Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 170 - Bawah Tanah Desa Wu


Silakan Dibaca.


Desa Wu.


Xiao Fan selesai menjarah seluruh hal yang dimiliki oleh Ketua jubah hitam. Ia mengamati buku yang dirinya ambil dari Ketua jubah hitam sebelumnya.


“Buku ini, buku kebangkitan Iblis..” Kata Shan Yuan dengan nada tidak senang. Baginya, Iblis adalah kotoran dunia yang harus dihilangkan.


“Oh, menarik.. bagaimana kalau kita teliti dan mengubah isi dari buku ini?” tanya Xiao Fan, namun Shan Yuan menaikkan bahunya tanda tidak tahu.


Xiao Fan menyimpan buku itu dalam cincin ruangnya, ia juga melihat isi dari cincin ruang milik Ketua jubah hitam.


Buku teknik, Ramuan, Pil, Pakaian, dan beberapa koin emas. Xiao Fan mengangguk sedikit dan menurutnya semuanya murah.


Buku teknik sendiri berada di tingkat tinggi, namun bagi Xiao Fan itu tidak lebih dari sampah yang berada di tumpukan Alam Atas.


(Note : Jika banyak berubah-ubah terus, mohon maaf.. ingat ini hanya novel untuk pelatihan, sebelum menulis Fantasi Timur yang sebenarnya.)


Xiao Fan kemudian memandang ke arah penghalang tipis yang dirinya buat, perlahan-lahan penghalang itu mulai menghilang dan akhirnya sepenuhnya menghilang.


Xiao Fan mengangguk dan mengetahui bahwa pemurnian telah selesai. Ia dengan cepat kembali ke pusat Desa Wu.


***


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan tiba di pusat desa. Kemudian, ia merasakan dua keberadaan muncul di belakangnya.


“Salam, Yang Mulia.” Ucap Ni Shan Jian dan Yan Han yang muncul tepat di belakang Xiao Fan.


“Ya, bagaimana dengan pertempuran kalian?” tanya Xiao Fan sambil berbalik menatap kedua pengikutnya tersebut.


Ni Shan Jian dan Yan Han saling memandang, kemudian keduanya mengangguk diam-diam. Ni Shan Jian maju dan memberikan cincin ruang kepada Xiao Fan.


“Pertempuran kami benar-benar menyenangkan, ini adalah jarahan yang kami dapatkan, Yang Mulia.” Kata Ni Shan Jian sambil menyerahkan cincin ruang.


Xiao Fan menerima cincin ruang itu, kemudian ia mengecek ada beberapa koin, teknik, dan pil. Xiao Fan mengeluarkan cincin ruang yang ia jarah sebelumnya.


Xiao Fan mendekatkan kedua cincin itu, kemudian memindahkan berbagai barang ke salah satu cincin ruang dan menyerahkan cincin ruang kepada Ni Shan Jian.


“Aku hanya membutuhkan koinnya saja, kalian ambil saja teknik, pil, dan ramuan.” Ucap Xiao Fan dan menyerahkan kembali cincin ruang sebelumnya.


Ni Shan Jian tertegun, ia benar-benar tidak menyangka tuannya akan memberikan hasil jarahan kembali dan hanya mengambil koin saja.


Yan Han sendiri juga tidak menyangka. Bukannya koin tidak butuh, melainkan koin masih di bawah Pil, Ramuan, dan Teknik, namun tuannya hanya mengambil koin.


Ni Shan Jian segera sadar dan menerima cincin ruang itu sambil berkata, “Terima kasih, Yang Mulia.”


Yan Han juga ikut berterima kasih. Xiao Fan mengangguk dan berbalik menatap ke arah patung kelinci di depannya.


Qi seketika keluar dari tangan Xiao Fan, kemudian ia mengayunkan pukulan ke arah patung kelinci tersebut.


Boom!


Patung hancur berkeping-keping, kemudian ia menatap ke arah lubang yang mengarah ke bawah tanah.


“Ayo kita pergi ke bawah, kemungkinan ada sesuatu yang tengah bersembunyi di sana.” Ucap Xiao Fan dengan nada tanpa ekspresi.


“Baik, Yang Mulia.” Jawab Ni Shan Jian dan Yan Han secara bersamaan.


Kemudian, ketiganya melompat terjun ke bawah dengan cepat. Mereka mengontrol Qi di dalam tubuh, agar sedikit meringankan tubuh mereka.


***


Bawah tanah.


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan dan kedua pengikutnya tiba di bawah tanah. Mereka memandang ke arah lorong lurus yang terdapat cahaya di ujungnya.


Yan Han memandang sekitar dan mengerutkan keningnya, ia mengetahui bahwa Desa Wu tidak sesederhana sebelumnya. Ia merasakan berbagai lubang yang berada di bawah tanah.


