Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 58


[Chapter 58.]


[Pertarungan ringan.]


[Silahkan Dibaca.]


Desa Teng.


Xiao Fan menatap ke arah 25 pembunuh di depannya, ia dengan ringan menggunakan kemampuan pertamanya yang baru.


“Domain Benang.” Berbagai benang tidak terlihat sudah memenuhi area tersebut. 25 pembunuh terkejut, ketika melihat diri mereka terluka sendiri.


“Apa yang terjadi?” Pembunuh2 bertanya dengan ekspresi terkejut. Dia tidak tahu kenapa ia terluka. Pembunuh lain juga bingung, mereka semuanya memandang ke arah Xiao Fan yang terbang rendah dengan senyum seringai kejam. Entah kenapa, seluruh tubuh mereka merinding sampai ke tulang-tulang.


“Serigala Pemangsa.” Xiao Fan menggunakan kemampuan keduanya, 25 Serigala muncul di depan para pembunuh. Hal itu membuat seluruh pembunuh terkejut dan mulai bersiaga.


Namun, setiap para pembunuh bergerak pasti akan terluka. Mereka mengabaikan hal itu dan fokus menatap ke arah Serigala di depan mereka masing-masing.


“Rawrr..” Geraman Serigala begitu keras. Tatapan mereka tertuju ke arah para pembunuh yang berada di depannya. 25 Serigala terlihat lapar dan haus akan darah.


Seluruh pembunuh mulai melesat ke arah 25 Serigala, mereka tidak peduli akan luka yang tiba-tiba datang. Fokusnya sekarang adalah membunuh Serigala dan pergi dari area sepi tersebut.


Para Serigala juga tidak tinggal diam, mereka juga melesat ke arah pembunuh yang berada di depannya. Keduanya bertempur satu sama lain.


Xiao Fan menatap hal itu, dengan jari yang bergerak mengendalikan para Serigala. Hal itu, membuat teriakan-teriakan terdengar di medan perang.


***


“Slash..” Pembunuh1 menebas leher Serigala1, tetapi apa yang dilihatnya benar-benar mencengangkan. Dia melihat Serigala yang tertebas kembali utuh tanpa ada sama sekali luka maupun darah.


“Sebenarnya Serigala apa ini!” Pembunuh1 benar-benar mulai merasa takut dan panik. Begitu juga pembunuh lainnya. Mereka tidak menduga bahwa Serigala yang dilawan bukan Serigala normal.


Para Serigala tidak diam di serang terus-menerus. Mereka melompat dan dengan cepat menggigit keras tangan, kaki, bahkan leher Pembunuh tersebut.


“Crashh...” suara daging yang tergigit dan mengeluarkan Berbagai darah dari luka gigitan tersebut. Para pembunuh berteriak dengan histeris, mereka benar-benar merasakan rasa sakit yang begitu dalam.


“Arhhh..” Teriakan-teriakan para pembunuh terdengar sangat keras. Xiao Fan menatap hal itu dengan datar, dirinya hanya memainkan jarinya memerintahkan para Serigala tersebut.


“Sepertinya, sudah saatnya memulai interogasi...” Xiao Fan mendekat ke arah pembunuh1 yang sekarang sudah kehilangan tangan kanan dan kirinya.


“Siapa yang kalian incar, serta siapa yang menyuruhmu?” Xiao Fan bertanya, ia menatap dengan dingin. Pembunuh1 seketika merasa ketakutan, tetapi hatinya sangat kokoh jika berhubungan dengan informasi.


“Bunuh saja aku!” Pembunuh1 meraung dengan penuh emosi. Xiao Fan melihat kegigihan Pembunuh1, ia tersenyum menyeringai.


“Tidak, aku akan menyiksamu dengan sangat kejam.” Xiao Fan berkata dengan sadis. Inilah dirinya, berani melanggar kata-katanya berarti siksaan tidak terbatas.


Pembunuh1 gemetar, ia merasakan perasaan tidak nyaman sekarang. Dia bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan oleh Xiao Fan tersebut.


Xiao Fan menggerakkan berbagai benang, ia mengikat Pembunuh1 dan menerbangkan ke langit, kemudian menurunkan ke tanah.


“Ahhh...” Pembunuh1 benar-benar terkejut, ia tidak bisa bergerak, seluruh tubuhnya naik ke atas dan turun dengan cepat. Hal itu membuat dirinya sedikit ketakutan, rasa pusing timbul dan itu membuatnya benar-benar kesakitan.


Pembunuh2 sampai Pembunuh25 melihat hal itu bergidik ngeri. Mereka sekarang menatap ke arah Xiao Fan dengan ekspresi takut, dalam benaknya hanya satu ungkapan terukir untuk Xiao Fan, itu adalah ‘Iblis.’


