
[Chapter 59.]
[Reruntuhan Kota Yufeng.]
[Silahkan Dibaca.]
Hutan Tenfeng.
Xiao Fan dan kelompoknya masuk ke dalam hutan tersebut, mereka berjalan santai namun memiliki kewaspadaan yang sangat tinggi. Bagaimanapun juga, sekarang mereka menjelajahi wilayah asing.
Xiao Fan memandang ke arah pepohonan, ia benar-benar sangat kagum dengan pohon-pohon tersebut. Bukan itu saja, ia benar-benar terpana ketika melihat berbagai bunga, tanaman, dan hal lainnya yang memiliki bentuk yang berbeda dari biasanya.
Ning Shui sendiri mengagumi keindahan hutan, ia tidak menyangka bahwa ada hutan yang begitu asri. Bandingkan saja dengan Hutan Xiji dan Wujing, keduanya juga indah tetapi bentuk dan hal lainnya sama.
Sementara itu, di Hutan Tenfeng sendiri memiliki seluruh hal yang beda. Baik pohon, tanaman, maupun bunga, semuanya beda dari hal aslinya.
Contoh saja, ada pohon mangrove yang memiliki berbagai cabang yang rumit, bahkan warnanya sendiri merah. Ada juga pohon yang terlihat memiliki kaki, dengan dua batang pohon yang memiliki daun yang lebat.
Xiao Ren sendiri hanya kagum, ia juga menyukai keindahan tapi tidak seperti Xiao Fan dan Ning Shui. Sedangkan, Lin Hua, Zhu Lin, dan Liu Kai hanya tersenyum. Hal itu karena mereka sudah pernah melihat apa yang ada di sekelilingnya.
Keenam orang itu berjalan biasa, sampai akhirnya memasuki area berkabut tipis. Mereka dengan cepat memasuki mode serius. Bagaimanapun juga, sekarang memasuki wilayah dalam dan itu lebih berbahaya.
“Kabut ini, sepertinya bukan kabut normal.” Xiao Fan berkata kepada semua orang, tetapi tidak ada yang merespons sama sekali. Hal itu, membuat dirinya berhenti berjalan dan menatap ke arah tempat temannya berada.
Xiao Fan melebarkan matanya sebentar, ia dengan cepat sadar dan berkata kepada dirinya sendiri. “Seperti yang kuduga, kabut ini adalah kabut yang aneh.”
Xiao Fan kemudian menyebarkan benang-benang miliknya, ia sedikit terkejut ketika tidak merasakan sama sekali temannya berada di sekitar benangnya. Dia akhirnya menarik kesimpulan akhir.
“Konsep ruang,” ucap Xiao Fan sambil mengeluarkan benang lebih banyak untuk berjaga-jaga. “Semoga semuanya dapat menjaga diri mereka masing-masing.”
Xiao Fan dengan ringan berjalan ke depan, ia sudah menemukan tempat keluar dari kabut melalui benang yang sudah dirinya sebar ke seluruh area.
“Kabut ini tidak bisa dihilangkan dengan angin.” Xiao Fan berkata dengan nada ringan, ia tidak takut apa yang akan dirinya hadapi. Hanya saja, dia khawatir dengan keadaan yang lainnya.
Xiao Fan akhirnya keluar dari kabut, ia mengerutkan keningnya ketika melihat reruntuhan di depannya. Berbagai pilar terbaring dan retak keseluruhan, tetapi dia mengabaikan hal itu, fokusnya ke arah pintu yang memiliki patung Elang saling berhadapan.
Xiao Fan sekarang memasuki reruntuhan, ia penasaran akan pintu tersebut. Namun, dirinya menatap ke arah sebuah tulisan yang memakai bahasa kuno.
“Kota Yufeng.” Xiao Fan mengeja bahasa itu. Dia tahu karena di kehidupan sebelumnya dirinya pernah belajar akan bahasa tersebut.
Namun, seketika Xiao Fan melebarkan matanya, ia segera memalingkan wajahnya ke sekeliling tempat. Dirinya merasa familiar dengan tempat yang disebut reruntuhan itu.
“Delapan pilar spiral, lantai dengan ukiran garis, pintu dua elang, tidak mungkin... Tempat ini mirip tetapi untuk pintu hal berbeda, di tempat itu hanya ada pintu dengan lambang api.” Xiao Fan benar-benar merasa tempat yang dia temukan mirip dengan tempat yang dulu ia pernah kunjungi saat di Dunia sebelumnya.
