
Silakan Dibaca.
Xiao Fan memandang ke arah anak kecil di punggung pria yang semula meminta makanan terhadap pelayan penginapan. Tatapan Xiao Fan sangatlah jeli, ia memahami tubuh yang dimiliki anak kecil itu.
Tubuh Dewa Kehancuran.
Tubuh yang memiliki elemen khusus dan berbahaya. Bahkan lima elemen lainnya tidak sebanding dengan elemen yang dimiliki tubuh itu.
Elemen sendiri terbagi menjadi tiga tingkatan. Elemen dasar, lanjutan, dan khusus.
Elemen dasar, ialah elemen yang terdiri dari unsur normal dan berada di level terendah. Di antara lain, Api, Angin, Air, Tanah, Petir, Cahaya, dan Kegelapan.
Sementara elemen lanjutan, ialah elemen tahap kedua dari elemen dasar. Level yang dimiliki elemen lanjutan, ialah level menengah. Di antara lain, Magma, Es, Uap, Besi, Badai, Salju, dan masih banyak lagi.
Kemudian elemen khusus, ialah elemen yang memiliki keberadaan yang sangat misterius. Ada beberapa kasus di mana elemen khusus ini muncul. Di antara lain, Tulang, Api hitam, Es merah, Petir Emas, Kayu, dan masih banyak lagi.
Namun, di antara keseluruhan elemen khusus. Ada satu elemen yang menduduki peringkat pertama, elemen khusus yang mengundang malapetaka dewa sejak dulu.
Elemen Penghancur.
Elemen yang memiliki kedudukan setara dengan Elemen penciptaan. Satu menghancurkan satu memperbaiki. Elemen ini sangat kuat, namun pengguna akan mengalami efek samping berupa kematian jika tidak memiliki dasar yang tepat.
Dan sekarang Xiao Fan menemukan orang yang memiliki tubuh penghancur, ia sendiri memiliki cara mengolah tubuh itu dengan aman. Dengan begitu, ia akan mengembangkan orang yang memiliki tubuh penghancur itu.
Xiao Fan bukan serakah, melainkan ia ingin melihat teknik mengolah elemen penghancur miliknya. Apakah berhasil atau gagal, ia ingin orang di depannya menjadi bahan penelitian.
Itu benar, hanya untuk bahan penelitian. Namun, Xiao Fan juga perlu memikirkan langkah selanjutnya untuk menangani pengguna tubuh penghancur.
“Terima kasih, Tuan.. jika bukan karena dirimu, anak ini akan meninggal karena kelaparan.”
Pria yang membawa anak penghancur sedikit membungkuk menunjukkan rasa terima kasihnya terhadap Xiao Fan. Pria itu bukan orang yang tak tahu terima kasih.
Ia juga berpikir bahwa pemuda di depannya pasti menginginkan sesuatu. Namun, melihat gerak-gerik dari pemuda di depannya. Ia tahu bahwa pemuda di depannya menginginkan anak yang ia bawa itu.
‘Jika memang ia ingin anak ini, aku harus memberikannya. Aku takut, perjalananku kali ini membuat anak ini akan terbunuh.’
Pria itu berpikir sambil mengusap puncak kepala anak yang ia bawa.
Xiao Fan memandang keduanya, ia sedikit memahami perasaan seorang lelaki ketika melihat seorang anak kecil yang begitu disukai.
Dirinya tahu, antara pria di depannya dengan anak kecil yang tengah makan, memiliki semacam hubungan takdir. Namun, itu hanya memiliki rasio kecil, Xiao Fan malah berpikir bahwa keberuntungan miliknya kembali.
“Bagaimana perasaanmu sekarang, adik kecil?” Xiao Fan bertanya kepada anak kecil yang tengah hampir selesai makan.
Anak kecil itu mengangguk dan sangat bersemangat memakan makanan yang disediakan di meja makan. Ia sendiri tidak tahu kenapa, tiba-tiba berada di restoran. Hanya bisa mengangguk, agar bisa makan dengan enak.
Xiao Fan kemudian memandang ke arah pria di depannya. Begitu juga pria itu memandang ke arah Xiao Fan, keduanya saling menatap dan pria itu mulai pembicaraan.
“Tuan, bisakah kamu membawa anak ini bersamamu? Jika, Dia bersamaku.. aku takut, itu tidak bisa. Karena, selepas ini aku akan pergi ke tempat yang berbahaya.”
Xiao Fan yang mendengar hal itu memegang dagunya untuk berpikir. Namun, dalam hatinya ia bersorak sangat gembira. Bahan penelitian akhirnya jatuh tanpa hambatan sama sekali.
“Baiklah, aku akan merawatnya. Namun, apakah kamu yakin?”
