
Silahkan Dibaca.
Desa Seren.
Xiao Fan yang telah melihat pedagang budak pergi, dia kemudian bertanya, “Bagaimana kondisi para budak itu?”
Han Yusi muncul di belakang Xiao Fan, dia mulai membaca catatan yang dia ambil selepas menanyai para budak.
“Ada 200 Budak, mereka semua memiliki kemampuan buruk. Juga, tubuh mereka benar-benar kering dan terlihat seperti orang yang tidak makan selama beberapa tahun.”
Xiao Fan mendengarkan kondisi dari para budak yang dia beli.
Dia mengangguk, memahami situasi para budak tersebut. Xiao Fan kemudian, mengeluarkan pertanyaan kembali.
“Apakah ada masalah?”
Han Yusi sedikit menundukkan kepalanya, dia kemudian menjawab dengan nada serius.
“Kita kekurangan makanan, Tuan.”
Krisis makanan... Hal itu menjadi momok yang paling sering timbul ketika perluasan dan penambahan para penduduk...
Krisis ini akan membuat banyak Raja maupun penguasa wilayah pasti berpikir berat.
Namun, berbeda dengan Xiao Fan. Dia sekarang menatap dengan datar dan normal. Seolah-olah, krisis makanan bukanlah masalah penting baginya.
“Suruh Li Mo menghadap kepadaku. Juga, selepas itu, kembalilah ada tugas penting untukmu, seorang.”
Han Yusi sedikit tertegun. Kata ‘Seorang’ menurutnya adalah hal yang sangat penting.
Dia serius, tetapi dalam hatinya sangat senang. Dia akhirnya menerima misi yang sama dengan Xiao Xia.
Namun, Han Yusi berpikir kembali dan menatap ke arah Xiao Fan.
“Tuan, jika Saya melakukan misi... Siapa yang akan melindungi Anda?”
Xiao Fan yang mendengar pertanyaan itu, seketika melirik ke arah Han Yusi.
“Aku? Lindungi? Jangan bodoh, di Benua ini tidak ada yang bisa mengalahkanku.”
Han Yusi tertegun, dia benar-benar merasa dirinya bodoh. ‘Kenapa aku bisa melupakan hal itu, Tuan itu sangat kuat.’
“Lupakan tentang melindungiku, lebih baik jalankan misi dengan baik nantinya.”
Han Yusi menunduk dan berkata dengan nada tegas. “Dimengerti, Yang Mulia.”
Dia menghilang, sementara Xiao Fan menatap ke arah depan. Dia memikirkan sesuatu sampai akhirnya, dia merasakan kehadiran lain di ruangan.
Xiao Fan menyandarkan tubuhnya dan bertanya dengan samar.
“Apa yang kamu temukan, Xia?”
Mendengar pertanyaan dari Xiao Fan. Xiao Xia seketika muncul dalam kepulan asap hitam. Dia menunduk di belakang Xiao Fan.
Dia kemudian melakukan salam dan mulai menjelaskan apa yang dirinya dapat dalam perjalanan.
“Salam, Yang Mulia.”
“Lapor, ada sesuatu yang tengah terjadi dengan Desa yang berada di barat... Desa itu adalah Desa Shulai. Desa yang di mana memiliki pertahanan yang berupa perairan.”
Xiao Xia menjelaskan dengan detail. Sebuah sayembara telah terjadi di Desa Shulai. Barang siapa yang dapat menyelamatkan putra Kepala Desa, maka seluruh Desa Shulai akan tunduk kepada orang tersebut.
“Begitulah, detail cerita itu. Juga, Kota Linkuen kelihatannya tengah berselisih dengan Kota lain. Mereka merencanakan untuk membuat Desa Seren menjadi pangkalan senjata.”
Xiao Fan yang mendengar itu, ekspresi wajahnya tidak berubah. Dia sedikit menyunggingkan senyum miliknya sebentar.
“Perintahkan Xiao Mei untuk membunuh atau membuat pasukan Linkuen yang tengah bergerak ke arah desa, tunduk dengan pil yang kubuat.”
Xiao Xia yang mendengar itu, seketika menyeringai. Dia memahami maksud dari Tuannya tersebut.
“Dimengerti, Yang Mulia.” Xiao Xia menghilang dalam sekejap.
Xiao Fan kemudian merasakan kehadiran lain di luar ruangan. Dia mengetahui siapa itu, dia hanya diam dan menunggu orang itu masuk.
Tak butuh waktu lama, pintu terbuka dan menampilkan seorang pria yang memiliki tubuh kekar.
Sebelumnya pria tersebut sangat kurus dan tidak makan beberapa tahun. Namun, sekarang terlihat sangat kuat dan berani.
Pria itu adalah Li Mo, mantan dari Kepala Desa Seren dulu. “Salam, Yang Mulia.”
Xiao Fan mengangguk, dia kemudian melemparkan sebuah cincin ruang kepada Li Mo, kemudian memberitahu apa isi dan perintahnya untuk Li Mo.
“Di dalam itu ada pupuk dan berbagai tanaman yang cocok. Kumpulkan orang yang memiliki kemampuan Tanah dan Air. Suruh mereka mengolah tanah dan membuat sebuah tembok perlindungan.”
Li Mo menerima cincin tersebut. Dia menatap ke arah Xiao Fan dan berkata dengan hormat. “Dimengerti, Yang Mulia.”
