Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 148 - Yun Ling'er


Silakan Dibaca.


Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat seorang perempuan tengah dirantai dan diborgol dengan erat. Xiao Fan tidak menyangka, Ning Zhingren benar-benar berbuat berlebihan.


“Aku Raja Kerajaan Angin Barat, Xiao Fan. Kamu sendiri siapa? Kenapa kamu diborgol seperti itu?”


Perempuan itu terkejut, ia tidak menyangka bahwa orang di depannya adalah Raja. Namun, ketika mendengar Kerajaan yang dipimpin orang di depannya, ia bingung.


“Hei! Aku bertanya, kamu siapa? Kenapa diam?” Xiao Fan memandang ke arah perempuan itu dengan tatapan tidak senang.


Perempuan itu segera sadar dan gemetar ketika melihat ekspresi Xiao Fan yang begitu menakutkan.


“Maaf, Yang Mulia... Nama hamba, Yun Ling’er.”


Xiao Fan yang mendengar nama perempuan itu, mengerutkan keningnya. ‘Yun... Apakah ia adik atau kakak dari Yun Lanran?’


“Apakah kau ada hubungannya dengan Yun Lanran?”


Yun Ling’er melebarkan matanya ketika mendengar nama Yun Lanran, nama yang disebutkan Xiao Fan tersebut sangat berarti baginya.


“Apakah Tuan mengetahui Adik hamba?”


Xiao Fan sedikit terkejut dalam hati, ia tidak menyangka bahwa perempuan di depannya adalah Kakak dari Yun Lanran. Namun, melihat keadaan Yun Ling’er, Xiao Fan dengan cepat menghancurkan borgol yang menguncinya.


Crash!


Borgol hancur dalam sekejap, Yun Ling’er terkejut, ia tidak menyangka borgol yang kuat dihancurkan oleh sosok orang yang berdiri di depannya.


“Sekarang, ikut denganku. Tidak baik berbicara di tempat ini, sekalian juga kau bertemu dengan Adikmu itu.”


Xiao Fan berbalik dan berjalan keluar terlebih dahulu, Yun Ling’er ingin berterima kasih. Namun, ia sama sekali tidak ada tenaga.


Yun Ling’er terhuyung-huyung dan jatuh menuju ke tanah. Xiao Fan bereaksi dengan cepat dan menopang tubuh Yun Ling’er dengan cepat.


‘Tubuhnya benar-benar kehabisan energi fisik. Ia benar-benar lemah, juga sudah berapa lama dirinya di tahan di sini.’


Xiao Fan memegangi tubuh Yun Ling’er dan melihat ada beberapa tanda kutukan di tubuhnya. Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia dengan cepat melepaskan kutukan yang menjerat Yun Ling’er.


Vitalitas Yun Ling’er seketika membaik. Namun, belum bisa dikatakan sangat baik. Ia sekarang hanya terlihat seperti orang pingsan yang kelelahan.


Xiao Fan menggendong Yun Ling’er dan berjalan dengan cepat menuju ke tempat Yun Lanran berada. Xiao Fan ingin meletakkan perempuan itu di sana.


***


Tiba di depan ruang Yun Lanran...


Xiao Fan tidak mengetuk dan menerobos masuk dengan cepat.


Yun Lanran yang telan*jang terkejut, ketika pintu ruang kamarnya didobrak. Ia menutup seluruh tubuhnya dan wajahnya memerah.


“Siapkan tempat tidur segera!”


Yun Lanran mengetahui suara tersebut, ia ingin memarahi Xiao Fan. Namun, terhenti ketika melihat Xiao Fan membawa sosok perempuan yang ia kenal.


“Cepatlah!”


Yun Lanran tersadar, ia dengan cepat menyiapkan tempat tidurnya. Ia melakukan perintah Xiao Fan segera dan melupakan keadaannya yang sekarang tengah telan*jang.


“Sudah...” Yun Lanran menatap dengan mata polosnya, Xiao Fan mengangguk dan meletakkan Yun Ling’er di tempat tidur Yun Lanran.


Yun Lanran sendiri dengan cepat sadar bahwa ia masih tanpa busana. Ia memerah malu dan menutupi seluruh tubuhnya, kemudian berjalan dengan cepat ke arah lemari dan memakai pakaian seadanya.


Xiao Fan tidak peduli dengan Yun Lanran, ia selesai menaruh Yun Ling’er di tempat tidur. Kemudian, Xiao Fan berkata kepada Yun Lanran.


“Aku serahkan dia kepadamu.” Xiao Fan memandang ke arah Yun Lanran dengan ringan.


Yun Lanran yang masih setengah memakai pakaian memerah ketika dilihat oleh Xiao Fan. “Jangan lihat.”


Xiao Fan tidak peduli, ia mendekat ke arah Yun Lanran dan meremas puncak dada perempuan itu. “Jangan memerintahku, ingat perempuan yang berbaring di tempat tidurmu adalah kakakmu sendiri.”


Yun Lanran mende*sah dengan hebat. Teknik Xiao Fan dalam menyentuh dada miliknya sangat merang*sang. Namun, ketika Yun Lanran keluar, ia melebarkan matanya.


“Un, berhenti dulu, kumohon...”


