Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 181 - Perang Kerajaan Dong 3


Silakan Dibaca.


Medan perang.


Sisi belakang Yan Han.


Sosok pria melesat dan mengayunkan pedangnya dengan cepat, setiap lawan yang terkena pedang tersebut, mereka akan berhenti dan tidak bergerak.


Kemudian, mereka terbaring dengan kulit berwarna ungu kehitaman, tanda bahwa orang-orang tersebut keracunan.


Sosok pria itu terus membantai banyak prajurit. Baginya, lawan di depannya sekarang sangat mudah. Hanya sekali gerakan beberapa puluh orang terkena tebasannya.


Pria itu ialah anak buah Yan Han, yang tak lain Lin Tian Ren. Ia adalah saudara pertama dari dua saudara lainnya.


Lin Tian Ren sendiri memiliki tubuh racun. Di mana, ia bisa mengeluarkan racun sesuka hatinya dan juga ia sangat kebal akan seluruh racun.


Tubuhnya spesial, namun perkembangannya tidak. Tubuhnya dapat menahan seluruh racun yang dirinya dapatkan, namun tingkatan tubuhnya masih lemah.


Begitu juga tubuh lainnya. Lin Tian Ren dan kedua saudaranya yakin bahwa ada sosok yang bisa mengalahkan mereka nanti di Alam Menengah.


Mereka mengetahui hal itu, ketika menjadi budak sepenuhnya dari Yan Han. Sementara Yan Han sendiri mengetahui dari pikiran Xiao Fan.


“Hentikan orang ini!” teriak komandan keempat, ia benar-benar tidak menyangka hanya sekali sentuhan dari pria di depannya, melumpuhkan berbagai prajurit segera.


‘Orang ini sangat kuat. Namun, kenapa kita tidak mengetahui sebelumnya?’ batin komandan keempat, kemudian ia mencurigai militer dalam Kerajaannya kali ini.


Namun, segera ia melihat prajurit yang dirinya suruh untuk menahan dan membunuh Lin Tian Ren, kini terbaring tanpa nyawa di tanah.


Komandan keempat ragu, ia sendiri tahu musuhnya kali ini memiliki kemampuan aneh, yaitu racun.


Lin Tian Ren melirik ke arah mayat, pupilnya sedikit menyusut dan berkata dengan suara pelan. “Yah, ternyata sudah banyak.”


Terlihat 10.000 prajurit terbaring mati karena racun yang dirinya tanamkan kepada prajurit selepas ia menebas tubuh prajurit tersebut.


Lin Tian Ren mengeluarkan kertas dan menghancurkannya dengan cepat. Detik berikutnya, cahaya muncul dari berbagai mayat yang dibunuh olehnya.


Kemudian, Lin Tian Ren naik ke atas. Cahaya ungu kehitaman melapisi tubuhnya, kali ini ia merasa tubuhnya benar-benar lebih leluasa dari sebelumnya.


Racun yang sebelumnya hanya bisa dialirkan dalam pedang kini bisa dialirkan di udara terbuka.


Berbagai prajurit yang melihat cahaya tersebut benar-benar patah semangat. Meski mereka menang jumlah, namun kekuatan lawan bisa membantai satu juta prajurit normal.


Komandan keempat yang melihat hal itu tidak bisa untuk tidak muram, sebelumnya ia bisa mengatasi. Namun, karena keraguannya, musuh naik level yang tidak mungkin dirinya kejar.


Lin Tian Ren perlahan-lahan turun ke bawah, ia sekarang memiliki Roh Elemen dengan atribut Elemen racun.


Ia menyeringai, kemudian melepaskan kabut ungu secara luas. Prajurit yang berada di dalam kabut ungu perlahan-lahan merasakan krisis dalam hidup.


Nafas mereka bercampur dengan racun udara. Mereka mulai merasakan sesak nafas dan satu persatu mulai tumbang ke tanah.


Komandan keempat masih bisa bertahan, ia segera bergabung dengan roh elemen miliknya dan tubuhnya mulai membengkak, sampai akhirnya berubah menjadi ular hijau besar.


Tubuhnya kini memiliki kekebalan akan racun, namun ia sedikit tidak yakin akan kekebalan racun dalam tubuhnya tersebut.


Racun sendiri ada tujuh tingkatan, mulai dari tingkatan pertama sampai tingkatan ketujuh.


Para master racun hanya bisa sampai Level kedua seperti komandan keempat. Ia kebal terhadap racun level pertama dan kedua, namun untuk level ketiga ke atas, ia tidak bisa mengatasinya.


