
[Chapter 69.]
[Akhir Perjalanan.]
[Silahkan Dibaca.]
Hutan Siken.
Tebing seberang jembatan, terlihat seorang pemuda tengah duduk menstabilkan nafasnya. Dirinya benar-benar kelelahan selepas melawan seekor Monster Roh yang kuat.
“Adik Fan, bagaimana keadaanmu?” Lin Hua yang tiba pertama kali bertanya dengan penuh penasaran. Xiao Fan menatap ke arah Lin Hua dan menjawab dengan santai.
“Hanya kelelahan saja, Kak Hua.” Xiao Fan berkata dengan nada lelah, ia benar-benar terkuras energinya.
Ning Shui tiba, ia segera memeluk Xiao Fan dan mengecek keadaan tubuhnya. Dia adalah yang paling khawatir di antara yang lainnya. Bagaimanapun juga, ia sudah menghabiskan banyak waktu dan baru kali ini melihat Xiao Fan terluka separah itu.
“Aku baik-baik saja, Shui’er.” Xiao Fan menenangkan Ning Shui tersebut, perempuan itu seketika memeluk Xiao Fan dengan erat. Sedangkan Lin Hua menatap hal itu dengan senyuman, kemudian ia menatap ke arah yang lainnya.
“Kita akan istirahat sebelum pergi menuju ke Akademi Yuen.” Liu Kai, Zhu Lin, dan Xiao Ren mengangguk, mereka segera mencari tempat cocok untuk beristirahat sambil menyerap Qi dan Energi Roh di alam.
Lin Hua sendiri duduk di dekat Xiao Fan, ia memejamkan matanya dan mulai memulihkan dirinya sendiri. Ning Shui melepaskan pelukannya dan berkata, “Ayo memulihkan kondisi kita kembali.”
Xiao Fan mengangguk, kemudian keduanya duduk dengan posisi lotus dan mulai menyerap energi dari alam. Kecepatan Xiao Fan dan Ning Shui melebihi dari yang lainnya, hal itu karena mereka menyerap dengan teknik yang cocok.
***
Beberapa menit kemudian, Xiao Fan dan Ning Shui selesai menyerap dan kembali ke kondisi puncak mereka.
Keduanya saling membuka matanya, mereka melihat ke arah teman-temannya yang masih dalam proses menyerap energi Qi dan Roh.
“Kita mulai yang terakhir, tapi selesai terlebih dahulu.” Ning Shui berkata dengan nada ringan. Dia tersenyum sekarang, selepas itu menatap ke arah Xiao Fan.
“Kamu benar, mereka mempelajari teknik yang tidak sesuai dengan tubuh.” Xiao Fan berkata dengan nada sedikit serius. Baginya kualitas tubuh adalah utama sebelum mempelajari sebuah teknik penyerapan energi.
Ning Shui mengangguk, kemudian ia mendekat dan duduk di atas kaki Xiao Fan, dirinya berbaring di dada bidang milik Xiao Fan tersebut.
(Note : Tubuh Xiao Fan setara pemuda berumur 18 tahun, begitu juga Ning Shui.)
Xiao Fan tidak masalah, ia memeluk pinggang Ning Shui dengan mesra. Mereka menikmati suasana yang nyaman tersebut.
Lin Hua membuka matanya, begitu juga yang lainnya. Mereka semua telah selesai melakukan penyerapan energi Qi dan Roh. Kondisi mereka sekarang berada di puncak kembali.
Lin Hua menatap ke arah Xiao Fan, ia tidak menyangka akan bermesraan dengan Ning Shui. Dirinya melihat keduanya tertidur, ia mendekat dan menyandarkan kepalanya di bahu Xiao Fan.
Xiao Ren melihat hal itu, ia tersenyum. Kemudian, dirinya melanjutkan pelatihan. Bagaimanapun juga, ia merasa bahwa dirinya sangat lemah.
Liu Kai sendiri sedikit malu, ia kemudian memegang tangan Zhu Lin. Dirinya berkata, “Ayo kita ke sana.”
Zhu Lin yang dipegang tangannya sedikit terkejut, ia memerah karena malu. Orang yang dirinya suka memegang tangannya. Keduanya itu saling menyukai, tetapi malu untuk mengungkapkan.
Semuanya berada di kesibukan masing-masing. Xiao Fan sendiri di luar terlihat tidur, tetapi ia sekarang masuk ke dalam Alam bawah sadar miliknya.
“Raja Kera itu benar-benar mengejutkan, ternyata Bola Roh miliknya adalah Emas.” Xiao Fan memandang Bola Roh Emas tersebut.
Xiao Fan mengangguk puas. Namun, tatapannya sekarang fokus ke arah sebuah cahaya yang sebelumnya ia dapatkan dari melawan Ular Besar.
“Sebenarnya cahaya apa itu?” Xiao Fan penasaran. Dirinya mendekat ke arah cahaya tersebut, tetapi sebuah penghalang tak kasat mata menghentikannya.
“Bahasa ini... Bahasa Enkripsi.” Xiao Fan memahami bahasa Enkripsi, ia kemudian mencoba memecahkan pelindung tersebut, dia perlahan-lahan mulai memahami.
