Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 66 : Telur


[Chapter 66.]


[Telur.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan Siken.


Di jembatan, Lin Hua dan yang lainnya selesai membunuh para musuh tersebut. Liu Kai dan Xiao Ren mengambil hasil rampasan.


“Bagaimana keadaan mereka?” Lin Hua bertanya dengan khawatir. Sementara itu, Ning Shui menatap ke arah perempuan tersebut.


“Tenangkan dirimu, Kak Hua. Bagaimanapun juga, Xiao Fan bisa mengatasi segalanya.” Ning Shui tidak terlalu khawatir, dirinya yakin bahwa Xiao Fan bisa mengatasi segalanya.


Lin Hua mulai tenang selepas melihat Ning Shui yang tenang. Dirinya mengangguk dan menatap ke arah ujung jembatan. “Kita istirahat di sana, sambil menunggu Xiao Fan dan Zhu Lin.”


Semuanya mengangguk, mereka berjalan melewati jembatan dan berhenti di dekat tebing. Mereka duduk dan mulai mengisi tenaga dan energi, bagaimanapun juga mereka berjaga-jaga ada yang menyerang nantinya.


**


“Boom..Boom..” Xiao Fan menghindari serangan dari Ular Besar. Dirinya juga mengembalikan serangan dengan mengayunkan pedang miliknya.


“Boomm..” Xiao Fan mundur dan mulai memusatkan Qi ke dalam Pedang kembali. Namun, sebelum dirinya mulai menyerang. Ular Besar terlebih dahulu mengayunkan ekornya secara vertikal.


“Wushh...” Xiao Fan melihat hal itu, segera mundur dengan cepat. Dia kemudian, melihat ekor menabrak ke arah tanah.


“Booommm..” Xiao Fan kemudian, menggunakan teknik pedang pertama. Dia mengayunkan pedangnya tiga kali.


“Tebasan Singa.” Tiga proyektil tebasan berbentuk singa melesat ke arah Ular Besar. Monster itu merasakan serangan tersebut, ia mengayunkan ekornya dengan keras ke arah depan.


“Boomm..” Ular Besar terpental ke belakang. Kekuatan teknik pertama dari seni pedang Xiao Fan benar-benar kuat.


Xiao Fan menstabilkan nafasnya, dia mengisi tenaga dan energinya sebentar. Kemudian, ia melesat maju ke depan. Meskipun, hanya beberapa detik, itu cukup bagi Xiao Fan untuk mengisi energi dan tenaga.


“Wushh..” Xiao Fan seketika tiba di dekat Ular Besar yang tengah terbakar hebat. Dia sedikit tersenyum, kemudian mengayunkan kembali pedangnya.


Xiao Fan terus mengayunkan, membakar Ular Besar tersebut tanpa peduli masih hidup atau mati. Dirinya tidak akan berhenti sebelum, Ular itu hangus.


Ular Besar berteriak dengan keras, monster itu ingin menyerang Xiao Fan. Namun, Xiao Fan dengan mudahnya menghindari segala serangan dan membalas serangan Ular Besar.


Perlahan-lahan, Ular Besar berhenti bergerak dan matanya memutih. Xiao Fan sudah tahu bahwa Ular Besar akan mati. Dia mengetahuinya dari cahaya bola roh yang memiliki warna aneh.


Xiao Fan berhenti dan mengambil bola roh tersebut. Namun, ia terkejut ketika melihat warna yang berbeda kembali, dia mengerutkan keningnya dan menyimpan bola tersebut.


“Nanti saja, sekarang aku harus istirahat dan memeriksa apa yang dijaga oleh ular itu.” Xiao Fan berjalan ke arah Gua, dia juga menurunkan Zhu Lin yang sedang pingsan akibat racun dari Ular Besar.


Xiao Fan pertama-tama membaringkan Zhu Lin di tanah dengan beralasan benang miliknya. Selepas itu ia, memberikan segel pelindung yang mengelilingi tempat Zhu Lin beristirahat.


