Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 70 : Kota Jingsen


[Chapter 70.]


[Kota Jingsen.]


[Silahkan Dibaca.]


Akademi Yuen, Akademi yang berdiri di tengah-tengah sebuah Hutan. Akademi yang berada di sebuah kota yang biasa, Kota Jingsen.


Akademi ini dibagi ada tiga kelas, yaitu Emas, Perak, dan Perunggu. Setiap kelas memiliki delapan ruangan tersendiri.


Akademi tersebut memiliki empat tempat yang terkenal, tempat inti, tempat pelatihan, tempat perpustakaan, tempat para murid tinggal


Akademi Yuen, sudah berdiri sejak lama. Kota yang ditempati Akademi, juga mulai berkembang pesat dalam seiring waktu.


***


Xiao Fan dan kelompoknya tiba di kota Jingsen tersebut. Dirinya melihat ke arah kota yang besar itu dengan penuh minat. Namun, ada sesuatu yang ia tidak sukai.


“Akhirnya kita sampai.” Lin Hua berkata dengan ringan, senyum di wajahnya terlihat. Dirinya benar-benar senang akhirnya tiba di Kota Jingsen.


“Itu benar, aku mau ke pemandian air panas.” Zhu Lin meregangkan otot-otot tangannya ke atas. Lin Hua tersenyum, begitu pun juga Liu Kai.


“Yah, kita pergi ke sana dan berkeliling sebentar. Baru nanti sore kita pergi ke Akademi.” Lin Hua berkata dengan nada santai. Zhu Lin dan Liu Kai mengangguk, kemudian keduanya pergi ke suatu tempat.


Xiao Ren sendiri sudah menghilang terlebih dahulu tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Xiao Fan dan Ning Shui saling menatap dan mengangkat bahu mereka.


Lin Hua sendiri berkata kepada Xiao Fan dan Ning Shui. “Aku akan pergi terlebih dahulu, kalain berkumpullah nanti di gerbang Akademi.”


Xiao Fan dan Ning Shui mengangguk, kemudian Lin Hua berjalan pergi. Tepat setengah jalan ekspresi Lin Hua berubah menjadi dingin, sebelum kembali menjadi senyum normal.


Xiao Fan dan Ning Shui berjalan menyusuri jalan kota. Xiao Fan berubah sedikit menjadi serius sekarang. Dirinya dan Ning Shui menghilang dalam keramaian seketika.


Keduanya berbelok menuju ke sebuah gang, Xiao Fan memperluas jangkauan benang miliknya, ia tidak ingin ada yang mengikuti dirinya dan Ning Shui.


Xiao Fan dan Ning Shui berhenti di sebuah tangga menuju ke bawah. Ning Shui memiringkan kepalanya tanda bingung.


“Kita akan pergi ke mana, Kak Fan?” Ning Shui bertanya dengan penuh penasaran. Dia penasaran dengan Xiao Fan tersebut.


“Kamu bisa ikut, jika mau.” Ning Shui setuju saja, bagaimanapun juga ia tidak mau berada di kegelapan yang sepi di gang tersebut.


Xiao Fan tersenyum, kemudian keduanya berjalan menuruni tangga dengan pelan. Hanya ada suara langkah kaki keduanya saja dan sebuah suara air yang terjatuh.


Tak butuh waktu lama, keduanya tiba di bawah. Tepat di depan mereka berdua adalah sebuah pintu dengan papan nama ‘Bar Neraka’.


Ning Shui sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat nama dari tempat tersebut. Dia bertanya-tanya kenapa Xiao Fan ke tempat tersebut.


“Pakailah ini.” Xiao Fan berkata sambil menyerahkan sebuah topeng dengan garis berwarna biru laut. Ning Shui sedikit terkejut, ia segera sadar dan memakai topeng tersebut.


‘Menurut informasi yang didapat oleh para Laba-laba tempat ini adalah tempat aneh.’ Batin Xiao Fan dengan senyum misterius di wajahnya.


Xiao Fan dan Ning Shui masuk ke dalam Bar tersebut. Keduanya melihat sekeliling dan ada beberapa orang yang memakai jubah berbeda-beda warna.


Xiao Fan dan Ning Shui berjalan menuju ke tempat pemilik bar. Kemudian, ia duduk dan berkata dengan ringan. “Pemilik, pesan bir keributan, empat keping danau Su dan Hutan Kelang.”


Pemilik bar yang mendengar itu seketika menjadi serius, lalu ia bertanya, “Emas apa Perak?”


Xiao Fan melemparkan satu koin emas kepada pemilik bar. “Kau tahu, kan?”


