Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 214 - Lan Yansho


Silakan Dibaca.


Xiao Fan menatap ke arah depan, di mana sorot mata tajam tengah terpaku ke arahnya. Dia tidak tahu, apa alasan dari orang di depannya mengarahkan sorot mata seperti itu.


Kewaspadaan Xiao Fan meningkat, dia juga menatap ke pria di depannya dengan serius. Namun, Xiao Fan segera menghentikan kewaspadaannya ketika mendengar suara dari seseorang yang dirinya kenal.


“Ayah, apa yang kamu lakukan!”


Xiao Fan memandang ke arah belakang pria di depannya. Dia menemukan sosok dua perempuan yang dirinya kenal.


“Lan Ling, An Er..” Xiao Fan mengerutkan keningnya, ketika mendengar kedua perempuan memanggil pria di depannya, ayah.


Berbagai pikiran melintas di dalam dirinya. Xiao Fan akhirnya menemukan penyebab mengapa pria di depan dirinya menatap dengan tajam.


“Jangan kemari, Lan Ling, An Er.. ayah ingin memberikan hukuman kepada anak nakal ini.”


“Justru itulah kami kemari..” Lan Ling memandang ke arah Xiao Fan, “maaf, Kak Fan. Ayahku sangatlah protektif jika menyangkut dengan diriku dan kak An Er.”


Xiao Fan memiringkan kepalanya dan mengangguk ringan. Dia tahu penyebabnya dan tidak bisa untuk tidak tersenyum kecut ketika melihat adegan di depannya ini.


“Ayah, apakah perlu untukku bertindak..” Yu Ling memandang ayah dari Lan Ling dan An Er dengan tajam, suasana hatinya kali ini buruk, karena dihancurkan oleh pria di depannya itu.


“Oh, gadis manis.. kau ingin melawanku?” tanya ayah Lan Ling sambil menaikkan salah satu alisnya.


“Berhenti, Yu Ling. Akan kuselesaikan sendiri masalah ini, hanya sebuah kesalahpahaman saja. Tidak perlu untuk dibesarkan.”


Xiao Fan mengambil jalur damai, bukan karena dia takut. Melainkan Xiao Fan tidak ingin menghancurkan kediaman Yun. Dia masih menghargai kepala keluarga Yun.


Xiao Fan kali ini memandang ke arah ayah dari Lan Ling, tatapannya menajam dan berangsur menjadi dingin. “Bisakah kita membicarakan dengan tenang?”


***


Beberapa menit kemudian.


Lan Yansho tertawa mendengar penjelasan dari Xiao Fan. Dia akhirnya tahu bahwa dirinya telah salah paham kali ini. Lan Ling dan An Er menghela nafas lega, keduanya memandang ke arah Xiao Fan dengan kekaguman.


Yu Ling sendiri masih memeluk Xiao Fan, layaknya seekor koala. Suasana hatinya kembali membaik dan dia sangat nyaman di pangkuan ayahnya.


“Juga, kudengar dari kedua putriku. Kamu akan membantu kami untuk menjelajahi makam kuno di dekat keluarga Lan.. apakah kamu serius?”


Lan Yansho berubah menjadi serius, bukan karena dia meremehkan Xiao Fan. Melainkan makam kuno di dekat kediamannya sangatlah kuat, mampu menelan berbagai pendekar Alam Setengah Pejuang.


Makam kuno kali ini lebih kuat dibandingkan makam kuno lainnya. Lan Yansho mampu mengukur makam kuno di dekat kediamannya. Bisa dikatakan, level dari makam itu hanya bisa dijelajah oleh pendekar Alam Elementasi.


Namun, pendekar Alam Elementasi harus waspada dan ekstra hati-hati. Mereka hanya bisa masuk, akan tetapi berbeda ketika di dalam makam nantinya.


Inilah pengalaman yang dirinya dapatkan.


Xiao Fan memandang ke arah Lan Yansho dan mengangguk ringan. “Aku akan menjelajahi makam itu.”


Xiao Fan sudah penasaran sejak awal diberitahukan oleh Lan Ling dan An Er. Namun, kali ini mendengar penjelasan dan rasa khawatir Lan Yansho, membuatnya semakin ingin segera menjelajah.


Lan Yansho sedikit kurang yakin akan keselamatan Xiao Fan dan Xiao Fan memahami kekhawatiran Lan Yansho. Dia segera merilis Alam miliknya segera, yang membuat Lan Yansho melebarkan matanya.


“Ini.. Alam Elementasi..” Lan Yansho terkejut, bagaimana tidak. Seorang pemuda berumur 18 tahun sudah memasuki Alam Elementasi. Hal ini sangatlah mustahil, karena pengolahan Alam Elementasi tidaklah mudah.


