Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 104 - Melawan Kelompok Berjubah Hitam


Silahkan Dibaca.


“Mereka datang...” Seketika berbagai siluet bayangan hitam muncul di berbagai cabang pohon yang besar di sekitar Xiao Fan berada. Para siluet tersebut menampilkan berbagai macam orang dewasa tengah menatap ke arah Xiao Fan dengan tajam.


“Hanya seorang Pemuda...”


“Ketua, apakah kita perlu membunuh Pemuda itu?”


Dalam barisan orang yang mengepung Xiao Fan. Terlihat seorang pria dengan topeng dan memiliki rambut berantakan berwarna putih. Orang itu menatap ke arah Xiao Fan dengan dingin.


“Bunuh, Orang itu... Informasi terkait kita berada di sini, tidak boleh diketahui...”


Xiao Fan merasakan bahwa tidak ada ruang untuk dirinya berbicara. Orang berjubah hitam dengan ringan mengeluarkan berbagai belati mereka dan menerbangkannya ke arah Xiao Fan.


Melihat hal itu, Xiao Fan tidak tinggal diam. Dia mengentakkan kakinya, melompat menuju atas. Berbagai bilah menancap di pohon tempat Xiao Fan berada sebelumnya.


“Jika itu pilihan kalian, maka maafkan aku jika tidak sopan.” Xiao Fan menghilang dengan cepat. Dia muncul tepat di depan orang berjubah hitam terdekat.


Dengan indah dan tajam, Xiao Fan membantai dua orang berjubah hitam di cabang pohon tersebut. Xiao Fan membantai dengan menebas tepat leher kedua orang berjubah tersebut.


Ketua dan para anggota jubah hitam lainnya terkejut. Mereka segera sadar ketika melihat Xiao Fan menghilang kembali. Ketua anggota jubah hitam mulai waspada dan berteriak dengan keras.


“Semuanya, Hati-hati! Pemuda ini bukan sembarang.”


“Baik, Ketua.”


Para anggota lainnya juga mulai mengeluarkan pedang mereka masing-masing dan meningkatkan kewaspadaan mereka pada tahap puncak.


Xiao Fan tidak peduli, baginya... Tidak ada yang bisa menghentikannya, kecuali orang yang lebih tinggi darinya.


Xiao Fan kemudian muncul di dekat orang berjubah hitam yang memiliki anggota tiga dalam satu cabang pohon tersebut.


Ketiga anggota terkejut, mereka ingin berteriak. Namun, ketiganya merasakan bahwa leher sudah memutuskan badan dan kepala mereka.


Xiao Fan membunuh ketiganya dengan mudah, hal itu karena mereka benar-benar berdiam dan tidak memiliki kemampuan untuk bertarung.


Xiao Fan tidak terlalu peduli. Dia menghilang kembali dan mulai membantai berbagai orang yang memakai pakaian hitam tersebut.


“Arghh...”


“Ketu—“


Berbagai teriakan para anggota kelompok jubah hitam terdengar. Xiao Fan mengayunkan pedangnya dengan cepat, siluet-siluet Singa dengan warna merah terus terlihat di mata Ketua anggota jubah hitam.


Ketua tidak tinggal diam, dia mengeluarkan pedang miliknya yang memiliki bilah hitam memiliki ukiran sebuah tulang tubuh.


Ketua melesat dan menghentikan tebasan dari Xiao Fan tersebut.


Xiao Fan sendiri tidak terlalu banyak reaksi. Dia sudah mengetahui, cepat atau lambat, Ketua anggota jubah hitam pasti akan bergerak.


“Sepertinya Pemimpin dari para kelompok sampah ini, tidak sabar untuk menuju ke Neraka!”


“Jika, itu permintaanmu, maka sampaikan salamku kepada Sang Yama.”


Ketua dari kelompok jubah hitam menggertakkan giginya. Dia tidak pernah dihina selama ini, apalagi dihina oleh seorang pemuda yang belum menginjak umur 20 tahunan tersebut.


“Baj*ingan! Matilah!”


Xiao Fan dan Ketua kelompok jubah hitam, saling menyerang satu sama lain. Keduanya terlihat lihai dalam bermain pedang tersebut.


Namun, bagi Xiao Fan sendiri... Ketua kelompok itu sungguh sedikit memiliki kemampuan dalam berpedang. Xiao Fan sedikit melakukan permainan agar terlihat lama.


Namun, Ketua Kelompok menyadari bahwa Xiao Fan tengah mempermainkan dirinya. Mukanya memerah karena marah, Ketua tersebut mundur dan mulai berubah bentuk.


Xiao Fan sendiri mengerutkan keningnya. Dia benar-benar bingung dengan apa yang dilakukan oleh Ketua Kelompok tersebut.


“Apakah Ketua akan melakukan itu...”


“Bahaya, dia mengamuk...”


“Kita harus mundur...”


