Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 188 - Perjalanan Menuju Daratan Longling


Silakan Dibaca.


Tepi pantai pulau Luner.


Xiao Fan dan para pengikutnya menatap ke arah pulau Luner yang telah diperbaiki.


Bangunan, pohon, dan berbagai hal lainnya telah pulih seperti sedia kala. Api sebelumnya juga sudah padam, sama sekali tidak ada nyala api kembali.


“Gru.” Luner yang meminta pertolongan Xiao Fan dan lainnya, berterima kasih dengan penuh rasa senang.


Xiao Fan mengangguk, kemudian mengelus kepala dari Luner tersebut. Halus, karena sekarang Luner yang seharusnya sosok cair sudah menjadi padat mirip seperti jeli.


“Baiklah, kami akan pergi. Juga enkripsi pelindung sudah terpasang. Jadi, pulau ini akan terlindungi.” Ucap Xiao Fan, melepaskan tangannya dari mengusap kepala Luner.


Ia berbalik dan melompat menuju ke arah kapal. Para Luner berteriak penuh rasa terima kasih dan rasa senang. Mereka berjanji bahwa mereka akan setia kepada Xiao Fan selamanya.


Xiao Fan berbalik, ia menatap ke arah para Luner dan sedikit mengangguk. Namun, dalam hatinya ia menyeringai dengan senang.


‘Rencana menguasai Luner telah berhasil. Dengan begini, sekutu racun sudah ada.’ Batin Xiao Fan, kemudian ia mengangkat tangannya dan kapal mulai berlayar pergi meninggalkan Pulau Luner.


Para pengikut Xiao Fan memandang ke arah tuannya. Mereka sedikit menunduk dan saling memandang satu sama lain.


Alhasil, mereka mengangguk dan akhirnya Xiao Xia maju dan bertanya dengan nada serius. “Yang Mulia, bisakah kami pergi ke Dunia Kecil untuk pelatihan?”


Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia kemudian berbalik menatap ke arah Xiao Xia. Namun, pandangannya segera tertuju para pengikut lainnya.


Shan Yuan keluar dari dalam tubuh Xiao Fan, kemudian ia menatap ke arah para pengikut Xiao Fan. Lalu, beralih ke arah Xiao Fan.


“Terima saja, mereka perlu berlatih dari sekarang. Kemungkinan, Benua Shansu akan menjadi ancaman untuk mereka.” Ucap Shan Yuan dengan jelas.


Xiao Fan sendiri sudah tahu akan hal itu, ia mengangguk tanda bahwa mereka semua boleh masuk ke dalam Dunia kecil.


Xiao Fan tidak pelit, ia kemudian berkata. “Masuklah sesuka hatimu. Lebih baik begitu, daripada nantinya akan merepotkan beberapa orang ketika dalam bahaya.”


Mereka paham betapa ganasnya nanti di Benua Shansu terutama Yun Ling’er dan Yun Lanran. Keduanya berasal dari sana, situasi asli di sana mereka pasti akan paham.


Kesembilan pengikut tersebut tersenyum senang, mereka kemudian masuk ke dalam Dunia kecil Xiao Fan, selepas diizinkan olehnya.


Di dalam Dunia kecil, sudah terdapat dua belas orang di sana. Xiao Fan juga sudah menghitung Shen Yu Ling yang merupakan seekor ular hitam besar.


Xiao Fan kemudian memandang ke arah lautan lepas, ia melihat bahwa matahari sudah mulai terbenam, tanda bahwa malam akan segera tiba.


Shan Yuan yang berada di dekatnya, juga ikut menatap matahari tenggelam. Keduanya menikmati hembusan angin yang kuat, sampai akhirnya angin berubah menjadi angin malam.


“Eksperimen baru, apakah kamu ingin ikut, Pak Tua?” tanya Xiao Fan, ia mengeluarkan beberapa tanaman yang dirinya dapatkan dan beberapa alat yang dirinya miliki.


Shan Yuan segera tertarik, ia menatap apa yang ingin Xiao Fan lakukan dengan hal-hal kecil tersebut. Ia sendiri juga memiliki minat akan eksperimen, namun pengalaman dan kecerdasannya sama sekali tidak sebanding dengan Xiao Fan.


Keduanya mulai melakukan eksperimen bersama, meskipun itu eksperimen kecil. Xiao Fan tetaplah senang bereksperimen.


***


Pagi hari.


Kapal Xiao Fan terus bergerak, mereka sudah memasuki wilayah Benua Shansu dan masih bergerak menuju ke Daratan Longling.


