Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 176 - Pertempuran Pelabuhan 1


Silakan Dibaca.


Sungai Si.


Xiao Fan berdiri menatap ke arah blokade yang dilakukan oleh berbagai prajurit Kerajaan Dong tersebut.


Tidak ada rasa takut, melainkan ada rasa senang dan gembira. Xiao Fan tersenyum lebar, kemudian tatapannya menjadi tajam dan seringai lebar muncul seketika.


Dalam sekejap, Qi mengalir ke dalam tangannya, berbagai batang besi lancip muncul dari tubuhnya dan siap untuk meluncur untuk menyerang lawan.


Xiao Fan mengarahkan kedua tangannya dan membuka kesepuluh jarinya. Kemudian, berbagai besi lancip melesat menuju ke seberang pelabuhan dengan cepat.


Yan Han masih mengerahkan angin miliknya lebih kuat agar segera tiba di seberang. Namun, detik berikutnya hembusan angin kuat menerpa layar kapal.


Yan Han tahu siapa pemilik angin tersebut, ia segera berpegangan di sisi kapal dan dalam sekejap kapal melesat terbang menuju ke seberang.


Para prajurit melihat hal itu, namun masalah mereka kali ini ialah batang besi yang melesat ke arah mereka dengan cepat.


Jleb! Jleb! Jleb!


Batang besi menusuk tubuh berbagai prajurit, namun ada yang lewat dan menusuk ke tanah.


Para prajurit terkejut, mereka benar-benar tidak memiliki waktu untuk bereaksi terhadap kecepatan batang besi tersebut.


Detik berikutnya, mereka segera sadar ketika mendengar ledakan keras di belakang mereka. Kemudian, teriakan keras para prajurit lainnya terdengar.


Para prajurit yang berada di baris depan segera menatap ke belakang, mereka melihat teman mereka terbunuh satu persatu di barisan belakang.


“Semuanya, kepung dua penyusup itu!” teriak keras kapten prajurit. Ia benar-benar geram melihat pasukannya perlahan-lahan di bantai.


Kapten prajurit tidak hanya berteriak, ia melesat dengan cepat menuju ke arah dua penyusup yang tak lain, Xiao Fan dan Yan Han.


Di sisi Xiao Fan dan Yan Han, mereka benar-benar tidak berhenti. Selepas mereka turun, segera mengeluarkan kemampuan mereka masing-masing.


Xiao Fan sendiri tidak menggunakan tulangnya, melainkan ia memunculkan pedang pendek.


Keterampilan memanggil pedang sendiri, mirip seperti penyimpanan pedang. Namun, kemampuan memanggil dapat meningkatkan keseluruhan status pedang yang disimpan.


Xiao Fan telah menyimpan pedang pendeknya, ia memanggilnya kembali dan sedikit terkejut ketika melihat fluktuasi pedangnya benar-benar berubah.


Xiao Fan menaikkan sudut mulutnya dan mulai menatap ke arah lautan manusia di bawahnya.


Yan Han sendiri membuat tangan miliknya memerah, ia menggunakan kemampuan dari roh elemen miliknya.


Xiao Fan dan Yan Han melesat terjun dan mulai membantai para prajurit yang berada di barisan belakang.


Mereka memanfaatkan kelengahan prajurit-prajurit tersebut. Mereka tidak peduli, dengan prajurit yang linglung ketika bertarung.


Tidak fokus dalam pertarungan adalah dosa. Hal itu karena, sama saja dengan tidak menghormati jalannya pertarungan.


Para prajurit terkejut dan mereka segera sadar bahwa masih berada di medan pertempuran.


Meski mereka sadar, Xiao Fan dan Yan Han akan membantai mereka dengan cepat dan kejam.


Slash! Slash!


Tebasan, pukulan, para prajurit benar-benar kewalahan menghadapi Xiao Fan dan Yan Han. Mereka sama sekali tidak bisa mengikuti kecepatan keduanya.


Xiao Fan yang tengah menari di medan perang, seketika berhenti dan menatap ke arah sosok aura yang lebih kuat dari prajurit.


“Pemimpin kalian sedang menuju ke sini..” ucap Xiao Fan membuat para prajurit segera menatap ke arah pemimpin mereka yang melesat ke arah barisan belakang.


Para prajurit sisanya langsung menyerang ke arah Xiao Fan yang tengah berdiri dengan linglung.


Namun, saat mereka menyerang. Xiao Fan sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya. Persepsi sudah menangkap gerak-gerik dari para prajurit.


Jadi, saat para prajurit mendekat. Xiao Fan menebas mereka dengan ganas dan cepat.


“Si-“ belum selesai mengutuk, prajurit tersebut dibantai oleh Xiao Fan dalam sekejap.


