
[Chapter 42.]
[Sekte Tengkorak Iblis?]
[Silahkan Dibaca.]
Lembah Fengjian.
Xiao Fan dan yang lainnya telah selesai bertarung melawan Birda. Mereka berkumpul menjadi satu. Seperti biasa, Xiao Fan mengumpulkan para monster roh tersebut.
“Bagaimana adik Fan?” Lin Hua bertanya kepada Xiao Fan. Sementara itu, pemuda tersebut menggelengkan kepalanya.
“Kakak, kamu menghancurkan mereka.” Selama ini Lin Hua benar-benar seperti terpikat oleh Xiao Fan, hal itu membuat Liu Kai dan Zhu Lin terkejut.
Ning Shui sendiri tersenyum, ia sudah tahu bahwa Xiao Fan tidak hanya memilikinya dan kakaknya saja, pasti akan ada orang lain lagi.
Dalam hatinya sebenarnya ada penolakan akan hal itu, akan tetapi segera Ning Shui menghilangkan hal tersebut. Dia tidak bisa egois, Xiao Fan selalu membantunya bahkan melindunginya. Memikirkan hal itu, dia tidak bisa lagi untuk egois, laki-laki yang disukainya benar-benar berhasil membuat dia luluh sepenuhnya.
Xiao Fan melihat Lin Hua menunduk sedikit sedih, dia dengan ringan memegang tangan perempuan tersebut. Kemudian, berkata, “Walaupun begitu, terima kasih.”
Lin Hua mendengar suara lembut Xiao Fan, seketika tersipu dan melepaskan tangannya dan berbalik.
“Aku ini Guru, kau tahu! Beraninya kau menggodaku, hmpp.” Lin Hua bersikap tidak mau mengakui senang di goda.
Xiao Fan melihat hal itu memiringkan kepalanya dengan heran. Namun, keenam orang itu segera menjadi serius ketika mendengar sebuah suara.
“Wah wah, tidak baik Tuan... Membuat seorang perempuan cantik marah seperti itu.” Suara menjengkelkan muncul diikuti oleh berbagai langkah kaki.
Xiao Fan menatap ke arah asal suara tersebut. Dia melihat berbagai orang berpakaian hitam dengan lambang tengkorak di bagian dda.
Xiao Fan merasakan bahwa tingkatan orang di depannya hanya sampai kebangkitan Qi saja. Namun, melihat lambang tengkorak di pakaian mereka, membuat Xiao Fan tahu bahwa musuh di depannya bukan sembarangan.
Lin Hua melihat musuh di depannya, seketika muram. Namun, yang paling terlihat menggelap karena amarah adalah Zhu Lin.
Xiao Fan menyadari akan hal itu, dirinya paham bahwa Zhu Lin memiliki masalah dengan orang-orang berlambang tengkorak tersebut.
Xiao Fan juga menyadari bahwa Lin Hua marah karena sesuatu terjadi kepada muridnya dulu, Liu Kai juga sama. Jadi, masalah aslinya adalah Zhu Lin dan orang-orang berlambang tengkorak.
“Apakah kalian dari Sekte Tengkorak Iblis?” Lin Hua bertanya dengan nada menekan rasa amarahnya. Para orang-orang yang memakai pakaian hitam tengkorak menyeringai.
“Kalau iya, kenapa?” Pemimpin dari kelompok itu menyeringai agar terlihat kejam. Xiao Fan melihat ada jejak kebohongan. Hanya dia yang bisa melihat, karena dirinya merasakan dari angin yang keluar dari tubuh orang tersebut.
“Dasar penipu yang mengantarkan nyawanya.” Xiao Fan berkata dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
“Senior Lin, apakah kamu akan melawan mereka sendirian atau aku yang akan melawan mereka?”
Wushhhhh.
Xiao Fan menyelesaikan pertanyaannya sambil mengeluarkan aura menekan miliknya. Para orang-orang berpakaian hitam terkejut dan merasa tertekan akan aura tersebut.
Zhu Lin segera sadar dari amarahnya. Dia menenangkan dirinya sebelum menoleh ke arah Xiao Fan.
“Junior Fan, biarkan aku melawan mereka.” Zhu Lin berkata dengan nada muram. Dia benar-benar kejam sekarang, musuhnya berada di depan mata.
Xiao Fan menghilangkan tekanan miliknya. Dia memindai bahwa hanya ada sepuluh orang saja di depannya.
Xiao Fan diam membiarkan Zhu Lin maju. Dia tersenyum tipis ketika melihat bahwa emosi Zhu Lin sudah terkendali. Ia tidak akan membiarkan seniornya tersebut maju dengan emosi yang kacau, bagaimanapun juga taruhan pertarungan adalah nyawa.
