Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 261 - Long Yuyin


Silakan Dibaca.


Xiao Fan yang masih meneliti Qi Ilahi mulai membeku ketika mendengar pernyataan Naga di sebelahnya itu.


“Manusia, mari kita membuat anak...”


Xiao Fan segera memandang ke arah Naga yang menatapnya penuh akan minat. Ia tidak tahu harus menjawab apa melihat tampilan tersebut.


“Apa maksudmu? Kau naga aku manusia... Kita berbeda fisik dan juga, aku belum mau membuat anak. Karena tujuan selanjutnya ialah ke puncak sebelum membuat anak dengan lainnya.”


Xiao Fan menjelaskan secara blak-blakan. Terutama perbedaan dua ras, di mana fisik sama sekali berbeda.


Naga memahami maksud dari Xiao Fan. Sudut mulutnya terangkat membentuk senyuman, sebelum dirinya bersinar dengan terang.


Xiao Fan sedikit mundur ketika cahaya menyilaukan matanya. Ia memperhatikan Naga di depannya kini berubah menjadi semakin kecil dan kecil.


Sosok Naga kini berubah menjadi perempuan cantik dengan rambut merah cerah. Ia memakai hanfu berwarna merah dengan lambang naga.


Iris matanya emas cerah, senyum indah terpatri di wajahnya. Ia perlahan-lahan mendarat dari terbangnya. Ketika kaki seputih giok menyentuh tanah, seluruh magma mulai bereaksi.


Lahar merah yang menyembul keluar kini meredup, seolah-olah tidak pernah ada. Kemudian, selepas kejadian tersebut. Lahar mulai menyala kembali, namun membentuk garis lengkungan yang aneh.


Ketika lahar sudah selesai. Xiao Fan menyadari sesuatu yang menarik. Ketika ia menaruh pandangan dari atas, lahar sebenarnya membentuk kepala naga di tanah.


Xiao Fan kagum melihat mahakarya tersebut. Ia memandang ke depan kembali, di mana senyuman indah tengah menyambutnya.


“Apakah dengan begini, kau mau?”


Suara indah nan menawan memasuki telinga Xiao Fan. Ia merasa telah tersihir oleh suara tersebut. Namun, Xiao Fan segera menenangkan dirinya. Ia menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara perlahan.


“Tidak masalah, hanya saja ... Kita akan melakukannya selepas menghancurkan Iblis sepenuhnya!”


Xiao Fan tidak mempermasalahkan dalam membuat anak. Ia akan mulai membuat keluarga besar nantinya, sebelum memasuki Alam menengah.


Naga sendiri mengetahui pemikiran Xiao Fan. Ia senang dan bahagia, ia juga tidak bisa keluar dan sekarang, tuannya sudah dipilih. Yang artinya bahwa waktunya untuk pergi menjelajah dunia luar.


Xiao Fan melihat perubahan suasana hati Naga. Ia kemudian mengingat sesuatu dan mulai memandang Naga kembali.


“Sebelum kita pergi lebih jauh, alangkah baiknya kamu memperkenalkan diri.”


Naga sadar, pipinya memerah karena malu. Ia melupakan hal penting tersebut karena sudah tidak sabar untuk memulai hal baru.


“Namaku Long Yuyin.”


Xiao Fan tertegun sebentar, senyum di wajahnya semakin mengembang dan ia menganggukkan kepalanya.


“Kalau begitu, namaku ialah Xiao Fan. Mohon jaga diriku selanjutnya, Long Yuyin.”


“Di sini juga sama, mohon jaga diriku selamanya, Xiao Fan.”


Dua orang berbeda jenis saling mengerti satu sama lain. Keduanya berjabat tangan, lebih tepatnya mereka saling menautkan tangan dan jari-jarinya.


Kemudian, Long Yuyin mulai membuka celah. Keduanya memasuki celah tersebut dan menghilang dari alam merapi.


***


Di dalam makam kuno, tepatnya ruang harta. Sosok laki-laki yang tengah duduk lotus perlahan-lahan mulai membuka matanya.


Pandangan laki-laki tersebut menyapu seluruh isi di ruangan. Ia melihat dua perempuan berdiri di depannya dengan ekspresi terkejut ketika melihat sosok perempuan cantik di sebelahnya.


Yun Shie memandang ke arah tangan yang saling berpegangan satu sama lain. Ia termenung dan ada rasa kurang nyaman di dalam hatinya.


