
[Chapter 52.]
[Pelatihan.]
[Silahkan Dibaca.]
Penginapan Bulan.
Xiao Fan menghempaskan tubuhnya ke arah tempat tidur. Dirinya menatap ke arah atap-atap ruangan tersebut. Dia mencoba untuk tidur karena instingnya berkata bahwa sore hari atau malam hari, ada sesuatu yang menarik.
“Apa aku berlatih saja?” Xiao Fan bertanya kepada dirinya sendiri. Dia benar-benar tidak terlalu peduli akan tidur, dirinya lebih memilih pelatihan dan meditasi.
“Baiklah, lebih baik melatih Elemen besi ini.” Xiao Fan memandang ke arah cairan besi yang sangat lunak, dirinya tertawa kecil. Ia tidak menyangka menemukan sesuatu yang lemah.
Xiao Fan mulai duduk lotus, dirinya memasuki dunia alam bawah sadarnya. Ketika ia membuka matanya, hal yang pertama dilihatnya adalah hamparan rumput yang luas dengan berbagai energi menerpa dirinya.
“Sepertinya benar-benar tampak ada perbedaan.” Xiao Fan berkata ketika ia melihat sebuah tempat dengan kolam yang berisi cairan besi.
Xiao Fan berjalan ke arah kolam tersebut. Dia memiringkan kepalanya karena bingung, tetapi ia dengan cepat memahami suatu hal ketika melihat tepi dari kolam.
Xiao Fan mengangguk dan pergi ke halaman kembali, dia menatap ke arah angka yang menandakan perubahan besar di Alam sadarnya.
Xiao Fan melihat bahwa dia bisa 30 hari di dalam alam bawah sadar, tetapi di luar hanya 1 menit saja.
Perubahan itu membuat hatinya menjadi senang. Xiao Fan kemudian mulai melakukan pelatihan, dia mulai melatih memanipulasi yang namanya besi tersebut.
Xiao Fan pertama kali mencoba selalu gagal. Akan tetapi, dia tidak menyerah begitu saja, justru gagal itu yang membuat ia berkembang sejauh ini.
“Jika dikeraskan terlalu tinggi, susah untuk mempertahankan...” Xiao Fan menulis seluruh hal yang dia latih tersebut. Ia akan membuat menu pelatihan sendiri agar lebih efisien dan teratur.
Xiao Fan selesai dengan besi, ia sekarang sedang berpikir untuk Roh Elemen aslinya, yaitu benang angin. Dirinya benar-benar perlu merombak kemampuan pertamanya karena terlalu banyak celah.
“Benang sekarang sudah sejauh 250km, teknik pertama perlu aku ubah, bagaimanapun juga celah Sangkar terlalu jelas.”
Xiao Fan kemudian mulai memanjangkan benang miliknya, ia tidak menancapkan di tanah seperti sangkar burung sebelumnya. Dia memutar tepat di atas beberapa cm dari tanah.
“Kubah.” Xiao Fan melihat benang miliknya terikat lebih merapat. Dia sekarang melihat ke arah atas di mana hanya jalan satu-satunya keluar.
“Lebih baik kubuat sesuatu yang membuat musuh terkejut.” Xiao Fan menyeringai dan mengibaskan tangannya, seketika benang menghilang.
“Sepertinya perlu kutingkatkan kembali agar lebih mudah dalam penggunaan.” Xiao Fan mulai berlatih dengan intens, dalam hatinya hanya ada latihan, latihan, ia latihan hanya untuk masa depannya nanti.
“Aku tidak akan mengajak siapa pun nanti, ketika melakukan petualangan.” Xiao Fan menggelengkan kepalanya, dia akan berpikir hal itu nanti.
***
Waktu terus berlalu dan akhirnya sembilan belas tahun kemudian di Alam bawah sadar. Xiao Fan menyelesaikan pelatihannya ketika melihat bahwa waktunya sudah menunjukkan empat jam di luar.
“Sepertinya sudah waktunya menjelajahi Desa Teng ini.” Xiao Fan kemudian menarik napasnya, kemudian dirinya keluar dari dunia alam bawah sadarnya.
***
Xiao Fan membuka matanya, ia menatap ke sekeliling dan menemukan bahwa jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Dia dengan ringan turun dari tempat tidur dan meregangkan otot-otot tubuhnya.
Xiao Fan bisa merasakan energi roh baru, ia kemudian melihat ke arah tangan kanan miliknya. Tato dalam tangan kanannya membentuk pola baru kembali.
Terlihat, gambar kobaran di tengah lingkaran terbesar, kemudian di atas lingkaran terlihat ada lambang laba-laba. Di sisi kanan dan kiri lingkaran besar terdapat tiga lingkaran kecil, yang artinya memiliki total enam lingkaran kecil.
Xiao Fan melihat salah satu lingkaran kecil terisi oleh gambar yang pernah dirinya lihat dulu. “Enam lingkaran kecil ini adalah elemen pendamping, tapi sepertinya aku belajar lebih banyak di Akademi nantinya.”