Daratan Longling ialah daratan terbesar yang berada di Benua Shansu. Ada dua kerajaan di daratan tersebut. Kerajaan Tian dan Kerajaan Meng.


Kedua kerajaan itu dipisah dengan gurun terluas. Gurun tersebut dikatakan adalah gurun medan perang kedua kerajaan.


Sementara tujuan Xiao Fan kali ini adalah Benua Tian, di mana terdapat pelabuhan yang tepat berada di jalur pelayarannya.


Sekarang pelayaran mereka masih membutuhkan dua hari sebelum memasuki daratan Longling. Xiao Fan sama sekali tidak peduli, ia fokus melakukan eksperimennya sekarang.


***


Laut sangat tenang dan sejuk, namun tak lama kemudian tepat di depan kapal Xiao Fan, sosok gelap terlihat di permukaan air.


Xiao Fan yang tengah bereksperimen, mengerutkan keningnya ketika merasakan ada serangan yang akan datang ke arah kapalnya.


Xiao Fan dengan cepat menghentikan eksperimen miliknya, kemudian ia memandang ke arah laut. Ia menatap tajam ke arah laut.


Ia menemukan sosok tersebut perlahan-lahan naik. Xiao Fan melihat tanduk runcing keluar dari air. Ia kemudian mengalirkan Qi miliknya.


Pandangannya semakin jelas dan ia melihat seekor paus besar dengan tanduk yang sangat panjang tengah mengarah ke kapalnya dengan kecepatan tinggi.


Mata Xiao Fan seketika menyala dengan dingin. Ia melayang di udara dan tangannya terulur ke depan. Detik berikutnya angin kuat berkumpul di depan Xiao Fan.


Wush!


Tornado besar seketika muncul di depan Xiao Fan, paus bertanduk perlahan melambat. Ia meraung dengan keras, terbawa naik oleh Tornado yang dibuat oleh Xiao Fan.


Paus bertanduk menatap ke arah Xiao Fan, meski ia diterbangkan, tubuhnya sangatlah berat membuat ia masih bisa bergerak di Tornado.


Tanduk paus mulai bersinar, kemudian melesat ke arah Xiao Fan berdiri. Ia sudah mengetahui serangan laser paus bertanduk tersebut.


Xiao Fan mengangkat tangannya, kemudian balok besi muncul di depannya dengan bentuk persegi dan berukuran lebih besar.


Serangan paus bertanduk mengenai perisai tersebut. Namun, hal yang tidak terduga terjadi dengan cepat.


Cling!


Xiao Fan tetap mempertahankan posisi bertarungnya. Kemudian, ia melihat laser berbalik menuju ke arah paus bertanduk tersebut.


Boom!


“Goo..” raung paus bertsnduk dengan amarah. Ia sama sekali tidak bisa leluasa dan kali ini menerima serangannya sendiri


Tornado membawa paus bertanduk terbang. Kemudian tornado menghilang dan paus bertanduk terjun bebas menuju ke bawah.


Gelombang benturan antara paus bertanduk dengan permukaan lautan sangatlah kuat.


Xiao Fan menggunakan kekuatan anginnya dan memanipulasi dampak gelombang akibat benturan monster paus yang ia lawan


Tatapan Xiao Fan jatuh ke arah perempuan yang berada di bawahnya. Ia mengerutkan keningnya dan bergumam. “Orang ini cari mati?”


Xiao Fan sedikit kesal melihat perempuan itu terlalu dekat dengan paus bertanduk. Namun, saat beberapa langkah ke depan, ekor paus menyapu ke arah perempuan tersebut.


Xiao Fan sedikit mengerut, ia dengan cepat mengayunkan tangannya mirip seperti memotong dan segera muncul di dekat perempuan tersebut.


Xiao Fan menatap perempuan itu, tatapannya benar-benar amarah terhadap perempuan tersebut. Ia kemudian berkata dengan dingin. “Pergilah.”


Perempuan itu menatap ke arah Xiao Fan, namun tubuhnya roboh dan terduduk dengan ekspresi ketakutan ketika melihat sosok Xiao Fan yang penuh akan amarah.


Xiao Fan tidak peduli. Ia dengan cepat melayang kembali dan menendang kapal perempuan itu dengan mahir.


Kapal melesat pergi dari lokasi. Xiao Fan sendiri memandang ke arah paus bertanduk dan mulai menciptakan anginnya kembali.


Paus bertanduk meraung, tatapannya penuh akan amarah. Ia memandang ke arah Xiao Fan dengan penuh kebencian.


Xiao Fan merasakan hal itu, sudut mulutnya naik dan seringai lebar muncul di wajahnya kali ini.


“Majulah.”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.