Xiao Fan sendiri bingung dengan percakapan dari para kelompok berjubah hitam tersebut. Dia merasakan bahwa Ketua Kelompok itu memiliki sesuatu yang mirip seperti Roh Elemen.


“Hampir sama, tapi itu lebih unggul dibandingkan Roh Elemen...”


Xiao Fan terkejut, ketika mendengar ucapan dari Shan Yuan yang berada di Alam Bawah Sadarnya tersebut.


“Apakah ada hal seperti itu?”


“Nanti, akan kuceritakan, Nak... Lebih baik, kamu persiapkan dirimu... Musuhmu kali ini, berada di tahap Alam Kebangkitan bintang tujuh.”


Xiao Fan sedikit menaikkan alisnya, tetapi dia tetap mengangguk paham. Pandangannya sekarang fokus ke arah Ketua yang sekarang tengah selesai berubah.


Terlihat berbagai tulang tengah muncul di pundaknya, kedua tangannya tengah berubah sepenuhnya putih mirip seperti tulang. Iris mata berwarna kuning dengan mata berwarna hitam.


Jubah hitam yang semula menutupi tubuh dari Ketua Kelompok berubah menjadi putih dan melapisi tubuh dari Ketua kelompok tersebut.


Xiao Fan mengerutkan keningnya, dia tidak bisa mengetahui jenis dari apa di depannya. Sementara Shan Yuan, hanya menaikkan sudut mulutnya.


“Nak, kau sudah membuatku memasuki tahap ini... Meskipun aku akan melemah nantinya, aku akan membunuhmu...”


Suara berat dari Ketua terdengar oleh Xiao Fan. Hal itu, tidak membuat Xiao Fan gentar maupun takut. Tatapan Xiao Fan berubah menjadi tajam dan ganas.


“Majulah, aku tidak peduli dan juga... Aku tidak akan mati di sini!”


Ketua tidak peduli dengan kalimat arogan dari Xiao Fan. Dia kini tengah mengayunkan kedua tangannya ke depan. Seketika tulang yang berada di punggung Ketua kelompok tersebut lepas.


Tulang yang mirip seperti pedang tajam melayang di udara di dekat Ketua kelompok. Mata tulang mengarah ke tempat Xiao Fan berada. Kemudian, Ketua kelompok berteriak dengan lantang.


“Matilah!”


Lusinan tulang tajam melesat dengan cepat ke arah Xiao Fan. Sementara Xiao Fan yang melihat hal itu, menghindar ke arah cabang pohon lain.


Namun, Xiao Fan melebarkan matanya ketika melihat tulang tajam tersebut masih mengikuti dirinya. Xiao Fan segera sadar dan mulai melompat dari pohon satu ke pohon lain dengan lincah.


Dia menghindar sambil berpikir, kemudian tanpa dirinya sadari. Ketua Kelompok muncul tepat di depan dirinya.


“Sial.”


Xiao Fan dengan cepat mengayunkan pedangnya, sedangkan Ketua Kelompok mengayunkan tangannya yang sudah ada tulang di telapak tangannya.


Pedang Xiao Fan tertahan, kemudian melihat Ketua Kelompok mengayunkan tulang yang berada di tangan satunya.


Mata Xiao Fan menyusut dan dengan cepat menggunakan teknik langkah miliknya. “Langkah Angin.”


Tulang melesat menembus bayangan Xiao Fan yang berada di tempat Xiao Fan sebelumnya berada. Ketua Kelompok mengerutkan keningnya, kemudian lusinan tulang yang sebelumnya dia lemparkan kembali ke dalam tubuhnya.


“Aku tidak menyangka, kau bisa menghindari seluruh seranganku, Nak.” Ketua Kelompok mengalihkan pandangannya ke arah Pohon yang tumbang sebelumnya. ‘Bakat anak ini, tidak biasa.’


Xiao Fan menatap ke arah Ketua Kelompok tersebut, dia benar-benar tidak menyangka hari ini. Dirinya yang biasa mendominasi akan kesusahan melawan seseorang.


Xiao Fan menunduk, dia mengingat kembali masa di mana, dirinya mendominasi dan tidak ada yang bisa lepas dari permainannya.


“Hehehe...Hahahaha.”


Xiao Fan memegang wajahnya, dia tertawa dengan liar dan tak terkendali. Gelombang aura hitam kemerahan meletus dan menyebar ke segala arah.


Ketua Kelompok mengerutkan keningnya, dia merasa bahwa Xiao Fan menjadi lebih berbahaya dari sebelumnya. Namun, dia tetap tenang. Hal itu karena, Ketua Kelompok menganggap Xiao Fan lemah.


Shan Yuan yang berada di dalam Alam Bawah Sadar menyusutkan matanya. Dia menatap ke arah perubahan Xiao Fan tersebut.


“Anak ini... Aku tidak menyangka, dia diakui olehnya.”


Sudut mulut Shan Yuan naik, kemudian dia menyeringai dan berkata dengan nada yang sangat misterius.


“Menarik, tidak sia-sia aku mengikuti bocah ini.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.