Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 219 - Tes Yun Shie


Silakan Dibaca.


Di luar kediaman Yun, Xiao Fan berdiri menatap ke arah depan. Apa yang dilihatnya kali ini adalah kereta Bangsawan Lan yang sudah siap untuk pergi kembali ke kediaman mereka.


Xiao Fan menunggu dengan tenang, angin terus menerpa dirinya tanpa henti. Hari ini cukup berangin menandakan musim gugur akan tiba selepas musim panas kepanjangan.


Xiao Fan tidak menunggu sendirian. Di sebelahnya terdapat sosok perempuan anggun dengan hanfu merah muda keputihan. Perempuan itu ialah Ning Shie yang sekarang telah mengubah namanya menjadi Yun Shie.


Adapun pengubahan nama Ning Shie, hal ini karena dia tidak ingin menggunakan marga dari ayah yang selalu mencoba untuk membunuhnya.


Dulu selepas berpisah dengan Xiao Fan, Ning Shie terus diburu oleh ayahnya. Sampai akhirnya, dia berhenti di pelabuhan, kemudian pergi ke Benua tempat ibunya dilahirkan.


Ning Shie sudah bersumpah, bahwa dia akan mengubah marganya selepas bertemu dengan Xiao Fan nantinya.


Akhirnya waktu yang Ning Shie tunggu sudah tiba. Nama dirinya kali ini sudah berubah menjadi Yun Shie, putri dari Yun Lanran dan salah satu anggota bangsawan Yun.


“Shie’er, apakah kamu yakin dengan pilihanmu?” tanya Xiao Fan sambil memandang ke arah Yun Shie.


Xiao Fan sedikit ragu untuk membawa Yun Shie pergi kali ini. Bagaimanapun makam kuno adalah tempat yang paling berbahaya setelah reruntuhan.


Harta langka tidak bisa disangkal, namun keselamatan adalah utama. Apalagi Xiao Fan belum sepenuhnya yakin akan seluruh keluarga Lan.


Hal ini berdasarkan pengalaman yang Xiao Fan dapatkan. Harta langka maupun hal yang berharga, dapat mengubah manusia menjadi serigala dalam sekejap.


Keserakahan manusia sangatlah jelas, hal inilah yang membuat Xiao Fan khawatir akan situasi Yun Shie nantinya.


“Aku bisa menjaga diriku sendiri, Fan Gege.” Yun Shie berkata sambil mengepalkan tangan. Dia tidak ingin diremehkan kembali seperti dahulu.


Yun Shie memandang ke arah Xiao Fan, sorot matanya tajam dan raut wajahnya cemberut. Namun, dengan cepat dia menemukan solusi agar diizinkan ikut.


“Bagaimana kalau Fan Gege mengujiku?”


Usulan Yun Shie membuat Xiao Fan tertarik. Namun, sebelum menerima usulan Yun Shie. Xiao Fan memastikan waktu untuk berangkat ke Kediaman Lan.


Selepas Xiao Fan memastikan bahwa ada banyak waktu, Xiao Fan memandang ke arah Yun Shie dan mengangguk dengan ringan.


“Baik, namun di mana aku akan mengujimu?” tanya Xiao Fan dengan ringan.


“Di area pelatihan kediaman Yun. Di sana ada tempat untuk bertanding,” jawab Yun Shie tegas tanpa ada keraguan dalam hatinya.


Xiao Fan mengangguk, kemudian berbalik menuju ke dalam Kediaman Yun. Langkahnya tenang, tanpa ada suara yang terdengar.


Yun Shie mengikuti Xiao Fan dari belakang, keduanya berjalan bersama sampai akhirnya tiba di ruang pelatihan Bangsawan Yun.


Berita duel Xiao Fan dan Yun Shie tersebar ke seluruh kediaman Yun. Hal ini sampai di telinga Yun Shi Han, Chu Tianheng, dan Lan Yansho.


Mereka tertarik dan akhirnya sepakat untuk pergi menuju ruang pelatihan melihat duel tersebut.


Berbagai prajurit Yun lainnya juga tertarik. Seorang putri yang pernah mengalahkan mereka satu persatu setiap hari, kali ini mengajukan duel dengan juru selamat. Hal inilah yang membuat mereka datang menonton.


Xiao Fan dan Yun Shie tiba di tempat latihan, mereka masuk dan melihat sekitar.


