Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 194 - Perjalanan


Silakan Dibaca.


Danau.


Lan Ling dan An Er yang sudah selesai berbicara dengan Xiao Fan, mulai beranjak pergi menuju ke kamp mereka. Keduanya juga menawarkan Xiao Fan untuk berangkat bersama besok.


Xiao Fan sama sekali tidak menolak, ia menyetujui akan hal itu, meski kereta bergerak lambat. Namun, itu sudah cukup untuk sampai di Kediaman Yun tepat dua hari nanti.


Juga, Xiao Fan menerima ajakan dari Lan Ling dan An Er, hal itu terkait juga permintaan dari Yun Lanran. Perempuan itu meminta Xiao Fan untuk melindungi teman masa kecilnya tersebut.


Xiao Fan menerimanya, bagaimanapun juga permintaan tersebut diajukan dari pengikutnya. Hal itu, agar Yun Lanran senang dengan kepeduliannya, juga dapat meningkatkan kualitas berlatihnya.


Malam hari telah berlalu, kini matahari mulai terbit dari timur. Xiao Fan yang sedang memejamkan matanya sambil duduk lotus, mulai perlahan-lahan membuka matanya.


Xiao Fan mengamati sekitar, ia bisa merasakan keindahan dan kehalusan dari danau yang berada tepa di depannya tersebut. Suara-suara alam terdengar di telinga Xiao Fan, hal itu karena ia memahami suara angin.


Xiao Fan kemudian merasakan dua orang tengah berjalan ke arahnya, ia tidak perlu menoleh ke belakang karena tahu siapa kedua orang itu.


“Tuan Fan, kereta sudah siap. Kita akan berangkat.” Suara halus Lan Ling terdengar di telinga Xiao Fan secara langsung. Detik berikutnya, Xiao Fan berbalik dan menatap ke arah Lan Ling dan An Er.


“Kalau begitu, ayo kita mulai perjalanan.” Lan Ling dan An Er mengangguk, kemudian keduanya memimpin menuju ke tempat kereta berada. Xiao Fan sendiri mengikuti keduanya dengan tatapan ringan. Ia sama sekali tidak peduli, dengan hal lainnya.


Tiba di dekat kereta, para prajurit yang sudah bersiap, tidak bisa untuk tidak menatap ke arah dua perempuan yang menjadi tuan mereka. Namun, tatapan mereka jatuh ke arah laki-laki yang bersama dengan tuannya tersebut.


Para prajurit mengerutkan keningnya, mereka ragu-ragu dan takut bahwa tuannya telah diperdaya oleh orang lain sekarang. Salah satu dari mereka maju dan bertanya kepada Lan Ling dan An Er.


“Nona Muda, siapa laki-laki yang Anda bawa ini?” tanya seorang prajurit dengan ekspresi penuh rasa penasaran. Lan Ling dan An Er berhenti berjalan, kemudian keduanya menatap ke arah prajurit, sebelum beralih ke Xiao Fan.


“Dia adalah Xiao Fan, seorang musafir.” Lan Ling berkata dengan jelas, para prajurit mengangguk dalam-dalam, mereka semua menatap ke arah Xiao Fan sebentar, kemudian kembali ke posisi mereka masing-masing.


Para prajurit yang bertugas bersama kemarin malam terkejut, kemudian mereka menggabungkan dengan pembicaraan sebelumnya, mereka seketika bergetar tanpa sadar.


Penampilan tersebut tidak luput sama sekali dari ketua prajurit, ia mengerutkan keningnya ketika melihat hal itu, dan paham bahwa orang yang di bawa oleh Nona Muda mereka bukan orang yang mudah untuk disinggung.


‘Semoga perjalanan ini baik-baik saja.’ Ketua Prajurit hanya bisa berdoa untuk saat ini, kemudian melihat bahwa ketiga orang penting sudah masuk ke dalam kereta, Ketua prajurit berteriak untuk memulai perjalanan.


Rombongan pun bergerak dengan cepat, tujuan mereka kali ini adalah mencapai wilayah keluarga Yun berada. Namun, mereka juga waspada akan serangan dari laki-laki yang dianggap seorang musafir tersebut.


***


Sore hari.


Kereta berhenti di lapangan yang sangat luas. Di sana mereka akan beristirahat kembali sebelum melanjutkan perjalanan. Xiao Fan sama sekali tidak mempermasalahkan hal itu.


Xiao Fan turun dan mulai meregangkan tubuhnya, ia kemudian memandang sekitar dan tatapannya menyipit, ketika merasakan sesuatu menggunakan persepsinya.