Xiao Fan menghentikan aksinya, Yun Lanran terengah-engah. Kemudian, ia menatap ke arah tempat tidurnya, seketika ia melebarkan matanya.


“Ka...kak.” Yun Lanran tidak peduli dengan pakaiannya yang belum sesuai, ia dengan cepat melesat ke arah Yun Ling’er. Namun, tangan Xiao Fan meraihnya.


“Diamlah, Lanran! Kakakmu masih lelah, biarkan dia tidur dan pakai pakaianmu terlebih dahulu.”


Yun Lanran segera sadar, ia menghapus air matanya dan memakai pakaiannya dengan benar. Xiao Fan sendiri tidak peduli dan pergi keluar dari ruangan dan menutup pintu ruangan tersebut.


Yun Lanran ingin berterima kasih, akan tetapi melihat Xiao Fan pergi, ada rasa ingin mengejar. Namun, ia mengingat perintah dari Xiao Fan.


“Kakak...”


***


Xiao Fan keluar dari kamar Yun Lanran, ia melihat waktu sudah menunjukkan sore hari. Xiao Fan berjalan menuju ke arah ruang makan. Ia berjalan dengan santai sambil menatap ke arah Matahari yang perlahan tenggelam.


“Menurut Xiao Jun, penjajah Benua Yuansu teman dari Ning Shui. Namun, apakah aku akan menyerah. Tentu saja, tidak...”


Xiao Fan tidak peduli penjajah tersebut. Jika mereka teman, Xiao Fan menginginkan mereka menyerah tanpa syarat. Namun, jika mereka musuh, maka Xiao Fan tidak segan membunuh.


***


Tiba di ruang makan...


Xiao Fan menatap ruangan tersebut, ia melihat hanya ada berbagai kursi dan makanan yang sudah siap di meja makan.


Xiao Fan juga melihat beberapa pelayan tengah berdiri di samping ruang makan. Xiao Fan perlahan berjalan menuju ke kursi miliknya.


Seluruh pelayan yang berada di ruang makan menundukkan kepalanya. Xiao Fan melambaikan tangannya, kemudian mereka semua tegak kembali.


“Prajurit, panggil kedelapan pemimpin ke mari!”


“Laksanakan, Yang Mulia.”


Xiao Fan kemudian, memandang ke arah para pelayan. “Kalian semua, duduk di kursi dan mari makan bersama.”


Para pelayan tertegun, mereka benar-benar tidak percaya dengan ucapan Xiao Fan. Sampai Kepala Pelayan berkata, “Tapi...”


Belum selesai Kepala Pelayan menyelesaikan kalimatnya, Xiao Fan berkata dengan nada datar. “Tidak ada kata tapi, kalian duduklah.”


“Dilaksanakan, Yang Mulia.”


Kepala Pelayan dan para pelayan menunduk dan dengan cepat mengambil tempat duduk masing-masing. Xiao Fan juga memerintahkan prajurit yang berjaga untuk duduk sekalian.


Tak berselang lama, Kedelapan pemimpin di bawah komando Xiao Fan tiba. Mereka paham maksud Tuannya, ketika melihat berbagai pelayan dan prajurit duduk di meja makan.


“Kalian, duduklah!”


“Baik, Yang Mulia.” Kedelapan pemimpin tersebut berjalan ke tempat duduk yang tersisa.


Xiao Fan melihat bahwa semua sudah duduk, ia berkata dengan nada ringan. “Kita akan makan bersama, tidak ada penolakan sama sekali. Selama kalian berada di ruang makan, di saat aku makan kalian juga ikut makan.”


“Kalau begitu, mari kita mulai makan.”


Xiao Fan dan para anak buahnya mulai makan bersama. Xiao Fan sendiri memang senang makan bersama-sama. Makan sendiri kurang menyenangkan, perasaan ingin makan akan berkurang.


Sementara ketika bersama, perasaan ingin makan meningkat dan menjadi lebih akrab.


Xiao Fan juga mengingat kedua saudari Yun, ia akan meminta pelayan untuk mengirimkan makanan kepada mereka berdua nantinya.


***


Di suatu tempat...


Sebuah Istana berdiri dengan kokoh, tempat-tempat di sekitar Istana sangat suram. Tanah diselimuti garis magma. Pepohonan tumbuh dengan warna hitam. Lingkungan tersebut sangat berbeda dari lingkungan lainnya.


Di dalam Istana, terlihat seorang perempuan berpakaian setelan hitam, tengah duduk di kursi yang bergoyang.


“Fufufu~ aku tidak menyangka akan ada hari di mana aku bisa keluar...”


“Aku berharap, seseorang menyelamatkan diriku...”


“Aku kesepian...”


Seiring perkataan perempuan itu, langit mulai menggelap. Udara di sekitar Istana mulai sunyi tanpa ada suara apapun. Kelayuan pohon perlahan terlihat.


Sosok perempuan itu, mulai membuka matanya. Iris mata emas dan merah membuat orang yang melihatnya akan terkejut.


Pasalnya mata emas dan merah, hanya dimiliki oleh satu orang dan orang itu telah terkena kutukan Wilayah Lumpuh. Orang itu, banyak dikenal dengan sebutan...


Penyihir Kegelapan...


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment,, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.