Pemilik bar tersenyum misterius, kemudian ia menjentikkan jarinya, lalu pintu di dekat pemilik bar terbuka. “Masuklah dan ikuti perempuan itu.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian ia menarik tangan Ning Shui yang masih terpaku dengan kejutan. Dia seketika sadar ketika Xiao Fan memegang tangannya.


Xiao Fan mengangguk, kemudian mereka pergi menyusuri sebuah lorong. Perlahan-lahan mereka mendengar suara teriakan-teriakan yang berada di depannya.


Ketiganya tiba di depan pintu yang menghubungkan dengan tempat banyak orang yang berteriak-teriak. Perempuan itu membuka pintu dan terlihat, mereka berada di ketinggian, atau tempat ViP ruangan tersebut.


“Baiklah semuanya, pelelangan pertama kita kali ini...” suara juru lelang terdengar sampai telinga Xiao Fan. Perempuan yang berada di dekat Xiao Fan dan Ning Shui berdiri di pinggir pintu.


“Silahkan, Tuan.” Xiao Fan dan Ning Shui berjalan ke arah tempat duduk yang disediakan tersebut. Perempuan tadi, mengeluarkan sebuah buku dan menyerahkan kepada Xiao Fan. “Ini adalah seluruh daftar barang yang di lelang hari ini, Tuan.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian ia memberikan dua keping koin perak kepada perempuan tersebut. “Terima kasih telah menunjukkan jalan ke sini.”


Perempuan itu menerima koin tersebut, ia tersenyum kemudian membungkuk dan berkata, “Terima kasih, Tuan.”


“Semua yang saya lakukan hanya hal kecil, Tuan.” Perempuan tersebut berkata dengan nada sopan. Kemudian, ia berkata kembali. “Kalau begitu, saya undur diri terlebih dahulu, Tuan.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian perempuan tersebut keluar dari ruangan. Xiao Fan dan Ning Shui menatap ke arah pelaksanaan pelelangan tersebut.


***


“Pisau Angin tajam, berhasil terjual dengan harga 100 Koin Perak.” Juru lelang berkata dengan keras. Kemudian, sebuah kereta penjara besar bergerak menuju ke tengah podium.


“Baiklah, barang selanjutnya adalah Budak yang berasal dari Ras Setengah Raksasa.” Juru lelang berteriak dengan keras, seluruh orang menatap ke arah Budak tersebut. Mereka benar-benar melihat sosok manusia setinggi empat meter.


“Oi, itu Manusia setengah Raksasa.”


“Benar-benar besar. Tingginya setengah dari Ras asli Raksasa.”


“Bagaimana cara membuatnya?”


Berbagai pertanyaan dan kekaguman para penonton terdengar oleh Juru lelang. Hal itu membuat dirinya tersenyum senang akan antusias para penonton.


***


Xiao Fan melihat hal itu, sedikit menaikkan alisnya. Dirinya tidak menyangka ada seorang setengah ras. Dia kemudian mendengar Juru lelang ada tiga budak masing-masing beda ras.


Hal itu, menarik minat Xiao Fan, dirinya tersenyum misterius. ‘Apakah sudah waktunya membentuk pasukan sendiri?’


Ning Shui tidak tahu apa yang dipikirkan Xiao Fan tersebut. Dia hanya menatap dengan kasihan kepada Budak tersebut. “Kakak, kamu harus menyelamatkan mereka.”


***


Di sebuah tempat, tepatnya di atap Akademi Yuen. Terlihat seorang perempuan tengah menatap dingin ke arah Kota Jingsen. Kemudian, sosok orang tua muncul di belakangnya.


“Putri, Xiao Fan dan Ning Shui sudah sampai di Kota. Namun, kita kehilangan jejak mereka.” Orang tua itu berkata dengan nada berat. Perempuan itu mengangguk, dan menjawab dengan nada dingin.


“Awasi terus.” Orang tua itu mengangguk, ia menghilang kembali. Perempuan tersebut menatap ke arah gerbang kota dan berkata sambil mengeluarkan ekor rubah miliknya.


“Sudah enam tahun, aku tidak bertemu denganmu kembali, Adik Fan.” Perempuan itu menghirup udara segar dan melanjutkan perkataannya, “jika kamu tidak tunduk dan mengabdi padaku, maka kamu harus mati bersama adik kecilku itu.”


Selepas mengatakan hal itu, api berkobar dan menelan perempuan itu, kemudian api menghilang begitu juga perempuan tersebut.


Badai apa yang kali ini dihadapi oleh Xiao Fan, apakah Badai ini akan mengubah Xiao Fan? Semua itu hanya akan terjawab di bab ke depannya.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.