
Silakan Dibaca.
Xiao Fan tiba di depan pintu kamarnya, berbagai ingatan muncul di benaknya. Mulai dari awal pertemuan dengan para pengikutnya sampai perjalanan ke kediaman Yun.
Semua kenangan terekam jelas, membuat Xiao Fan menghela nafas panjang sebelum membuka pintu kamarnya kali ini.
“Semua pilihan, harus diterima dengan lapang dada.” Xiao Fan membuka pintu kamar, kemudian terlihat dua belas pengikutnya kini tengah berlutut menghadap ke arahnya.
Xiao Fan tertegun dengan adegan yang tepat berada di depan matanya. Dia tidak menyangka akan melihat para pengikutnya berlutut kembali ke kepadanya.
“Apa yang tengah kalian lakukan? Mengapa kalian berlutut di hadapanku?” Xiao Fan tidak bisa untuk tidak bertanya. Di depan matanya, pengikut yang selalu menemani tiba-tiba berlutut tanpa tahu penyebab aslinya.
“Tuan, kami sudah menentukan pilihan untuk selanjutnya...” Xiao Jun sebagai perwakilan dari dua belas pengikut lainnya, maju dan mulai memandang Xiao Fan dengan tegas.
“Kami semua tetap ingin bersama dengan Anda, Tuan! Baik itu melewati jurang maupun Neraka. Kami siap menempuhnya bersama Anda!”
Tegas dan penuh keseriusan, jawaban Xiao Jun membuat Xiao Fan linglung sebentar. Jawaban pengikutnya benar-benar membuat dia terkejut. Namun, di detik berikutnya, Xiao Fan segera menjadi tenang kembali.
Xiao Fan mengedarkan pandangannya dan menangkap satu persatu pengikut yang selama ini telah bersamanya. Perasaan kebersamaan masihlah terasa di hatinya, kesan ini tidak akan pernah dia lupakan.
“Apakah kalian yakin dengan pilihan masing-masing?” tanya Xiao Fan sekali lagi, dia ingin memastikan pilihan yang diambil para pengikutnya itu.
Dua belas pengikut Xiao Fan menegakkan kepalanya dan menatap dengan tegas ke arah Xiao Fan. Tanpa ada rasa takut maupun ingin mundur, menandakan bahwa pilihan mereka tepat.
“Kami yakin dengan pilihan tersebut!”
Mendengar ketegasan dua belas pengikutnya, Xiao Fan melengkungkan bibirnya membentuk senyuman yang hangat. Kesetiaan dua belas orang di depannya sangatlah terlihat, bahkan tanpa segel budak pun mereka tetap setia.
Kemudian, Xiao Fan merasakan sesuatu di dalam tubuhnya. Energi aneh muncul dan perlahan-lahan mulai bergerak memenuhi seluruh bagian tubuhnya.
Merasakan energi baru tersebut, Xiao Fan mulai memejamkan matanya dan mencoba untuk mengendalikan energi baru itu.
Perasaan hangat dan mendominasi, dapat Xiao Fan rasakan. Energi barunya sama sekali bukan energi biasa. Di dalam tubuh Xiao Fan muncul seutas benang berwarna emas. Semakin lama benang itu mulai memenuhi seluruh tubuhnya.
Dua belas orang di depan Xiao Fan, memandang dengan kagum dan terkejut dengan sinar emas yang memiliki kekuatan untuk menekan mereka.
Sepuluh menit kemudian...
Energi emas yang menyelimuti Xiao Fan perlahan-lahan mulai memadat dan masuk ke dalam tubuh Xiao Fan. Kemudian, tekanan yang dirasakan dua belas pengikutnya, mulai menghilang.
Xiao Fan mulai merasakan tubuhnya bagaikan benang emas, tanpa ada sesuatu yang lain. Semakin dirinya merasakan, semakin merasa aneh.
‘Benang... Bukankah ini Roh Elemen pertamaku yang sudah menghilang sebelumnya?’
Xiao Fan memikirkan kemampuan roh elemen pertamanya dulu dan mencoba untuk mengingat kembali rute pengembangan benang miliknya. Semakin Xiao Fan memikirkannya, dia mulai merindukan sosok ayah dan ibunya.
Xiao Fan merindukan kedua orang tuanya, semenjak dia pergi dari Klan Xiao. Dia mengelana sendirian dan menjadi target incaran seorang Raja.
Tanpa Xiao Fan sadari, air matanya keluar membasahi pipi.
Yu Ling yang berada di dekat Xiao Fan, menatap dengan penuh penasaran dan khawatir. Yu Ling ingin membangunkan ayahnya, namun dia mengatupkan bibirnya untuk tidak melakukan hal itu.
