Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 190 - Bandit Serigala Darah


Silakan Dibaca.


Pagi hari.


Xiao Fan selesai melakukan eksperimen panjang. Kemudian, ia menatap ke arah hasil eksperimen miliknya yaitu sebuah wadah yang berisi cairan berwarna hijau.


“Cairan ini, memiliki fungsi mirip dengan Roh Elemen selepas aku uji dengan hewan yang di sekitar.” Kata Xiao Fan.


“Mereka berubah menjadi mirip dengan Luner dan sedikit memiliki karakteristik racun yang sama dengan Luner.” Lanjut Xiao Fan memasang wajah puas dengan hal yang dirinya buat.


Shan Yuan yang mendengar itu benar-benar sedikit tak terduga. Karakteristik yang mirip dengan Luner benar-benar luar biasa menurutnya.


“Artinya hewan yang kamu dapatkan di sekitar memiliki kemampuan racun yang sama dengan Luner?” tanya Shan Yuan, dan Xiao Fan menanggapinya sambil mengangguk.


“Itu benar, namun sebelumnya sudah kubilang sedikit memiliki karakteristik yang sama dengan Luner. Arti sedikit ini, adalah kekurangannya.”


“Luner memiliki antibodi terkait racun ini, sementara hewan yang kugunakan tidak memiliki antibodi terhadap racun, sehingga mereka meleleh selepas mengeluarkan satu serangan.”


Shan Yuan mengangguk paham, ada pro dan kontra dalam cairan yang dibuat oleh Xiao Fan. “Kekuatan kuat, namun konsekuensinya juga tinggi.”


Xiao Fan mengangguk benar, namun ia kemudian menaikkan sudut mulutnya sedikit membentuk senyum tipis. “Meski begitu, bagaimana dengan tubuh yang kebal akan segala racun?”


Shan Yuan segera tercerahkan, ia kemudian berkata. “Itu benar-benar layak untuk di coba.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian tabung yang berisi cairan seketika menghilang dan masuk ke dalam cincin ruang miliknya.


“Kali ini, kita harus pergi menuju ke tempat keluarga Yun berada.” Ucap Xiao Fan dengan tenang. Sekarang waktunya, ia pergi menuju ke tempat Bangsawan Yun berada.


Di Daratan Longling, para bangsawan memiliki kota mereka masing-masing. Mereka tidak berada di satu tempat yang sama, gelar apapun bangsawan tersebut, mereka akan diberikan wilayah sendiri.


Xiao Fan selesai berkemas, ia berjalan keluar dari kamar penginapan dan beranjak pergi dari penginapan emas tersebut.


Ada banyak pasang mata menatap dirinya. Ada yang kagum, karena menyewa kamar dengan lebih, tanda bahwa seorang bangsawan misterius.


Ada juga yang serakah, mereka adalah orang-orang yang berpakaian layaknya bandit yang telah menghalangi berbagai macam bangsawan.


Xiao Fan mengabaikan pasang mata tersebut, baginya selama tidak mencari masalah, maka tidak perlu bertindak. Namun, jika mencari masalah, bersiaplah saja untuk pemakaman.


Xiao Fan sudah berada di luar penginapan, ia kemudian memandang ke arah tempat bangsawan Yun berada. Detik berikutnya, ia menghilang dari tempat dirinya berada.


Para bandit yang selesai makan dan minum berjalan keluar, mereka ingin merampok koin yang di miliki oleh Xiao Fan.


“Pemuda itu benar-benar berani mengeluarkan banyak koin emas. Mangsa telah ditetapkan, hanya seorang pemuda kurus, mari kita peras sampai habis.” Seringai salah satu bandit.


Mereka bergegas mengikuti Xiao Fan, kecepatan mereka relatif cepat. Bandit yang bergerak cepat tersebut, bukanlah bandit normal seperti lainnya.


***


Di luar kota pelabuhan.


Xiao Fan melintas menuju ke arah tempat kediaman Bangsawan Yun dengan cepat. Namun, persepsi miliknya segera merasakan ada berbagai orang tengah mengikutinya.


Sudut mulut Xiao Fan naik sedikit, membentuk seringai. Dia tidak berbalik untuk melawan segera. Melainkan, ia menambah kecepatan dan mencoba bermain kejar-kejaran.


Bandit yang mengikuti Xiao Fan adalah Bandit Serigala Darah. Mereka semua memiliki Roh Elemen satu jenis yaitu Serigala Darah. Ada karakteristik khusus Roh Elemen tersebut.


Kecepatan, indra penciuman, dan kekuatan sangat kuat. Hal inilah ciri karakteristik dari Serigala Darah. Semakin mereka membunuh, semakin tinggi kekuatan yang diperoleh.


