
Silakan Dibaca.
Laut lepas.
“Kapal itu, sepertinya kapal yang berasal dari Kerajaan di Benua Shansu.” Ucap Yun Lanran, ia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat kapal tersebut.
Xiao Fan sendiri tidak peduli, ia mengangkat tangannya dan menggerakkan kapalnya lebih cepat untuk mendekat ke arah kapal yang sudah hancur tersebut.
Tak butuh waktu lama.
Kapal sudah berada di dekat kapal rusak, Xiao Fan melirik ke arah Ni Shan Jian dan Xian Nan. Kedua orang tersebut, mengangguk paham.
“Jaga kapal, kami bertiga akan memeriksa.” Kata Xiao Fan, kemudian melayang bersama dengan dua pengikutnya, tanpa menunggu jawaban dari yang lainnya.
Yun Ling’er menatap ke arah kapal dengan penuh rasa penasaran, ia entah kenapa pernah mendengar kapal rusak di depannya itu.
‘Di mana aku pernah mendengar kapal rusak ini?’ batin Yun Ling’er, ia terus mengingat tentang kapal rusak di depannya tersebut.
***
Dek kapal rusak.
Xiao Fan, Ni Shan Jian, dan Xian Nan tiba di dek. Ketiganya memindai sekitar dan mengaktifkan persepsi mereka dalam sekejap.
Xiao Fan sedikit mengerut ketika melihat berbagai tengkorak manusia berserakan di pagar dek. Ada juga yang terkena panah, namun yang paling menarik ialah cairan hijau di dekatnya.
“Shan Jian, apakah kamu mengetahui cairan hijau tersebut?” tanya Xiao Fan, ia benar-benar mengerutkan keningnya. Entah samar-samar dalam ingatannya mengingat cairan hijau tersebut.
Ni Shan Jian memandang ke arah cairan hijau tersebut, namun ia segera penasaran dengan cairan tersebut.
Dalam hidupnya baru pertama kali ini melihat cairan tersebut, ia ingin mengambil cairan itu, untuk bahan eksperimennya.
Namun, saat akan mengambil cairan itu. Ni Shan Jian melihat cairan tersebut bergerak sedikit ke kanan. Hal itu, membuatnya terkejut.
“Yang Mulia, cairan ini bergerak.” Ucap Ni Shan Jian dengan tampilan terkejutnya.
Xiao Fan yang mendengar hal itu, mulai merasa ada yang tidak normal di kapal rusak yang ditempati sekarang. Namun, kemudian ia mendengar suara Xian Nan yang sedikit keras.
“Yang Mulia, cairan hijau mulai menyatu.” Teriak Xian Nan dengan penuh ekspresi terkejut dan serius.
Xiao Fan segera mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjukkan oleh Xian Nan. Namun, ia segera sadar dan mengingat cairan tersebut.
“Shan Jian, bawa Xian Nan segera pergi dari kapal ini. Aktivitas kapal ini sangatlah tidak normal.” Tegas Xiao Fan dengan cepat.
Ni Shan Jian dengan cepat bergerak, ia memegang Xian Nan dan melesat keluar dari kapal.
Xian Nan sendiri tidak memberontak. Ia mendengarkan perintah dari Xiao Fan untuk pergi dari kapal rusak tersebut.
Shan Yuan keluar dari tubuh Xiao Fan, ia kemudian berkata. “Bisa dibilang, kamu benar-benar tidak beruntung kali ini.”
“Yah, apa yang kamu bilang sepertinya benar. Namun, apakah monster ini masih sama dengan yang di tempatku sebelumnya berada?” tanya Xiao Fan.
Ia paling paham bahwa setiap Galaksi memiliki kekuatan yang berbeda dan monster yang berbeda. Entah itu Galaksi atau Alam Semesta, yang berbeda pasti keseluruhannya berbeda.
Shan Yuan menyadari akan hal itu, namun dirinya sudah berkali-kali melihat monster di depannya. Monster yang sangat beracun dan mematikan di lautan lepas.
Namun, monster itu sangatlah langka. Jarang untuk muncul ke dalam permukaan, juga ada tempat sendiri untuk monster tersebut berkembang.
Luner, monster berbentuk cairan hijau dengan bentuk mirip gunung, memiliki dua mata bersinar dan mulut tanpa gigi.
Luner menatap ke arah Xiao Fan, matanya bersinar dan berbagai cairan hijau yang menyebar mulai bergerak dan bergabung menjadi satu.
Perlahan-lahan tubuh yang kecil menjadi besar setinggi tiga meter lebih. Xiao Fan, sama sekali tidak takut. Meski monster di depannya sangat beracun, namun racun tersebut, ia memiliki penawarnya.