Dibutuhkan pemahaman tinggi tentang Elemen yang dimilikinya. Namun, di depannya kali ini, benar-benar menumbangkan konsep yang ada. Lan Yansho hanya bisa menyebut Xiao Fan sebagai Jenius sejati.. tidak lebih tepatnya adalah Monster.


Xiao Fan menghilangkan Alamnya dan menatap ke arah Lan Yansho dengan senyum terukir di wajahnya. “Bagaimana? Apakah kamu masih meragukan keputusanku?”


Lan Yansho yang masih terkejut, mulai tersadar. Dia mengatur nafasnya sebelum membalas pertanyaan dari Xiao Fan.


Kekuatan Alam Elementasi benar-benar membuat mereka merasakan betapa kuat tekanan yang dihasilkan. Kejadian pembukaan Alam Xiao Fan membekas di hati kedua perempuan itu.


“Baiklah, kamu benar-benar dapat menjelajahi makam kuno bersama kami.”


Lan Yansho mengangguk setuju. Dia percaya dengan pemuda di depannya. Kepercayaannya berdasarkan dari Yun Shi Han dan kedua putrinya.


Yun Shi Han mengagumi Xiao Fan sangat tinggi. Hal inilah yang membuatnya penasaran. Apalagi jejak dingin sebelumnya, berbeda dengan pendekar pada umumnya.


Jejak dingin itu, hanya dapat dimiliki oleh pendekar kuat. Lan Yansho mengetahuinya, dia sudah berkelana dan bertemu dengan beberapa pendekar kuat.


Kesan Lan Yansho terhadap Xiao Fan naik. Menyelesaikan masalah dengan tenang, penjelasan yang masuk akal, dan tatapan dingin yang membuat semua orang berhenti berbicara.


“Kalau begitu, terima kasih.. juga kenapa kulihat banyak orang yang datang kali ini.. apakah Anda mengetahuinya, Paman?”


Lan Yansho seketika mengingat tujuan kali ini menemui Xiao Fan. Sebenarnya dia datang bukan untuk menyelesaikan akun yang diperbuat Xiao Fan kepada putrinya.


Melainkan, dia menuju menemui Xiao Fan. Murni karena ada perintah untuk mempertemukan Xiao Fan dengan seseorang penting di Kerajaan Tian.


“Aku melupakannya.. Nak, kamu harus pergi ke aula pertemuan rahasia.. sepertinya kamu tidak paham, lebih baik ikuti aku. Nanti kamu akan mengetahuinya.”


Xiao Fan memiringkan kepalanya bingung. ‘Aula pertemuan rahasia?’


Mengabaikan kebingungan Xiao Fan, Lan Yansho berdiri dan memberi isyarat untuk mengikutinya pergi menuju ke aula pertemuan rahasia.


Lan Ling dan An Er juga mengikuti ayah mereka beserta Xiao Fan. Yu Ling, tidak perlu untuk ditanya. Dia masih bergelantungan dengan nyaman di tubuh Xiao Fan.


Keempat orang itu berjalan dengan pelan. Sama sekali tidak bergerak cepat, karena mereka tidak terburu-buru untuk segera datang ke aula.


Xiao Fan memandang sekitar, di mana tempat yang dirinya lewati sangatlah indah. Taman kediaman Yun yang dilihat oleh dirinya benar-benar berbeda, dengan yang dilihat saat malam hari.


Bunga-bunga merah bermekaran dengan indah. Pancuran air yang berada di tengah menambahkan kesegaran nyata di taman itu.


Xiao Fan mengagumi arsitektur yang merancang taman itu. Banyak taman yang dilihatnya, namun hanya beberapa taman menurutnya yang bagus.


Xiao Fan mengalihkan pandangannya kembali dan menatap ke sekelilingnya. Dia menikmati perjalanan menuju ke aula pertemuan rahasia itu.


***


Beberapa menit kemudian.


Mereka berempat tiba di sebuah ruangan yang memiliki tanda bahwa ruangan itu milik kepala keluarga Yun.


Xiao Fan sedikit menaikkan alisnya. Lan Yansho membuka pintu ruang dari kepala keluarga Yun. “Aku kembali dan sudah membawanya kemari.”


Empat orang masuk ke dalam ruangan milik kepala keluarga Yun. Ruangan ini luas, dengan berbagai rak di sisi kanan dan kiri. Kemudian, ada empat sofa melingkari meja.


Di salah satu sofa duduk dua orang berjenis kelamin berbeda. Namun, hal yang dikenakan oleh dua orang itu sangatlah berbeda dari orang-orang tertentu, terutama Mahkota yang terdapat di kepala laki-laki yang tengah duduk di sofa itu.


Xiao Fan memandang sekilas dan tahu kedua orang yang duduk di sofa adalah orang penting. Entah kenapa dirinya merasakan deja vu kembali.


‘Semoga mereka berbeda..’


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.