Pria itu benar-benar berharap Xiao Fan menerima anak di sebelahnya. Dan ketika ia mendengar bahwa Xiao Fan setuju, hatinya benar-benar senang. Namun, saat mendengar pertanyaan Xiao Fan, ia tersenyum.
“Aku yakin, meski aku menyukai anak-anak, aku tidak bisa membahayakan nyawa seorang anak-anak, meskipun anak itu sangat kuat.”
Xiao sedikit terkejut, ia terkejut bukan karena ucapan dari pria itu. Melainkan, ia terkejut akan aura kasih sayang begitu dalam dari pria di depannya.
Shan Yuan yang melihat adegan tersebut hanya bisa tersenyum dan berpikir, ‘Aura seorang Ayah benar-benar kuat. Pria ini, penuh akan kecintaan dengan anak-anak.’
Xiao Fan juga mengetahui aura itu, ia sendiri sedikit hampa ketika melihat aura Ayah dari sosok pria di depannya. Entah kenapa, Xiao Fan mulai memikirkan Ayahnya yang sekarang mengembara dengan Ibunya.
Mengingat kejadian itu, Xiao Fan benar-benar ingat akan aura Ayahnya yang sama dengan pria di depannya. Seorang Ayah tetaplah Ayah, mereka ingin yang terbaik bagi anaknya.
Dihadapkan berbagai masalah, Ayah akan tetap berdiri tepat di depan anaknya. Cinta itu sangat dalam, cinta seorang Ayah kepada anaknya tidak bisa diremehkan.
Sekarang, melihat aura yang sama. Xiao Fan sedikit ragu, apakah ia akan menjadikan anak itu bahan penelitian. Namun, selepas ia memikirkan kembali, ia tetap melakukan. Hal itu karena, tidak ada kejadian yang menyakitkan nantinya.
(Note : Mirip kek Tang san di gunakan objek Yu Xiaogang baji*ngan itu.)
“Kalau begitu, dengan senang hati akan kurawat anak ini.”
Pria yang berada di depan Xiao Fan mengembangkan senyum lebar. Ia mengangguk dan berterima kasih dalam-dalam kepada Xiao Fan.
Anak kecil yang sudah selesai makan, ia juga mengikuti pria di sebelahnya untuk terima kasih. Ia bukan anak nakal yang tidak tahu apa itu terima kasih.
Anak kecil itu juga memandang ke arah pria di sebelahnya, ia mendekat dan menunduk sembilan puluh derajat sambil mengucapkan kalimat terima kasih.
“Terima kasih...” setitik air mata mengalir membasahi pipinya, kemudian anak itu melanjutkan ucapannya yang mengejutkan pria di depannya.
“Ayah.”
Pria yang mendengar anak di depannya memanggil ‘Ayah’ sedikit terkejut. Namun, ia segera sadar dan mengangkat anak kecil itu dan memeluknya.
Pria itu mengelus anak kecil yang berada di dalam pelukannya, layaknya seorang ayah memeluk putranya.
“Ingat, jadilah kuat dan turuti perintah Tuan itu. Jangan nakal dan suatu hari, kita akan bertemu kembali.”
“Juga, untuk namamu...” Pria itu melepaskan pelukannya dan memandang anak kecil yang menangis tepat di depannya. Ia tersenyum sambil memberikan anak kecil itu sebuah nama.
“Jiang Hu.”
Anak kecil itu mengangguk, ia senang akan kehangatan orang tua terutama seorang Ayah. Ia sendiri baru merasakan sekarang, kehagatan sebuah keluarga.
“Namaku adalah Jiang Hu, aku akan menjadi kuat dan menemuimu suatu hari nanti, Ayah.”
Xiao Fan mendengar hal itu mengangguk dalam, dulu ia sama dengan anak kecil itu. Mengucapkan sebuah sumpah dan berjalan mengikuti kata hati.
Pria itu menurunkan anak kecil yang berada di tangannya. Ia kemudian memandang ke arah Xiao Fan dan berkata dengan sungguh-sungguh.
“Tuan, kumohon jaga anak ini.”
“Tenang, Senior. Aku bersumpah akan menjaga Jiang Hu dengan baik.”
Pria itu mengangguk, kemudian berjalan pergi selepas mengucapkan satu kalimat kepada Jiang Hu.
“Aku pergi, Jiang Hu. Jangan lupakan janji kita...”
Jiang Hu menatap ke arah Ayah angkatnya dan mengangguk, ia memandang kepergian Ayah angkatnya sampai Ayahnya menghilang dari pandangannya.
Xiao Fan memandang hal sama, kemudian tatapannya beralih ke anak di sebelahnya.
“Mari kita naik, besok kita akan berangkat menuju ke tempat lain.”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.