Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 264 - Keadaan


Silakan Dibaca.


Luar Kediaman Lan...


Terlihat empat sosok tengah berjalan sambil mengamati lingkungan sekitar. Mereka merasa aneh ketika melihat keadaan yang begitu sepi.


Hanya ada beberapa penduduk lokal, tidak ada pedagang maupun prajurit sama sekali. Hal ini menambahkan kecurigaan keempat sosok tersebut.


“Fan Gege, apakah kamu merasakan keanehan dengan tempat ini?” tanya Yun Shie.


Xiao Fan mengangguk, ia menatap ke sekelilingnya dan tidak menemukan prajurit sama sekali. Hanya ada penjaga kediaman serta penjaga kota.


“Mungkin telah terjadi sesuatu.” Xiao Fan berkata dengan suara pelan.


“Kita masuk ke kediaman, kemungkinan Paman Yansho berada di dalam!” kata Xiao Fan.


Ketiga perempuan mengangguk, mereka bersama-sama menuju ke kediaman Lan. Tujuannya ialah, menanyakan keadaan kediaman.


Tak butuh waktu lama untuk mereka memasuki kediaman. Penjaga sendiri sudah mengenal ketiga orang, sementara untuk satu perempuan yang tak lain Long Yuyin, penjaga lewatkan.


“Penjaga, ada apa sebenarnya? Mengapa para prajurit sama sekali tidak ada di sekitar sini?” tanya Xiao Fan penuh dengan rasa ingin tahu.


Ia juga memberikan dua koin emas, yang membuat penjaga tersebut tertegun dan mengangguk selepas menerima koin emas tersebut.


“Tuan Muda, ada peperangan yang terjadi di perbatasan. Raja Tianheng, meminta bala bantuan untuk mengatasi Kerajaan Dou. Spesifikasinya kami tidak mengetahuinya,” jawab penjaga.


Xiao Fan melebarkan matanya ketika mendengar perang. Ia tidak menyangka, musuh akan begitu agresif untuk menyerang. Adapun untuk musuhnya, Xiao Fan sudah menebak sendiri.


“Terima kasih, Penjaga!”


“Sama-sama, Tuan Muda!”


Xiao Fan segera memasuki kediaman, sementara ketiga perempuan mengikuti dirinya. Namun, dapat dilihat bahwa kedua perempuan tengah linglung ketika mendengar kata perang dari penjaga sebelumnya.


Xiao Fan tidak ada waktu untuk menenangkan batin keduanya. Ia hanya berjalan menuju ke tempat Lan Yansho berada. Hanya pemimpinlah yang akan mengetahui kebenaran dari perang tersebut.


Tak butuh waktu lama untuk tiba di tempat Lan Yansho berada. Xiao Fan menatap ke arah pintu kayu, dengan besi yang melindungi Ujung-ujung kayu.


Xiao Fan memegang gagang pintu dan membukanya lebar-lebar. Terlihat sebuah ruangan dengan rak-rak buku di samping kanan dan kiri tembok. Tepat di depan mata Xiao Fan sendiri, terdapat meja yang berisi tumpukan kertas.


“Paman Lan!”


Sosok yang berada di balik tumpukan kertas terkejut mendengar pintu dibuka tanpa ketukan. Ia ingin marah, namun gagal ketika mendengar suara panggilan dari orang yang masuk ke dalam ruangannya.


“Xiao Fan?”


Sosok yang tak lain Lan Yansho berdiri dari duduknya, ia memandang ke arah Xiao Fan dengan senyum cerah. Perasaan tertekan sebelumnya, kini menghilang. Ia dengan cepat meraih surat di meja dan menyerahkannya kepada Xiao Fan.


Xiao Fan yang melihat tindakan Lan Yansho, seketika menaikkan alisnya. Ia jelas bingung dengan tindakan tersebut. Sampai akhirnya, ia menatap ke arah surat yang diberikan Lan Yansho tersebut.


“Surat apa ini?”


“Buka saja, ini permintaan khusus untukmu. Juga, selepas ini apakah kalian benar-benar siap untuk pergi ke medan perang?”


Xiao Fan menerima surat tersebut, ia tidak menjawab pertanyaan Lan Yansho terlebih dahulu. Sementara ketiga perempuan di belakang saling menatap, lalu Lin Hua menjawab pertanyaan tersebut.


“Kami akan pergi!”


