Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 101 - Harta Karun Linkuen


Silahkan Dibaca.


Siang hari di Kota Linkuen, Xiao Fan selesai mengurus kediaman tengah. Dia tidak ingin mengurus kediaman sebelah kanan dan kiri, hal itu agar para penghuni kedua kediaman mengetahui apa yang tengah terjadi di kediaman tengah.


Xiao Fan kemudian melesat menuju tempat harta Kota Linkuen. Harta yang konon hanya dijaga oleh keturunan langsung Tuan Kota Linkuen.


Harta itu berada di luar kediaman Tuan Kota, lokasi harta terletak di sisi timur dari Kota Linkuen. Xiao Fan melesat dengan cepat, hanya butuh beberapa menit untuk dirinya sampai di lokasi harta karun tersebut.


***


Sisi barat Kota Linkuen, berbagai batu-batu terpotong halus dan tertanam di tanah. Batu itu berjejer rapi membentuk sebuah jalan baru menuju ke arah sebuah bangunan kecil tanpa pintu.


Bangunan kecil itu dijaga oleh dua orang bertubuh kekar, mereka memakai pakaian penjaga dengan sebuah ikatan tali berwarna ungu di kepala mereka.


Tangan kanan masing-masing penjaga membawa sebuah tombak dengan mata tombak tiga mirip trisula.


Tatapan mereka tegas, seolah-olah tidak ada yang bisa melewati mereka berdua. Aura keduanya sedikit di bawah Jendral, tapi tetap kuat di pandang.


Xiao Fan tiba di tempat, dia bersembunyi di balik semak-semak sambil menyembunyikan aura dan niat miliknya.


Xiao Fan sendiri bisa langsung membunuh keduanya. Namun, dia tidak ingin menimbulkan perhatian publik.


“Seperti yang kuduga, pasti ada yang menjaga tempat ini. Aku dapat merasakan hanya ada dua penjaga saja. Namun, aura keduanya hampir sama dengan Jendral sebelumnya.”


Xiao Fan mengulurkan kedua tangannya ke bawah, seketika dua belati muncul di kedua tangannya tersebut. Tatapannya menjadi kejam dan serius, dalam sekejap dia menghilang.


Kedua penjaga merasakan keanehan di tempat mereka berada. Suasana yang sepi, adalah suasana yang sangat mencekam. Mereka memasang posisi siap bertarung.


“Keluarlah!”


Angin seketika berembus dengan tenang. Namun, hal itu tidak membuat kedua penjaga mengendurkan kewaspadaannya.


Dalam sekejap Penjaga1 merasakan bahaya di depannya. Dengan cepat dia mengayunkan tombak ke depan. Namun, detik berikutnya Penjaga1 melebarkan matanya.


Rasa sakit yang begitu hebat terasa di lehernya. Selepas itu, dia merasakan pandangannya mulai kabur dan jatuh tak bernyawa.


Penjaga2 terkejut, dia tidak merespons dan terkena serangan tepat di leher miliknya. Penjaga2 hanya melihat siluet hitam tengah menusukkan belati tepat di lehernya.


“Ken—“


Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Penjaga2 merasakan matanya kabur dan perlahan jatuh ke tanah tak bernyawa.


Sosok hitam yang tak lain Xiao Fan memandang kedua penjaga tersebut. Kemudian, pandangannya menatap ke arah depan yaitu sebuah tangga yang menuju ke arah bawah tanah.


“Jadi, di sinikah... Tempat harta karun itu.”


Xiao Fan menghilangkan kedua belatinya, lalu berjalan turun secara normal. Dia tidak buru-buru dan tingkat kewaspadaannya tinggi.


Langkah demi langkah, semakin ke bawah semakin gelap dan mencekam. Namun, hal itu tidak membuat Xiao Fan takut. Dia mengangkat tangannya, kemudian secercah sinar api muncul di tangan tersebut.


Pandangan gelap menjadi terang, Xiao Fan sekarang dapat melihat jalan tangga ke bawah tersebut.


***


Sampailah Xiao Fan di bawah, tatapannya terpaku di depan. Terlihat sebuah pintu yang terbuat oleh batu dengan ukiran seorang pria tengah mengulurkan tangannya untuk memberikan sesuatu.


Namun, hal yang diberikan adalah kosong dengan retakan yang memiliki ukuran dan presisi yang halus dan rapi.


Xiao Fan tahu tempat tersebut, dia mengeluarkan Kristal Merah yang didapat dari tubuh Tuan Muda Mo. Kemudian, Xiao Fan meletakkan Kristal Merah tersebut tepat di retakan dinding.