Xiao Fan mengeluarkan pedang pendeknya, kemudian menyalurkan Qi miliknya dan mengubah Qi menjadi atribut Api miliknya.
Wush!
“Gru.” Teriak Luner dengan menyedihkan, Xiao Fan mengerutkan keningnya. Bukan karena suara Luner, melainkan ucapan dari angin di sekitar Luner.
‘Tolong..’
Shan Yuan yang melihat keanehan Xiao Fan, sedikit memiringkan kepalanya.
“Ada apa, Nak?” Tanya Shan Yuan, ia benar-benar bingung dengan Xiao Fan yang tidak bergerak membunuh Luner di depannya.
“Pak Tua, Monster ini mengatakan minta tolong.” Jawab Xiao Fan dengan jelas, ia tidak menurunkan kewaspadaannya dan bertanya ke arah Luner.
“Apa maksudmu tolong?” tanya Xiao Fan, kemudian ia menghilangkan api emasnya. Luner mengedipkan matanya dan bersinar seketika.
“Guu Gu Gru.” Ucap Luner menjelaskan tentang dirinya dengan detail. Xiao Fan sendiri mendengarkan ucapan Luner dengan cermat.
‘Aku butuh bantuanmu, tolong selamatkan pulau tempatku berada. Kami diserang oleh para Iblis yang ingin mengambil sesuatu.’
‘Sebelumnya aku meminta bantuan dari pemilik kapal ini. Namun, aku diserang dengan kejam.’
Xiao Fan yang mendengarkan seluruh kejadian, seketika tercengang. Ia sendiri memahami kenapa monster di depannya langsung di serang.
Bagaimanapun juga, monster di depannya tetaplah monster. Psikologis manusia pasti akan menyerang monster, meski monster itu diam.
Juga, orang tidak akan mengerti maksud suaranya. Beruntung Xiao Fan bisa mendengarkan niat monster di depannya melalui udara.
Jika tidak, Xiao Fan akan memusnahkan monster di depannya. Bagaimanapun juga, Luner adalah monster yang paling susah dilawan.
“Pulaumu di serang Bangsa Iblis? Apakah ada sesuatu di tempatmu? Iblis tidak akan menyerang jika rasmu tidak memprovokasi mereka, serta tidak memiliki sesuatu yang berharga..” Ucap Xiao Fan, namun ia segera berhenti.
‘Tidak menutup kemungkinan, jika Iblis menyerang secara membabi buta. Iblis sama sekali bukan hal baik, artinya mereka akan menyerang meski tidak terprovokasi pun.’ Batin Xiao Fan.
Ia kemudian memandang ke arah Luner, entah ia harus percaya dengan ucapan dari monster di depannya atau tidak.
Namun, seketika ia mengingat bahwa Ras Luner memiliki sesuatu bahan yang paling bermanfaat di lingkungan mereka.
Xiao Fan seketika melengkungkan mulutnya membentuk senyuman. Ia kemudian berkata. “Tunjukkan jalan menuju ke pulaumu.”
Luner yang mendengar perkataan Xiao Fan seketika matanya bersinar terang, ia mengangguk dengan senang dan mulai bergerak menuju ke arah kemudi kapal.
“Aku akan kembali ke kapalku dan mengikutimu dari belakang, jika kau tidak percaya. Awasi saja kapalku nantinya.” Luner mengangguk.
Xiao Fan segera turun dan mendarat di kapalnya, kemudian ia memandang ke arah seluruh pengikutnya dan menjelaskan detail masalah Luner.
“Iblis menyerang Ras Luner.. sepertinya ada sesuatu, namun apakah monster itu bisa dipercaya, Yang Mulia?” tanya Yun Ling’er dengan wajah terkejut.
Bukan karena masalah Luner melainkan ia terkejut dengan Xiao Fan yang bisa berkomunikasi dengan Luner.
“Dipercaya atau tidak, monster Luner memiliki sebuah pulau yang memiliki banyak harta. Namun, melihat wajah dari Luner itu, sepertinya kejadian itu nyata.” Ucap Xiao Fan.
Yun Ling’er mengangguk, semuanya tidak ada keluhan. Bagaimanapun mereka tidak menemukan adanya kejanggalan.
Jika itu adalah pernyataan tuannya, mereka akan percaya.
“Baiklah, kita akan berkunjung ke pulau milik Ras Luner berada dan ambil harta yang berada di pulaunya.” Kata Xiao Fan sambil tersenyum lebar.
Kapal pun seketika mengikuti kapal rusak yang dikendalikan oleh Luner. Tujuan pertama selepas memasuki wilayah Benua Shansu, Pulau Luner.
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.