Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 75 : Pertemuan


[Chapter 75.]


[Pertemuan.]


[Silahkan Dibaca.]


Akademi Yuen.


Xiao Fan pergi berjalan dengan ekspresi wajah tidak senang. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa Ning Que melupakan ucapannya ketika dulu bersama.


‘Sesuai dugaanku, kemungkinan besar dia akan terus menarikku.’ Xiao Fan berpikir dalam hatinya, kemudian dia menghirup nafas dalam-dalam agar menenangkan pikirannya.


Xiao Fan selesai menstabilkan dirinya. Dia menatap ke arah samping dan menemukan sebuah peta denah Akademi Yuen. Dia bingung sekarang berada di mana.


Xiao Fan memejamkan matanya dan merasakan tempatnya berada. Selepas itu, dia membuka matanya dan menatap ke arah peta.


“Aku berada di sini, awalnya muncul dari Barat. Perpustakaan berada di ujung lorong sebelah utara.” Xiao Fan memahami peta tersebut dengan cepat.


Dia kemudian mulai berjalan menuju ke arah perpustakaan menurut arahan dari peta itu.


***


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan tiba di depan pintu perpustakaan. Dia masuk ke dalam dan sedikit terpana ketika melihat berbagai rak buku yang berisi berbagai macam buku.


“Seperti yang kuduga, tempat ini pasti akan banyak buku. Namun, aku tidak menyangka bahwa sebanyak ini, bukunya.” Xiao Fan mengingat perpustakaan keluarga. Perpustakaan di sana tidak sebanyak di Akademi Yuen.


Xiao Fan melihat sekeliling dan seperti yang dirinya duga. Hanya ada beberapa murid saja yang pergi ke perpustakaan, sebagian lebih memilih berlatih di banding mempelajari sesuatu.


Xiao Fan menggelengkan kepalanya ketika melihat kejadian tersebut. ‘Dasar Murid tidak memiliki pikiran. Jika, tanpa ilmu sama saja sembarangan dalam berlatih.’


Xiao Fan kemudian berjalan menuju ke arah rak buku yang berlabel pelatihan dasar atau pelatihan paling lemah sendiri. Dia paling tertarik akan hal itu.


Xiao Fan mengambil satu buku, dia membaca sambil berdiri dan sedikit tersenyum ketika melihat judul dari buku tersebut.


‘Teknik Tapak Emas.’


Xiao Fan tidak menyangka bahwa Teknik yang bisa menyaingi langit dikategorikan terlemah dari seluruh Teknik.


Xiao Fan membacanya dan sedikit mengerutkan kening ketika melihat isi dari buku tersebut. Hanya ada satu kata dalam pikirannya sekarang.


‘Kacau.’


Xiao Fan mengambil buku tersebut, kemudian mencari buku lain. Dia sedikit tertarik dengan buku bersampul hijau.


‘Biasanya Hijau itu identik dengan angin, daun, dan... Racun.’ Xiao Fan menarik buku sampul hijau itu. Kemudian, dia melihat judulnya terlebih dahulu.


‘Tangan Giok Racun.’


Xiao Fan mengerutkan keningnya, pasalnya dia belum pernah mendengar nama teknik seperti itu. Sebelum, dia melanjutkan membaca isinya. Sebuah suara terdengar di sebelah.


“Jadi, apakah ini seorang Guru baru yang dibicarakan para Guru lainnya?”


Xiao Fan memang sudah menyadari orang tersebut, dia menutup bukunya dan menatap ke arah asal suara tersebut.


Dia melihat seorang pria dengan pakaian serba putih, rambut panjang berwarna hitam, iris mata berwarna hijau yang memancarkan keingintahuan. Seringai muncul di wajahnya, lidah yang menjilat bibirnya dengan keinginan tinggi.


“Itu benar, perkenalkan namaku adalah Xiao Fan.”


Xiao Fan tenang, dia merasa Pria di depannya menarik. Bagaimana tidak, Pria itu terlihat membawa sesuatu di lengannya.


“Oh, mana sopan santunku. Namaku adalah Ni Shan Jian, panggil saja aku Guru Ni, aku seorang Guru yang berada di bidang penelitian.”


Xiao Fan sedikit melebarkan matanya. Dia akhirnya paham kenapa pria di depannya menarik. Hal itu, ternyata adalah Profesinya yang sama dengannya.


“Sungguh sebuah hal yang tidak disangka. Aku ingin mencarimu, tetapi Kamu muncul di depanku.” Xiao Fan berkata dengan seringai di wajahnya.


