
Silakan Dibaca.
Xiao Fan melangkah maju, tatapannya tertuju kepada Kong Mu dan bayangan hitam yang tengah mulai melarikan diri. Dia hanya tersenyum dingin, selanjutnya suara tabrakan keras terdengar tepat di jalur pelarian Kong Mu dan bayangan hitam.
Tangan bayangan hitam terlepas membuat Kong Mu jatuh ke bawah. Hal ini membuat Kong Mu terkejut begitu juga Lan Yansho. Namun, ketika asap yang menutupi bayangan hitam dan Kong Mu menghilang, Lan Yansho melebarkan matanya.
Terlihat penghalang emas melingkari seluruh kediaman Lan. Namun, Lan Yansho dapat melihat bahwa penghalang emas tersebut bukanlah penghalang normal. Hal ini karena penghalang itu terbuat dari benang emas.
Mata Lan Yansho segera berbalik dan menatap ke arah Xiao Fan yang tengah diam sambil menyeringai. Dia akhirnya paham bahwa benang emas tersebut di kendalikan oleh Xiao Fan.
Lan Yansho tidak menyangka Xiao Fan memiliki kekuatan sebesar itu. Bahkan dirinya sama sekali tidak memilikinya. Lan Yansho hanya bisa menghela nafas lega dan bersyukur bahwa Xiao Fan bukanlah lawan mereka nantinya.
“Jubah hitam kembali ....” Xiao Fan memandang ke arah pria yang memakai jubah hitam, sorot matanya menajam dan tatapannya fokus ke arah lambang yang berada di dekat dada kiri pria tersebut.
Terlihat lambang tengkorak dengan mata merah menyala, kemudian terdapat lingkaran putih dengan pola rumit mengelilingi lambang tersebut. Xiao Fan mengerutkan keningnya dan dia mengingat bahwa ada organisasi kegelapan terbesar di seluruh benua.
Organisasi Tengkorak Merah.
(Note : Ingat ya guys, ini novel untuk pelatihan. Semisal kalau plotnya sudah kurang tidak jelas, harap maklum.)
“Tengkorak Merah ...,” Gumam Xiao Fan sambil menatap ke arah pria berjubah hitam tersebut. Dia tidak menyangka bahwa konspirasi di dalam kediaman Lan diatur oleh organisasi gelap.
Pria berjubah hitam menatap ke arah Xiao Fan dengan muram. Semua rencananya telah dihancurkan oleh pemuda di depannya tersebut. Hal ini tidak bisa dirinya terima.
“Kau sebenarnya siapa, Nak?” tanya pria berjubah hitam, entah mengapa sosok pemuda di depannya benar-benar kuat.
“Orang mati tidak perlu banyak bertanya!” Xiao Fan menjawab dengan dingin. Kemudian, pedang bulan merah muncul di tangan kanannya. Xiao Fan mengayunkan pedang tersebut, sehingga pedang menghasilkan tebasan qi melesat ke arah pria berjubah hitam.
Melihat serangan yang bergegas ke arahnya, pria berjubah hitam itu terlambat untuk menghindarinya. Wajah pria berjubah hitam mulai panik dan ada rasa ketakutan. Kedua tangannya segera membentuk silang untuk menahan tebasan qi tersebut.
Namun, ketika tebasan qi mencapai pertahanannya. Pria berjubah hitam melebarkan matanya karena terkejut. Apa yang dirinya rasakan ialah kekuatan yang sangat mengerikan.
Suara daging terpotong terdengar dalam. Pria berjubah hitam terpotong menjadi dua bagian. Hal ini membuat mata seluruh orang terbuka lebar, terutama Kong Mu yang mencoba untuk melarikan diri.
Kong Mu terkejut dan tubuhnya gemetar hebat. Pandangannya terus mengikuti pria berjubah hitam yang perlahan-lahan jatuh ke tanah. Tidak ada nafas, tidak ada gerakan, tanda bahwa pria berjubah hitam tersebut mati.
“Bagaimana mungkin ....” Kong Mu masih dalam keadaan terkejut. Hal ini wajar karena pria berjubah hitam tersebut ialah sosok kuat baginya. Jika sosok kuat terbunuh, bagaimana dengan dirinya sendiri.
Kong Mu tidak terlalu peduli dengan pria berjubah hitam itu, yang dirinya pedulikan adalah keselamatan nyawanya sendiri. Sementara untuk teman-temannya, Kong Mu sama sekali tidak peduli.
