Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 51


[Chapter 51.]


[Tiba di Desa Teng.]


[Silahkan Dibaca.]


Desa Teng, ialah sebuah desa yang memiliki julukan angin malam. Dalam desa ini ketika malam hari, akan selalu diterpa oleh angin yang misterius.


Angin tersebut berasal dari sebuah hutan yang tertutup berbagai kabut. Nama dari hutan itu ialah, Hutan Tenfeng. Diambil dari kata desa dan angin.


Desa ini juga menyimpan berbagai misterius lainnya. Reruntuhan yang telah lama, gadis misterius yang selalu keluar dan muncul secara tiba-tiba. Banyak warga takut, tetapi ada juga yang menganggap bahwa gadis itu adalah penjaga desa.


Kisah gadis tersebut menjadi legenda, bagaimanapun juga gadis itu akan selalu muncul dan menghilangkan. Kisah tersebut diberi nama ‘Gadis Teng.’


***


Xiao Fan dan kelompoknya telah tiba di atas bukit. Mereka memandang ke depan di mana hamparan rumput yang luas terpampang. Seluruhnya dapat melihat ada sebuah desa di tengah dua hutan yang berbeda.


Satu Hutan yang berkabut sementara satunya adalah hutan yang gelap. Keenam orang itu dapat melihat seluruhnya. Kemudian, Lin Hua maju dan memandang ke arah hutan gelap.


“Hutan itu nanti akan menjadi tujuan kita selanjutnya. Nama hutan itu adalah Hutan Siken.” Lin Hua berkata sambil menunjuk ke arah hutan gelap tersebut.


Xiao Fan mengangguk paham, dirinya kemudian menatap ke arah Desa Teng. Di mana desa tersebut terlihat memiliki dinding normal setinggi rumah.


Di desa Teng juga ada sesuatu di tengah, sebuah arah mata angin terpampang jelas di tengah-tengah desa. Xiao Fan kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Hutan yang berkabut.


“Bukankah itu... Reruntuhan?” Xiao Fan dalam pikirannya bertanya-tanya. Apakah ada sesuatu yang berada di reruntuhan tersebut. Namun, semakin dia memfokuskan tatapannya, ia merasa melihat sosok putih.


Xiao Fan terus fokus sampai akhirnya di tepuk bahunya oleh Xiao Ren. Dirinya sedikit terkejut dan memandang ke arah temannya tersebut.


“Kenapa melamun saja? Ayo kita pergi.” Xiao Ren berjalan dan menyusul keempat orang lainnya yang tengah berjalan terlebih dahulu.


Xiao Fan mengangguk, kemudian menyusul kelompoknya tersebut. Dirinya semakin tertarik dengan Desa Teng itu, senyum miliknya terbentuk dan berpikir, “Menarik.”


Xiao Fan dan kelompoknya mulai berjalan menuju ke arah Desa Teng tersebut. Mereka berjalan santai sambil menikmati pemandangan dan suasana yang menyejukkan.


***


Pintu gerbang Desa Teng, terlihat pintu tersebut hanya terbuat dari dua pilar dengan papan di tengah yang bertulisan ‘Teng’.


Xiao Fan tersenyum melihat hal itu, dirinya masuk ke dalam desa tersebut. Lalu, terlihat berbagai orang tengah berjalan di jalanan, pasar yang begitu ramai akan pedagang.


Xiao Fan tidak menyangka akan seramai ini. Pemandangan pasar di depannya benar-benar hampir mirip dengan pasar Klan Xiao.


Xiao Fan dan lainnya berjalan menuju ke arah sebuah penginapan, mereka berjalan dengan Lin Hua sebagai pemimpin jalan.


***


Tak butuh waktu lama, mereka tiba di penginapan tersebut. Xiao Fan memandang penginapan dengan sebuah papan nama ‘Penginapan Bulan.’ Dirinya sedikit tersenyum, bagaimanapun juga nama penginapan itu benar-benar pasaran.


Lin Hua masuk ke dalam penginapan terlebih dahulu, kemudian diikuti yang lainnya. Kemudian, Xiao Fan menjadi yang terakhir masuk ke dalam penginapan tersebut.


Namun, di saat Xiao Fan masuk. Dirinya melihat seorang gadis kecil berpakaian putih polos lewat di sampingnya, ia sedikit terkejut dan menghentikan langkahnya sambil menatap ke arah gadis yang melewati dirinya.


Akan tetap, Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika tidak menemukan sama sekali gadis tersebut. Dia sedikit berpikir, “Apakah aku berhalusinasi?”


