
Silahkan Dibaca.
Kapten Prajurit melesat dengan cepat menuju ke arah Xiao Fan, dia menjadi lebih cepat dibandingkan menggunakan kuda sebelumnya.
Xiao Fan sendiri hanya meluruskan kedua tangannya ke bawah. Aliran Qi masih terlihat dan berubah menjadi Elemen Tulang dan Besi.
“Matilah, Bocah!” Kapten Prajurit berteriak dengan keras, ketika tiba di dekat Xiao Fan sambil mengayunkan cakar miliknya ke arah Xiao Fan.
Sementara Xiao Fan, dia hanya menatap dengan datar. Kemudian, dia mengarahkan tangannya ke cakar tersebut untuk menahannya.
Brukkk...
Tanah yang dipijak Xiao Fan seketika berubah menjadi jaring laba-laba. Xiao Fan sendiri tidak menyangka kekuatan Kapten Prajurit sangat besar.
Xiao Fan dengan cepat melakukan backflip, dia tidak ingin terlalu berlama-lama dalam adu kekuatan tersebut.
Cakar Kapten Prajurit terus melesat dan menghancurkan tempat Xiao Fan sebelumnya berdiri. Tatapan Kapten Prajurit tertuju kepada Xiao Fan dan mengejeknya dengan jelas.
“Mana kesombonganmu tadi, kemarilah agar dapat kubunuh!”
Teriakan Kapten Prajurit sangat keras, niat membunuh dan tekanan keluar menekan Xiao Fan dan para warga yang sedang bersembunyi untuk menonton pertarungan tersebut.
Kapten Prajurit sudah merasakan para warga sejak tadi, tetapi amarahnya sekarang masih tertuju dengan Xiao Fan. Selepas dia menyelesaikan Xiao Fan, baru akan membantai seluruh warga di Desa Numa tersebut.
Xiao Fan yang merasakan tekanan tersebut, sedikit menaikkan alisnya. Dia juga mendengar ejekan dari Kapten Prajurit tersebut. Siluet cahaya seketika muncul di iris matanya, ketika diremehkan.
“Ohhh... Baru unggul sebentar saja sudah merasa kuat.” Xiao Fan berdiri dengan tegak dan menatap dengan tajam ke arah Kapten Prajurit.
Selepas itu, niat membunuh dan tekanan yang lebih besar keluar dan menekan seluruh Desa Numa tersebut. Kapten Prajurit sangat terkejut ketika merasakan tekanan dan Niat membunuh yang begitu besar.
Tubuh besarnya bergetar tanpa sadar, ketika merasakan kedua niat tersebut. Dia tidak menyangka bahwa pemuda di depannya memiliki niat membunuh dan tekanan yang begitu melebihi kuatnya.
‘Bocah ini tidak sesederhana itu... Niat membunuh yang begitu besar, apakah dia pernah membasmi banyak manusia?’
Seketika timbul rasa takut dalam hati Kapten Prajurit. Namun, detik berikutnya dia menggertakkan giginya dan berkata, “Lalu, apa... Hanya niat membunuh saja, bukan kekuatan sejati.”
Kapten Prajurit meraung dan melesat dengan cepat menuju ke arah Xiao Fan, dia memang kalah dalam konfrontasi niat, tetapi tidak untuk fisik.
Kapten Prajurit tiba di dekat Xiao Fan, dia mengayunkan cakarnya dengan cepat ke arah Xiao Fan tersebut.
Xiao Fan tidak memandang sama sekali, dia hanya mengepalkan tangannya dan muncul di depan perut Kapten Prajurit. Dia segera meninju perut Kapten Prajurit tersebut dengan keras.
Kapten Prajurit melebarkan matanya dan terhempas dengan keras ke belakang. Dia tidak bisa menstabilkan tubuhnya, karena rasa sakit yang begitu menyengat di tubuhnya.
Detik berikutnya, Kapten Prajurit menabrak gerbang Desa. Hal itu, membuat tubuhnya semakin merasakan rasa sakit.
Xiao Fan tidak berhenti di sana saja, dia melesat menuju ke arah Kapten Prajurit. Kemudian memukul kembali perut dari Kapten Prajurit ke bawah.
Tanah di bawah Kapten Prajurit seketika hancur dan membentuk sebuah kawah yang lebar. Kapten Prajurit sendiri terus memegang perutnya karena rasa sakit yang sangat kuat membuat dirinya berteriak putus asa.
“Rahhh, Sakit..”
Xiao Fan kemudian perlahan-lahan maju dan mulai menendang Kapten Prajurit tersebut menuju ke atas langit. Hal itu, membuat Kapten Prajurit terkejut dengan apa yang akan dilakukan oleh Xiao Fan.
Xiao Fan menatap ke arah Kapten Prajurit dengan seringai di wajahnya. “Jadi, mana tadi kesombonganmu, Sampah!”
Kapten Prajurit yang mendengar kalimat itu, tertegun. Dia berteriak dengan keras dan mencoba berbalik untuk menatap ke arah Xiao Fan.