Komandan keempat memandang sekeliling, ia menggunakan kemampuan matanya yang memiliki penglihatan suhu panas.


Namun, di saat ia melihat sekeliling. Apa yang dilihatnya hanya kabur, ia bingung dan kemudian mata besarnya melebar ketika melihat sosok pria tiba di depannya.


“Ternyata ada ular yang tersesat.” Ucap sosok pria tersebut yang tak lain ialah, Lin Tian Ren.


Ia menyeringai, kemudian mengepalkan tangannya dan racun membungkus dirinya dengan cepat. Lin Tian Ren mengayunkan tangannya dengan ringan ke depan.


Boom!


Lin Tian Ren menatap ke arah komandan keempat, kemudian ia menghilangkan kabut racun segera.


Kemudian terlihat pemandangan yang begitu mengerikan, tanah yang sebelumnya mengeras kini berubah menjadi pasir halus tanpa kandungan nutrisi sama sekali.


Di antara pasir terdapat berbagai tengkorak manusia dengan pakaian prajurit, banyak prajurit yang melihat hal itu seketika wajahnya berubah.


Mereka mengetahui tengkorak itu, karena tengkorak-tengkorak yang berbaring di pasir ialah rekan seperjuangan mereka.


Detik berikutnya, para prajurit memandang Lin Tian Ren dengan horor dan penuh akan ketakutan.


Namun, ini adalah medan perang. Lin Tian Ren sama sekali bukan orang yang memiliki belas kasihan di perang, hal itu karena pengaruh dari Yan Han.


Lin Tian Ren mengangkat tangannya dan detik berikutnya pasir yang berada di sebelahnya berubah menjadi ungu kehitaman.


Pasir yang terkondensasi dengan racun mulai naik dan menjadi ombak besar yang melaju menuju ke arah para prajurit.


“Ombak Iblis.”


Dengan jatuhnya suara itu, berbagai prajurit mati rasa. Mereka benar-benar tidak bisa bergerak dan melihat ombak ungu melesat ke arah mereka dengan tatapan tak berdaya.


Mereka sudah putus asa, hal itu karena mereka menyadari bahwa kualitas lebih baik daripada kuantitas.


Ombak melesat dan menyapu seluruh prajurit yang berada di depan Lin Tian Ren. Para prajurit yang terkena ombak berteriak dengan keras dan mati seketika.


“Waktunya pergi ke tempat lain.” Ucap Lin Tian Ren sambil memandang ke arah para prajurit yang berada tak jauh dari dirinya.


Ia kemudian melesat ke arah prajurit tersebut dan mulai melancarkan operasinya sendiri.


***


Tiga anak buah Yan Han tampil dengan gemilang, Yan Han sendiri juga tidak kalah dengan ketiganya. Tubuhnya penuh akan magma dan meletus terus menerus.


Bahkan tempat dirinya berdiri sampai beberapa ribuan meter darinya berubah menjadi wilayah magma.


Ia benar-benar mendominasi di tempat tersebut, banyak prajurit terbakar sampai menjadi abu dalam sekejap.


Sekarang beralih ke bawah tanah tempat medan perang terjadi.


Sosok hitam panjang melintas maju menuju ke arah tempat para prajurit kerajaan Dong berada. Sosok itu mencari prajurit yang berkumpul dan belum di serang sama sekali.


Namun, tak lama kemudian sosok itu akhirnya menemukan yang dirinya cari. Matanya segera bersinar dan melonjak ke atas menuju ke permukaan tanah dengan cepat.


Boooom!


Ledakan keras terjadi ketika sosok itu meluncur dari bawah tanah. Banyak prajurit melebarkan matanya ketika melihat sosok panjang muncul dari tanah.


Mereka benar-benar tidak menyangka akan ada monster secara tiba-tiba datang ke medan perang.


Sosok panjang itu akhirnya menunjukkan dirinya, sosok itu memiliki sisik hitam dengan perasaan tekanan dan dominasi kuat.


Para prajurit segera merasakan krisis hidup dalam sekejap, jantung mereka dipacu dengan sangat cepat. Mereka menelan ludah ketika merasakan tekanan aura tersebut.


Perlahan-lahan debu yang mengelilingi sosok panjang mulai menghilang, dan akhirnya terlihat sosok ular panjang yang menatap tajam ke arah para prajurit.


Sosok ular itu ialah...


Shen Yu Ling.


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.