‘Benar-benar lapangan yang sepi.’ Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya sedikit, kemudian ia berjalan ke arah salah satu pohon. Ia menebang satu pohon dan memodifikasi pohon tersebut agar dapat digunakan untuk tempat duduk.


Para prajurit terkejut dengan tindakan Xiao Fan, menebang pohon sekali tebas juga hasilnya sangatlah halus menandakan bahwa orang yang di bawa tuan mereka adalah Master tersembunyi.


Lan Ling dan An Er turun dari kereta, mereka memandang ke arah prajurit, kemudian ia mengerutkan keningnya dan mengikuti arah pandangan para prajurit.


Xiao Fan tidak tahu bahwa dirinya menjadi pusat perhatian, ia mengeluarkan daging monster yang pernah dirinya kalahkan sebelumnya. Selepas itu, ia mengatur kayu menumpuk dan membakarnya.


Para prajurit mulai mendekat ke arah Xiao Fan, mereka benar-benar tidak tahan dengan aroma masakan daging Xiao Fan tersebut.


“Tuan, bolehkah kami bergabung untuk makan?” ketua prajurit mengajukan pertanyaan kepada Xiao Fan, ia mengajukan permintaan tersebut untuk mewakili dirinya dan para prajuritnya.


Xiao Fan memandang ke arah ketua prajurit dan para prajurit yang menatap daging yang ia panggang. Xiao Fan mengangguk, ia tidak terlalu mempermasalahkan makanan sama sekali.


“Ini..” Xiao Fan mengeluarkan Monster tepat di depan ketua prajurit dan para prajurit sendiri. Ia tidak memiliki daging sisa, hanya ada monster yang belum diambil dagingnya.


“Kalian olah, berbentuk kubus. Sementara kulitnya, buang saja tidak apa-apa.” Xiao Fan mengatakan dengan ringan, ia melanjutkan memanggang daging yang sudah ia olah sendiri.


Ketua prajurit dan para prajurit terkejut, tubuh mereka gemetar ketika melihat monster yang dikeluarkan oleh Xiao Fan tersebut. Bagaimana mereka tidak terkejut, karena monster di depannya sangatlah terkenal.


Beruang Api Berkilau.


Monster yang berada di tingkat kelima, monster yang paling berbahaya dan paling dihindari oleh seluruh orang. Kecuali orang itu, memiliki tingkat Alam Elementasi.


Namun, untuk orang yang berada di Alam Elementasi sangatlah sedikit. Diperkirakan di Kerajaan Tian hanya ada sekitar seribu orang saja.


Para prajurit memandang Xiao Fan dengan penuh kekaguman dan ketakutan. Mereka kagum, karena umur Xiao Fan yang masih dibilang muda. Sementara mereka takut, jika Xiao Fan melawan mereka.


Lan Ling dan An Er juga terkejut, mereka sendiri masih berada di Alam Setengah Pejuang, di mana orang yang dapat beranjak ke Alam tersebut, hanyalah seorang Jenius rata-rata.


“Kenapa kalian menatapku? Kapan kalian akan mengolah monster itu?” tanya Xiao Fan sambil menyipitkan matanya curiga dengan para prajurit tersebut.


“Ah.. ya benar juga, ayo kita olah monster ini.” Ketua prajurit berkata dengan panik, ia masih telat untuk merespons karena kejutan tersebut.


Xiao Fan menggelengkan kepalanya melihat tingkah para prajurit tersebut, ia kemudian memfokuskan diri dalam memanggang daging.


Para prajurit mulai menguliti monster tersebut dengan cepat, mereka sangat terlatih dan daging sudah dibuat membentuk kubus. Sementara, Lan Ling dan An Er duduk di dekat Xiao Fan.


“Aku tidak menyangka kamu akan begitu kuat.” Lan Ling berkata dengan nada penuh akan kejutan, Xiao Fan sendiri tersenyum tipis dan membalas dengan ringan.


“Masih jauh dari kata kuat, Nona. Kekuatanku belum kuat sama sekali.” Lan Ling dan An Er memutar mata mereka mendengar pernyataan Xiao Fan tersebut.


Mereka berdua menunggu daging yang sudah diolah, kemudian memanggangnya bersama-sama.


Mereka semuanya menikmati suasana damai tersebut, kecuali Xiao Fan. Karena ia mengetahui bahwa bahaya telah mengintai mereka semenjak awal.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.