“Bajin*gan...” Kapten Prajurit, amarahnya memuncak. Seketika, seluruh tubuhnya memerah dan keluar asap yang begitu banyak.
Xiao Fan sudah menyadari akan hal itu, dia hanya menyeringai dan mulai mengumpulkan berbagai Qi di tangan kanannya. Kemudian, mengubahnya kembali menjadi Elemen Tulang dan Besi.
Namun, kali ini ada Elemen kegelapan terselimut di luar tangannya. Kapten Prajurit tidak peduli akan apa yang dikeluarkan Xiao Fan tersebut.
Dia mengeraskan cakarnya menjadi lebih kuat. Kapten Prajurit sekarang tidak merasakan rasa sakit yang sebelumnya dia terima.
Sementara Xiao Fan sendiri tidak terlalu peduli. Dia tidak takut dan mengayunkan kepalan tangan yang sudah terbalut oleh Elemen kegelapan yang berkobar.
Kedua serangan saling bertemu, ledakan besar terjadi di area tersebut.
Boom...
Ledakan tersebut mengakibatkan rumah yang berada di pinggir dekat dengan gerbang desa hancur seketika, begitu juga gerbang desa hancur tanpa sisa.
Asap membumbung menutupi situasi tempat tersebut. Kawah yang lebih besar terlihat di tempat itu.
Angin kencang menerpa asap, menampilkan sosok kecil tengah menusuk jantung sosok besar yang telah terbaring di tanah.
Asap menghilang sepenuhnya, terlihat Xiao Fan berhasil membunuh Kapten Prajurit tersebut. Dia tidak terluka, hanya saja pakaian miliknya banyak debu yang menempel.
“Mudah...”
Shan Yuan yang berada di sebalah Xiao Fan menatap ke arah Kapten Prajurit yang perlahan-lahan menyusut dan berubah ke bentuk manusianya.
“Roh Beruang... Apakah lebih baik kuambil?” Xiao Fan bertanya kepada Shan Yuan sambil menunjuk ke arah Bola bersinar berwarna hitam dengan putih di tengahnya.
Shan Yuan mengangguk, kemudian berkata, “Ambil saja... Nanti kita buat eksperimen menciptakan Bola Roh terbaru dengan sisa Bola Roh yang berada di gudang Alam Bawah Sadar.”
Xiao Fan kemudian mengambil Bola Roh serta cincin ruang milik Kapten Prajurit tersebut. Kemudian, dia mendengar suara para warga yang tengah berkumpul.
“Apakah Desa kita telah bebas?”
“Semua ini berkat Penjelajah itu...”
“Hidup Penjelajah...”
Xiao Fan yang mendengar itu sedikit tersenyum, dia sendiri tidak terlalu peduli dengan para warga sebelumnya. Hanya ingin berurusan dengan masalah yang berada di Desa Numa tersebut.
“Kalian buatlah perayaan sendiri, aku ingin kembali ke penginapan dan kembali melanjutkan perjalanan.”
Para warga terkejut, mereka ingin menghentikan Xiao Fan untuk melakukan perayaan. Namun, mereka bingung harus melakukan perayaan seperti apa...
“Tuan Penjelajah... Apakah ada tempat yang bisa kita tinggali? Anda mendengar sendiri, bukan... Bahwa Desa ini akan dihancurkan oleh Kerajaan Ning beberapa hari lagi.”
Xiao Fan kemudian menatap ke arah Kepala Desa tersebut. Kemudian, memejamkan matanya dan berkata, “Pergilah ke Desa Seren, di sana kalian akan aman sepenuhnya.”
Para warga saling memandang satu sama lain, kemudian membungkukkan tubuh mereka dan berkata, “Terima kasih, Tuan Penyelamat.”
Para warga mengubah julukan Xiao Fan dari Penjelajah menjadi Penyelamat. Xiao Fan sendiri yang mendengar rasa terima kasih para warga hanya mengibaskan tangannya.
“Bukan masalah.” Xiao Fan berbalik dan melanjutkan jalannya menuju ke arah penginapan. Para warga sendiri segera berkemas untuk melakukan migrasi menuju ke arah Desa Seren.
Xiao Fan melihat Xian Nan sudah berada di luar penginapan. Dia terlihat cemberut, tapi ada rona merah di pipinya.
“Tuan, Anda tidak mengajakku dalam pembantaian...”
Xiao Fan tersenyum ringan, kemudian mengecup bibir Xian Nan dan berkata, “Kita akan melakukan pembantaian di Ibukota nantinya. Jadi, jangan khawatir.”
Xian Nan mengangguk, kemudian Xiao Fan berkata, “Baiklah, ayo kita berangkat menuju ke Ibukota.”
Xiao Fan dan Xian Nan mulai menghilang dan melesat menuju ke arah Ibukota Saint, pusat dari Kerajaan Ning, tempat Raja Ning berada.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.