Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 175 - Melewati Sungai Si


Silakan Dibaca.


“Tuan, bisakah desa kami berada di bawah Kerajaan Anda?” tanya kepala desa dengan nada serius, ia menundukkan kepalanya.


Xiao Fan sendiri tertegun melihat hal itu, ia menjadi serius dan auranya meletus keluar ketika mendengar ucapan dari kepala desa.


Bukan karena ia tidak ingin menaklukkan Desa Wu, namun identitas dirinya secara acak telah diketahui oleh kepala desa tersebut.


Ni Shan Jian dan Yan Han juga menjadi dingin, mereka tidak menyangka seorang kepala desa mengetahui tuannya adalah seorang Raja.


Kepala desa terkejut, ia buru-buru menatap ke arah ketiga juru selamatnya. Ia merasa sedikit aneh dan saat menatap ke arah juru selamatnya, ia seketika terangkat ke atas.


Kepala desa bingung dan rasa sakit seketika ia rasakan ketika nafasnya benar-benar tertahan, ia dicekik dan diseret ke atas.


Kepala desa menggerakkan seluruh tubuhnya, berusaha untuk lepas dari cengkeraman dari Xiao Fan. Namun, sekuat apa pun usahanya, ia tidak bisa lepas.


“Bagaimana kau mengetahui, identitas diriku?” tanya Xiao Fan dengan dingin, ia sama sekali belum mengekspos dirinya di Kerajaan Dong.


Namun, kepala desa yang berada di cengkeramannya mengetahui tentang dirinya. Hal ini, benar-benar membuatnya terkejut dan perlu untuk membunuh siapa yang mengetahuinya.


“Tunggu, Juru Selamat.. lepaskan saya terlebih dahulu dan saya jelaskan.” Ucap kepala desa dengan buru-buru, ia benar-benar tidak menyangka akan terjadi seperti ini ketika ia meminta untuk tunduk kepada Kerajaan Angin Barat.


Bruk!


Xiao Fan melepaskan cengkeraman tangannya dan kepala desa terjatuh ke lantai. Ia segera bernafas dengan cemas, sampai akhirnya nafasnya stabil.


“Jelaskan!” perintah Xiao Fan dengan dingin, auranya masih keluar dan ia kontrol mengarah tepat ke arah kepala desa.


“Baik, Yang Mulia!” jawab kepala desa, kemudian ia mengatur nafasnya dan mulai menjelaskan bagaimana dirinya mengetahui tentang Xiao Fan.


Awal mula, Desa Wu diabaikan oleh Kerajaan Dong. Mereka bingung sampai akhirnya prajurit menyerang desa mereka dan orang-orang berjubah hitam mulai muncul dan menghancurkan para prajurit.


Awalnya mereka mengira di selamatkan, namun tidak disangka bahwa mereka akan dikurung oleh organisasi jubah hitam.


Kemudian, seiring waktu mereka juga memiliki informasi dari percakapan para orang-orang berjubah hitam.


Di mana, Raja Kerajaan Angin Barat memasuki Kerajaan Dong, marganya adalah Xiao. Kemudian, Raja itu membawa dua orang pengikut yang memiliki Roh Elemen.


Informasi tersebut didapat oleh kepala desa, namun kepala desa tidak membutuhkan hal itu dan hanya membutuhkan kebebasan dan kesejahteraan penduduknya.


Xiao Fan yang mendengar cerita dari kepala desa tersebut, langsung mengerutkan keningnya. Ia tidak menyangka, bahwa organisasi jubah hitam benar-benar mengetahui tentang dirinya yang masuk ke dalam Kerajaan Dong.


“Begitulah Yang Mulia, bagaimana saya mengetahui Anda.” Ucap kepala desa mengakhiri ceritanya.


“Siapa saja yang mengetahui informasi itu?” tanya Xiao Fan.


“Hanya saya, Yang Mulia.” Jawab kepala desa.


Xiao Fan sedikit terkejut, ia berpikir bahwa yang mengetahui keseluruhan orang desa, namun yang tidak disangka hanya kepala desa seorang.


Xiao Fan tidak menemukan adanya kejanggalan, ia sudah menggunakan mata Qi dan mengetahui lawan bicaranya berbohong atau tidak.


“Shan Jian, ambil dia.. berikan itu kepadanya dan jelaskan. Aku akan keluar dengan Yan Han menuju ke lokasi selanjutnya.” Kata Xiao Fan sambil melemparkan sebuah kristal.


Ni Shan Jian menerima kristal tersebut, ia mengetahui kristal apa itu. “Dimengerti, Yang Mulia.”


