
[Chapter 62.]
[Serigala berbulu Domba.]
[Silahkan Dibaca.]
Penginapan Bulan.
Xiao Fan dan teman-temannya sudah kembali ke penginapan. Mereka akan beristirahat Malam ini sebelum berangkat melanjutkan perjalanan menuju ke arah Akademi Yuen.
Seluruhnya kembali ke kamar masing-masing, kecuali Ning Shui. Perempuan itu sekarang tidur di ruang milik Xiao Fan, bagaimanapun Xiao Fan akan merawat dan menjaganya.
Lin Hua juga berada di sana, ia juga ikut merawat Ning Shui, bagaimanapun dirinya merasa bersalah karena ceroboh.
Xiao Fan duduk lotus di bawah, ia memejamkan matanya untuk memasuki Alam bawah sadar miliknya tersebut. Dia mengambil pecahan lingkaran yang bersimbol E tersebut.
“Lebih baik buat saja wadah untuk ini piringan.” Xiao Fan kemudian pergi ke tempat bengkel. Dia mengalungkan pakaiannya di pinggang dan mulai membuat wadah untuk lingkaran tersebut.
Tak butuh waktu lama, Xiao Fan selesai membuat wadah pecahan piringan. Dia meletakkan pecahan piringan tersebut ke dalam wadah dan menyimpan di rak bengkel.
Xiao Fan kemudian menatap ke arah pedang pendek yang ia buat sebelumnya, dirinya tersenyum dan mengambil pedang itu.
Pedang pendek dengan corak singa berwarna merah terlihat. Xiao Fan tidak menyangka bahwa dirinya dapat membuat Pedang yang sangat kuat tersebut.
“Apakah nama ini nanti pedang roh?” Xiao Fan berkata dalam dirinya sendiri. Dia mengalirkan Qi ke dalam pedang. Setelah itu, terlihat corak singa bercahaya merah.
Xiao Fan kemudian menatap ke arah pilar yang dia ciptakan dari batu, kemudian ia mengayunkan pedangnya dengan cepat.
“Brush..Roar..” seketika muncul Singa besar melesat ke arah pilar dan menabrak dengan keras.
“Boom..” Pilar besar tersebut hancur dan terbakar kuat. Xiao Fan melihat hal itu, benar-benar terkejut. Dia tidak menyangka bahwa pedang yang ia buat benar-benar kuat.
Xiao Fan juga tidak menyadari bahwa dirinya sudah membuat Senjata yang belum pernah ada di Benua Yuansu.
“Kuat... Juga, tidak perlu mengeluarkan banyak Qi. Aku bisa menggunakan kekuatan pedang ini terus menerus.” Xiao Fan menyeringai, dia benar-benar senang sekarang.
“Sepertinya perlu berlatih ilmu pedang.” Xiao Fan mulai mengumpulkan teknik pedang rendah dari Kota Gaoshan. Dia kemudian, merombak seluruh teknik pedang tersebut.
Xiao Fan benar-benar suka membuat ulang teknik maupun hal lainnya. Dia tidak pernah peduli akan teknik kuat, baginya teknik kuat asalnya adalah teknik lemah yang dikembangkan oleh seorang master-master terdahulu.
Xiao Fan seorang Dewa yang sudah hidup berjuta-juta tahun. Dia memiliki segudang ilmu dari Dunia sebelumnya.
***
Pagi hari.
Xiao Fan selesai melakukan pelatihan di Alam bawah sadarnya. Dia sudah berhasil membuat teknik pedang yang sangat kuat. Teknik itu memiliki lima tingkatan.
Tingkat pertama sudah mengerikan, Xiao Fan jika mengeluarkan teknik tingkat pertama sepenuhnya, Desa Teng langsung musnah beserta Hutan Tenfeng.
Tingkat selanjutnya, lebih mengerikan. Xiao Fan tidak akan menggunakan Tingkat dua ke atas, bagaimanapun juga ia tidak ingin menimbulkan kerusakan dimana-mana.
Xiao Fan membuka matanya dan melihat di depannya ada Ning Shui dan Lin Hua tengah memejamkan matanya.
Xiao Fan sedikit terkejut, kemudian ia merasakan bahwa keduanya mengeluarkan roh elemen secara tidak sadar. Dengan cepat, ia sedikit menjauh dan melihat apa yang ingin dilakukan kedua perempuan tersebut.
Xiao Fan melihat dua roh elemen, antara kartu air dan bunga es, naik ke atas dan seketika bercahaya terang.
