendiri sudah mengetahuinya, ia pernah melihat hal itu dan ia sendiri pernah melawan orang-orang tersebut dalam perjalanan kembali ke Ibukota Saint sebelumnya.
Yu Lin mengangguk, ia tersenyum dan tahu batasannya sendiri. Hanya menghadapi semut saja, kenapa dirinya tidak bisa... Itulah pikiran yang berada di benak Yu Lin sendiri.
Yu Lin menghilang, kemudian Xiao Xia memulai aksinya dengan mengeluarkan belati yang terdapat rantai di belakangnya.
“Waktunya tugas...”
Xiao Xia melompat, kemudian ia melempar belati miliknya mengarah tepat kepala prajurit yang berada di belakang sendiri.
Wushh...
Brukkk.
Para prajurit dengan cepat berbalik dan menjadi lebih waspada, mereka melihat rantai menabrak ke arah dinding dan satu prajurit yang memiliki kepala tertancap di dinding tersebut.
Para prajurit melebarkan matanya, mereka segera sadar kembali ketika melihat rantai bergerak dengan cepat dan mengunci para prajurit ke dalam dinding.
Mereka ingin memberontak. Namun, sudah terlambat... Sebuah belati melesat dan mengunci ujung rantai, agar para prajurit tersebut tidak lepas dari dinding.
“Siapa kau, jangan beraninya hanya sembunyi!” Teriak Prajurit acak, ia meraung sambil menatap ke arah pepohonan yang berada di depannya.
Selepas itu, seluruh prajurit mendengar suara langkah kaki dari balik pohon. Mereka semua melebarkan matanya, ketika melihat seorang perempuan yang memandang mereka dengan hina dan jijik.
“Sekelompok anjing yang menggonggong untuk dibakar.”
Para prajurit dengan cepat tersadar, mereka menatap ke arah perempuan di depannya dengan amarah yang tinggi.
Xiao Xia sendiri tak peduli, ia mengangkat jari telunjuk miliknya. Kemudian, api keabu-abuan berbentuk bola kecil muncul di ujung jari telunjuk miliknya tersebut.
“Matilah!”
Bola api kecil tersebut melesat ke arah para prajurit. Hal itu, membuat para prajurit menjadi ketakutan.
“Tidak...Tidak, jangan bunuh aku!”
“Tolong... Tolong...”
“Hentikan...”
Teriakan-teriakan putus asa para prajurit, membuat Xiao Xia hanya tersenyum normal.
Bola api tiba di dekat rantai, kemudian api tersebut menyebar ke seluruh rantai, menyebabkan rantai tersebut mulai menjadi panas dalam sekejap.
Para prajurit berteriak dengan keras, mereka meraung dan perlahan-lahan kehabisan tenaga. Mereka hanya bisa menggerakkan mulut dan meronta-ronta sebelum berhenti mati terbakar habis.
Xiao Xia mendengus ringan, kemudian jari telunjuknya bergerak sebentar. Belati dengan rantai seketika menghilang, begitu juga Belati yang menjadi penutup belakang rantai.
Xiao Xia kemudian melompat dan mendarat di dinding, ia melihat Yu Lin yang sudah bergabung dengan Roh Elemennya melesat dengan cepat menghancurkan berbagai prajurit di depannya.
Xiao Xia melihat bahwa Roh Elemen Yu Lin mungkin terkait dengan serigala putih. Hal itu, karena ada satu Serigala Putih yang paling elegan, cantik, dan paling kuat.
Kelelawar api miliknya setara dengan Serigala Putih, hal itu karena Es Serigala Putih dapat membekukan Api meskipun Es dapat bertahan selama 10 menit.
“Aku tidak menyangka, bahwa aku dan Saudari Lin akan mendapatkan kekuatan yang langka ini.”
Xiao Xia senang, tetapi kesenangan miliknya ia tekan untuk sementara waktu. Sekarang, ia fokus ke arah medan perang.
Xiao Xia bergabung dengan Roh Elemen miliknya, kemudian ia terbang tinggi. Sampai di ketinggian yang lumayan, ia memejamkan matanya.
“Wahai penghuni Malam...”
“Kegelapan adalah kehidupan...”
“Berjalan dalam kesepian...”
“Daging adalah makanan...”
Semua prajurit mendengar suara Xiao Xia tersebut. Yu Lin yang mendengar suara saudarinya, ia mundur dengan cepat dan berdiri di dinding Keluarga Kong.
Yu Lin menatap ke arah atas, ia melihat Xiao Xia tengah membaca sesuatu. Yu Lin sedikit mengerutkan keningnya, sampai ia merasakan getaran dalam tanah dan muncul berbagai tangan.
“Bangkitlah wahai pasukanku...”
“Prajurit Malam...”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.