Xiao Fan menggelengkan kepalanya, dia berbalik dan masuk ke dalam penginapan. Dirinya tidak sadar bahwa tengah ditatap oleh seorang gadis putih polos tersebut.


Gadis itu kemudian menghilang perlahan-lahan, tatapannya benar-benar kosong seperti orang yang telah mati.


***


Tatapan seluruh orang adalah tatapan mes*um. Xiao Fan melihat hal itu, hanya menatap dingin sampai akhirnya ada seorang laki-laki buncit dengan pakaian bagus menghadang kelompoknya.


“Hai, kalian bertiga... Kalian cocok menjadi bud---“ belum sempat orang buncit tersebut menyelesaikan kata-katanya, suaranya seketika menghilang.


“Wushhh....” Xiao Fan mengeluarkan aura tekanan miliknya. Dia juga mencekik orang buncit tersebut dengan benang hijau miliknya. Berbagai orang seketika ketakutan, mereka tertekan dan tidak bisa berdiri.


“Yah, katakan sekali lagi... Lalu, kepalamu akan lepas dari tubuhmu.” Xiao Fan berkata dengan dingin. Dirinya paling tidak suka dengan tipe orang datang, hadang, seenaknya menghina apalagi membudak.


Xiao Fan sudah cukup dengan adegan tersebut. Di berbagai Dunia sebelumnya, dia menjumpai entitas babi yang bergaya semacam penguasa.


Xiao Fan ingat selepas membunuh entitas tersebut, dirinya di kejar seluruh pasukan kekaisaran. Hal itu karena orang yang dibunuh adalah putra Mahkota Kaisar.


Mengingat hal itu, Xiao Fan menggelengkan kepalanya dengan ringan. Dia menatap tajam ke arah orang buncit tersebut. “Ayo lakukan, apakah kau akan mengancam dengan membawa pasukan lagi?”


Orang buncit tersebut benar-benar tidak bisa bernafas, dia perlahan-lahan mulai tidak sadarkan diri. Ia pingsan di tempat, mengejutkan seluruh orang.


“Cih, lemah.” Xiao Fan mendecih dengan ringan. Dia ingin mengalami pengalaman dikejar banyak orang kembali.


Lin Hua tersenyum tipis, kemudian menatap ke arah resepsionis dan berkata, “Kami ingin menginap selama tiga hari.”


Resepsionis sadar dan mengangguk, ia dengan ringan menjawab, “Ada kamar yang masih kosong. Kamar itu berada di lantai dua.”


Lin Hua, kemudian menyelesaikan urusan menyewa kamar. Selepas itu, dia berbalik dan berkata, “Ikuti aku.”


Xiao Fan dan lainnya berjalan mengikuti Lin Hua menuju ke lantai dua. Mereka naik sebuah tangga dan berpapasan dengan dua orang berjubah abu-abu.


Xiao Fan sedikit merasakan aura familiar dari kedua orang berjubah tersebut. Ia sedikit melirik, tetapi dua orang tersebut sudah keluar dari penginapan.


“Auranya mirip Shen De... Tapi, bagaimana bisa?” Xiao Fan bertanya dalam pikirannya, dia segera menggelengkan kepalanya dan naik ke lantai dua kembali.


***


Kedua orang berjubah abu-abu tersebut, membuka penutup kepalanya. Terlihat satu sosok laki-laki tampan dan satu sosok perempuan cantik.


“Gege, mereka juga ada di sini.” Perempuan berkata dengan nada datar. Sementara itu, laki-laki itu hanya tersenyum, kemudian menatap ke arah depan.


“Yah, kita hanya tidur sebentar. Kita harus sampai ke Desa itu.” Laki-laki itu berkata dengan penuh semangat. Perempuan itu mengangguk, lalu keduanya mulai menghilang dari kerumunan.


***


Di Bar.


Terlihat dua belas orang tengah duduk di tempat yang sangat gelap dan sunyi. Mereka duduk saling melingkar dan di tengah meja terdapat satu nyala lilin.


“Elang harus kita temukan. Tuan benar-benar sudah tidak sabar, dia memperkirakan bahwa Elang itu turun di Desa Teng.” Salah satu dari orang tersebut berkata dengan nada serius.


“Sepertinya perkiraan, Tuan. Sedikit agak salah, di sini hanya ada reruntuhan yang sudah tidak ada apapun.” Salah satu dari orang tersebut sedikit ragu akan perintah tuannya itu.


“Kita cek nanti lagi. Sekarang, mari kita bubar.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.