Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 129 - Pertarungan Ko 2


Silakan Dibaca.


Kediaman keluarga Kong, terlihat berbagai tangan muncul di halaman kediaman tersebut. Para prajurit menatap tangan tersebut benar-benar bergidik ngeri.


“Tangan... Apa itu?”


“Semuanya waspada!”


Tangan perlahan-lahan terangkat ke atas, kemudian muncul berbagai makhluk aneh dengan pakaian prajurit di halaman.


Para prajurit melebarkan matanya, mereka tahu siapa makhluk-makhluk di depannya tersebut, wajah yang mirip manusia, telinga yang memanjang ke belakang, tubuh berwarna ungu. Semuanya paham apa makhluk tersebut.


“Tidak mungkin...”


“Ghoul!”


Raungan para Ghoul benar-benar keras, mereka menatap ke arah para prajurit yang tersisa. Mereka membuka mulutnya dan air liur memenuhi mulut mereka, mirip seperti orang yang benar-benar kelaparan dan siap ingin memakan mangsanya.


Yu Lin memandang ke arah halaman, ia tak berdaya ketika melihat berbagai makhluk Ghoul tengah memandang ke arah para prajurit dengan tatapan lapar.


“Kekuatan Saudari Xia, benar-benar lebih kuat.”


Yu Lin kembali ke bentuk manusianya, ia menatap ke arah Xiao Xia yang turun di dekatnya. Keduanya saling memandang, senyum manis terpampang di wajah mereka.


“Saudari Lin, kenapa mundur?”


“Kemampuan Saudari Xia sudah cukup untuk mengatasi para prajurit, jadi aku menyimpan energi dan Qi untuk melawan Tetua Kong nantinya.”


Xiao Xia mengangguk, ia sendiri tidak khawatir karena memiliki kemampuan menyerap energi dan Qi dari lawan.


Yu Lin dan Xiao Xia menatap ke arah halaman, berbagai Ghoul melesat dengan cepat membantai para prajurit. Ada juga prajurit yang melawan, tetapi mereka cepat kalah dalam sekejap.


Prajurit terus berkurang, Ghoul sendiri semakin membesar karena memakan berbagai prajurit.


Tak butuh waktu lama, prajurit yang berada di Keluarga Kong mulai berkurang dan akhirnya berjumlah sekitar lima ratusan.


Prajurit yang tersisa tertunduk dan berlutut di tanah, mereka benar-benar tak berdaya dan ketakutan melihat berbagai Ghoul yang masih berdiri dengan darah di sekujur tubuhnya.


Darah tersebut bukan milik Ghoul, melainkan darah milik para prajurit yang terbunuh dan dimakan oleh para Ghoul tersebut.


Xiao Xia yang merasakan energi dan Qi miliknya kembali, ia melambaikan tangannya. Selepas itu, para Ghoul mulai berubah menjadi asap hitam dan menghilang diterpa oleh angin malam.


Selepas itu, suara langkah kaki terdengar dari dalam bangunan utama. Sepuluh Tetua beserta satu Patriark Keluarga Kong muncul di tempat.


Patriark menatap ke arah para prajurit, ia terkejut dan matanya seketika menajam dan berteriak dengan keras.


“Siapa yang melakukan ini semua!”


Prajurit yang sudah kehilangan harapan, seketika tegak dan berbalik menatap ke arah Patriark. Jejak harapan dalam hati mereka, seketika keluar.


Salah satu prajurit mendekat dengan tubuh yang masih gemetar. Patriark menatap ke arah prajurit tersebut, kemudian ia mengangguk tanda segera untuk melapor situasi.


“Patriark, serta Para Tetua... Kami di serang oleh dua perempuan yang berada di sana...” Prajurit menatap ke arah Yu Lin dan Xiao Xia.


Patriark Kong, yang tak lain Ko Ling menyipitkan matanya ketika melihat salah satu perempuan yang tak lain Yu Lin.


“Lin’er... Apa maksudmu dengan ini!” Ko Ling berkata dengan penuh amarah, suaranya tidak keras dan tidak kecil. Namun, Yu Lin mendengar suara tersebut bahkan Xiao Xia juga mendengarnya.


“Apa maksudku... Aku sudah mengetahui segalanya! Maaf saja, kali ini aku sudah mempunya Suamiku sendiri!”


Ko Ling mendengar hal itu, seketika terbakar oleh amarah. Tangannya mengepal dengan erat, matanya memerah.


“Bagus, Bagus... Kalau begitu, para Tetua mari kita bunuh kedua ja*lang itu!”


