Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 63 : Hutan Siken


[Chapter 63.]


[Hutan Siken.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan Siken, ialah Hutan yang dijuluki dengan Hutan dua tebing kembar. Di tengah hutan tersebut terdapat sebuah jurang yang sangat dalam. Kedua tebing di hubungkan dengan sebuah jembatan yang lumayan besar, bahkan monster roh dapat melewati jembatan tersebut.


Xiao Fan dan kelompoknya memasuki hutan Siken, mereka menatap sekitar. Hutan yang begitu normal, tetapi sebuah bahaya akan selalu mengancam nyawa mereka.


“Hutan ini walaupun begitu mengerikan, tetapi benar-benar indah.” Ning Shui berkata dengan ringan, ia menatap sekeliling dengan tatapan kagum.


Xiao Fan sendiri setuju dengan perkataan Ning Shui. Namun, dirinya tidak terlalu tertarik dengan Hutan Siken tersebut. Dia lebih tertarik dengan jurang yang dimiliki Hutan Siken.


“Hati-hati, di sini kelihatannya berbagai monster roh tipe tanah sering hadir.” Lin Hua memperingatkan seluruh muridnya, ia ingin memberitahu bahwa jangan lengah.


Seluruhnya paham, Liu Kai mengeluarkan roh elemen miliknya. Dia sekarang lebih waspada dari sebelumnya, bukan karena monster. Namun, sesuatu yang lebih mengerikan daripada monster, yaitu manusia.


Xiao Fan sudah menyebarkan benang miliknya, dia juga merasakan berbagai orang tengah mengintai dirinya dan kelompok. Dia tenang dan tidak peduli, ia tahu bahwa akan ada yang mengejarnya.


“Semuanya, monster roh datang!” Xiao Fan memperingatkan seluruh orang. Mereka berenam berhenti dan menatap ke arah keluarnya monster roh tersebut.


“Drr..Drr..Drr..” Terlihat seekor kadal besar dengan warna hitam dan ujung ekor berbentuk bulat besar dengan banyak duri.


Xiao Fan sedikit bersemangat, bagaimanapun juga di belakang kadal itu ada lagi rekan lainnya. “Mereka sebenarnya berjumlah Enam. Masing-masing ambil satu,”


Keenam orang itu menyebar dan mulai menyerang masing-masing kadal untuk mengalihkan perhatian.


***


Liu Kai mengayunkan pedangnya dengan keras. Dia benar-benar mulai terlihat ada perkembangan, selepas dirinya meminta untuk Xiao Fan mengajarinya, ia menyadari ada kesalahan dalam penggunaan roh elemennya.


“Aku adalah seorang pendekar pedang.” Liu Kai mengucapkan hal itu, dia dengan ringan mengayunkan pedangnya sangat cepat.


“Slash..Slash..” Dua tebasan pedang tercetak di perut Kadal tersebut. Tebasan itu membakar perut kadal dengan cepat.


Liu Kai mendengar teriakan kesakitan dari Kadal tersebut, ia mengingat jika tidak boleh membiarkan musuhnya bernafas terlalu lama.


Liu Kai dengan ringan melompat dan mengayunkan menebas leher Kadal tersebut. Pedangnya sekarang benar-benar tajam ketika memfokuskan energi roh miliknya ke dalam mata pedang.


“Berhasil.” Liu Kai berkata sambil menghilangkan pedang miliknya. Dia menatap ke arah kepala kadal yang sudah lepas dari tubuhnya.


***


Zhu Lin melawan dengan cepat. Dirinya sangat spesial ketika mengungkapkan roh elemen miliknya.


“Mati!” Zhu Lin berkata dengan ringan. Seluruh duri menghadap ke depan dan melesat menusuk tajam Kadal tersebut.


“Jleb..Jleb..Jleb..” berbagai duri menusuk tepat tubuh kadal, dia menatap serius ke arah mata kadal yang perlahan-lahan kehilangan cahayanya.


Zhu Lin melihat bahwa kadal telah mati, dirinya lupa dengan ucapan dari Xiao Fan bahwa manfaatkan duri tanpa berubah bentuk.


“Aku bisa-bisanya lupa akan hal itu.” Zhu Lin sedikit cemberut, ia berbalik dan berharap ada musuh nantinya.


***


Jangan salah sangka akan ketipisan seperti jarum, bulu itu sangat panas bahkan panasnya sama dengan panas lava.


“Matilah!” Xiao Ren mengayunkan sayapnya ke depan, kemudian berbagai bulu tersebut Melesat dengan cepat menuju ke arah kadal.


“Wush..Wush..Wush..” bulu terus melesat dan mengenai tepat seluruh tubuh kadal. Namun, bulu itu tidak menancap melainkan menembus tubuh kadal.


Berbagai lubang di tubuh kadal terlihat, luka bakar menyebar dan membuat kadal berteriak keras sebelum mati.


Xiao Ren segera berubah kembali, dia tersenyum ketika melihat serangannya menjadi lebih kuat dari biasanya.


***


Ning Shui melemparkan berbagai kartu miliknya, tetapi dia sedikit mengubah gaya dia bertarung karena roh miliknya telah berubah.


“Wush..Wush..Wush..” tiga kartu melesat dan jatuh ke tanah dengan keras, Ning Shui tersenyum ketika melihat kadal tidak tahu ada kartu tersebut.


Di saat kadal menginjak kartu Ning Shui, seketika. Keluar berbagai bunga berwarna biru. Ning Shui menggunakan kemampuan pertama miliknya yang telah berubah.


“Bunga Air Tajam.” Ning Shui berkata dengan ringan, seketika bunga-bunga berputar dengan cepat dan mengiris kadal tersebut.


“Slash..Slash.. Slash..Slash..” bunga-bunga tersebut terus mengiris tubuh kadal sampai berukuran kecil. Benar-benar serangan yang sangat kuat, hanya beberapa detik. Kadal sudah berubah menjadi potongan-potongan daging berbentuk persegi.


***


Lin Hua mengeluarkan roh elemen barunya yaitu, kartu es. Entah kenapa, baginya kartu itu normal saja. Namun, seketika ia menyadari bahwa kemampuan miliknya telah berubah.


Lin Hua menghindari serangan dari kadal tersebut. Dia melakukan backflip dua kali, lalu melesatkan kartu miliknya dengan cepat.


“Wushh..” Kartu es tiba di depan perut kadal. Di saat kartu menyentuh perut kadal tersebut, seketika kadal berubah menjadi es dan hancur berkeping-keping.


“Patung Es.” Lin Hua berkata dengan ringan, ia menggunakan kemampuan pertamanya yang sudah berubah tersebut.


***


Xiao Fan sendiri sudah selesai sejak tadi, dia hanya menggunakan domain benang. Kadal mati tanpa dirinya perlu bergerak.


Xiao Fan menatap ke arah seluruh temannya dan mereka sudah selesai melawan kadal-kadal tersebut.


“Baiklah, mari melanjutkan ke arah jembatan dua tebing.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.