Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 65 : Melawan Ular Besar


[Chapter 65.]


[Melawan Ular Besar.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan Siken.


Dalam sebuah Gua, terlihat Xiao Fan dan Zhu Lin tengah menatap ke arah sosok panjang dan besar di depannya. Sosok itu perlahan naik, begitu juga Xiao Fan dengan cepat menyebarkan Kristal Cahaya ke segala dinding gua.


Perlahan-lahan terlihat, sosok Ular yang sangat panjang dengan tubuh yang memiliki sisik lancip. Di tengah kepala Ular terdapat bola kristal berwarna hitam, kepala Ular sendiri berbentuk segitiga ke belakang.


Xiao Fan melihat hal itu terkejut, pasalnya dia tidak tahu tingkat dari Ular tersebut. Dengan cepat ia mengeluarkan benang dan menarik Zhu Lin ke arahnya.


Ular menyadari bahwa mangsanya akan pergi, dia dengan cepat menyemburkan gas racun. Namun, Xiao Fan bergerak lebih cepat. Dia menarik dirinya beserta Zhu Lin keluar dari Gua.


“Wushh...” Gas racun menyebar dan menyelimuti Gua. Xiao Fan melihat hal itu dan beruntung dirinya sudah keluar. Namun, tanpa dia sadari, Ular mengayunkan ekornya tepat benang antara dirinya dengan Zhu Lin.


Benang terputus, Zhu Lin terjatuh ke bawah. Xiao Fan sedikit terkejut, ia dengan cepat menarik kembali Zhu Lin dan menyerang Ular dengan tebasan angin miliknya.


“Slash Slash...” Dua tebasan melesat ke arah Ular. Monster itu menyadari akan serangan tersebut, ia mengayunkan kembali ekornya dan dua tebasan hancur seketika.


Xiao Fan mundur, ia melihat bahwa kaki Zhu Lin terkena racun tersebut. Dia memahami racun apa tersebut. “Masih bisa dipulihkan, beruntung hanya kaki. Jika, masuk dalam pernapasan, perlu waktu banyak.”


Xiao Fan segera membuat perlindungan untuk Zhu Lin yang tidak sadar. Dirinya, memerintahkan para benang-benang miliknya untuk menyembuhkan Zhu Lin.


Xiao Fan menatap tajam ke arah Ular besar tersebut, ia menggunakan mode setengah dewa angin miliknya. Kemudian, menggunakan kemampuan keempat miliknya.


“Mari kita bertarung.” Xiao Fan melesat dengan cepat ke arah Ular besar. Dia menggunakan angin untuk mendorong dirinya agar lebih cepat dari biasanya.


“Wush..” Xiao Fan tiba tepat di perut dari Ular. Dia mengayunkan pukulan miliknya dengan keras ke arah perut Ular.


“Bughh...” Ular besar terpental dan menabrak dinding batu di jurang tersebut. Xiao Fan tidak tinggal diam, ia melesat dan memukul kembali dengan keras.


“Bughh...” Ular besar semakin tenggelam ke dalam dinding. Xiao Fan keluar dan menatap dengan datar, ia bisa merasakan bahwa Ular besar masih hidup dan hanya tergores sedikit.


“Shaaa...” Ular Besar keluar dari dinding dengan mulut yang terbuka lebar, siap menerkam Xiao Fan.


Xiao Fan sendiri menghindari dengan ringan, kemudian mengeluarkan berbagai Serigala Neraka dan menyerang ke arah Ular Besar tersebut.


“Rawr...” Serigala tiga kepala yang berjumlah sebelas melesat ke arah Ular Besar, mereka dengan cepat menerkam Ular Besar tersebut.


Namun, hal yang tidak terduga terjadi. Serigala Neraka seketika meleleh dan hancur berserakan seketika. Xiao Fan sedikit terkejut, ia menjadi lebih serius sekarang ketika melihat Serigala miliknya terbunuh oleh racun yang mengandung korosi.


Ular Besar dengan tatapan tajam miliknya, ia mengeluarkan laser merah dari matanya tersebut. Xiao Fan segera menghalangi hal itu dengan berbagai benang.


“Crackk...” Benang-benang yang terkena oleh laser tersebut seketika berubah menjadi batu. Xiao Fan dengan cepat menghindari laser tersebut, ia menyerang balik dengan berbagai tebasan yang lebih kuat.


Perut Ular Besar tersebut membesar kemudian, ia menyemburkan udara tersebut dengan keras.


“Bushh...” serangan Ular Besar melesat ke arah tebasan-tebasan milik Xiao Fan. Kedua serangan bertemu dan meledak di udara.


“Boom..” Xiao Fan sedikit terkejut, ia tidak menyangka bahwa musuhnya tidak hanya memiliki racun, tetapi Angin juga monster itu miliki.


Xiao Fan menatap dengan tajam, dia berkata dengan nada berat. “Sepertinya tidak ada pilihan selain menggunakan itu.”


Xiao Fan mengulurkan tangannya ke samping, seketika pedang singa api muncul di tangannya. Tatapan Xiao Fan sekarang menjadi tajam.


“Mari kita mulai Babak terakhir.” Xiao Fan berkata dengan ringan, kemudian Qi miliknya masuk ke dalam pedang singa.


Pedang bersinar dengan terang, kemudian api muncul di pedang tersebut. Xiao Fan menutup matanya, dirinya sekarang menenangkan fikirannya.


Xiao Fan membuka matanya, sorot mata miliknya terlihat lebih tegas dan tajam. Xiao Fan mengayunkan pedangnya dengan cepat ke bawah.


“Bushh, Roar..” Tebasan melesat, kemudian berubah menjadi Singa besar. Ular Besar melihat hal itu, segera mengayunkan ekornya.


“Boomm...” Ekor Ular seketika terbakar dan menyebar ke seluruh tubuh. Ular Besar tidak menyadari bahwa racun dan angin memiliki kelemahan, yaitu Api.


“Khahhh..” Xiao Fan tidak tinggal diam begitu saja, dia terus menyerang tanpa peduli teriakan Ular Besar.


Ular Besar terbaring dan terbakar. Monster itu, perlahan-lahan mulai berhenti berteriak, tubuhnya menghitam akibat terbakar dengan kuat.


Xiao Fan terduduk, ia benar-benar kelelahan melawan Ular Besar tersebut. “Benar-benar sangat kuat, kekuatanku habis.”


Xiao Fan menatap ke arah benang-benang yang membentuk pelindung untuk Zhu Lin tersebut. Dia merasakan bahwa pengobatan untuk Zhu Lin telah selesai.


“Sepertinya perlu beristirahat di gua terlebih dahulu.” Xiao Fan berkata dengan ringan, ia ingin berjalan ke arah gua. Namun, dirinya terhenti ketika melihat Ular Besar itu berdiri kembali dengan tatapan marah.


Xiao Fan terkejut, ia kemudian merasakan bahaya dari sisi kanan miliknya. Dengan cepat ia melakukan backflip.


“Boomm...” Terlihat ekor Ular Besar melesat dan menabrak ke arah dinding. Xiao Fan melebarkan matanya, kemudian ia tersadar kembali.


“Benar-benar Ular yang tangguh.” Xiao Fan mengeluarkan Pedang Singa miliknya kembali, dirinya masih memiliki energi sedikit, cukup untuk menghadapi Ular Besar tersebut.


“Mari kita mulai.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.