Xiao Fan menatap ke arah Kong Mu. Namun, sudut mulutnya terangkat ketika melihat Lan Yansho muncul di belakang Kong Mu sambil mengangkat pedangnya.
“Matilah, Kong Mu!” Cahaya dingin melintas di mata Lan Yansho, kemudian pedang mulai bergerak ke bawah menebas ke arah leher Kong Mu.
Kepala Kong Mu jatuh, diikuti tubuhnya. Melihat hal ini, Lan Yansho yang telah membunuh Kong Mu menghela nafas lega. Dia tersenyum dingin ketika melihat ekspresi wajah Kong Mu yang terbunuh.
“Aku sebelumnya menganggapmu saudara namun kau membalas dengan buruk. Di kehidupan kedua, cobalah untuk menjadi lebih baik, Kong Mu.” Lan Yansho menatap sebentar, kemudian berbalik memandang ke arah Xiao Fan.
Lan Yansho tahu bahwa tanpa keikutsertaan Xiao Fan, dirinya tidak akan menang. Hal ini jelas, ketika melihat penghalang emas dan larva pengendali yang tertanam di tubuh istri maupun prajuritnya sendiri.
Lan Yansho mengambil nafas dalam-dalam, kemudian dia melangkah ke arah Xiao Fan berada.
Tiba di depan Xiao Fan, Lan Yansho menundukkan kepalanya sambil berkata, “Terima kasih, Xiao Fan. Tanpa bantuanmu, kediaman Lan benar-benar musnah nantinya.”
Xiao Fan memandang ke arah Lan Yansho, entah mengapa firasatnya mengatakan bahwa Lan Yansho berterima kasih sangat tulus dari lubuk hatinya. Jelas hal ini membuat Xiao Fan terkejut, akan tetapi dia segera pulih dan senyum tipis muncul di permukaan wajahnya.
“Paman Lan, aku hanya kebetulan berada di sini. Serta, Lan Ling ialah temanku, justru karena ini adalah kediamannya aku sebagai teman berhak membantu.” Xiao Fan mencari alasan yang tepat, agar dapat membuat Lan Yansho berdiri tegak kembali.
Lan Yansho menegakkan kepalanya dan terkejut dengan jawaban dari Xiao Fan. Dia tidak menyangka pemuda di depannya justru melemparkan pujian ke arah putrinya, menandakan bahwa pemuda di depannya tidak ingin menerima pujian sama sekali meski pemuda itulah yang bertindak.
Xiao Fan sama sekali tidak mengetahui pemikiran Lan Yansho. Jika dia tahu, dirinya akan mengeluh karena alasan untuk melemparkan pujian ialah dia terlalu kurang nyaman melihat seorang pria menunduk di hadapannya.
“Ibu!” suara Lan Ling terdengar di telinga Lan Yansho dan Xiao Fan. Hal ini membuat keduanya menatap ke arah Jia Li yang terbangun dari pingsannya.
“Jia Li!” Lan Yansho dengan cepat melesat ke arah kereta. Dia sangat khawatir akan istrinya tersebut.
Xiao Fan tidak bergerak, melainkan dia menunduk. Entah mengapa, Xiao Fan merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya. Hal ini sangat terasa dan dirinya sama sekali tidak tahu, keanehan apa barusan.
Shan Yuan yang berada di alam bawah sadar, segera keluar dan menatap ke arah Xiao Fan. “Nak, tubuhmu mengalami keanehan. Di alam bawah sadar, aku melihat monumen hitam di sana.”
Xiao Fan memandang ke arah Shan Yuan. Dia terkejut mendengar adanya monumen di dalam tubuhnya. “Monumen? Sepertinya akan ada sesuatu nantinya. Mari kita selidiki pak tua.”
Xiao Fan segera duduk lotus, kemudian dia memejamkan matanya dan beralih masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Apa yang dilihat untuk pertama kali ialah sebuah batu panjang dengan berbagai huruf. Batu itu berwarna hitam gelap sehingga tidak tahu apa isi dari kumpulan huruf yang terukir di dalamnya.
Xiao Fan yang melihat hal itu, menyusutkan matanya. Entah mengapa dirinya merasa akrab dengan monumen di depannya.
Shan Yuan juga merasakan akrab tersebut selepas mengamatinya lebih lanjut. Entah mengapa dia pernah melihat monumen hitam di suatu tempat dulu.
Xiao Fan dan Shan Yuan memilah kembali ingatannya dan akhirnya, sebuah ingatan tentang monumen hitam terlintas di pikirannya. Keduanya menatap ke arah monumen hitam.
“Catatan Perang ....”
To be Continued.