
Silakan Dibaca.
Xiao Fan menatap Zhou Dan penuh dengan minat. Aura gelap keluar dari tubuh Zhou Dan, lalu bergerak menyapu ke seluruh arah. Para prajurit yang terkena aura tersebut seketika pingsan.
Xiao Fan yang terkena aura gelap merasakan tekanan dari dalam tubuhnya. Ia tahu bahwa aura gelap Zhou Dan menyerang titik mental seseorang. Serangan mental tersebut lumayan kuat di mata para prajurit maupun iblis.
Tianheng yang merasakan aura Zhou Dan, sedikit tertekan. Butiran keringat dingin mulai membasahi tubuhnya. Ia yang sudah pulih, mencoba untuk mempertahankan tubuhnya agar tidak roboh.
‘Aura yang sangat kuat. Apakah setiap raja iblis memiliki tingkat kekuatan yang begitu kuat seperti ini?’ Tianheng berpikir dalam hatinya, ia menekan rasa takutnya ketika membayangkan raja iblis lainnya yang memiliki tingkat kekuatan sama, menyerang kerajaan Tian.
Tianheng tidak bisa untuk tidak mengepalkan tangannya. Ia tahu bahwa kali ini, dirinya harus berlatih. Jika tidak, konsekuensinya akan lebih besar dari perang sekarang.
Aura gelap kini memadat dan menutupi seluruh tubuh Zhou Dan. Detik berikutnya, dua lengan dengan gelang lancip terlihat. Di kedua kaki Zhou Dan juga muncul hal yang sama, yaitu gelang lancip terpasang di atas pergelangan kakinya.
Rambut yang semula hitam kini menjadi perak panjang. Dua tanduk runcing mencuat ke depan dan dua tanduk lainnya memanjang ke belakang. Pakaian yang ia pakai ialah baju perang yang tengahnya sama sekali tidak ada, sehingga menampilkan otot-otot kencang.
Tepat di tengah dadanya terdapat kristal berwarna merah darah, kristal itu berbentuk belah ketupat. Zhou Dan sendiri masih memejamkan matanya. Namun, tidak perlu banyak waktu untuk membuka matanya.
Ketika mata terbuka, iris mata merah terpampang jelas di mata semuanya. Dua taring pendak tampak di mulutnya ketika menyeringai. Zhou Dan kini benar-benar berbeda dari sebelumnya, entah secara fisik maupun kekuatan.
“Hahaha, manusia... Maaf membuatmu menunggu, mari kita bertarung kembali!” kata Zhou Dan sambil menyeringai. Dua tangannya saling membunyikan tulang di jari-jarinya.
Xiao Fan tidak menanggapi sebentar. Ia bukannya takut melainkan, memikirkan apakah harus menggunakan tangan kosong atau pedang. Namun, ia tidak memikirkan lama-lama. Selepas dirinya menggelengkan kepala, pedang hitam menghilang dalam sekejap.
“Karena melihat dirimu tidak menggunakan senjata, maka mari kita bertarung tangan kosong,” ucap Xiao Fan sambil melapisi permukaan tangan dengan balutan energi qi hitam.
Zhou Dan yang sudah tidak sabar, meledak dalam sekejap. Tanah yang ia injak hancur dan dirinya meluncur bagaikan roket menuju ke arah Xiao Fan berada. Telapak tangannya terbuka lebar, sebelum jari-jarinya mengepal erat.
Tiba di depan Xiao Fan, Zhou Dan mengayunkan kepalan tangan ke arah Xiao Fan. Xiao Fan sendiri merespons dengan cepat, ia membuka telapak tangannya, menahan serangan yang datang ke arahnya.
Bang!
Udara di sekitar, seketika menyebar membentuk gelombang yang bertiup ke seluruh medan perang. Benturan gerakan halus dan kasar terus terjadi. Xiao Fan hanya menggunakan telapak tangan, menyerang maupun bertahan.
Semakin keduanya beradu, semakin intens serangan satu sama lain. Entah gerakan halus Xiao Fan maupun gerakan kasar Zhou Dan, menjadi menguat. Satu serangan tangkis dengan mudah, serangan lain tiba.
Bang! Bang! Bang!
Perlahan-lahan suara semakin mengeras, tanah di bawah keduanya retak dan udara semakin menipis di tempat keduanya bertarung.
