
Silakan Dibaca.
Ketua Bandit merasakan aura yang Xiao Fan keluar seketika membeku, ia terkejut dengan aura kuat tersebut. Namun, ia sudah dilanda oleh emosi penuh, alhasil hanya bisa menggertakkan giginya dan melesat ke arah Xiao Fan dengan raungan marah.
Xiao Fan tidak peduli, ia mengayunkan pedangnya ke depan. Ayunan pedang Xiao Fan terlihat lambat, namun indah. Ketua Bandit yang melihat serangan Xiao Fan seketika berubah menjadi pucat. Hal itu karena, serangan Xiao Fan benar-benar menekan dirinya.
Namun, ia terlambat untuk menghindari serangan Xiao Fan. Cakar Ketua Bandit melayang ke depan berharap dapat menahan ayunan pedang Xiao Fan tersebut. Namun, setelah benturan logam terdengar. Ketua Bandit terdorong keras ke belakang, kemudian jatuh di tanah kembali.
Xiao Fan memandang dengan mata tajam bagaikan elang. Target sudah dikunci waktunya eksekusi serangan. Xiao Fan mengalirkan Qi miliknya ke dalam pedang, kemudian terlihat lapisan hijau tipis membungkus seluruh pedang pendek tersebut.
Xiao Fan mengayunkan pedangnya dengan cepat, lalu terlihat proyektil tebasan hijau melesat ke arah Ketua Bandit dengan cepat. Ketua Bandit pucat melihat serangan tersebut, dirinya mencoba bangkit dan melarikan diri.
Namun terlambat, proyektil melintas dan mengenai punggung Ketua Bandit dengan cepat. Ketua Bandit melebarkan matanya, rasa sakit yang kuat terasa di punggungnya kali ini.
Darah segar keluar dari luka lebar yang diterima oleh Ketua Bandit tersebut. Para bandit yang melihat ketua mereka terluka, tercengang. Pikiran mereka seketika kosong melihat Ketua mereka jatuh berlutut di tanah dengan darah keluar dari mulut.
“Ketua!” teriakan kedua bandit menyadarkan seluruh bandit. Mereka dengan cepat mengelilingi Ketua Bandit dan salah satu dari mereka mengeluarkan ramuan pemulihan kuat untuk menyembuhkan luka Ketua mereka tersebut.
Bandit sendiri ada dua puluh orang, lima orang mengobati Ketua mereka, sementara lima belas bandit memandang ke arah Xiao Fan sambil mengeluarkan senjata mereka masing-masing.
“Nak, kau membuat Bandit Serigala Merah marah. Jalan satu-satunya untukmu adalah kematianmu!”
Xiao Fan memandang ke arah orang yang meraung tersebut, tatapannya menyusut dan ia berkedip menghilang dari tempat dirinya berada. Lima belas bandit terkejut, mereka segera memasuki posisi waspada.
Detik berikutnya, para bandit mendengar suara tusukan yang begitu kuat tepat di dekat mereka. Para bandit tanpa sadar menatap ke arah asal suara tusukan tersebut, di saat mereka melihat adegan tusukan tersebut, mereka melebarkan matanya.
Terlihat salah satu bandit yang meraung marah dan mengancam Xiao Fan sebelumnya, tengah tertusuk pedang tepat di dada kanannya. Namun, hal yang mengejutkan lagi adalah sosok Xiao Fan yang berdiri di sana tersebut.
Kapan?
Itu adalah pertanyaan para bandit sekarang, mereka terkejut dengan kecepatan Xiao Fan tersebut. Bulu kuduk mereka seketika berdiri, rasa takut dan horor muncul dalam benak mereka masing-masing dalam sekejap.
“Apakah ini orang yang mengatakan tentang kematian? Sungguh sangat lemah..” para bandit menatap Xiao Fan dengan kosong selepas mendengar kalimat tersebut. Ada rasa kemarahan di dalam diri mereka.
“Serang!” empat belas bandit melesat ke arah Xiao Fan, mereka sudah dibutakan oleh amarah ketika mendengar ejekan dari Xiao Fan. Para bandit lebih mementingkan harga diri mereka, dibandingkan nyawa.
Xiao Fan sama sekali tidak peduli, ia melambaikan tangannya dan pedang dalam sekejap membentuk lintasan garis. Detik berikutnya, berbagai kepala melayang di udara, darah menyembur keluar dari tubuh para bandit.
Ketua Bandit dan lima bandit melihat adegan tersebut terguncang. Mereka gemetar dan pikiran mereka dipenuhi rasa takut yang dalam. Namun, mereka adalah Serigala, sosok sombong yang akan marah bila disinggung.