Xiao Fan kemudian berjalan menuju ke arah dalam Gua. Dirinya menggunakan kristal cahaya untuk menerangi jalan Gua tersebut.


Ukuran telur tersebut dua kali dari Xiao Fan. Telur itu terlihat retak bagian atasnya. Xiao Fan mengerutkan keningnya dan tahu bahwa telur akan menetas.


“Sepertinya akan menetas, apakah perlu kubantu, ya?” Xiao Fan sedikit bingung. Namun, dia memilih mengabaikan terlebih dahulu. Dia ingat bahwa bayi yang keluar cangkang harus keluar sendiri tanpa bantuan induknya, hal itu menunjukkan prestasi bayi tersebut.


Perlahan-lahan retakkan semakin besar, kemudian terlihat salah satu cangkang mulai berlubang. Lalu, muncul sosok kepala Ular berwarna hitam.


Ular itu kemudian menatap sekeliling dan fokusnya ke arah Xiao Fan yang tengah menatapnya. Ular tersebut, perlahan keluar dan mendekati Xiao Fan.


Xiao Fan tidak terkejut, ia sudah tahu bahwa bayi yang keluar dari cangkang, pasti menganggap makhluk yang dilihat pertama kali adalah induknya.


Ular tiba di dekat Xiao Fan, ia mengarahkan kepalanya. Xiao Fan paham dan mengelus dan memanjakannya dengan senang. Dirinya senang mendapatkan peliharaan, apalagi seekor ular.


“Namamu adalah Shen Yu Ling, karena kamu perempuan.” Xiao Fan memberikan nama kepada Ular tersebut.


Ular senang akan nama tersebut, ia menganggukkan kepalanya dan menggeliat di tangan Xiao Fan.


“Ling’er, apakah kau bisa mengecilkan tubuhmu?” Xiao Fan bertanya dengan penasaran. Yu Ling mengangguk, dia perlahan-lahan mengecilkan tubuhnya dan melingkar di tangan Xiao Fan.


Xiao Fan tersenyum melihat hal itu, dirinya kemudian berpikir untuk membuatkan tempat untuk Yu Ling tersebut.


“Sepertinya nanti, aku harus meningkatkan kemampuan dari cincin ruang.” Xiao Fan mengangguk, kemudian ia merasakan bahwa Zhu Lin mulai bangun.


Xiao Fan menatap ke arah Zhu Lin dan mendekat ke arahnya. Zhu Lin sendiri perlahan-lahan membuka matanya dan sedikit bingung.


“Aku berada di mana?” Zhu Lin bangun dan duduk. Dia sedikit merasakan rasa sakit di kakinya, kemudian ia mendengar suara Xiao Fan.


“Senior, jangan banyak bergerak. Kamu masih dalam pemulihan.” Xiao Fan mendekat dan sedikit khawatir ketika melihat Zhu Lin bergerak.


Zhu Lin menatap ke arah Xiao Fan, kemudian tersenyum. “Terima kasih, Junior Fan.” Zhu Lin lalu menatap ke arah bawah, dirinya bergumam pelan. “Lagi-lagi aku tidak berguna.”


Xiao Fan yang sudah berada di tingkat akhir di benua Yuansu, mendengar gumaman tersebut. Dirinya tersenyum dan berkata, “Kamu berguna kok. Jangan pernah merendah.”


‘Ya, kamu berguna untuk menarik masalah untukku,' batin Xiao Fan dengan senyum senang miliknya.


Zhu Lin yang mendengar itu mendongak dan menatap ke arah Xiao Fan, ia sedikit kosong dan sedikit basah. Dirinya siap untuk menangis.


“Apa yang bisa kulakukan? Sebelumnya, kalian mendapatkan masalah karena aku. Guru Hua terluka juga karena aku, sekarang kita jatuh dan itu karena aku. Awalnya aku berpikir untuk ma—“


“Plakkkk...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.