“Lupakan, lebih baik masuk ke dalam.” Xiao Fan berjalan ke arah pintu masuk ke dalam reruntuhan bangunan, ia penasaran ada harta apa yang berada di dalamnya.
***
Di sisi lain.
Lin Hua dan yang lainnya sedikit terkejut ketika melihat bahwa mereka masih berada di luar kabut. Mereka lebih terkejut ketika Xiao Fan menghilang dari rombongan.
“Sepertinya hanya Adik Fan yang masuk ke dalam reruntuhan. Kita tunggu di sini sampai, ia keluar dari reruntuhan.” Lin Hua berkata dengan ringan, semuanya mengangguk.
Xiao Ren yakin bahwa rivalnya bisa mengatasi apapun yang terjadi, walaupun ia tahu akan hal itu. Namun, dalam dirinya dia sudah menganggap Xiao Fan sebagai saudara.
Lin Hua juga khawatir, dia menganggap Xiao Fan orang paling penting dan putra dari seniornya dulu atau orang yang pernah merawatnya dulu. Dirinya tetap tenang, bagaimanapun ia sekarang guru dan tidak harus panik.
Zhu Lin dan Liu Kai juga khawatir, mereka suka dengan kepribadian Xiao Fan, maka dari itu membuat keduanya benar-benar khawatir seperti yang lainnya.
Dalam benak mereka, satu pikiran yang muncul yaitu. “Semoga kamu keluar dengan selamat Adik/Kakak/Junior/ Saudara Fan.”
***
Xiao Fan tiba di dalam sebuah ruangan. Dia menatap ke arah sekeliling ruangan tersebut yang begitu gelap. Dengan ringan, ia mengayunkan tangannya.
Seketika berbagai besi melesat naik membawa berbagai Kristal Cahaya. Ruangan yang semula gelap berubah menjadi terang.
Xiao Fan melihat isi dari tempat itu, ia menyipitkan matanya. Dia menatap sekelilingnya dan hanya menemukan satu hal yang jelas.
Terlihat pecahan lingkaran dengan bentuk seperempat lingkaran, terdapat sebuah simbol di tengah seperempat lingkaran tersebut.
“E? Hanya Huruf ini saja?” Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia menatap ke seluruh tempat dan tidak menemukan apapun kecuali pecahan lingkaran tersebut.
Xiao Fan kemudian merasakan sebuah keberadaan yang muncul tiba-tiba di belakangnya. Dengan ringan, ia berbalik dan melihat sosok gadis kecil berpakaian putih polos.
Xiao Fan sedikit terkejut ketika melihat gadis kecil itu tersenyum. Dia seketika bertanya, “Apakah kamu Teng Shi Lan?”
Gadis kecil itu melayang dan mendekatkan wajahnya ke arah Xiao Fan, kemudian mundur dan tersenyum manis.
Xiao Fan seketika merasa tidak nyaman saat melihat senyuman manis dari Gadis kecil tersebut. Dia menjadi serius, berbagai benang-benang mulai muncul dan mengelilingi ruangan tersebut.
“Kamu benar, juga aku sudah menunggumu.” Gadis kecil itu, melangkah mundur dengan ringan dan menghindari berbagai benang yang sudah dipasang oleh Xiao Fan.
Melihat gerakan Gadis kecil tersebut, Xiao Fan melebarkan matanya sebentar. Dirinya ingat akan gerakan itu, hanya ada satu Sekte yang memiliki teknik gerakan tersebut.
“Sebenarnya kau siapa?” Xiao Fan bertanya dengan dingin. Dia merasa bahwa, bukan hanya dirinya yang bereinkarnasi saja. Dirinya menduga bahwa, pencipta tidak hanya mengirimkan, ia saja.
Gadis kecil itu tersenyum dan tertawa ringan, ia kemudian melayang, lalu berkata dengan suara yang sangat lembut.
“Sekte Fangjian... Sekte yang sudah lama ada di tempat ini, nah Xiao Fan... Tidak, nama aslimu bukan Xiao Fan...” Gadis kecil itu tersenyum semakin lebar ketika melihat ekspresi Xiao Fan yang berubah.
Gadis kecil itu meneruskan ucapannya, tetapi kata-kata selanjutnya membuat Xiao Fan terkejut dan benar-benar meningkatkan kewaspadaan miliknya.
“Nama aslimu adalah Dewa Angin, Feng Shan Jian.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.