Ruang pelatihan relatif luas, hampir ada sekitar seratus meter tiap sisinya. Di dalamnya terdapat beberapa alat ringan dan kuno. Kemudian, di ujung terlihat ada panggung untuk bertanding.


Yun Shie berjalan terlebih dahulu ke arah panggung di depannya. Xiao Fan mengikuti sambil mengamati tempat di sekitarnya. Dia juga menemukan banyak orang tengah menuju ke tempatnya berada.


Xiao Fan sangat paham, bahwa berita dirinya berduel dengan Yun Shie menyebar ke seluruh kediaman Yun sangatlah cepat.


Xiao Fan memandang sebentar, lalu mulai kembali berjalan naik ke atas panggung. Yun Shie sendiri sudah tiba dan memandang ke arah depan di mana Xiao Fan akan muncul.


Tiba di atas panggung, Xiao Fan memandang ke depan di mana Yun Shie sudah mengeluarkan pedang dengan lambang bunga teratai es di dekat gagangnya. Roh elemen kartu milik Yun Shie mulai keluar dan melayang di atas bahunya.


Mengambil nafas dalam-dalam, sorot mata Yun Shie menjadi serius dan tajam. Dia benar-benar sudah terlatih, berbeda dengan Yun Shie yang dulu.


Xiao Fan merasakan perubahan temperamen Yun Shie. Hal ini membuatnya terkejut, sekaligus kagum dengan perubahan tersebut.


Xiao Fan mengeluarkan pedang pendek miliknya, pedang yang sangat gelap dan penuh aura penindasan. Pedang khusus yang Xiao Fan buat untuk menjadi pedang awal sebelum berganti Pedang Bulan Darah.


Yun Shie dan orang lainnya terkejut dengan perasaan menindas yang keluar dari pedang hitam milik Xiao Fan. Hal ini belum pernah mereka rasakan, kecuali Yun Shi Han, Chu Tianheng dan Lan Yansho.


Xiao Fan acuh tak acuh, dia mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke depan. Temperamen Xiao Fan dalam sekejap berubah.


“Duel ini mudah, Yun Shie kamu harus menyerangku dengan sekuat tenaga. Jika aku melihatmu terkejut, linglung, tidak fokus dalam duel. Maka kamu tidak bisa ikut perjalanan kali ini.”


Pernyataan Xiao Fan terdengar oleh seluruh orang yang hadir dalam ruang latihan. Mereka semua mencerna dan akhirnya memahami niat asli Xiao Fan.


Yun Shi Han mendengar pernyataan Xiao Fan juga memiliki pikiran sama dengan yang lainnya. Namun, Yun Shi Han paham situasi Xiao Fan sendiri.


Yun Lanran dan Yun Ling’er tiba di ruang pelatihan, mereka tidak berteriak maupun menyemangati siapapun setelah melihat momentum yang di bawa kedua orang di panggung tersebut.


Yun Lanran perlahan menuju ke ayahnya, mencoba untuk mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Namun, Yun Shi Han hanya menaruh jari telunjuk ke arah depan mulutnya.


Yun Lanran dan Yun Ling’e mengangguk mengerti, mereka akan bertanya selepas duel telah usai.


Xiao Fan mengatur nafasnya, gelombang ingatan tentang dirinya yang bermain dengan Yun Shie mulai muncul satu persatu.


Yun Shie mulai bergerak terlebih dahulu. Dia sangat cepat dan dalam sekejap muncul tepat di depan Xiao Fan.


Dentang!


Xiao Fan sudah menyadari serangan Yun Shie. Dia menahan pedang Yun Shie, kemudian mendorongnya ke arah belakang.


Yun Shie tetaplah tenang seperti biasa. Dia mengatupkan bibirnya, kemudian bergerak cepat menuju ke arah Xiao Fan kembali.


Xiao Fan sama sekali tidak menganggur. Dia menahan serangan berat yang dimiliki oleh Yun Shie.


Dentang!


Dua bilah logam saling berbenturan satu sama lain. Xiao Fan dan Yun Shie terus bertukat serangan masing-masing.


Beberapa menit kemudian, Yun Shie terengah-engah di seberang. Sementara Xiao Fan hanya berdiri diam sambil mengangkat pedangnya kembali.


“Angkat pedangmu, mulailah menyerang kembali!”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.