Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 102 - Shan Yuan


Silahkan Dibaca.


{Pemenang Voting : Pengelana.}


Sisi barat Linkuen, lokasi Harta Karun.


“Akhirnya aku keluar.”


Seorang pemuda yang memiliki rambut hitam dengan iris mata berwarna merah terkejut ketika mendengar suara itu. Pemuda itu menatap ke arah sumber suara dan mengerutkan keningnya ketika melihat apa yang muncul di depannya.


Pemuda yang tak lain Xiao Fan, menatap seorang kakek tua dengan rambut beruban dan jenggot putih panjang sedada.


Xiao Fan menatap dengan penuh waspada. Dia tidak tahu siapa kakek tua tersebut, apalagi merasakan kekuatannya. Xiao Fan sama sekali tidak menemukan jejak kekuatan kakek tua itu.


“Siapa kau, Pak Tua?”


Kakek tua tersebut memandang ke arah Xiao Fan, dia sama sekali tidak membuka matanya. Hal itu membuat Xiao Fan mengerutkan keningnya.


“Hohoho, ternyata ada seorang pemuda kecil di sini. Tak aku sangka, umurmu melebihi dari penampilanmu, Nak.”


Xiao Fan menegang, dia baru kali ini menjadi lebih waspada dari biasanya. Tatapannya tajam dan menjadi serius.


“Siapa kau sebenarnya, Pak Tua!”


Kakek tua itu tetap menutup matanya, senyum tipis terlihat di ekspresinya. Dia benar-benar tidak terlalu peduli akan suara Xiao Fan yang meninggi.


“Benar-benar, anak-anak yang semangat. Tenanglah, terlebih dahulu, Nak. Lebih baik, kau keluar dari ruang ini sebelum para Prajurit mengetahuinya.”


Xiao Fan sadar, dia terpaksa mengangguk setuju dengan kakek tua tersebut. Xiao Fan berbalik, siluet cahaya terlihat di matanya. Kemudian, dia berkata dengan nada serius.


“Target selanjutnya adalah Kerajaan Ning.”


Xiao Fan seketika berubah menjadi angin dan menghilang dari tempat tersebut. Kakek tua tidak membuka matanya dan senyum di wajahnya mengambang.


“Sepertinya mengikuti anak ini, menarik.”


***


Kediaman Tengah.


Berbagai pasukan dan para istri Tuan Kota terkejut ketika melihat keadaan yang terjadi di Kediaman Tengah. Mereka tidak menyangka Putra Tuan Kota menghilang, entah mati atau hidup.


Para Prajurit segera menutup seluruh Kota Linkuen dan menyisir setiap tempat dan sisi dari Kota tersebut. Mereka ingin membalaskan dendam Jendral dan para Penjaga yang tengah di bunuh di Kediaman Tengah.


***


Xiao Fan sekarang tengah melesat dengan cepat menuju ke Kerajaan Ning. Kecepatan miliknya tidak secepat ketika dia masih memiliki Roh Elemen.


Dia sekarang sudah berada sekitar 5km dari Kota Linkuen. Xiao Fan kemudian mendengar suara dari sebelahnya, suara tersebut benar-benar mengejutkan dirinya.


“Sudah sejauh ini, Nak. Apakah kau tidak istirahat?”


Xiao Fan terkejut, dia tidak menyangka bahwa Kakek tua sebelumnya mengikuti dirinya. Xiao Fan dengan cepat menenangkan dirinya dan mengangguk sambil mencari pohon yang cocok untuk berteduh.


“Kita berhenti di depan, juga perkenalkan dirimu, Pak Tua... Aku harus menganggapmu apa?”


Xiao Fan tidak menyangka bahwa kakek tua itu mengikuti dirinya terus. Dia tiba di pohon besar dan duduk di cabang pohon tersebut, sambil memandang ke arah kakek tua yang tengah melayang di depannya.


“Namaku Shan Yuan, seorang pengelana berbagai Alam Semesta. Juga, jangan tanya umurku... Karena aku sendiri berhenti ketika menghitung sampai sekitar 100 triliun tahun.”


Xiao Fan terkejut, dia sekarang berada di antara percaya dan tidak percaya. Hal itu, karena Xiao Fan belum mengetahui tentang yang namanya Alam Semesta.


“Kau berbohong kan?” Xiao Fan bertanya dengan nada serius, tetapi melihat wajah kakek tua tersebut. Xiao Fan tidak melihat adanya jejak kebohongan sama sekali.


“Lalu, apa itu Alam Semesta?”


Kakek tua yang mendengar pertanyaan tersebut, dia tersenyum tipis dan berkata dengan nada misterius.


