
Silakan Dibaca.
Lan Yansho memandang ke arah Xiao Fan dengan rumit. Dirinya tidak menyangka bahwa perbaikan desa akan sebagus seperti di depannya tersebut. Awalnya apa yang dipikirkan Lan Yansho hanyalah desa biasa tanpa ada halaman maupun jalan. Namun, fantasinya dipatahkan dengan kejam oleh Xiao Fan.
“Aku tidak tahu harus mengucapkan apa lagi. Hanya kata sempurna untuk menggambarkan desa ini.” Lan Yansho mengungkapkan isi hatinya sambil tersenyum senang.
Xiao Fan mengangguk dan mulai berbaring di atas kereta. “Kalau begitu, sisanya kuserahkan kepadamu, Paman Lan!”
Selepas mengatakan hal tersebut, Xiao Fan mulai menutup matanya. Dia ingin beristirahat sejenak, bagaimanapun dirinya lelah karena telah menggunakan banyak qi dan tenaganya.
“Ya, serahkan sisanya padaku!” Lan Yansho berbalik menatap ke arah para prajurit. Dia segera memberikan perintah untuk mengirim seluruh warga dari Desa Kembang Api untuk kembali.
Para prajurit segera mengerti dan mereka bergegas menuju ke desa sebelah untuk menarik kembali warga Desa Kembang Api.
“Ini sungguh indah!” seru Yun Shie ketika melihat pemandangan desa yang baru. Matanya berubah bintang dan senyum cerah tampak di wajah. Yun Shie segera berlari ke arah desa, dia ingin melihat keindahan yang dibawa desa tersebut.
“Yun Shie, tunggu!” Xiao Xia mulai mengejar Yun Shie. Melihat keindahan desa, Xiao Xia sendiri juga tidak tahan untuk melihat-lihat. Sesuatu yang indah dan dibuat oleh Xiao Fan, bagaimana bisa dirinya menolak.
Para perempuan lainnya juga mengikuti kedua perempuan tersebut. Mereka mulai menelusuri dari hal kecil, berjalan di jalan batu halus. Mereka menyadari perbedaan dan rasa di telapak kaki masing-masing.
Beberapa menit telah berlalu, bertepatan dengan para perempuan selesai menjelajah desa. Para prajurit juga sudah tiba di tempat dengan berbagai warga Desa Kembang Api asli.
Para warga melihat desa mereka yang berubah, tidak bisa untuk tidak terkejut. Desa yang semula kumuh dan buruk, kini berubah menjadi desa yang sangat indah.
Air mata mengalir tanpa sadar, seluruh warga Kembang Api menangis karena perubahan yang sangat menakjubkan tersebut. Mereka merasa seolah-olah telah berada di alam mimpi dan segala hal hanyalah bayangan saja. Namun, rasa sakit benar-benar terasa, yang menandakan bahwa mereka tidak berada di dalam mimpi.
“Kalian semua, desa telah kembali semula dan masalah terkait tangisan bayi telah terpecahkan!” Teriak tegas Lan Yansho kepada para warga Desa Kembang Api.
Para warga sepenuhnya mengangguk. Mereka memandang ke arah Lan Yansho penuh dengan rasa kagum dan gembira. Beberapa detik kemudian, mereka bersorak bersama dengan menyebut nama Lan Yansho.
“Hidup, Tuan Lan!”
Sorakan tersebut sangat keras, akan tetapi Lan Yansho mengangkat tangannya dan berkata, “Mulailah menempati rumah kalian masing-masing. Aku akan kembali ke kediaman terlebih dahulu.”
Lan Yansho tidak ingin berlama-lama di Desa Kembang Api. Firasat buruk dalam sekejap muncul di hatinya. Entah mengapa, pasti sesuatu terjadi di kediaman Lan.
“Aku harus segera kembali.”
Di sisi Kediaman Lan.
“Akhirnya aku berhasil duduk di kursi ini. Sekarang hanya tinggal menunggu Lan Yansho kembali dan menemui ajalnya, hahaha!” seorang pria tengah duduk di takhta tertinggi aula.
Pria itu memiliki rambut merah, alis tebal hitam, pupil mata emas cincin hitam, wajahnya garang dengan luka tebasan di mata kiri, tubuh kekar dan keras. Pria ini menyeringai ketika melihat wanita di depannya.
