
Silakan Dibaca.
Xiao Fan memandang sekelilingnya, selepas mengajukan pertanyaan ke arah Yun Shie. Namun, dia mendapati bahwa seluruhnya terkejut ketika mendengar pertanyaan dirinya.
Kemudian, Xiao Fan merasakan sakit di dalam kepala dan akhirnya dia mengingat seluruh kejadian, serta apa yang terjadi sekarang. Kali ini, Xiao Fan telah kembali pulih namun dirinya masih bingung apa penyebab hilangnya ingatan miliknya tersebut.
Memilah sedikit ingatan, Xiao Fan menemukan ada ingatan orang asing yang masuk ke dalam dirinya. Dalam ingatan tersebut dia adalah seorang Raja kuat, lalu menyegel seluruh hartanya dalam makam kuno.
‘Makam kuno ....’
Xiao Fan seketika ingat tujuan dirinya menuju ke kediaman Lan, yaitu memasuki makam kuno. Kemudian, menggabungkan ingatan asing dan makam kuno. Xiao Fan akhirnya menyadari sesuatu.
“Xiao Fan, ini kita berada di kediaman Lan ... Mengapa kamu seperti orang yang telah kehilangan ingatan?” Yun Shie bertanya selepas memberikan informasi terkait tempatnya sekarang.
Xiao Fan memandang ke arah Yun Shie, akan tetapi tidak menjawab melainkan tersenyum dengan penuh kehangatan. Yun Shie tertegun namun dia sama sekali tidak tahu harus berkata apa.
Berikutnya, tatapan Xiao Fan beralih ke prajurit yang menatap kosong sambil mengarahkan tombak ke arah dirinya dan para rombongan. Senyuman hangat mulai menghilang digantikan tatapan dingin dan ekspresi datar.
“Larva pengendalian!” gumam Xiao Fan ketika melihat para prajurit yang memiliki tatapan kosong dan kehilangan kendali tubuhnya. Xiao Fan sudah tahu apa yang terjadi terhadap para prajurit tersebut, sehingga tatapannya menyapu ke segala arah dan jatuh ke arah Kong Mu yang menatapnya dengan penuh amarah.
Xiao Fan seketika menyeringai melihat Kong Mu dalam keadaan marah. Dia menggerakkan jarinya dan berbagai utas benang bergerak tanpa ada yang dapat melihat maupun merasakannya.
Benang dengan cepat melilit para prajurit Lan, kemudian Xiao Fan juga mengikat istri dari Lan Yansho tersebut. Selepas semuanya telah dia ikat, Xiao Fan memandang ke arah Kong Mu kembali sambil tersenyum.
“Oh, apakah kamu pemimpin pemberontakan ini? Jujur saja, wajahmu sangatlah jelek!” Xiao Fan mengejek Kong Mu secara terang-terangan. Lan Yansho dan para perempuan lainnya tercengang.
Mereka kagum dengan keberanian Xiao Fan tersebut. Lan Yansho sendiri mendapati bahwa Xiao Fan sama sekali tidak menaruh Kong Mu di matanya. Hal ini menandakan bahwa Kong Mu hanyalah semut di hadapannya.
Arogansi tersebut membuat Lan Yansho terkejut. Selama dirinya bersama Xiao Fan, dia tahu bahwa pemuda tersebut sama sekali tidak pernah arogan maupun menyombongkan dirinya sendiri.
“Bajing*an! Siapa yang memberimu keberanian terhadapku, hah! ... Para prajurit bunuh laki-laki itu segera!”
Raungan marah Kong Mu terdengar di seluruh penjuru kediaman Lan. Dia dengan cepat memerintahkan para prajurit yang sudah berada di area lapangan tersebut untuk menyerang Xiao Fan.
Namun, apa yang dilihat berikutnya ialah para prajurit yang diam tanpa ada gerakan sama sekali. Mereka diam seolah-olah perintah Kong Mu hanyalah angin lewat saja.
Semuanya terkejut melihat para prajurit tidak bergerak, terutama Kong Mu. Dia yang paling terkejut melihat perintahnya tidak bekerja sama sekali. Dirinya menunggu sampai akhirnya tidak tahan dan menggertakkan giginya.
“Jia Li, serang laki-laki itu!” Kong Mu memberikan perintah kepada istri Lan Yansho tersebut.
“Kong Mu, hentikan ...!” Lan Yansho belum selesai berbicara karena dia melihat sesuatu yang menakjubkan. Dirinya melihat Jia Li istrinya sama sekali tidak bergerak.