Xiao Fan mulai menghentikan pikiran tentang masa lalunya. Dia kemudian mulai membuka matanya secara perlahan. Pandangannya mulai menyesuaikan dengan apa yang dilihatnya.
Namun, sebelum Xiao Fan dapat melihat dengan jelas. Yu Ling segera memeluknya dan melontarkan pertanyaan terhadapnya.
“Ayah, apakah kamu baik-baik saja?” Yu Ling menatap Xiao Fan dengan penuh rasa kekhawatiran tinggi. Hal ini terlihat dari mata yang melebar dan berkaca-kaca.
“Aku baik-baik saja, Yu Ling.” Xiao Fan berkata sambil mengelus kepala Yu Ling dengan lembut. Kemudian, tatapannya beralih ke arah dua belas pengikutnya.
Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat keadaan pengikutnya tersebut. Mereka semua terbaring tak berdaya di lantai, kemudian perlahan-lahan mereka duduk kembali dengan nafas terengah-engah.
“Apa yang sedang terjadi dengan kalian?”
Pertanyaan Xiao Fan membuat mereka meneteskan keringat di pelipisnya.
“Tuan, semua ini terkait dengan Anda.” Xiao Jian berkata sambil memandang ke arah Xiao Fan dengan nafas yang belum stabil sama sekali.
‘Karena aku?’ Xiao Fan memikirkan apa yang telah dirinya perbuat kepada para pengikutnya. Namun, semakin dalam memikirkan, dia sama sekali tidak menemukan apapun.
Dua belas mengerti bahwa Xiao Fan sama sekali tidak mengingat kejadian barusan. Xiao Xia mendekat ke arah Xiao Fan perlahan-lahan, sampai akhirnya tiba di depannya.
“Tuan, aura emas sebelumnya menerpa kami. Hal inilah yang membuat kami terbaring dengan lemah di lantai.” Xiao Xia berkata sambil memandang Xiao Fan dengan mata besar.
Xiao Fan seketika memahaminya. Memang sebelumnya dia menggabungkan energi baru ke dalam tubuhnya. Namun, Xiao Fan sama sekali tidak tahu bahwa efeknya mempengaruhi lingkungannya.
“Juga... Tuan mata Anda telah berubah.” Xiao Xia melanjutkan perkataannya, membuat Xiao Fan mengerutkan keningnya. Bukan karena, tidak suka dengan perkataan Xiao Xia, melainkan dirinya bingung dengan maksud perempuan di depannya itu.
Memang Xiao Fan merasakan visinya berbeda dari sebelumnya. Kali ini entah harus mengatakan apa, Xiao Fan bisa melihat dengan jelas aliran benang yang keluar dari tubuh para pengikutnya.
Hal ini membuatnya yakin dengan apa yang dikatakan oleh Xiao Xia.
Namun, detik berikutnya Xiao Fan mencoba menarik perubahan dalam matanya. Hal ini berhasil dan akhirnya mata Xiao Fan kembali seperti semula.
“Apakah kembali menjadi hitam lagi?” tanya Xiao Fan sambil memandang ke arah Xiao Xia.
Perempuan itu tertegun, melihat perubahan mata dari emas ke hitam. Namun, saat mendengar pertanyaan Xiao Fan. Dia mengangguk tanpa sadar.
Xiao Fan melengkungkan bibirnya, berdasarkan apa yang dihasilkan dari energi baru tersebut. Xiao Fan dapat menebak bahwa energi itu sangatlah kuat dan hanya dimiliki oleh seseorang yang terpilih menjadi Pemimpin nantinya.
Xiao Fan menggelengkan kepalanya terlebih dahulu, kemudian memandang ke arah dua belas pengikutnya.
“Kita akan berkemas, hari ini waktunya pergi menuju ke kediaman Lan. Aku akan menunggu di luar, juga jangan terburu-buru!” Perintah Xiao Fan kepada dua belas pengikutnya.
“Baik, Yang Mulia!”
Xiao Fan mengangguk mendengar ketegasan dari dua belas pengikutnya. Selanjutnya, Xiao Fan keluar dan mulai merasakan kembali energi barunya.
Masalah untuk penamaan, Xiao Fan sudah memilikinya. Nama yang cocok untuk energi baru yang dirinya dapatkan. Nama yang sangat mendominasi.
Nama itu ialah...
Qi Raja.
To be Continued.
Note : Maaf, kalau akhir-akhir sering telat. Bagaimanapun juga, aku lagi melatih penulisan kembali yang lebih enak, mirip LPN. Jadi, mohon bersabar.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.