
[Chapter 55.]
[Jalan-jalan.]
[Silahkan Dibaca.]
Desa Teng, Pagi hari.
Di tempat penginapan terlihat Xiao Fan selesai melakukan pelatihan pandai besinya. Dirinya berhasil meningkatkan besi miliknya menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Xiao Fan mengangkat tangan kanannya, kemudian pasir besi terlihat di tangannya. Dari cair sekarang berubah menjadi pasir besi. Peningkatan yang lumayan besar, bagaimanapun juga besi lemah belum tentu bisa jadi sekuat itu.
“Dengan ini, benang angin milikku lebih kuat.” Xiao Fan tersenyum, dirinya menanti datangnya masalah baru untuk mencoba kekuatan barunya tersebut.
Xiao Fan juga menemukan sebuah pemikiran terkait Desa Teng tersebut. ‘Sepertinya, aku perlu menyelidiki desa ini. Bagaimanapun juga, informasi Kakak Hua, sepertinya ada kesalahan.’
Xiao Fan turun dari tempat tidurnya, ia kemudian melambaikan tangannya dan muncul daging yang sudah matang. Dia memakan daging tersebut sampai tidak bersisa.
“Waktunya pergi keluar.” Xiao Fan melangkahkan kakinya menuju keluar ruangan. Namun, sebelum ia sampai di depan pintu. Dirinya merasakan ada seseorang tengah berdiri di sana.
“Tok..Tok..Tok..” Xiao Fan mendengar orang itu tengah mengetuk pintunya. Namun, dirinya tidak curiga dan tersenyum.
“Masuklah.” Kemudian pintu terbuka dan menampilkan Lin Hua. Dia menatap ke arah kanan dan kiri, lalu masuk ke dalam kamar Xiao Fan.
Lin Hua yang sudah berada di dalam, ia menutup dan mengunci pintu tersebut. Kemudian, tatapannya terarah ke Xiao Fan yang tengah menatapnya dengan bingung.
“Apakah ada sesuatu, Kak Hua?” Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat tingkah Lin Hua yang begitu aneh. Kemudian, ia melihat bahwa guru itu berjalan dan duduk di kursi.
“Adik Fan, bisakah kita berbicara berdua? Ada yang ingin kubicarakan dan itu penting.” Xiao Fan menjadi tertarik, dia berharap ini adalah masalah yang benar-benar susah di hadapi.
Xiao Fan berjalan ke arah kursi depan Lin Hua, ia duduk dan menatap ke arah guru itu sambil memberi isyarat bahwa dirinya siap mendengarkan ceritanya.
Lin Hua menghela nafas panjang, kemudian dia mulai membuka pembicaraan. “Sepertinya informasi yang kudapatkan salah.”
“Jika, kupikirkan ulang ada sesuatu yang aneh tentang desa ini, juga Klien untuk kedua muridku tersebut... benar-benar misterius.” Lin Hua menjadi sedikit serius.
Xiao Fan melihat hal itu, dirinya kemudian bertanya, “Apakah informasi yang Kak Hua dapat adalah dari Klien?”
Lin Hua mengangguk, hal itu membuat Xiao Fan tersenyum misterius. Dirinya akhirnya paham sekarang, rencana dibalik misi tersebut, tetapi dia belum menemukan hal terkait gadis kecil dan Desa Teng.
“Bagaimana kalau kita jalan-jalan di Desa ini?” Xiao Fan berdiri dan mengajak Lin Hua untuk jalan-jalan. Lin Hua tersenyum dan mengangguk setuju, ia juga ikut berdiri.
Keduanya berjalan keluar dari kamar Xiao Fan. Kemudian, tiba di luar, Xiao Fan menatap ke arah kamar Ning Shui dan merasakan bahwa perempuan itu masih dalam proses penerobosan.
“Ning Shui dalam proses penerobosan, kita berjalan keluar berdua saja.” Xiao Fan pergi menuju luar, diikuti Lin Hua yang memeluk tangan kanannya.
(Note : Ingat, umurnya 12 tetapi fisiknya sudah mirip 18 tahun, tinggi nya juga.)
Keduanya turun dan berjalan menuju keluar dari penginapan, Xiao Fan juga berpapasan dengan gadis kecil tersebut. Namun, sekarang ia mengabaikan hal itu.
Lin Hua juga melihat gadis itu, dirinya melebarkan matanya tetapi melihat Xiao Fan yang tenang, ia segera menjadi normal kembali.
Keduanya berjalan keluar, Xiao Fan menatap ke arah sekeliling. Dirinya merasakan suasana udara dan percakapan dari para angin tersebut.
Lin Hua sendiri sedikit bingung dengan tingkah Xiao Fan tersebut. Sampai akhirnya dia melihat ke arah depan tanpa peduli dengan apa yang sedang dilakukan Xiao Fan.
