
Silakan Dibaca.
Bos bandit memandang ke arah Yun Lan Ran dengan penuh kebencian. Apa yang paling tidak dirinya sukai adalah seorang bangsawan. Hal ini karena pengalaman masa lalunya.
Bos bandit mengalami hal yang mengerikan sejak dulu, yaitu menjadi budak para bangsawan. Sehingga saat dirinya melarikan diri, dia bersumpah ketika bertemu dengan bangsawan kembali. Dirinya akan membunuh dan menghancurkan kehidupan mereka.
Alhasil setiap ada bangsawan yang melintas di depan matanya, bos bandit akan menyergap dan menangkap mereka. Selanjutnya, dia akan menyiksa dan terakhir membunuh tanpa ampun sama sekali.
Metode itulah yang selalu bos bandit terapkan ketika bertemu dengan para bangsawan.
Qi merah mengembun dan melapisi kapak bos bandit dalam sekejap. Kemudian, sinar dingin melintas di matanya dan detik kemudian, dia menghilang dari tempat.
Yun Lan Ran yang masih dalam keadaan serius, mulai menyusutkan pupil matanya ketika melihat bos bandit menghilang. Pedang hitam miliknya tanpa sadar terangkat dan menebas ke depan.
Dentang!
Suara logam yang keras membangunkan Yun Lan Ran yang tengah terkejut akan menghilangnya bos bandit. Namun, saat dia melihat bos bandit muncul di depannya. Pupil matanya melebar dalam sekejap.
Yun Lan Ran yang merasakan kekuatan kapak bos bandit, dia terlempar ke belakang seketika. Kekuatan dirinya tidak dapat menahan kekuatan kapak tersebut. Hal ini karena dirinya terlalu ceroboh, tidak mengembunkan qi di awal.
Yun Lan Ran terbang ke belakang, akan tetapi dirinya melakukan putaran sekali ke belakang dan mendarat menyesuaikan postur berdirinya.
“Aku terlalu ceroboh ...,” gumam Yun Lan Ran pelan, kemudian qi biru dengan cepat mengembun dan melapisi pedangnya. Sorot matanya menyapu ke depan dan melihat gerakan bos bandit seketika.
Yun Lan Ran kembali mengayunkan pedangnya ke depan dan berbenturan dengan kapak bos bandit. Keduanya saling bertempur, keahlian Yun Lan Ran sangatlah buruk ketika menahan kapak yang memiliki kekuatan besar.
Dentang! Dentang!
Perlahan-lahan Yun Lan Ran mundur sambil menahan kapak bos bandit. Namun, semakin dirinya menahan kapak, dia dengan cepat mengimbangi kekuatan dari kapak tersebut.
Hal ini membuat bos bandit geram, dirinya merasa seakan-akan menjadi karung pasir bagi Yun Lan Ran. Semakin melihat arah pertempuran, semakin dirinya marah. Qi merah dalam sekejap melonjak dan melapisi kapak miliknya tersebut.
Dentang!
Yun Lan Ran memiliki persepsi dan pemahaman yang tinggi. Dia bisa merasakan bahwa kekuatan lawan semakin meningkat. Hal ini membuat sudut mulutnya tertarik ke atas dan bergumam dengan pelan. “Menarik.”
Yun Lan Ran yang berada pada tekanan kapak bos bandit. Perlahan-lahan mulai menyesuaikan diri. Ayunan pedang semakin dalam dan perlahan menjadi halus. Inilah yang membuat dirinya senang mendapatkan lawan yang kuat.
Bos bandit merasakan tekanan miliknya di kembalikan kembali. Dia mengerutkan keningnya dan berpikir dalam hati. ‘Serangan yang kuberikan dapat ditahan.’
Bos bandit bukanlah orang bodoh, dia tahu bahwa lawannya sekarang adalah bangsawan yang memiliki bakat kuat. Melihat fakta di depannya, bos bandit mulai menghitam. Bukan karena dirinya takut, melainkan dia benci fakta tentang bakat kembali.
Dentang! Dentang!
Tak butuh waktu lama, keduanya melancarkan serangan yang mengakhiri benturan itu.
Yun Lan Ran dan bos bandit saling memandang. Mereka berdua memiliki pemahaman masing-masing. Dalam persepsi Yun Lan Ran, bos bandit adalah orang kuat dan penuh akan perhitungan. Di sisi lain, dirinya juga merasakan jejak kemarahan yang dimiliki bos bandit.
