
[Chapter 21.]
[6 Tahun kemudian.]
[Silahkan Dibaca.]
6 Tahun kemudian, banyak hal yang telah berubah. Kerajaan Ning dan Kerajaan Zhao masih dalam fase perang. Kedua Kerajaan tidak berdamai sama sekali, Kerajaan Ning meminta perdamaian. Namun, Zhao meminta seluruh Kerajaan Ning tunduk ke dalam Kerajaan Zhao.
Syarat hal itu, tidak diterima Kerajaan Ning. Mereka sekarang tidak peduli akan perdamaian kembali. Kerajaan Ning akan membunuh siapapun dari Kerajaan Zhao. Hal itu membuat Kerajaan Zhao, akan tetapi semuanya kembali ke perang sebelumnya.
Dalam Kerajaan Ning, terdapat sebuah kota yang semakin meningkat pesat setiap hari, minggu, bulang, bahkan tahun. Kota tersebut ialah Kota Gaoshan. Kota yang sebelumnya dipimpin oleh empat Klan Biasa, sekarang berubah tiga Klan Utama.
Kota Gaoshan sekarang memiliki beberapa Klan yang berdiri. Total jumlah Klan ialah delapan Klan, tiga Klan Utama dan lima Klan Biasa. Kota ini akan mengadakan turnamen yang akan digelar setiap tahun, dengan batasan minimal peserta berumur 12 tahun, maksimal berumur 15 tahun.
Turnamen ini dilihat dari seluruh kota, sekte, akademi yang berada di wilayah Kerajaan Ning. Mereka semua ingin melihat bakat muda dan mencoba keberuntungan untuk merekrut salah satu dari anak-anak tersebut. Hal itu juga disetujui oleh Tuan Kota, bagaimanapun juga perekrutan bakat muda adalah hal bagus.
Di kediaman Patriark Klan Xiao, tepatnya sebuah tebing di belakang kediaman tersebut. Terlihat dua sosok yang sedang duduk sambil memandang ke arah terbitnya matahari. Keduanya membuka matanya perlahan, semacam energi melepas keluar membuat angin menyebar ke segala arah.
“Sudah 6 bulan sejak kejadian itu.” Sosok pemuda terlihat berumur 18 tahun, akan tetapi umur aslinya ialah 12 tahun. Sosok pemuda itu ialah Xiao Fan, Putra dari Patriark Klan Xiao yang bernama Xiao Feng.
Di samping Xiao Fan, terlihat sosok perempuan cantik dan imut. Perempuan itu memiliki rambut panjang dengan warna hitam kecoklatan. Perempuan itu ialah Ning Shui, putri terakhir dari Kerajaan Ning.
Xiao Fan menatap ke arah depan, lebih tepatnya terbitnya matahari. Dirinya mengingat kejadian dimana dia masuk ke dalam kamar mandi dan melihat keindahan matang. Dia tidak ditegur, melainkan diminta untuk mandi bersama.
Xiao Fan benar-benar tidak bisa menghapus memori tersebut. Memori indah yang benar-benar terjadi dalam sekali seumur hidup. Momen itu akan selalu dia ingat di dalam ingatannya tersebut.
“Ning Que sudah pergi ke Akademi Yuen terlebih dahulu. Dua hari lagi, kita akan menyusul dirinya.” Xiao Fan berkata dengan penuh semangat. Ning Shui yang berada di sebelahnya tersenyum, dia juga merindukan kakaknya tersebut.
“Fan’er, Shui’er, waktunya kita makan.” Suara indah terdengar di telinga Xiao Fan dan Ning Shui. Suara itu berasal dari dalam Kediaman Patriark Klan Xiao. Suara itu adalah milik ibu dari Xiao Fan, Gu Lin.
“Ayo turun.” Ning Shui mendengar hal itu, dirinya mengangguk. Kedua orang itu turun dengan terjun ke bawah. Xiao Fan menggunakan Angin, sementara Ning Shui menggunakan Kartu Air miliknya. Kedua orang itu dengan ringan mendarat dan tiba di belakang Kediaman.
Xiao Fan sekarang memiliki tingkat Full Element bintang lima. Dimana dirinya belum menembus tingkat selanjutnya, hal itu dikarenakan perlu memahami tingkat lanjut dari angin miliknya. Roh Elemen miliknya berada di tingkat 42, dia tidak meningkat banyak akan hal itu, karena menggunakan Sumber daya rendah.