Para Tetua hanya mengangguk, mereka mengeluarkan pedang mereka masing-masing. Ko Ling masih tetap di tempat, para prajurit kembali menjadi semangat.


Yu Lin dan Xiao Xia berdiri dengan santai, mereka tidak pernah menganggap orang di depan mereka kuat. Bagi mereka, semua yang berada di halaman itu sampah.


***


Tak jauh dari tempat mereka, Xiao Fan melihat pertarungan tersebut. Sebelumnya, ia lupa untuk mengecek keempat perempuannya tersebut.


Sebelumnya, Xiao Fan sudah mengecek keadaan Xian Nan dan Xiao Mei, keduanya baik-baik saja dan lelah sebentar. Xiao Fan mencium kening mereka dan sekarang ia mengecek pertarungan Yu Lin dan Xiao Xia melawan keluarga Ko.


“Meski aku sudah melakukan transaksi budak dengan pewaris asli. Namun, aku tidak terlalu peduli.”


Xiao Fan sendiri tidak akan pernah peduli dengan orang yang bukan budaknya, kecuali keluarganya. Dirinya bukan orang baik, juga bukan orang jahat.


Shan Yuan menatap dengan ringan, ia mengamati perkembangan budak dari Xiao Fan tersebut. Dirinya juga tidak terlalu peduli dengan jalur bagaimana mendapatkan kembali Roh Elemen.


“Efek samping mereka, sama sekali tidak ada... Apakah kau memberikan metode kebangkitan baru?”


Shan Yuan bukan orang pintar, ia hanya orang yang senang menemukan berbagai jenis teknik dan lainnya. Dirinya bukan ahli membuat teknik dan lain sebagainya.


Jadi, ia paling suka ikut dengan orang yang pintar seperti Xiao Fan tersebut. Meskipun, orang yang diikutinya belum setingkat dirinya. Shan Yuan yakin, bahwa tak butuh waktu lama untuk Xiao Fan menjadi setingkat dirinya.


“Itu benar, aku kemarin menemukan beberapa teknik kebangkitan Roh Elemen saat berada di Organisasi Hantu Gelap. Di sana lumayan ada banyak teknik.”


Shan Yuan menyeringai ketika mendengar perkataan Xiao Fan. Dirinya mengangguk puas dengan hal itu. Jarah adalah hal yang harus dilakukan ketika lawan sudah kalah, itu adalah pikiran dari Shan Yuan sendiri.


Keduanya kembali menatap ke arah Xiao Xia dan Yu Lin yang mulai dikepung oleh berbagai prajurit dan Tetua.


***


Di Istana Ning, terlihat dua puluh orang berjubah hitam tengah tiba di dekat gerbang masuk menuju ke arah dalam Istana Ning tersebut.


“Ada berbagai prajurit dan orang terkemuka di sini... Penjagaan kali ini benar-benar ketat, sepertinya orang yang menyebabkan kejadian tersebut, benar-benar membawa dampak bagi Kerajaan Ning.”


Salah satu orang berjubah hitam menatap ke arah lautan prajurit yang siap mati, ia menatap dengan dingin sebelum menjawab argumen rekannya tersebut.


“Batu Kepingan itu harus kita dapatkan bagaimanapun juga...”


“Jika, kita bisa mengambilnya. Hal itu, akan membuat kita selangkah lebih maju menuju ke arah tujuan kita.”


Orang berjubah hitam menjadi bersemangat. Salah satu orang berjubah hitam, mengangkat tangannya. Kemudian, ia menurunkan lurus ke depan.


“Tim Lima masuklah terlebih dahulu, kami akan memasuki lewat jalan lain. Tempat pertemuan kita ialah, Aula Istana Ning.”


“Dimengerti..”


***


Xiao Xia menatap ke arah para prajurit yang mengepung dirinya, begitu juga dengan Yu Lin. Keduanya menatap dengan aura dingin yang membuat seluruh prajurit bergidik ngeri.


“Bunuh mereka berdua!” Teriak salah satu Tetua, kemudian berbagai prajurit mengayunkan senjata mereka ke arah Yu Lin dan Xiao Xia.


Raut wajah kedua perempuan itu sama sekali tidak takut, mereka hanya mengangkat tangannya. Cakar panjang terbentuk di tangan Yu Lin, ia dengan cepat melebarkan tangannya dan seluruh cakar menghalangi senjata-senjata yang menyerangnya dan saudarinya.


Xiao Xia sendiri memunculkan dua belati dengan ukiran unik, warna belati itu hitam dengan merah di bilah belati.


“Mari membunuh...”


[To be Continued.]


Note : Lupa kalau keluarganya Ko, kukira Kong.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.