Xiao Fan hanya menyeringai ketika membantai para prajurit, ia melanjutkan pembantaian dan tidak peduli akan kapten prajurit yang hampir tiba di dekatnya.


“Bajin*gan! Berhenti membantai pasukanku!” raung marah kapten prajurit dengan keras, ia benar-benar marah melihat pasukannya dibantai satu persatu.


Ia melompat dari kuda dan melesat dengan cepat menuju ke Xiao Fan. Pedang yang berada di pinggangnya terhunus, aura Qi menyelimuti pedang tersebut.


Dentang!


Xiao Fan sama sekali bukan orang biasa, persepsi sudah menangkap serangan kapten prajurit, ia menangkis dengan santai.


Kapten prajurit tidak menekan pedangnya, meski pedangnya lebih besar dari milik Xiao Fan. Ia masih waspada dan merasakan bahaya dari pedang Xiao Fan.


Kapten prajurit mundur secara melompat dua kali. Kemudian, ia berteriak dengan keras.


“Semua prajurit, atasi penyusup lainnya. Biarkan aku melawan orang ini dan membunuhnya!” Perintah kapten prajurit dengan tegas.


Para prajurit paham segera, mereka dengan cepat membantu mengepung Yan Han yang tengah berpesta darah dengan para prajurit lainnya.


Xiao Fan sendiri terkekeh melihat pengaturan dari kapten prajurit. Ia tidak menyangka akan diremehkan oleh sosok kapten prajurit belaka.


“Apakah kau yakin bisa mengalahkan diriku?” tanya Xiao Fan, ia menatap main-main kepada kapten prajurit.


Namun, kapten prajurit tidak marah, ia mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke Xiao Fan dengan tatapannya yang serius dan tajam.


Xiao Fan menggelengkan kepalanya, ia menggunakan pedang pendeknya dan mengarahkan ke depan dengan satu tangannya.


Angin berembus membuat pakaian Xiao Fan melambai-lambai. Jubah kapten prajurit juga ikut melambai.


Tatapan Xiao Fan yang sebelumnya main-main kini perlahan-lahan menjadi serius dan tajam, meski lawan lemah darinya. Demi menghargai seorang lawan, ia tidak akan mengeluarkan mata main-main.


Meremehkan lawan, memang boleh namun jangan terlalu berlebihan, karena hal yang berlebihan sangatlah tidak baik.


Xiao Fan tidak menggunakan Qi, murni seni berpedang saja untuk sekarang. Ia ingin mengasah pedangnya.


Kapten prajurit menghunuskan pedangnya ke samping bawah, kemudian kakinya menekuk setengah dan melesat meninggalkan tanah yang membentuk jaring-jaring.


Tiba di depan Xiao Fan, ia mengayunkan pedang besarnya ke arah Xiao Fan.


Dentang!


Xiao Fan menahan dan mendorong pedang kapten prajurit, namun kapten prajurit terus menyerang Xiao Fan.


Keduanya saling bertukar serangan satu sama lain. Bahkan ayunan pedang keduanya sama sekali tidak ada celah, mereka bertarung selalu berpindah tempat satu ke tempat lainnya.


Para prajurit melihat pertarungan kapten mereka benar-benar terpana melihat pertarungan tersebut.


Mereka mulai kembali, mereka melupakan di mana mereka berada, Yan Han memanfaatkan kebodohan dari prajurit tersebut.


Ia menebas berbagai prajurit yang linglung, ia sendiri juga melihat ada prajurit yang serius menanggapi dirinya.


Sudut mulut Yan Han naik sedikit, ia senang dengan prajurit yang menghargai sebuah pertandingan.


Andai prajurit itu bukan lawannya, ia akan jadikan pasukannya di bawah komandonya, dengan begitu ia bisa membantu tuannya mengatasi hal-hal mudah.


‘Sayangnya.. namun, aku bisa membudak mereka. Tuan memberikanku pil budak untuk dirinya dapat membuat pasukan.’ Batin Yan Han, matanya bersinar terang.


Xiao Fan sendiri tidak tahu pikiran dari Yan Han, karena dirinya sekarang larut dalam pertempuran antar pedang.


Dentang! Dentang!


Tabrakan logam terus-menerus terdengar. Kapten prajurit yang menyerang Xiao Fan, perlahan-lahan mulai melambat.


Xiao Fan mengetahui akan hal itu, ia menghilang dari lintasan tebasan kapten prajurit, kemudian ia muncul di depan kapten prajurit sambil mengayunkan kaki kanannya dengan keras.


Bugh!


Kapten prajurit meluncur ke belakang dengan cepat, ia terkejut dan penuh akan rasa sakit.


Xiao Fan memandang ke arah kapten prajurit yang terbaring dan berusaha bangun, Xiao Fan tetap menunggu dan mengangkat pedangnya.


“Majulah, kita lanjutkan putaran kedua..”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.