Xiao Fan hanya mengangguk, kemudian dia mengayunkan tangannya ke depan. "Pergilah, dan mulai rencananya."
"Yusi, pergilah ke Kota Duan. Di sana, carilah orang gelandangan yang memiliki kemampuan menarik."
Han Yusi yang mendengar perintah Tuannya menunduk dan berkata, "Baik, Yang Mulia."
Xiao Fan mengangguk dan memberikan sebuah buku kepada Han Yusi. Buku itu adalah daftar yang akan dilakukan Han Yusi di Kota Duan nantinya.
Han Yusi paham, dia kemudian izin dan mulai menghilang dari tempat.
Xiao Fan kemudian berjalan ke arah jendela dan menatap ke arah luar jendela. Kemudian, dia memejamkan matanya dan merasakan berbagai nafas orang. Namun, dia tidak menemukan beberapa orang yang dia cari.
‘Ibu, Ayah, mereka tidak ada di Benua Yuansu. Apakah mereka mati? Sepertinya tidak, aku yakin mereka berdua telah melampaui Benua, entah Planet.’
Xiao Fan menggelengkan kepalanya, dia yakin bahwa kedua orang tuanya sangat misterius. Dia mempersempit kembali penglihatannya.
Bagaimanapun juga, menggunakan persepsi seluruh Benua Yuansu benar-benar menguras banyak tenaga dan energi. Xiao Fan sendiri hanya bisa menggunakan sekali.
Xiao Fan berdiri dan berjalan menuju ke arah balkon. Dia menatap ke arah Desa Seren.
Dia menatap ke arah hutan yang sangat luas tersebut. Hutan itu adalah Hutan Kinan, Hutan yang berada di dekat dengan Hutan Clover.
Xiao Fan mengetahui bahwa di hutan tersebut terdapat berbagai Monster Roh tipe Api.
“Yah, lupakan. Tujuanku sekarang menguasai Desa kecil lainnya. Di sekitar Desa Seren hanya ada tiga Desa lainnya yaitu Shulai, Torna, dan Shijin.”
Xiao Fan mengidentifikasi satu persatu desa tersebut. Dia mengetahui bahwa empat desa termasuk Desa miliknya tergabung dengan Kota Linkuen.
“Yah, selangkah lebih maju untuk menghancurkan Kerajaan Ning.”
***
Kerajaan Ning.
Terlihat di dalam bangunan yang besar, duduk seorang pria dengan wajah yang sangat tegas dan tajam. Pria itu seolah-olah, bisa melakukan apapun.
Di depan Pria itu seketika muncul kepulan asap hitam dan keluarlah seseorang berpakaian serba hitam.
Seluruhnya tertutup kecuali mata. Orang tersebut berlutut tepat di depan Pria tersebut dan berkata, “Salam, Yang Mulia.”
Pria yang sedang duduk itu adalah Raja Ning, Ning Zhingren. Ayah dari Ning Que dan Ning Shui.
“Lapor, Yang Mulia... Hamba menemukan keanehan tengah terjadi di Desa Seren.”
Ning Zhingren mengerutkan keningnya. Dia bertanya dengan penasaran. “Apa maksudmu, pengintai?”
“Desa Seren, entah bagaimana sekarang berubah menjadi lebih baik. Berbagai rumah dan tembok desa, semuanya menjadi lebih bagus kembali.”
“Para penduduk juga lebih aktif di bandingkan hari biasanya. Ini adalah keanehan yang lainnya, mereka seperti sudah terbiasa dengan hutan.”
Ning Zhingren benar-benar terkejut, dia memejamkan matanya dan berkata, “Baiklah, lanjutkan... Juga selidiki lebih dalam dengan sepuluh anggota.”
Pengintai tersebut mengangguk dan memberi salam, lalu menghilang dari tempat.
Ning Zhingren sendiri berpikir hal lain. Dia memang memikirkan Desa Seren, tetapi yang dia pikirkan adalah ke mana targetnya pergi?
“Sial... Xiao Fan, kau sudah membunuh putriku dan membawa putriku yang lain.”
Ning Zhingren benar-benar marah, dia kemudian berdiri dan berjalan menuju ke kamar miliknya.
Ning Zhingren masuk, dia kemudian melihat ke arah seorang perempuan cantik yang tengah diikat dengan keadaan tanpa busana.
“Yun Lanran, kali ini aku akan menyiksamu sampai aku puas.”
Yun Lanran, istri dari Ning Zhingren. Dia sekarang terlihat gemetar dan benar-benar tak kuasa melihat suaminya yang selalu menyiksanya tanpa henti.
Yun Lanran sendiri tidak tahu salahnya, Suaminya ketika mendengar Ning Que mati. Dia terus-menerus di siksa dan tidak bisa keluar dari kamar.
‘Kumohon, seseorang tolong aku.’ Yun Lanran berkata dalam hati dengan nada sedih. Dia kemudian, menerima berbagai siksaan dari suaminya kembali.
***
Desa Seren.
Xiao Fan selesai menyusun rencana untuk selanjutnya. Dia menyeringai dan berkata dengan senang.
“Hehehe, dengan begini... Benua Yuansu akan kacau.”
[To be Continued.]
Note : Aku merasa bahwa tulisanku menurun, jadi mulai kutingkatkan kembali. Mohon, dukungannya teman-teman.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.