Xiao Fan juga senang ketika dirinya kembali melatih bahasa kuno maupun segel. Dia sekarang benar-benar terlihat seorang ahli, hanya saja dia belum bisa mempelajari Alkemis terlebih dahulu karena belum menemukan api yang lemah.
Xiao Fan kemudian keluar dari kamar miliknya, ia juga merasakan bahwa pintu kamar sebelahnya juga akan terbuka.
“Hai, Gege.” Ning Shui menyapa terlebih dahulu, dia bingung harus menyapa bagaimana. Xiao Fan tersenyum dan menyapa balik.
“Halo, Shui’er. Kenapa kamu keluar dari kamar?” Xiao Fan bertanya akan hal itu, pasalnya Lin Hua menyuruh seluruhnya untuk istirahat, baru besok jalan-jalan di Desa Teng.
“Aku tidak bisa tidur, Gege.” Ning Shui menunduk, dia gugup ketika di tanya tersebu. Xiao Fan mengangguk dan berkata dengan ringan.
“Bagaimana kalau kita jalan-jalan?” Xiao Fan mengajak Ning Shui, bagaimanapun juga dia perlu berkeliling untuk mengumpulkan berbagai informasi.
Ning Shui menatap ke arah Xiao Fan dengan tatapan senang, ia dengan cepat menuju ke arah pemuda itu dan memeluk tangan kanannya dengan erat.
“Ayo..” Ning Shui langsung menarik Xiao Fan melakukan jalan-jalan di Desa Teng tersebut. Xiao Fan sedikit terkejut dengan semangat Ning Shui tersebut.
***
Jalan Desa Teng.
Xiao Fan dan Ning Shui berpegangan tangan satu sama lain dan melihat sekitar desa. Arah mereka sekarang adalah pasar, keduanya berharap menemukan hal yang menarik.
“Bulu ayam emas, ayo siapa yang mau beli?”
“Sayur segar, baru dipetik tadi siang, ayo siapa yang mau beli?”
“Buruan, buruan, edisi terbatas dari armor beruang Api....”
Xiao Fan dan Ning Shui mendengar berbagai orang menawar apa yang mereka miliki. Xiao Fan sendiri menatap ke arah beberapa kios, ia tidak menemukan sesuatu hal yang menarik.
“Nah Shui’er, menurutmu lebih baik memakai pedang atau tombak?” Xiao Fan ingat dan bertanya kepada Ning Shui. Dia ingat bahwa di saat pertarungan dengan Feng Sha dirinya menemukan kesalahan, dalam jarak dekat pedang benangnya kalah sama api kuat.
“Hmmm, kalau menurut Shui’er, kakak lebih tepatnya memakai pedang.” Ning Shui bertanya dengan penasaran. Xiao Fan kemudian menjawab dengan jujur.
“Pedang kah... Kalau begitu ayo pergi cari pedang normal. Aku perlu banyak untuk ini.” Xiao Fan berkata dengan ringan, dia perlu banyak pedang karena ia perlu untuk menanamkan segel dan besi miliknya.
Xiao Fan juga memerlukan pedang normal karena lebih mudah untuk ditiru, jika ia membeli pedang yang sangat kuat, itu sangat susah dan perlu sesuatu agar benar-benar sama.
***
Xiao Fan dan Ning Shui tiba di pandai besi, mereka melihat sebuah rumah bulat dengan cerobong yang mengeluarkan asap terus menerus.
“Ayo kita masuk.” Xiao Fan masuk ke dalam diikuti dengan Ning Shui yang berada di sebelahnya. Mereka sedikit terpana ketika melihat berbagai senjata dan armor.
Xiao Fan kemudian merasakan kehadiran seseorang dari dalam. “Selamat datang, apakah ada yang ingin kalian butuhkan?”
Xiao Fan dan Ning Shui melihat orang tersebut. Seorang pria tua dengan tubuh kekar, rambut dan kumis berwarna putih lebat.
“Namaku Xiao Fan, seorang pengembara... Bisakah aku melihat pedang yang sangat normal.” Xiao Fan tidak akan mengucapkan kata ‘lemah’ bagaimanapun juga semua karya yang dia lihat adalah jerih payah seseorang.
“Normal... Itu pedang biasa, kamu bisa lihat yang berada di dalam itu... Jika, cocok maka ambil satu saja.” Pria tua itu tahu bahwa Xiao Fan tidak menggunakan kata ‘lemah’. Dia tertarik dengan pemuda di depannya tersebut.
“Aku tidak akan mengambil satu... Melainkan aku membeli seribu pedang normal tersebut. Jadi, total seluruhnya berapa, pak tua?”
Pria tua itu terkejut, dia menganga mendengar jumlah yang disebutkan oleh Xiao Fan. Ning Shui juga sama, ia tidak menyangka bahwa Xiao Fan akan membeli sebanyak itu.
“Nak / Fan Ge, apakah kamu ingin berperang?”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.