Namun, ia perlu waktu banyak. Enkripsi yang tertulis di penghalang melebihi dari pikiran Xiao Fan. Dia perlu mengeja kembali satu persatu dan itu memerlukan banyak waktu.
“Enkripsi yang sulit, ini pasti tingkat Ahli.” Xiao Fan berkata dengan nada serius. Dirinya tahu bahwa Enkripsi tersebut berada di tingkat Ahli.
Bahasa Enkripsi sendiri adalah bahasa untuk segel mirip simbol, tetapi memakai jenis tanaman maupun darah roh. Bahasa tersebut memiliki 5 tingkatan.
Contoh saja seperti klarifikasi burung, dia paham bahasa burung, tetapi banyak jenis burung yang berbeda. Jadi, ia perlu mempelajarinya kembali.
Xiao Fan menulis satu persatu arti dari penghalang tersebut, dia juga tidak hanya fokus ke penghalang tetapi dirinya perlu memperbesar penyimpanan Qi dan Energi Roh miliknya.
***
Xiao Fan sudah bertahun-tahun di Alam bawah sadar, ia sebentar lagi akan menyelesaikan bahasa Enkripsi tersebut. Namun, ia mendapati salah satu peringatan bahwa ada gerakan pada tubuhnya.
“Sepertinya waktunya untuk keluar, cahaya ini akan kuselesaikan ketika tiba di Akademi Yuen nanti.” Xiao Fan dengan cepat keluar dari Alam bawah sadar.
***
Xiao Fan membuka matanya, ia melihat Ning Shui yang terbangun. Dirinya merasakan bahunya sedikit berat, kemudian menoleh ke arah bahunya tersebut dan menemukan Lin Hua tengah bersandar di bahunya.
Ning Shui bangun, ia menatap ke arah Xiao Fan dan Lin Hua. Dirinya tersenyum ketika melihat gurunya bersandar di bahu Xiao Fan.
“Sepertinya, ia lelah.” Ning Shui berkata sambil menunjuk ke arah Lin Hua, Xiao Fan mengangguk dan menjawab dengan singkat.
“Mungkin.” Xiao Fan juga melirik ke arah Lin Hua, bagaimanapun juga ia tidak menyangka bahwa Guru tersebut begitu ingin dekatnya dengan dirinya.
‘Yah, tunggu enam tahun lagi nanti. Aku akan memakan kalian,' batin Xiao Fan, ia sebenarnya ingin memakan keduanya, tetapi dirinya masih berumur 12 tahun jadi belum waktunya.
Tak lama kemudian, Lin Hua membuka matanya perlahan-lahan. Dirinya menggerakkan kepalanya dan mengedipkan matanya.
“Ini.” Xiao Fan memberikan air, dia sudah memberikan satu untuk Ning Shui, sebelum perempuan itu berlatih sebentar.
Lin Hua tersenyum, ia sedikit memerah karena malu akan yang dia lakukan sebelumnya. Xiao Fan sendiri tidak memikirkan hal itu, ia memikirkan ingin segera pergi ke Akademi Yuen.
Lin Hua menerima air itu dan meminumnya, ia sepenuhnya sadar sekarang. Kemudian, dirinya menatap ke arah Liu Kai dan Zhu Lin yang sedang bermesraan di dekat tebing. Sementara Xiao Ren dan Ning Shui tengah berlatih.
Lin Hua kemudian berdiri, ia menatap ke arah Xiao Fan. “Terima kasih, juga sudah waktunya kita melanjutkan perjalanan kembali.”
Xiao Fan mengangguk, ia setuju dengan ucapan Lin Hua. Dirinya juga berdiri, kemudian mereka berdua mendekati keempat orang yang sibuk melakukan kegiatan masing-masing.
Keduanya memberitahu bahwa waktunya untuk melanjutkan perjalanan. Keempat orang setuju dan mereka sudah siap untuk berjalan kembali.
Keenam orang tersebut mulai memasuki hutan kembali, tanpa ada yang menghalangi mereka sama sekali.
Tepat sore hari, mereka tiba di luar Hutan Siken, keenam orang itu menatap ke arah sebuah Kota yang luas dengan dinding yang kokoh.
Kota itu terlihat di kelilingi oleh hutan, Kota yang selalu di serang oleh monster roh tiap akhir bulan. Kota itu bernama Kota Jingsen.
“Kita akhirnya sampai di Kota Jingsen, Kota di mana Akademi Yuen berada.” Lin Hua berkata dengan suara lembut. Kemudian, ia berkata kembali. “Baiklah, ayo kita pergi ke sana.”
Keenam orang itu kemudian berjalan menuju ke arah Kota Jingsen, entah apa yang akan menanti mereka nantinya di sana. Mereka akan hadapi dengan berani dan tegas.
***
Dalam suatu ruangan.
Terlihat seorang tengah duduk, ia memakai pakaian hijau dengan garis hitam. Ia memiliki wajah putih pucat dengan rambut yang tumbuh di dagunya. Orang itu tengah menatap ke arah sebuah foto Zhu Lin yang sudah ia tusuk dengan sebuah pisau.
“Seluruh pembunuh gagal, sepertinya aku harus bertindak sendiri.” Orang itu berkata dengan nada dalam, ia benar-benar merasa marah sekarang.
“Zhu Lin, aku pastikan kamu akan mati nantinya.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.