Xiao Fan juga menyadari Roh Elemen miliknya berkembang. Benang yang semula tipis dan tajam, kini terdapat energi roh yang terlapisi di benang tersebut. Dirinya mengecek, apakah hal itu membuat energi roh dalam miliknya lebih banyak terkuras? Jawabannya adalah tidak.
Xiao Fan mengklarifikasikan sendiri, Roh Elemen tercipta dari Roh dan Elemen alam. Roh yang berasal dari makhluk roh, maupun hal lainnya menyerap sejumlah Elemen alam yang berada di Benua Yuansu tersebut.
Xiao Fan benar-benar yakin bahwa Roh Elemen miliknya sekarang sudah tingkat dimana menunjukkan aslinya. Dirinya tahu bahwa Roh dari Roh Elemen miliknya dari Makhluk penghasil benang. Entah itu Ulat atau Laba-laba, Xiao Fan tidak tahu.
Xiao Fan menebak Ulat dan laba-laba karena kedua binatang itu identik dengan yang namanya benang. Namun, di Benua Yuansu ini binatang selalu berevolusi menjadi binatang roh. Hal itu membuat dirinya perlu mencari buku tentang seluruh binatang roh.
Xiao Fan juga sudah mengidentifikasi milik Ning Shui. Putri itu memiliki tingkat Qi Transformation bintang dua. Sementara Roh Elemen miliknya berada di tingkat 31. Ning Shui benar-benar berkembang paling pesat, di antara yang lainnya.
Xiao Fan melihat Roh Elemen Ning Shui, Roh Elemen itu benar-benar berubah. Kartu air terlihat lebih keras dan kuat, akan tetapi Kartu itu juga melebar menjadi seperti kertas. Xiao Fan awalnya terkejut, dirinya tahu bahwa Roh Elemen milik Ning Shui adalah sebuah pohon nantinya. Xiao Fan juga berfikir bahwa Ning Shui memiliki Elemen lain nantinya selain Air, yaitu adalah kayu.
Xiao Fan senang akan Dunia barunya. Banyak hal baru dan tidak diketahui dirinya. Bahkan pil dan senjata yang berada di Benua Yuansu benar-benar berbeda dari Dunia dia sebelumnya. Xiao Fan benar-benar bahagia sekarang.
***
Xiao Fan dan Ning Shui telah selesai makan. Piring bekas milik mereka dibawa oleh seorang Wanita cantik yang tak lain ibu Xiao Fan, Gu Lin. Selepas keduanya selesai makan, mereka keluar dari Kediaman.
“Bu, kami pergi ke pasar klan.” Xiao Fan ijin dengan nada ringan, kemudian keluar dari kediaman sebelum menerima jawaban dari Ibunya. Sementara Gu Lin, menatap putranya dan putri Ning dengan ringan.
“Hati-hati di jalan, jangan pulang malam.” Gu Lin berkata dengan suara sedikit tinggi. Xiao Fan menyadari hal itu dan mengangguk. Kemudian, Gu Lin melanjutkan pekerjaan miliknya.
Xiao Fan dan Ning Shui tiba di jalan, mereka berjalan menuju ke pasar Klan. Dimana pasar tersebut adalah pasar yang sekarang jauh lebih besar dari sebelumnya. Beraneka ragam barang dan alat terjual disana.
Kedua orang itu tiba di pasar, kerumunan yang ramai membuat keduanya senang. Xiao Fan memegang tangan Ning Shui dan berkata, “Ayo kita pergi ke tempat informan. Ada informasi yang kubutuhkan sekarang.”
“Ba-baik, Fan Ge.” Ning Shui terkejut tangannya dipegang, dirinya memerah dan menjawab dengan gugup. Dirinya tidak pernah dipegang di tempat umum. Mereka akan berpegangan dikala hanya berdua maupun bertiga bersama kakaknya.
Xiao Fan sendiri tidak peduli akan hal itu. Sekarang dia memiliki ekspresi serius, dia ingin sebuah informasi yang menarik. ‘Semoga mereka menemukan pelelangan yang menjual hal yang kuinginkan.’
[To be Continued.]
Note : sekarang kembali ke 1000-1200, sebelumnya 1500.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.