“Yan Han, apakah kamu merasakannya?” tanya Xiao Fan dengan nada ringan.


“Itu benar, Yang Mulia. Saya menemukan sesuatu yang janggal di tempat ini.” Jawab Yan Han, ia benar-benar tidak terkejut kembali ketika tuannya mengetahui, bahwa dirinya mengetahui sesuatu di Desa Wu.


Ni Shan Jian sendiri memang mengetahui, namun tidak sedalam Yan Han. Keduanya memiliki bidang masing-masing.


Keahlian mereka didasarkan pada Roh Elemen yang mereka miliki. Maka, tidak heran untuk Ni Shan Jian mengetahui ada sesuatu yang menarik di Bawah Tanah Desa Wu.


“Kita akan menjelajahi nanti, aku merasakan bahwa Desa Wu, meninggalkan jejak bersejarah lainnya.” Kata Xiao Fan dengan santai.


“Sekarang, kita lihat lokasi orang-orang berjubah hitam melakukan ritual.” Xiao Fan melayang dan melesat menuju ke tempat ruang bawah tanah.


Ni Shan Jian dan Yan Han juga ikut melesat mengikuti Xiao Fan.


***


Ruang bawah tanah.


Tak butuh waktu lama, ketiga orang itu tiba di ruang yang sangat luas dengan delapan pilar menyangga di setiap sisi ruangan.


Di tengah-tengah ruangan terdapat lingkaran yang memiliki simbol ritual di tengahnya. Xiao Fan memandang hal itu dengan datar, kemudian menatap ke arah para penduduk yang masih dalam penghalang di sisi pojok ruangan.


“Shan Jian, hancurkan penghalang yang mengunci para warga. Sementara, Yan Han buka jalan menuju ke arah permukaan!” perintah Xiao Fan dengan jelas.


“Dimengerti, Yang Mulia.” Jawab Ni Shan Jian dan Yan Han secara bersamaan, kemudian menghilang dari tempat dan mulai melaksanakan perintah dari Xiao Fan.


Sementara itu, Xiao Fan menghilang dan muncul tepat di depan orang-orang yang terbaring di tanah. Shan Yuan juga keluar melihat orang-orang tersebut.


“Mereka sudah menjadi Iblis, namun kenapa mereka tidak berubah menjadi abu..” Shan Yuan memiringkan kepalanya dengan bingung.


“Itu karena Enkripsi yang kubuat. Pemurnian yang kugunakan dibantu dengan Elemen Cahaya, memungkinkan keberadaan iblis, namun tidak menghilangkan wujud sebelumnya, yaitu manusia.” Jelas Xiao Fan.


Shan Yuan mengangguk, ia akhirnya paham. Namun, di sisi lain dirinya benar-benar kagum dengan Xiao Fan yang menciptakan kemampuan pemurnian yang begitu luar biasa.


Shan Yuan sendiri pernah melihat berbagai pemurnian, dan semua jenis pemurnian pasti akan menghancurkan bentuk awal iblis, yaitu manusia.


Xiao Fan sendiri berjalan ke arah para orang-orang yang masih terbaring di tanah. Ia mengecek kondisinya dan mereka hanya pingsan.


“Sepertinya sukses..” Xiao Fan tidak bisa untuk tidak tersenyum. Ia sebenarnya senang, karena tekniknya berhasil.


Kemudian, Xiao Fan merasakan satu kehadiran muncul di belakangnya. Ia tahu kehadiran siapa itu.


“Yang Mulia, seluruh warga telah berhasil di kirim ke permukaan. Saudara Jian tengah memberikan perlindungan kepada para warga untuk sekarang.” Yan Han melaporkan keadaan.


Xiao Fan mengangguk, kemudian memandang ke arah dinding yang begitu tebal tepat di depannya.


“Yan Han, kirim orang-orang ini ke permukaan. Selepas itu, ajak Shan Jian ke bawah dan kita mulai memasuki area bersejarah!” perintah Xiao Fan dengan tegas.


“Dimengerti, Yang Mulia.” Jawab Yan Han, kemudian ia membawa para orang-orang yang terbaring di tanah dengan cepat, menuju ke permukaan.


***


Beberapa menit berlalu.


Xiao Fan merasakan dua kehadiran muncul di belakangnya.


“Salam, Yang Mulia.” Ucap Ni Shan Jian dan Yan Han secara bersamaan.


Xiao Fan membalas dengan anggukan dan ia mengeluarkan energi Qi, kemudian energi itu menyelimuti tangan kanannya.


Xiao Fan meletakkan telapak tangannya ke dinding dan siluet cahaya melintas di matanya.


Boom!


Dinding hancur dan menampilkan lorong yang begitu panjang, dan diujung lorong terdapat seberkas cahaya.


“Mari kita jelajahi tempat ini..”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.