Keduanya berjalan menuju ke arah kedai makan ringan. Mereka masuk ke dalam dan menemukan bahwa kedai penuh dan beruntung ada satu tempat yang masih tersisa.
Xiao Fan dan Lin Hua duduk di tempat itu, kemudian masing-masing memesan makanan. Xiao Fan masih lapar, bagaimanapun juga hanya sepotong daging belum benar-benar membuatnya kenyang.
Beberapa pasang mata menatap ke arah Xiao Fan dan Lin Hua, tetapi tidak ada yang mencari gara-gara kepada mereka ketika merasakan aura Xiao Fan yang begitu menindas.
Xiao Fan tidak ingin ada yang mengganggunya, dia melepaskan sebagian auranya agar tidak ada orang aneh yang mencari masalah sepele.
“Kau kemarin mendengarnya bukan, Akasha lagi-lagi mengamuk dan Gadis itu menyelamatkan tempat kita.” Penduduk1.
“Kau benar, kudengar gadis itu anak dari Kepala Desa bajngan itu.” Penduduk2.
“Aku kasihan dengan gadis itu, menjadi tumbal agar Ayahnya mendapatkan harta.” Penduduk3.
Xiao Fan mendengar itu sedikit mengerutkan keningnya. ‘Jadi, kepala desa sebelumnya tidak dihargai sama sekali.’
“Oh, tempat gadis itu sekarang di hutan Tenfeng, hutan yang penuh akan misteri. Juga, tempat harta yang diambil Kepala Desa dulu.” Penduduk1.
“Jangan sesekali ke sana, kemarin tetangga sebelahku menemukan ada dua sosok hitam dengan mata kuning.” Penduduk2.
Xiao Fan terus makan dan akhirnya makanan miliknya habis, begitu juga dengan Lin Hua. Dirinya sudah menghabiskan makanan miliknya.
Xiao Fan sedikit terkejut dengan Lin Hua, dirinya tidak menyangka bahwa perempuan cantik di depannya suka sekali akan makanan.
Lin Hua yang di tatap seperti itu, hanya memalingkan mukanya, dirinya malu karena ketahuan bahwa paling suka akan makan.
“Aku tidak menya---“ Xiao Fan belum selesai menyelesaikan kalimatnya, Lin Hua menyelanya dengan malu.
“Berhenti! Atau aku akan marah.” Lin Hua benar-benar malu dan menatap Xiao Fan dengan berkaca-kaca. Banyak pelanggan yang melihat keduanya tersebut.
Namun, mereka tidak ada yang berani berkomentar, bagaimanapun juga Xiao Fan terus memancarkan aura mengerikan. Kecuali, satu orang yang bertubuh besar dengan senjata panjang yang terlihat seperti pemukul bertaring.
Orang itu menatap dengan ringan, kemudian memakan makanan di depannya. Dia terlihat tidak ingin diketahui Xiao Fan dan Lin Hua tersebut.
‘Akademi Yuen dan seorang Pemuda dengan kekuatan mengerikan. Tetapi, dilihat dari mana pun, bahwa Pemuda itu terlihat mirip seseorang.’
Xiao Fan merasakan berbagai tatapan, begitu juga Lin Hua merasakan hal itu. Dengan ringan, Xiao Fan mengeluarkan uang miliknya.
“Boss, uangnya kutarik di meja.” Xiao Fan berdiri, diikuti oleh Lin Hua. Keduanya keluar dari kedai, membuat seluruh orang bernafas lega. Sedangkan orang yang membawa senjata tadi, ekspresinya tetap dingin.
***
Xiao Fan dan Lin Hua berjalan di sekitar desa. Mereka menikmati suasana desa tersebut sampai akhirnya berhenti di sebuah rumah yang lumayan besar.
“Sepertinya tempat ini milik Kepala Desa.” Xiao Fan menatap sekelilingnya, tetapi tidak menemukan apapun. Dia juga menggunakan persepsi miliknya. Akan tetapi sama sekali tidak menemukan manusia.
“Apakah kita perlu masuk, Adik Fan?” Xiao Fan sedikit berpikir dan mengangguk. Tetapi, di saat mereka akan masuk. Keduanya terpental keluar.
“Boom..” Xiao Fan sedikit terkejut dan langsung menggunakan benang miliknya untuk menstabilkan dirinya dan Lin Hua. Perempuan itu juga terkejut akan serangan yang di terimanya.
“Sepertinya gerbang ini memiliki segel sendiri.” Xiao Fan berkata dengan nada serius. Lin Hua mengangguk dan menjawab dengan ringan.
“Sesuatu yang dapat memantulkan seseorang agar tidak masuk ke dalam rumah Kepala Desa tersebut.” Xiao Fan mengangguk. Kemudian, mereka melihat gadis kecil muncul tepat di depan gerbang.
“Kamu..”
[Visual.]
Xiao Fan.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.