“Belum waktunya kau mengetahui hal itu. Fokuslah dengan apa yang kau lakukan sekarang. Jika, kau mengetahui akan hal itu... Juga, akan menambahkan beban dalam pikiranmu. Fokuslah untuk menjadi kuat, itu saja sudah cukup.”


Xiao Fan kemudian sadar akan sesuatu, dia menatap ke arah Shan Yuan dan mengerutkan keningnya.


“Semenjak awal, aku penasaran... Kenapa kamu bisa melihat, meskipun kamu memejamkan mata?”


Shan Yuan menggelengkan kepalanya, dia kemudian berkata, “Aku buta.”


Satu kalimat tersebut mengguncang pikiran Xiao Fan. Dia tidak menyangka kakek tua di depannya buta. Hal itu, membuat dirinya sedikit iba dengan kakek tua tersebut.


“Jangan bersimpati, meskipun aku buta. Aku bisa melihat keseluruhan tempat. Jangan pernah meremehkan orang buta, Nak.”


Xiao Fan tertegun, apa yang diucapkan kakek tua itu benar. Jangan pernah meremehkan seseorang, bisa jadi orang yang diremehkan tersebut, menjadi monster di antara monster.


“Aku akan berada di Alam Bawah Sadarmu. Jika, butuh apa-apa... Datanglah ke sana.”


Shan Yuan seketika menghilang dalam kepulan asap putih, Xiao Fan hanya menatap kosong. Namun, dia tidak mempermasalahkan hal itu.


“Pelajari ini, agar kamu lebih bisa leluasa di Benuamu yang sudah berubah.”


“Tingkatan di Benuamu ada sembilan. Namun, aku akan memberitahu tiga saja untuk sekarang. Bagaimanapun juga, kau harus melangkah satu demi satu.”


“Gulungan yang kuberikan itu, hanya berisi informasi tingkatan tiga tersebut dan empat teknik rendah acak.”


Xiao Fan tertegun dan mengambil empat gulungan yang diberikan Shan Yuan. Awalnya dia ingin menolak, tetapi jiwa rasa ingin tahu miliknya tinggi.


Xiao Fan membuka gulungan pertama yaitu gulungan berisi informasi terkait tingkatan dan kegunaan masing-masing tingkatan.


“Alam Pembentukan.”


“Alam yang membentuk sebuah elemen yang berada di dalam tubuh. Alam ini akan terbentuk ketika Manusia atau Makhluk Fana sudah membangkitkan Qi.”


“Alam Kebangkitan.”


“Alam yang membangkitkan dan menyempurnakan Elemen dalam tubuh. Fisik dan Elemen akan meningkat, ke tahap yang lebih sempurna.”


“Alam Setengah Pejuang.”


“Alam ini di tandai dengan berubahnya warna dari Qi. Fisik, Elemen, dan Jiwa akan diperkuat sepuluh kali lipat dari Alam Kebangkitan.”


“Masing-masing Alam juga memiliki sembilan tingkatan yang dinamakan bintang. Juga, Alam bisa dilihat dengan mata Qi. Namun, batasannya adalah Alam musuh harus di bawah Alam pengguna mata Qi tersebut.”


Xiao Fan selesai membaca informasi tersebut, dia menghela nafas... Alam miliknya sekarang berada di Alam Pembentukan bintang lima. Dia bisa merasakan perasaan seseorang dari terkuat menjadi terlemah.


“Sial, penjajah itu... Akan kubunuh mereka, jika bertemu nantinya.”


Xiao Fan kemudian membuka gulungan sisanya dan senang dengan isi dari ketiga gulungan tersebut. Dia memiliki ide untuk menggabungkan gulungan tersebut dengan ilmu yang dia dapatkan dari mencuri seluruh buku di Akademi Yuen.


“Menarik, dengan begini akan kubuat teknik baru kembali. Namun, lebih baik membuat gerakan langkah. Juga, teknik pedang sebelumnya perlu diubah karena Roh Elemen sudah menghilang.”


Xiao Fan mulai membuat teknik langkah baru, digabungkan dengan teknik langkah yang diberikan oleh Shan Yuan. Dia sangat fokus dan konsentrasi miliknya hanya tertuju kepada teknik yang dia buat.


***


Beberapa jam kemudian.


Xiao Fan selesai membuat teknik langkah. Dia bisa menilai bahwa teknik itu seharusnya kuat. Meskipun ada kekurangan, tapi kekurangan tersebut dapat diatasi teknik lainnya nanti.


“Akan kupelajari nanti. Sekarang aku harus pergi ke Kerajaan Ning yang terletak di Ibukota Saint.”


Xiao Fan dengan cepat melesat menuju ke arah Kerajaan Ning. Tujuan sekarang adalah membunuh Ning Zhingren untuk membalaskan dendamnya.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.