Dalam sekejap, cahaya terang terlihat, kemudian getaran ringan terasa di tempat Xiao Fan berdiri. Dinding kemudian perlahan-lahan terbelah menjadi dua dan membukakan jalan menuju ke sebuah tempat yang gelap.


Xiao Fan masuk ke dalam, kemudian berbagai obor seketika menyala dan menerangi tempat tersebut.


Sekarang, terlihat ruangan persegi empat yang lumayan luas dengan dinding yang terbuat dari batu yang sangat tua dan kokoh. Ukiran manusia, entah itu pria maupun wanita tercetak di dinding tersebut.


Di tengah ruangan terlihat sebuah tugu kecil yang memiliki ukiran dua ikan koi tengah saling memakan ekor mereka masing-masing.


Xiao Fan maju ke depan mendekat ke arah Tugu tersebut. Ketika dia mengamati kedua Bola tersebut hanya satu pikiran yang terlintas.


“Yin dan Yang.”


Kata itu melekat di pikirannya. Bagi Xiao Fan, hal itu sudah biasa... Menurut sejarah, Yin dan Yang bisa di sebut kegelapan dan kecerahan saling bersanding satu sama lain.


Kedua atribut tersebut tidak saling menguasai satu sama lain. Mereka saling mengisi dan melengkapi satu sama lain. Hal itu sudah menjadi karakteristik kedua atribut tersebut.


Xiao Fan tiba di dekat tugu. Dia memandang kedua bola tersebut, dengan ekspresi tertarik. Kedua tangannya terentang dan memegang masing-masing bola tersebut.


Seketika dua bola tersebut bersinar. Xiao Fan merasa terkejut dan kesadarannya di tarik menuju ke dalam Alam dua bola itu.


***


Alam Dua Bola.


Xiao Fan membuka matanya, dia memandang sekitar dan hanya ada bidang hitam dan putih dengan dia menjadi penengah kedua bidang tersebut.


Xiao Fan tidak panik, bagaimanapun juga dia sudah pernah mengalami yang namanya memasuki bidang maupun domain milik seseorang, bahkan kekuatannya lebih tinggi dari bidang sekarang.


“Sepertinya aku melakukan sesuatu.”


Xiao Fan kemudian melakukan posisi duduk lotus, seketika dia merasakan perasaan hangat dan dingin di masing-masing sisinya.


Perasaan hangat yang dirasa Xiao Fan seketika berubah menjadi gambaran ingatan baiknya. Mulai dari lahir, berbakti kepada kedua orang tua, menghormati seseorang, menolong seseorang, dan perbuatan baik lainnya.


Sementara perasaan dingin yang dirasa Xiao Fan, membawa dirinya ke dalam gambaran ingatan buruknya. Mulai dari keserakahan, membunuh, kesepian, pengkhianatan, kejam, licik, dan perbuatan buruk lainnya.


Dua sisi gambaran tersebut membuat Xiao Fan mengeluarkan air mata. Dia tidak bisa menahan gejolak emosi dirinya sendiri, sampai akhirnya gambaran berakhir dan dirinya di tarik keluar.


***


Xiao Fan yang di luar, perlahan-lahan membuka matanya, tatapannya kosong dan tidak ada cahaya sama sekali. Seketika air mata mulai mengalir dari kedua matanya tersebut. Emosi yang dirasakan benar-benar tak terkendali, hanya bisa diekspresikan melalui air mata tersebut.


Xiao Fan tidak mengusap air matanya, dia mengangkat kedua tangannya dan memperlihatkan telapak tangannya yang masing-masing tangan memiliki simbol yang berbeda.


Telapak tangan kanan terlihat simbol Matahari, sementara telapak tangan kiri terlihat simbol Bulan Sabit.


Xiao Fan menstabilkan emosinya, dia merasa bahwa dingin dan tidak sama saja. “Kedua atribut ini benar-benar membuatku berubah.”


Sifatnya kembali berubah, dia lembut tapi tidak selembut dan naif seperti dulu. Dia dingin tapi tidak sampai berkata dengan tajam, kecuali orang yang bukan miliknya.


“Atribut ini, kegelapanku meningkat... Kemampuan membangkitkan, benar-benar hebat.”


Xiao Fan kemudian berbalik dan berjalan keluar. Namun, sebelum dia melangkah lebih jauh, dia mendengar sesuatu dalam pikirannya.


“....”


[Voting.]


Pilih siapa yang akan menjadi bantuan Xiao Fan?


No.1 : Seorang Pengelana Dunia Luar.


No.2 : Sebuah Sistem yang berasal dari kekosongan.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.