Zhu Lin maju, ia sudah tahu bahwa Xiao Fan menyadarkan dirinya dari rasa kemarahan. Dia menatap ke arah pemuda tersebut dan berkata, “Terima kasih.”
Zhu Lin menaruh hormat kepada Xiao Fan, bagaimanapun juga jika dia menyerang musuh secara amarah, nyawanya pasti akan melayang tak tahu di mana.
Xiao Fan mengangguk paham, Zhu Lin segera menatap ke arah sepuluh orang. Tubuhnya mulai membengkak dan memasuki mode baru sekarang.
“Karena kalian termasuk Sekte itu, maka aku akan kejam sekarang.” Zhu Lin berkata dengan suara dalam.
“Mode kedua : Cishu.”
Sepuluh orang berpakaian hitam menjadi serius melihat perubahan dari Zhu Lin. Mereka segera mengeluarkan roh elemen yang berbentuk tulang dengan warna hitam.
Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat hal itu, dia sedikit bingung bagaimana bisa para orang-orang di depannya memiliki roh elemen yang sama.
Lin Hua yang semula marah meredup. Dia menjadi tenang ketika suara Xiao Fan tadi keluar. Kemudian, ia menatap ke arah Xiao Fan yang bingung akan orang-orang tersebut.
Lin Hua menatap dan tahu apa yang membuat Xiao Fan bingung. Senyuman kecil terlihat dan dia mendekat ke arah Xiao Fan.
“Kamu penasaran, bagaimana mereka memiliki roh elemen sama, bukan?”
Xiao Fan melirik ke arah Lin Hua, kemudian mengangguk benar. Kemudian, Lin Hua mulai menjelaskan terkait roh elemen tersebut.
“Ada dua metode agar roh elemen bisa menjadi sama, pertama adalah pengorbanan, kedua adalah wilayah.”
“Metode pertama ini sedikit kejam. Kamu harus mengorbankan sepuluh orang, kemudian melakukan ritual. Hal itu, biasanya digunakan oleh Sekte-sekte gelap.”
“Metode kedua ini susah, karena sebagian wilayah Ning adalah tempat roh elemen secara acak, sedangkan wilayah Kerajaan luar banyak yang dominan.”
Xiao Fan mencerna kedua informasi tersebut. Dia tersenyum dan mengangguk paham, kemudian ia berkata, “Terima kasih, Kakak.”
Lin Hua mengangguk, kemudian keduanya menatap ke arah pertarungan Zhu Lin dan sepuluh orang berpakaian hitam.
Ning Shui yang mendengar penjelasan Lin Hua paham dan mengingat orang-orang yang berusaha membunuhnya.
Ning Shui tanpa sadar bergetar. Dia benar-benar tenang dalam hati, akan tetapi tubuhnya berbeda.
Xiao Fan merasakan itu, dia memegang tangan Ning Shui. Dia mengelus tangan tersebut agar perempuan di sampingnya itu tenang.
Xiao Fan merasakan bahwa Ning Shui sudah tenang, ia tetap memegang tangan perempuan tersebut. Namun, tangan satunya juga tanpa sadar memegang Lin Hua.
Xiao Fan menatap kembali ke pertarungan tanpa tahu Lin Hua dan Ning Shui memerah, karena malu.
Liu Kai melihat hal itu sedikit terkejut, dia sebenarnya ingin mendapatkan hati seseorang. Namun, ia sedikit kurang percaya diri.
Xiao Ren sendiri tersenyum, dia juga ada seseorang yang menunggu dirinya di Akademi Yuen nantinya. Namun, ia perlu menjadi kuat agar bisa melindungi orang tersebut.
***
Zhu Lin menyerang dengan cepat, dia terus mengayunkan tangannya dan mengeluarkan berbagai duri agar menusuk para orang-orang berpakaian hitam tersebut.
Tinggg.
Namun, tulang hitam benar-benar keras dari lainnya. Zhu Lin hanya bisa membunuh lima orang dan tersisa lima lagi.
“Menyerahlah, Nona! Kau sudah membunuh kelima anak buahku, aku akan mengajarimu sesuatu agar patuh dan memohon ampun di bawah kakiku nantinya.”
Aura pemimpin orang-orang itu menjadi besar dan kuat. Keempat anak buahnya juga mengeluarkan aura besar namun masih di bawah pemimpinnya tersebut.
Zhu Lin muram, dia sekarang benar-benar marah atas ucapan dari pemimpin musuh tersebut.
“Akan kubunuh kalian semua.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.