Ketua Bandit memandang ke arah Xiao Fan yang tengah menambah kecepatan untuk memperlebar jarak mereka. Ketua Bandit yang melihat trik tersebut, tertawa dengan liar.


“Hahaha, anak itu mencoba memperlebar jarak dengan kita. Mari kita kejar dirinya.” Teriak Ketua Bandit, kemudian seluruh bandit bersorak dan menambah kecepatan mereka.


Namun, hal aneh terjadi. Meski mereka meningkatkan kecepatan, jarak mereka tidak menyempit melainkan tetap lebar seperti sebelumnya.


Namun, lagi-lagi keanehan muncul. Mereka sudah cepat, namun sama sekali tidak bisa mempersempit jarak. Hal ini, membuat Ketua Bandit jatuh menjadi gelap dan muram.


Ia dalam sekejap berubah menjadi setengah serigala dan melesat dengan cepat mengejar Xiao Fan. Begitu juga para bandit lainnya, mengikuti yang dilakukan oleh ketua mereka.


Dalam hati keseluruhan bandit marah, karena baru kali ini dihina oleh seseorang dalam hal kecepatan. Namun, sekarang melihat jarak mulai menyempit, mereka mulai menyeringai.


Xiao Fan sama sekali tidak peduli, ia barusan menurunkan kecepatan dirinya. Namun, detik berikutnya ia mendengar suara dari Ketua Bandit.


“Nak, berhentilah berlari. Serahkan koinmu..” sebelum menyelesaikan kalimatnya, Ketua Bandit melihat bahwa Xiao Fan mengabaikannya dan menambah kecepatan.


Tamparan, hal ini adalah tamparan yang sangat keras di wajahnya. Ia diabaikan seorang pemuda yang berada di depannya tersebut.


Ketua Bandit sebelumnya masih bisa menahan amarah, namun kali ini ia ditampar dengan keras. Bagaimana bisa ia menahan amarah kembali.


Ketua Bandit meraung dengan penuh amarah, matanya menyala berwarna merah. “Baji*ngan kecil! Kau membuatku marah, maka matilah!”


Ketua Bandit melesat dengan cepat dan muncul tepat di atas Xiao Fan, ia melayangkan tiga cakar panjang miliknya menuju ke arah punggung Xiao Fan.


Cakar melesat cepat, namun Xiao Fan menginjakkan kakinya tepat di satu cabang pohon. Ia menekuk kakinya dan menatap ke arah Ketua Bandit yang sudah melayangkan serangan.


Xiao Fan bisa melihat serangan tersebut, ia menghindari lintasan serangan dari Ketua Bandit. Kemudian, ia mengayunkan tendangan tepat kepala Ketua Bandit.


Bugh!


Ketua Bandit terkejut dan melayang terbang ke belakang, menabrak berbagai bandit lainnya yang tengah bergerak maju.


Para bandit menangkap tubuh Ketua mereka. Namun, mereka segera kewalahan dan akhirnya mereka terdorong mundur ke belakang, lalu menabrak berbagai pohon dan akhirnya berhenti di pohon yang sedikit kokoh.


Xiao Fan berhenti di tanah, ia memandang ke arah para bandit dengan datar dan dingin. Selepas itu, Xiao Fan mengeluarkan pedang pendek dari cincin ruang miliknya.


Para bandit mulai berdiri satu persatu, kepala mereka pusing akibat menangkap ketua mereka saat berada di laju yang begitu cepat.


Mereka kemudian memandang di depan dan mata mereka menyala ketika melihat Xiao Fan berdiri di depan dengan pedang pendek di kanan tangannya.


Ketua Bandit mulai berdiri, ia memandang ke arah Xiao Fan dengan penuh amarah. Mulai dari dipermainkan, ditampar keras, kali ini tendangan tepat di wajah.


Ketua Bandit benar-benar marah kali ini, ia mulai berubah menjadi Serigala Darah dengan cepat.


Tubuh Ketua Bandit membengkak, kemudian berbagai bulu berwarna merah menghiasi tubuhnya. Kukunya mulai memanjang dan menjadi lebih tajam.


Aoo!


Lolongan ganas serigala darah terdengar, Ketua Bandit memandang ke arah Xiao Fan dengan galak. Nafasnya mengeluarkan uap yang begitu kuat.


Xiao Fan memandang Ketua Bandit dengan tenang. Ia sama sekali tidak takut menghadapi orang di depannya tersebut.


Para bandit lainnya mundur, mereka tahu bahwa ketika Ketua mereka sudah marah, maka tidak akan ada yang bisa selamat.


Xiao Fan menghela nafas ringan, sorot matanya menjadi dingin dan serius, aura miliknya meletus keluar dan menyerbu ke arah para bandit dan Ketua Bandit tersebut.


“Majulah, Anjing!”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.