Kedua peneliti yang saling terobsesi akan eksperimen bertemu bersama. Keduanya saling menyeringai, memikirkan suatu rencana yang entah baik atau buruk untuk Dunia.


“Bagaimana kalau kita saling berbicara di ruanganku, sambil kutunjukkan hasil penelitian milikku?” Ni Shan Jian mengundang Xiao Fan menuju ke arah Laboratorium miliknya.


“Kamu boleh mengambil seluruhnya, bagaimanapun juga tidak ada yang berguna di lantai satu ini. Buku-buku di sini adalah sampah, bagi Akademi.”


Xiao Fan tersenyum, pantas orang di depannya disebut seorang peneliti. Hal itu, karena orang tersebut memahami keinginan Xiao Fan.


‘Bagi Akademi itu sampah, tapi bagi orang yang tepat itu adalah harta karun’ kalimat tersebut hanya dapat dipahami orang-orang yang berpengetahuan luas.


“Terima kasih.” Xiao Fan kemudian menatap ke arah seluruh lantai satu, dia hanya melihat ada dua puluh Rak buku.


“Aku akan mengambil seluruh buku ini.” Xiao Fan dengan ringan menghilang dan muncul seketika dengan buku dalam lantai satu menghilang tanpa tersisa.


Para murid yang tengah berjalan berhenti ketika melihat kejadian tersebut, mereka melebarkan matanya dan hanya satu kata yang berada di dalam pikirannya.


‘Cepat.’


Ni Shan Jian melihat hal itu kagum dan seringai miliknya semakin lebar. Dia benar-benar baru pertama kalinya melihat seorang bergerak dengan sangat cepat, kecuali orang yang berada di benua lain.


“Benar-benar sangat cepat.” Ni Shan Jian berkata dengan penuh kekaguman. Xiao Fan mendengar itu hanya tersenyum kecil.


“Terima kasih.” Xiao Fan menjawab dengan ringan. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa buku yang berada di lantai satu ada banyak.


‘Ada sekitar 100.000 buku dalam lantai pertama, apakah semua ini benar-benar sampah?’ batin Xiao Fan, dia tidak menyangka bahwa buku sebanyak itu ternyata berlabel sampah.


“Bagaimana, apakah sudah bisa pergi ke tempat ku?” Ni Shan Jian bertanya dengan penuh semangat, Xiao Fan membalas dengan anggukan ringan.


Keduanya kemudian saling berjalan bersama menuju ke arah Laboratorium milik Ni Shan Jian.


Di tempat pengawas perpustakaan, Guru yang tengah menjadi pengawas segera melaporkan ke Kepala Akademi.


***


Ruang Kepala Akademi.


“Jadi begitu,” ucap Kepala Akademi, kemudian dia mengisyaratkan Guru di depannya untuk keluar. Guru tersebut berjalan keluar dari ruang Kepala Akademi.


“Jika itu adalah apa yang diinginkan si Xiao Fan, maka berikan saja. Semua buku itu hanya sampah, hal itu akan menjadi akhir pemakaman miliknya.” Kepala Akademi menatap ke arah luar.


“Dasar Pemuda yang berbakat, tetapi menyinggung anggota Kerajaan. Nasibmu benar-benar buruk, Nak.” Kepala Akademi yang tak lain, Yu Hun Sha, berkata dengan nada tak berdaya.


Yu Hun Sha sendiri mengetahui rencana pembunuhan untuk Xiao Fan tersebut. Dia tidak menyangka bahwa Kerajaan Ning benar-benar mulai bertindak lebih keras.


***


Xiao Fan dan Ni Shan Jian tiba di laboratorium. Keduanya masuk dan hal pertama yang dilihatnya adalah berbagai meja dengan monster roh.


Xiao Fan benar-benar terpana dengan ruang tersebut. Dia menatap ke sekeliling dan menemukan beberapa monster yang tengah berada di sebuah tabung.


‘Benar-benar peneliti yang menarik.’ Xiao Fan kemudian menatap ke arah Ni Shan Jian yang berjalan ke arah sebuah Meja yang terdapat potongan daging.


Ni Shan Jian kemudian berbalik menatap ke arah Xiao Fan, kemudian dia tersenyum dan merentangkan tangannya.


“Selamat datang di Laboratorium milikku, Xiao Fan.”


[Ilustrasi Karakter.]



Ning Shui


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.