“Surat ini, seharusnya ditujukan kepada Shie’er bukan kepadaku!”


Yun Shie terkejut, ketika Xiao Fan menyebut namanya. Ia segera mengambil surat yang diserahkan oleh Xiao Fan tersebut. Yun Shie membacanya dan seketika memahami isi surat tersebut.


“Fan Gege, aku akan pergi ke kediaman Yun sendiri saja. Kalian pergilah menuju medan perang terlebih dahulu.”


Xiao Fan tertegun dengan keputusan tersebut. Namun, ia segera berpikir untuk menolak. Yun Shie sudah mengetahui pemikiran Xiao Fan tersebut, jadi ia segera mendahului perkataan Xiao Fan.


“Fan Gege, ini adalah keputusan yang tepat. Apalagi sekarang Raja tengah bertempur. Jika melawan berbagai macam Iblis, ia tidak akan bisa menang!”


Xiao Fan segera sadar, ia menatap ke arah Lin Hua dan berkata, “Kamu akan pergi dengan Yun Shie. Aku dan Long Yuyin akan pergi ke medan perang.”


Lin Hua tidak menolak, ia mengangguk tanda setuju dengan pengaturan tersebut. Lin Hua mengetahui bahwa Xiao Fan khawatir dengan keselamatan Yun Shie.


Lin Hua sendiri juga khawatir akan Yun Shie. Dengan dirinya ada di samping Yun Shie, mereka dapat menempuh jalan tanpa ada hambatan sama sekali.


“Tapi, kak...”


“Tidak ada tapi-tapi. Ini juga demi keselamatanmu, juga kamu harus jaga Hua’er. Kalian berdua saling menjaga dan selepas urusan di kediaman Yun. Pastikan menuju ke perbatasan.”


Lin Hua dan Yun Shie saling memandang, keduanya memahami pengaturan Xiao Fan tersebut dan mengangguk tanda bahwa mereka setuju.


Xiao Fan puas, ia kemudian memandang ke arah Lan Yansho dan bertanya, “Apakah ada pergerakan lain selain di perbatasan, Paman?”


Lan Yansho tertegun, ia kemudian memegang dagunya. Mencoba berpikir tentang sesuatu yang menarik akhir-akhir ini.


Tak butuh waktu lama untuk Lan Yansho mengingat kejadian yang diinginkan Xiao Fan. Ia segera berbalik dan mengambil secarik kertas berisi informasi laporan dari para prajurit miliknya.


“Ada beberapa hal baru yang terjadi akhir-akhir ini. Dalam kertas ini berisi informasi tidak lengkap terkait hal aneh beberapa hari lalu.”


Xiao Fan mengangguk, ia menerima kertas tersebut dan membacanya segera. Selepas membaca keseluruhan, ia memberikan kembali kertas informasi tersebut.


“Juga, temui Lan Ling dan An Er. Keduanya kemarin mengamuk karena dirimu tidak mengajak mereka menuju ke makam kuno.”


Xiao Fan yang tengah selesai mencerna seluruh informasi, seketika bangun saat mendengar nama dua perempuan tersebut. Ia benar-benar lupa untuk memberitahu keduanya dan jejak keringat keluar di keningnya.


“Apakah mereka berdua benar-benar marah?”


Lan Yansho mengangguk dengan senyum yang tulus. Xiao Fan menghela nafas dan yakin bahwa kedua perempuan yang ia tinggalkan benar-benar marah.


“Shie’er, Hua’er, Yin’er mari kita temui dua perempuan ini. Aku ingin mengajak keduanya untuk berperang!”


Xiao Fan dan ketiga perempuan lainnya mulai berbalik dan keluar dari ruangan tersebut. Tiga perempuan keluar terlebih dahulu dan tiba giliran Xiao Fan untuk keluar.


Namun, saat Xiao Fan memegang gagang pintu. Lan Yansho yang berada di belakangnya, segera berkata dengan suara dalam.


“Ingat, Nak Fan. Lindungi kedua putriku! Juga tiga perempuan itu! Ini bukanlah permintaan dari seorang kepala keluarga. Melainkan permintaan dari seorang Ayah!”


Mendengar perkataan Lan Yansho, Xiao Fan berhenti sebentar. Senyum di bibirnya semakin melebar dan ia mengangguk.


Dan saat dirinya memutar pintu dan keluar, Xiao Fan berkata dengan nada tegas. “Itu pasti, Orang Tua!”


To be Continued.