Xiao Fan dan Yan Han menghilang dari tempat, keduanya mulai bergerak cepat menuju ke lokasi selanjutnya. Mereka tidak bisa menunda kembali kali ini.


Ni Shan Jian sendiri mulai menatap ke arah kepala desa, kemudian ia menjelaskan peraturan dan syarat untuk menjadi bagian dari Kerajaan Angin Barat.


***


Xiao Fan dan Yan Han melesat menuju ke Sungai Si yang berada beberapa kilometer dari Desa Wu.


Keduanya sangat cepat dan dapat dipastikan, akan tiba di Sungai Si beberapa menit kemudian.


***


Sepuluh menit kemudian.


Sungai tersebut ialah Sungai Si, sungai yang menjadi pembatas antara perbatasan kota dengan Ibukota Kerajaan sendiri.


Sungai itu juga terhubung dengan lautan lepas, sehingga memudahkan siapapun yang berasal dari laut lepas untuk masuk ke dalam wilayah Kerajaan Dong.


Xiao Fan dan Yan Han memandang ke arah tempat seberang, mereka melihat ada pelabuhan di sana. Namun, terdapat kapal yang sangat besar tengah berlabuh di pelabuhan tersebut.


“Apakah itu kapal dari Kerajaan Dong sebelumnya?” tanya Xiao Fan dengan penasaran, ia bisa melihat bahwa kapal itu sangat kuat dan cocok untuk bepergian antar benua.


“Itu benar, Tuan.” Jawab Yan Han, kemudian ia memandang ke arah pelabuhan yang berada di dekatnya, dan akhirnya ia menemukan satu tak jauh dari tempatnya berada.


Xiao Fan juga melihat pelabuhan itu, keduanya saling memandang dan mengangguk. Kemudian, menghilang dari tempat mereka berdiri.


***


Pelabuhan.


Xiao Fan dan Yan Han tiba di pelabuhan tak bernama. Keduanya mengerutkan keningnya ketika melihat pelabuhan yang begitu sepi tanpa ada seorang pun.


Xiao Fan tidak menemukan adanya orang yang bersembunyi, hal itu membuat dirinya semakin bingung, kenapa pelabuhan seperti ditinggalkan..


“Sepertinya Kudeta benar-benar sangat kuat. Orang dari pelabuhan lebih memilih untuk migrasi ke tempat lain.” Yan Han berkata dengan jelas.


Ia sendiri ahli dalam membuat spekulasi yang masuk akal. Xiao Fan hanya mengangguk, kemudian ia melihat beberapa kapal yang berada di pelabuhan.


“Ayo kita naik, dan percepat menuju ke Ibukota.” Ucap Xiao Fan, ia melangkah terlebih dahulu menaiki kapal kecil tersebut.


Yan Han segera mengikutinya, kemudian keduanya menggerakkan kapal dengan cepat menuju ke arah daratan seberang Sungai Si.


Mereka tidak peduli akan pelabuhan yang berada di seberang, meski mereka akan diketahui sesegera mungkin. Mereka sama sekali tidak takut dan siap membantai para prajurit yang ada.


Xiao Fan sendiri duduk di kapal, ia memandang ke arah depan, tempat yang akan menjadi tujuannya sekarang.


Yan Han sendiri berada di belakang dan menggunakan kemampuan angin yang paling dasar untuk menggerakkan kapal menuju ke seberang.


***


Pelabuhan Dong.


Berbagai prajurit tengah berbaris di sana, mereka semua menjaga kapal milik orang-orang yang Kerajaan Dong, agar tidak kabur nantinya.


Para prajurit sendiri membelot, mereka tidak menyukai Kerajaan Dong sendiri, mereka ingin mengembalikan Kerajaan Zhou kembali.


“Hei, ada kapal dari seberang menuju ke daratan kita berada.” Ucap salah satu prajurit, membuat prajurit lainnya menatap ke arah laut secara tak sadar.


Mereka melihat perahu dengan cepat mendekat ke arah daratan yang mereka tempati.


“Semuanya, kepung orang yang mengendarai perahu itu. Bunuh mereka jangan ragu-ragu.” Teriak kapten prajurit dengan keras.


Di matanya siapa pun yang mendekat ke daratan mereka tempati, ialah musuh. Seperti halnya kapal yang mendekat tersebut.


“Dimengerti, kapten!” semua prajurit dengan cepat bertindak, mereka bergerak secara teratur menuju ke tempat perahu akan berlabuh.


***


Xiao Fan yang berada di depan kapal, menatap ke arah seberang dan sudut mulutnya naik ketika melihat berbagai prajurit mulai memasang blokade untuk menghentikan dirinya.


“Yan Han, mari kita berpesta dengan para semut itu!”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.