Ketua Bandit telah sembuh, ia berubah langsung menjadi serigala darah. Kelima bandit lainnya berubah menjadi setengah Serigala Darah. Keenam orang itu memandang ke arah Xiao Fan dengan penuh kebencian dan kemarahan.
“Majulah!” Ketua Bandit melesat, gerakannya lebih cepat dari sebelumnya. Ia dalam sekejap tiba di depan Xiao Fan. Lalu, ia mengayunkan cakarnya yang tajam tepat ke arah kepala Xiao Fan.
Dentang!
Selepas itu, muncul dua bandit di sebalah kanan dan kiri Xiao Fan. Mereka mengayunkan cakar yang tajam ke arah leher Xiao Fan dengan cepat. Xiao Fan menyadari hal itu, ia mundur tiga langkah. Kemudian, pedang miliknya melintas dan menebas punggung kedua bandit tersebut.
Kedua bandit yang terkena serangan Xiao Fan seketika terbaring pucat di tanah. Sosok setengah serigala mereka berubah menjadi bentuk manusia sebelumnya. Mata mereka perlahan memutih dan akhirnya mati di tempat.
Xiao Fan memandang sebentar, namun ia merasakan bahaya dari arah belakang. Bahaya itu tidak ada hanya satu melainkan bahaya tersebut ada dua.
Xiao Fan tetap tenang, ia kemudian memutar tubuhnya dan melihat dua cakar melintas menyerang tepat tubuhnya. Namun, sebelum cakar menyentuh tubuh Xiao Fan. Pedang Xiao Fan melintas dengan cepat dan menebas tepat lengan kedua bandit tersebut.
Kedua bandit terkejut, mereka mengira telah berhasil. Namun, ternyata mereka menyerang bayangan yang ditinggalkan oleh Xiao Fan. Detik berikutnya, keduanya merasakan rasa sakit di lengan mereka masing-masing.
“Terlalu lambat!” Mendengar suara itu, kedua bandit tanpa sadar berbalik. Namun, sosok pedang melintas tepat di leher mereka. Kepala kedua bandit terbang dan berguling jatuh di tanah.
Ketua Bandit yang sudah berdiri terkejut dengan kekuatan yang ditampilkan oleh Xiao Fan. Ia kemudian beralih memandang ke arah pengikutnya dengan tatapan kosong. Selepas itu, Ketua Bandit melolong penuh akan kesedihan dan kemarahan.
Xiao Fan berbalik dan melihat Ketua Bandit tengah melolong penuh kesedihan dan kemarahan. Sampai akhirnya, Ketua Bandit selesa melolong dan matanya kini berubah menjadi merah kegelapan
Xiao Fan menyipitkan matanya, kemudian ia melihat tindakan yang dilakukan oleh Ketua Bandit tersebut. Terlihat, Ketua Bandit berjalan ke arah pengikutnya dan saat tiba di dekat pengikutnya, ia menusuk pengikutnya tersebut.
Xiao Fan mengerutkan keningnya, detik berikutnya ia melihat Ketua Bandit menyerap darah dari pengikutnya yang mati tersebut. Perlahan-lahan terlihat bandit yang sebelumnya ditusuk mulai berubah menjadi kurus.
Ketua Bandit merasakan tubuhnya mendidih dan kekuatan terus-menerus mengalir di dalam tubuhnya. Ia memandang ke arah Xiao Fan, namun melihat Xiao Fan mengabaikannya, ia merasa bahwa lawannya bodoh.
‘Karena kau tidak menghentikanku, maka akan kuperlihatkan rasa penyesalanmu nanti.’ Ketua Bandit berpikir sambil menyeringai lebar. Ia tidak sabar ingin mencabik-cabik Xiao Fan.
Xiao Fan sendiri tidak terlalu peduli, ia tahu bahwa lawannya meningkatkan kekuatan. Xiao Fan membiarkannya menyerap pengikutnya, namun di saat lawannya menyerang, ia akan tunjukkan perbedaan posisi antara dirinya dan lawannya.
Tak butuh waktu lama, Ketua Bandit sudah menyerap para pengikutnya. Namun, ia segera mengerutkan keningnya ketika menghitung kembali pasukannya. ‘Kenapa hanya ada sembilan belas? Seingatku ada dua puluh yang menyerang.’
Xiao Fan tidak terlalu tahu apa yang dipikirkan oleh Serigala Darah di depannya. Ia memandang ke arah Ketua Bandit, kemudian bertanya sambil mengeluarkan aura miliknya. “Apakah kau sudah siap, Anjing darat?”
Ketua Bandit melebarkan matanya, ia menyeringai dengan marah dan ia menjawab. “Jangan sombong, Bocah! Kau ha..” belum sempat menyelesaikan ucapannya. Xiao Fan menyela dengan Nada dingin.
“Majulah, Anjing!”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.