Mendengar pria di depannya, wanita yang tak lain istri Lan Yansho menatap dengan jijik. “Lebih baik aku mati daripada menikahi orang yang tidak tahu malu sepertimu. Suamiku sudah memperlakukan dirimu layaknya saudara namun ternyata ini balasanmu, Kong Mu!”
Pria yang berada di kursi atas mulai menggelap selepas dihina dan diejek dengan dalam. Kong Mu menatap langsung ke arah Jia Li, sorot mata tajam dan membunuh membuat wanita itu gemetar ketakutan.
“Bawa wanita ini ke kamar! kunci dengan rapat dan jangan biarkan dirinya keluar! Aku akan membuat pertunjukan saat Yansho kembali ke kediaman.” Seringai Kong Mu terlihat jelas, hal ini membuat Jia Li mengatupkan giginya.
“Dimengerti, Tuan Kong!” segera beberapa prajurit membawa Jia Li layaknya tahanan. Jia Li tidak memberontak, hal ini karena dirinya tidak ingin melukai para prajurit yang membawanya tersebut.
Kong Mu menatap Jia Li sampai akhirnya menghilang dari balik pintu, kemudian dirinya duduk dan sosok hitam muncul di belakangnya.
“Kong Mu, jangan lupakan tugasmu!”
Mendengar suara sosok hitam, Kong Mu mengangguk ringan. “Tenang saja, Mu En. Selepas aku menduduki kediaman Lan sepenuhnya, aku akan pergi menuju ke tempat Raja berada.”
Sosok hitam yang tak lain Mu En menyeringai ketika mendengar jawaban tegas dari Kong Mu. ‘Bidak yang sangat sempurna, dengan begini rencana organisasi akan segera menemui akhir.’
“Kalau begitu, kuserahkan sisanya kepadamu!” Mu En menghilang selepas mengatakan kalimat tersebut. Namun, dia sama sekali tidak menyadari, cahaya dingin yang melintas di mata Kong Mu.
‘Kamu kira aku tidak mengetahui langkahmu, Mu En. Terlebih lagi, aku bukanlah budak dari organisasi milikmu tersebut.’ Kong Mu mencibir dalam hati. Kemudian dirinya bangkit dari duduk dan berjalan menuju luar aula singgasana.
“Lan Yansho, selepas membunuhmu. Aku akan mulai menguasai seluruh Kerajaan Tian!” Seringai Kong Mu muncul beberapa saat dan mulai menghilang kembali.
Tanpa disadari Lan Yansho, kediaman Lan kini sudah berada ditangan orang lain dalam beberapa hari.
Kembali ke sisi Xiao Fan...
Kereta keluarga Lan mulai bergerak, tujuan kali ini adalah kediaman Lan. Entah mengapa semenjak awal, Lan Yansho merasakan perasaan yang buruk telah terjadi terhadap rumahnya.
Kecepatan kereta menjadi lebih cepat dari biasanya, akan tetapi Xiao Fan yang terbaring tidur di atas kereta sama sekali tidak terbangun maupun jatuh ke bawah.
Shan Yuan keluar dari alam bawah sadar Xiao Fan. Dia menajamkan matanya ke arah tempat kediaman Lan berada. “Nak, sepertinya masalah baru akan menghampirimu.”
Shan Yuan jelas mengetahui akan hal tersebut. Dia juga merasakan bahwa kerajaan sebelah tengah berperang secara internal. Hal ini membuatnya sedikit terkejut, pikirannya hanya memunculkan satu pertanyaan. ‘Mengapa semua kejadian terjadi pada waktu yang sama?’
“Masalah baru? Apakah itu berada di kediaman Lan?” tanya Xiao Fan yang masih dalam posisi berbaring dengan santai.
“Begitulah.” Shan Yuan memejamkan matanya, kemampuan untuk melihat jarak jauh tidak dapat dirinya tahan untuk waktu yang lama. Dia hanya dapat menggunakan 5 kali sehari dan setiap penggunaan dibatasi dalam lima menit.
Xiao Fan tetap diam, kemudian sudut mulutnya tertarik ke atas membentuk senyuman. “Menarik, aku tidak sabar untuk masalah tersebut!”
To be Continued.