Xiao Fan menutup matanya sampai cahaya mulai redup, ia kemudian melihat ke arah kedua roh elemen milik dua perempuan.
Xiao Fan melihat bahwa roh elemen milik Lin Hua kini berubah menjadi kartu es. Sedangkan roh elemen milik Ning Shui tetap kartu air namun ada corak bunga di belakangnya.
Dua perempuan membuka matanya, mereka melihat Xiao Fan tengah memandang tangan kanan mereka. Hal itu membuat keduanya bingung. Kemudian, mereka Melihat ke arah tangan kanan masing-masing. Kedua perempuan seketika melebarkan matanya.
“Roh elemen berubah.” Lin Hua dan Ning Shui berkata secara bersamaan, mereka saling memandang dan menatap ke arah Xiao Fan yang tengah memperhatikan mereka sejak awal.
“Kak Fan.” Ning Shui tidak mempertanyakan terkait roh elemen, ia langsung menerjang Xiao Fan dan memeluknya erat. Keduanya terbaring dengan Ning Shui di atas.
“Adik Shui, tenanglah.” Xiao Fan menepuk punggung Ning Shui dengan pelan, ia juga mengelus punggung tersebut.
Ning Shui terisak tangis, Xiao Fan menenangkannya dengan lembut. Dia merasa sedikit bersalah karena berlama-lama di dalam reruntuhan.
Lin Hua melihat hal itu, ia juga ikut memeluk Xiao Fan. Dirinya berterima kasih kepada Xiao Fan. Bagaimanapun juga, ia diselamatkan oleh pemuda tersebut.
***
Beberapa menit kemudian, ketiganya saling melepas pelukannya. Kedua perempuan merasa lapar, Xiao Fan sendiri tidak lapar. Dia benar-benar bisa, tidak makan selama 32 hari.
Ketiga orang itu keluar kamar dan pergi turun ke lantai pertama. Di sana mereka bertemu dengan teman-temannya yang lain. Mereka berkumpul bersama dan memesan makan sebelum berangkat menuju ke tujuan selanjutnya.
Xiao Fan sendiri menatap sekitar, dia sebenarnya tidak ingin makan, tetapi Ning Shui memaksanya untuk makan. Alhasil, ia ikut makan agar sama makan dengan yang lainnya.
Banyak orang memandang ke arah meja Xiao Fan dan teman-temannya, mereka semua memandang dengan banyak terima kasih, hal itu membuat Xiao Fan sedikit bingung.
Selepas itu, seseorang mewakili dari desa mendekat dan berkata, “Kami semua sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi dan kami menunggu penyelamat sebenarnya.”
Xiao Fan sedikit bingung dan bertanya, “Penyelamat?”
Perwakilan warga desa tersenyum dan mengangguk. “Kalian telah menyelamatkan desa kami dari serangan monster ungu dan telah membuka jalan untuk Shi Lan pergi ke alam selanjutnya.”
Xiao Fan sedikit terkejut, dia tidak pernah menyangka bahwa para warga desa sebenarnya tahu akan hal itu. Namun, ada sesuatu yang janggal baginya.
Xiao Fan dan teman-temannya menerima ucapan selamat dan melanjutkan makan dengan tenang dan santai.
***
Selesai makan, Xiao Fan dan teman-temannya keluar dari penginapan bulan. Mereka sekarang berjalan menuju ke arah hutan Siken, tujuan terakhir untuk melangkah ke Akademi Yuen.
Di perjalanan keluar dari Desa Teng, banyak warga bersorak untuk Xiao Fan dan teman-temannya. Mereka sangat antusias mengantar para pahlawan.
Namun, bagi Xiao Fan dan teman-temannya ada sedikit keanehan di desa tersebut. Mereka hanya menampilkan senyum di luar, tetapi waspada di dalam.
Tiba di luar Desa Teng, Xiao Fan dan teman-temannya mulai berjalan menuju ke arah hutan Siken yang menjadi jalur terakhir perjalanan menuju Akademi Yuen.
“Adik Fan, bagaimana menurutmu tentang warga desa?” Lin Hua maju dan bertanya kepada Xiao Fan.
Xiao Fan sendiri mendengar pertanyaan tersebut, ia tersenyum misterius dan menjawab, “Serigala berbulu domba. Mereka ingin merampok kita di sana, tetapi seluruhnya tahu bahwa kekuatan kita sangat kuat.”
Xiao Fan kemudian memandang ke arah Hutan Siken dan melanjutkan ucapannya, “Hanya ada satu tempat mereka akan merampok kita..”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.