‘Buas dan liar ... Memang cocok untuk nama banditnya.’ Yun Lan Ran memuji kekuatan yang dimiliki dari bos bandit tersebut.
“Cih, bangsawan tetaplah bangsawan! Kalian hanya memikirkan diri kalian sendiri!” tegas bos bandit dengan amarah tinggi. Dia sudah mengetahui fakta nyata dari dunia miliknya berada. Hanya yang terkuatlah yang dapat berbicara dan berkuasa.
Di sisi lain...
Xiao Fan yang memindahkan cawan emas, tanpa sadar memandang ke arah pertempuran Yun Lan Ran melawan bos bandit. Alisnya mengerut ketika mendengar udara di sekitarnya memberitahu pikiran dari bos bandit.
“Orang ini ... ternyata mengalami masa lalu yang tragis.” Sudut mulut Xiao Fan ditarik ke atas, kemudian memandang kembali ke arah cawan emas. “Namun, setragis apapun hidupmu. Dunia sama sekali tidak memiliki orang yang baik.”
Kembali ke pertempuran...
Yun Lan Ran memandang bos bandit dan pedang hitamnya mengarah ke bawah. Qi biru mengembun kembali ke dalam pedang tersebut. Kini pedang mengeluarkan sosok burung biru yang sangat kuat.
Bos bandit mengerutkan keningnya ketika melihat pemandangan di depannya tersebut. Dia merasakan perasaan terancam dari pedang tersebut. Tanpa sadar tangannya menggenggam kapak dengan erat-erat.
Yun Lan Ran menekuk sedikit kakinya, dia dengan cepat menghilang dari tempat dan tanah yang dirinya pijak seketika retak.
Pupil mata bos bandit melebar dan dia melihat sekeliling untuk mencari jejak Yun Lan Ran tersebut. Detak jantungnya semakin cepat dan perasaan bahaya perlahan-lahan mulai mendekat.
Di saat berikutnya, batinnya segera berteriak untuk menghindar. Namun, respons tubuhnya sangatlah lambat. Pedang biru mulai terhunus dan mengenai tepat bahu miliknya.
Slash!
Bos bandit menghindar dan dirinya terkejut melihat kemunculan Yun Lan Ran tersebut. Perasaan marah dan terhina mulai terbentuk dalam dirinya. Kapak yang berada di tangannya mulai berayun ke arah Yun Lan Ran.
“Mati, Wanita Sia*lan!” raung marah bos bandit. Namun saat kapak mendekat ke arah Yun Lan Ran. Kapak tersebut dalam sekejap tertahan dan terlihat retakan yang terjadi di tengah-tengah kapak.
Bos bandit terkejut melihat kapaknya hancur. Dia ingin berteriak, akan tetapi sosok tendangan samping tepat mengenai perutnya.
Bugh!
Bos bandit terlempar jauh ke belakang. Dia merasakan rasa sakit di bagian perutnya. Namun, bos bandit memaksakan dirinya untuk mendaratkan tubuhnya secara stabil. Akan tetapi, saat dirinya mendarat. Rasa sakit di perut mulai terasa lebih kuat.
“Arhhh!” Teriakan bos bandit keras dan dia berlutut di tanah. Tangan terus memegang perut dan perasaan sakit terus-menerus menusuk perutnya.
Yun Lan Ran keluar dari udara tipis dan muncul di sebelah bos bandit sambil mengangkat pedangnya lurus ke atas. Tatapan Yun Lan Ran sangatlah dingin dan tajam.
“Apakah ada kata-kata terakhir?” ungkapan Yun Lan Ran membuat pupil mata bos bandit mengecil. Dia dengan cepat menatap ke arah atas dan menemukan Yun Lan Ran tengah siap untuk membunuhnya.
“Baji*ngan!!” teriakan bos bandit sangat kuat. Pedang biru Yun Lan Ran melintas dan menebas leher bos bandit tersebut.
Slash!
Kepala bos bandit lepas dan menggelinding di tanah. Ekspresi wajah bos bandit ialah penuh akan kemarahan dan rasa terkejut.
Yun Lan Ran selepas menebas, dia berbalik dan berkata, “Selesai!”
To be Continued.