Lin Hua tidak bertanya, ia hanya memandang ke arah laki-laki di depannya dengan tajam. Tatapannya mirip seorang istri tengah memergoki suaminya yang berselingkuh.


Xiao Fan yang melihat keduanya seketika tersenyum canggung. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Lin Hua dan Yun Shie menunggu dirinya di dekatnya.


Long Yuyin memandang kedua perempuan di depannya. Ia tahu siapa keduanya, namun dirinya tersenyum dan berkata dengan lembut.


“Akhirnya kita bertemu, Saudari Hua dan Saudari Shie!”


Long Yuyin melepaskan pegangannya, ia segera memeluk kedua perempuan itu dengan senang.


Lin Hua dan Yun Shie terperanjat dengan aksi tersebut. Mereka ingin melepaskan pelukan tersebut, namun perasaan hangat yang di bawa perempuan itu benar-benar terasa.


Lin Hua dan Yun Shie tidak tahu harus merespons bagaimana. Keduanya membalas pelukan, entah mengapa mereka memahami satu hal.


Perempuan ini telah dibuat sedih oleh Xiao Fan.


Keduanya menatap Xiao Fan semakin tajam. Mereka meminta penjelasan yang detail terkait masalah tersebut.


Xiao Fan sendiri tidak menyangka dengan aksi Long Yuyin. Ia tersenyum kecut melihat Lin Hua dan Yun Shie memandangnya dengan tajam.


“Mari kita keluar, aku akan menceritakan yang terjadi sambil berjalan keluar!”


Xiao Fan berdiri dari duduknya, ia mulai meregangkan seluruh otot-otot dalam tubuhnya. Suara retakan tulang bergema di ruangan harta tersebut.


Ketiga perempuan selesai berpelukan, Lin Hua dan Yun Shie mengangguk setuju dengan pengaturan Xiao Fan. Sementara Long Yuyin, terkekeh pelan melihat Xiao Fan yang tak berdaya.


Mereka berempat segera melangkah naik menuju ke lantai dua. Tidak ada hambatan sama sekali dan dua perempuan memahami kejadian yang dialami Xiao Fan.


Mereka berdua memeluk Long Yuyin, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa perempuan yang dibawa oleh laki-laki mereka ialah sosok yang terperangkap sendiri selama beberapa ribu tahun.


Long Yuyin tersentuh dengan keduanya, yang berakhir ketiganya berbicara dengan akrab. Seolah-olah mereka adalah teman lama yang bertemu kembali.


Tak butuh waktu lama, keempatnya tiba di lantai pertama. Mereka berjalan kembali dan saat akan pergi keluar dari makam. Dentuman keras terdengar, makam kuno bergetar hebat.


Xiao Fan yang mengetahui hal itu. Segera mengeluarkan benangnya dan mengaitkan kepada tiga perempuan di belakangnya.


Xiao Fan melesat cepat, keluar dari makam kuno. Tak butuh waktu lama untuk mereka keluar. Tepat saat mereka di luar, makam kuno runtuh membentuk jalanan. Keruntuhan tersebut, sama sekali tidak meninggalkan sisa, seolah-olah di tempat itu tidak ada makam kuno sama sekali.


Long Yuyin yang melihat dunia luar makam kuno. Kagum dan senang dengan pemandangan tersebut. Ia menghirup nafas dalam-dalam, lalu melepaskannya secara berkala.


Xiao Fan terduduk di tanah. Ia tidak lelah, hanya saja dirinya ingin istirahat sebentar. Menunggu Long Yuyin selesai mengagumi dunia luar.


Yun Shie dan Lin Hua sama dengan pemikiran Xiao Fan. Keduanya tidak ingin mengganggu momen Long Yuyin menikmati udara luar.


Tak butuh waktu lama untuk Long Yuyin mengagumi alam. Ia segera sadar kembali dan menatap ketiga orang yang duduk. Senyum di wajahnya merekah, ia merasa hangat di hatinya.


“Terima kasih,” kata Long Yuyin. Meski singkat, namun bermakna dalam bagi orang yang memahami dirinya.


“Tidak masalah,” jawab Xiao Fan sambil tersenyum lembut.


Kemudian, Long Yuyin juga duduk bersama ketiganya. Mereka berempat berbicara satu sama lain, sampai akhirnya sebuah pertanyaan Long Yuyin membuat ketiganya sadar.


“Bukankah, area ini terlalu sepi?”


To be Continued.