Lan Yansho seketika bodoh karena tidak memahami apa yang sedang terjadi dengan istrinya kembali. Dia sudah tahu bahwa Jia Li dikendalikan oleh Kong Mu. Namun, pemandangan di depannya berbeda dari yang dirinya pikirkan.
Jia Li sama sekali tidak bergerak, hal ini juga membuat semuanya terkejut. Sampai akhirnya terdengar suara tawa yang sangat aneh.
“Oi, jangan membuat lelucon. Kau ingin menggunakan metode menjerat seperti ini di depanku? Apakah kau bodoh!” Xiao Fan menyeringai selepas tertawa dengan lepas.
Itu benar, yang mengeluarkan suara aneh tersebut ialah Xiao Fan. Dia sekarang menatap Kong Mu dengan tatapan merendahkan bahkan mengejek.
“Bajing*an! Beraninya meremehkanku!” Raung Kong Mu, kemudian tangannya terkepal dan api hijau menyembur keluar melapisi tangannya.
Melihat api hijau tersebut, hal inilah yang membuat Lan Yansho tidak mengambil tindakan. Api miliknya akan dilahap habis oleh api hijau itu, apalagi Kong Mu yang berada di alam yang sama dengannya, Alam Elementasi.
Xiao Fan tetap diam di tempat, dia hanya menggerakkan jari-jarinya dan sosok dirinya perlahan-lahan terbentuk dengan berbagai benang emas.
Melihat pertunjukan kemampuan tersebut semuanya terkejut, sampai akhirnya sosok Xiao Fan muncul sambil menyeringai ke arah Kong Mu. Meski sosok tersebut hanyalah bayangan benang, kekuatan tempurnya masih sama dengan Xiao Fan sendiri.
“Bayangan Benang, mulailah menyerang!” Xiao Fan mengakhiri ucapannya dan mulai menggerakkan bayangan miliknya dengan santai. Bayangan dengan cepat bergerak ke arah Kong Mu dan dalam sekejap dia sudah di depannya sambil mengayunkan pedang.
Kong Mu terkejut, dia tidak tahu dari mana bayangan Xiao Fan mendapatkan pedang tersebut. Namun, dirinya juga marah karena diremehkan oleh lawannya.
“Merendahkan seseorang juga ada ukurannya, Bajing*an kecil!” Kong Mu mengamuk dia mengayunkan kepalan tangan ke arah bayangan Xiao Fan.
“Tinju Neraka!”
Kepalan tangan melesat, akan tetapi lintasan pedang mulai terlihat dan menghalangi serangan Kong Mu tersebut.
Dua serangan saling berbenturan dan berakhir dengan ledakan yang keras. Lan Yansho segera memeluk Jia Li, dia akhirnya paham bahwa istrinya kini tengah dililit oleh seutas benang emas.
Lan Yansho dengan cepat membawa Jia Li, serta dia merasakan bahwa benang emas Xiao Fan tengah menarik sesuatu keluar. Lan Yansho memperhatikan hal tersebut, kemudian dia melihat hewan putih kecil menggeliat di udara lepas.
Lan Yansho yang memperhatikan hewan tersebut seketika melebarkan matanya dan tahu, jenis hewan apa itu.
Larva pengendali, sebuah hewan yang dipelihara para penganut kegelapan. Hewan tersebut akan membuat seseorang kehilangan kendali diri tubuhnya. Namun, pikiran orang yang terkendali tetap jernih dan melihat apa yang pengendali lakukan terhadap tubuhnya masing-masing.
Larva telah keluar dan Jia Li perlahan-lahan tatapannya mulai kembali, kemudian dia dengan erat memeluk suaminya sambil menangis getir. Pengalaman barusan dan awal dimulai kendalikan benar-benar membuatnya seperti menonton adegan yang tidak ingin dirinya lakukan.
Lan Yansho yang menyadari istrinya menangis, dia hanya memeluk sambil menepuk punggung istrinya tersebut. Kemudian, Lan Yansho merasakan bahwa Jia Li lelah dan tidur di pelukannya.
Lan Yansho menghitam dan mengangkat tubuh istrinya, kemudian bergerak menuju ke arah kereta.
Xiao Fan yang sedang bertempur atau bermain-main dengan Kong Mu, merasakan perubahan emosi Lan Yansho. Di saat dia melihat Lan Yansho melintas, dirinya mulai bertanya dengan ringan.
“Apakah kamu mau balas dendam?”
To be Continued.