Penonton entah itu iblis maupun prajurit yang masih sadar tercengang dengan kekuatan tersebut. Mereka tertekan, sampai akhirnya tidak kuat untuk menahan tekanan itu. Seluruh penonton kecuali Tianheng terbaring tak berdaya di tanah.
Tianheng menatap pertempuran dengan ekspresi kagum, ia terpesona dengan kekuatan yang begitu kuat. Dirinya juga ada rasa ngeri dan khawatir, jika serangan mengarah ke dirinya.
Namun, Xiao Fan dan Zhou Dan sama sekali tidak peduli. Keduanya hanya fokus dengan serangan yang mereka lancarkan. Mereka tidak ada waktu untuk memikirkan orang lain, fokus mereka hanya pada lawan di depan.
Xiao Fan menguatkan telapak tangannya, sehingga bersinar cerah. Zhou Dan menyadari hal itu, ia dengan cepat menguatkan kepalan tangannya, cahaya hitam menyinari kepalan tersebut. Dua-duanya saling memandang sampai akhirnya mengayunkan serangan ke arah satu sama lain.
Boom!
Ledakan keras terdengar sampai ke telinga para penonton. Mereka berusaha menatap ke arah ledakan tersebut, namun apa yang menyambut mereka ialah kepulan asap yang bergerak ke segala arah.
Tak butuh waktu lama, asap mulai menghilang. Terlihat satu kawah yang lebar tepat di depan dua sosok yang berdiri dengan diam. Di saat asap menghilang sepenuhnya, mata para penonton melebar, karena kawah tersebut sangat besar.
“Monster!”
Hanya satu kata tersebut yang mereka ucapkan tanpa sadar, ketika melihat pemandangan itu. Tianheng sendiri juga terkejut, karena ia tidak bisa membuat kawah sebegitu besarnya dengan berbenturan serangan.
Xiao Fan memandang ke arah seberang di mana Zhou Dan berada. Begitu juga dengan Zhou Dan, ia memandang ke arah Xiao Fan. Keduanya memandang dalam diam, sampai akhirnya Zhou Dan membuka pembicaraan.
“Manusia, mari kita akhiri pemanasan ini!”
Ungkapan Zhou Dan membuat para penonton membeku. Pemanasan, hanya itu yang terngiang di kepala mereka. Entah apakah prajurit maupun iblis, mati rasa dalam sekejap. Serangan yang kuat seperti itu hanya untuk pemanasan.
“Kau benar, terlalu lama pemanasan, akan buruk.” Xiao Fan membalas dengan santai. Ia sendiri tidak menganggap Zhou Dan serius semenjak awal. Meski ucapannya terkait pemanasan itu benar, ia sama sekali tidak peduli.
Di sisi Tianheng, ia yang sebelumnya berdiri, kini terduduk di tanah. Matanya mengungkapkan rasa kejutan yang dalam. Tubuhnya melemas ketika mendengar kata pemanasan yang keluar dari Zhou Dan. Ia semakin mati rasa ketika melihat ekspresi Xiao Fan ketika membalasnya.
‘Aku raja, namun kekuatan tempurku mengapa tidak bisa seperti mereka berdua.’ Tianheng merenung dalam-dalam.
Adapun Xiao Fan dan Zhou Dan. Mereka mulai melompat pendek. Ketika kaki akan menyentuh tanah, keduanya menghilang berubah menjadi bayangan yang melesat ke arah satu sama lain.
Keduanya tiba di masing-masing sisi, kemudian Xiao Fan mengayunkan kakinya ke arah kepala Zhou Dan. Kemudian, Zhou Dan merespons dengan tepat. Ia mengangkat lengannya dan menahan tendangan Xiao Fan.
Bam!
Xiao Fan melompat mundur, namun Zhou Dan tiba di tempat Xiao Fan berada. Ia menghunuskan pedang dengan kuat. Xiao Fan sendiri menyusutkan matanya ketika melihat pedang yang lumayan bagus
Namun, Xiao Fan tahu bukan waktunya untuk membahas karier . Ia segera meengangkat pedangan
To be Continued.
Hallo guys, aku kurang ahli dalam fantasi timur sebenarnya. Mungkin novel ini akan berhenti selepas perang. aku sendiri menemukan genre yang benar-benar aku kuasai, yaitu.
Fantasi Barat Fantasi Urban, dua ini yang aku kuasai untuk fantasi. sementara romance, bulan depan mau coba sekalian.
Jadi mohon dukungannya kembali ya.