“Itu akan menjadi hukuman ringan...” Xiao Fan kemudian menatap ke arah para pembunuh lainnya, ia menyeringai dan melanjutkan ucapannya. “Sekarang, giliran kalian.”


Xiao Fan menangkap para pembunuh tersebut. Dia menyeringai, selepas itu menginterogasi mereka satu persatu.


“Jawab... Siapa yang memerintahkanmu, serta siapa yang kamu incar?” Xiao Fan bertanya dengan nada dingin, aura membunuhnya bocor dan mengarah ke Pembunuh25.


Merasakan aura tersebut, Pembunuh25 benar-benar ketakutan. Dia ingin menolak namun sesuatu dalam dirinya memaksa ia untuk mengungkapkan.


“I—itu ialah... Bing Sh---“ belum sempat Pembunuh25 menyelesaikan kalimatnya. Darah keluar dari mulutnya dan matanya seketika memutih dan terbaring tak bernyawa.


“Hmm, apakah itu tadi teknik pengunci jantung?” Xiao Fan sedikit terkejut dan dia benar-benar tertarik. “Ternyata ada yang seperti itu Di Dunia ini.”


Xiao Fan kemudian memandang ke arah Pembunuh1 sampai Pembunuh24. Dia melihat bahwa mereka masih baik-baik saja yang artinya mengungkapkan Tuannya sama saja mati.


“Oh, menarik.” Xiao Fan menyeringai, kemudian menarik Pembunuh1 yang benar-benar sudah pucat. Dia kemudian menanyai hal yang sama. “Siapa yang kalian incar?”


Pembunuh1 sudah benar-benar tidak memiliki kendali di akalnya, ia dengan pelan berkata, “Zhu Lin, seorang Putri dari Kerajaan Zhu.”


Xiao Fan terkejut, dia tidak menyangka bahwa seniornya adalah Putri. “Tunggu, apa maksudmu? Kerajaan Zhu di Benua Yuansu tidak ada, apakah kau ingin menipuku?”


Pembunuh1 gemetar, kemudian ia mengungkapkan identitas sebenarnya Zhu Lin. “Kerajaan Zhu tersebut berada di Benua Yutian. Benua kedua yang berada di atas Benua Yuansu.”


Xiao Fan merenung sebentar, kemudian dia menatap dingin ke arah Pembunuh1. “Lalu, apa hubungannya dengan Bing Sha?”


Ketika mendengar nama Bing Sha, Pembunuh1 melebarkan matanya. Seketika darah menyembur keluar dari mulutnya. Dia langsung terbaring tak bernyawa di tanah.


Xiao Fan melihat hal itu mengerti. Bahwa Tuan para pembunuh adalah Bing Sha, tetapi ia bingung siapa Bing Sha? Dirinya menggelengkan kepalanya dan membunuh para pembunuh tersebut.


“25 bola hijau dan biru. Lumayan, dapat menjadi gabungan antara Besiku.” Xiao Fan kemudian terbang, ia menyebarkan benang miliknya ke seluruh Desa.


Xiao Fan menutup matanya dan merasakan tempat para rekannya berada. Dia membuka matanya dan tersenyum. Kemudian, ia menggunakan kemampuan kelimanya.


“Transformasi benang.” Seketika tubuh Xiao Fan melebur menjadi utas benang. Dia benar-benar menghilang dari tempat sekarang.


***


Gerbang Desa Teng.


Lin Hua, Ning Shui, Zhu Lin, Liu Kai, dan Xiao Ren, tengah menunggu Xiao Fan untuk memasuki hutan yang tepat berada di depan mereka.


Hutan itu sangat rindang, berbagai pohon terlihat memiliki berbagai daun yang berwarna hijau, hal itu terkesan hidup. Hembusan angin di hutan tersebut benar-benar menyejukkan dan menyegarkan. Namun, sebuah kabut menutupi area Hutan, hal ini membuat area tersebut benar-benar misterius. Hutan tersebut ialah, Hutan Tenfeng.


Kelima orang itu merasakan kehadiran secara tiba-tiba di belakangnya. Mereka dengan cepat berbalik dengan penuh kewaspadaan.


Namun, kelimanya melihat benang hijau yang berputar dan menampilkan seorang pemuda yang tak lain ialah, Xiao Fan.


Kelimanya terkejut akan kemunculan Xiao Fan tersebut. Mereka benar-benar tidak menyangka pemuda di depannya memiliki kemampuan berpindah tempat.


“Aku kembali, juga...” Xiao Fan memandang ke arah Zhu Lin dan sedikit menyipitkan matanya. Kemudian ia menggelengkan kepalanya, dirinya akan menanyakan hal itu nanti. Dia menatap ke hutan dan melanjutkan perkataannya.


“Mari kita mulai, perburuan.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.