Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 119 - Menyerang Kediaman Hong


Silakan Dibaca.


Tengah Malam, Xiao Fan menyelesaikan Kultivasi Gandanya. Namun, sekarang bukan satu perempuan saja melainkan dua. Hal itu membuat Xiao Fan menerobos ke dalam tahap Alam Pembentukan bintang tujuh.


“Nak, kemungkinan besar orang-orang Bangsawan sudah memperkuat pertahanan mereka. Juga, kecepatan Kultivasimu lumayan cepat. Namun, hanya tersisa menggunakan teknik Kultivasi yang bagus, agar lebih cepat.”


“Aku paham, akan hal itu... Pak Tua.”


Xiao Fan memandang keluar jendela dengan serius. Dia bisa merasakan angin malam menerpa dirinya yang tengah memandang ke arah Wilayah Tengah, di mana para Bangsawan berada.


Xiao Fan kemudian memakai topeng yang biasanya dia pakai sebelumnya, yaitu topeng dengan simbol akar. Selepas selesai memakai topeng, siluet cahaya dingin melintas di iris mata Xiao Fan.


“Mari berangkat, Pak Tua.”


Xiao Fan dengan cepat menghilang dari tempat. Sementara kedua perempuan yang semula tertidur, mereka terbangun dan tidak bisa bergerak sama sekali.


Mereka hanya bisa menatap ke arah keluar jendela dan berkata bersama dalam hati mereka. ‘Tolong kembali dengan keadaan baik-baik saja, Yang Mulia.’


***


Wilayah Tengah, di salah satu kediaman Bangsawan. Terlihat berbagai pasukan tengah berjaga di tempat. Mereka memperhatikan lingkungan sekitar, mencegah apapun masuk ke dalam Kediaman.


Xiao Fan tiba di kediaman Bangsawan tersebut. Bangsawan yang Xiao Fan kali ini ialah Bangsawan Keluarga Hong. Dia akan membuat Bangsawan tersebut akan tunduk dan membuat Pasukan sendiri mengkudeta Raja Ning.


“Kepala Keluarga Hong, apakah sesuai dengan di buku ini...” Xiao Fan melihat-lihat data dari setiap Bangsawan di Ibukota Saint tersebut.


Dia tidak menyerang Keluarga Xian, karena dirinya ingin Xian Nan ikut dan membalaskan dendamnya. Begitu juga, untuk Keluarga Ko... Xiao Fan ingin Yu Lin membalaskan dendamnya sendiri.


“Hanya ada lima Bangsawan dan Hong adalah salah satunya... Sementara, kedua Bangsawan lainnya hanya penjilat Keluarga Hong saja.”


Xiao Fan menutup buku tersebut dan memasukkannya ke dalam Cincin Ruang miliknya. Kemudian, tatapannya sekarang mengarah tepat enam penjaga yang berdiri dengan Qi mengalir agar tidak merasakan kantuk dan siap siaga, ketika musuh akan menyerang.


Xiao Fan sedikit menaikkan sudut mulutnya, dia sepertinya akan sedikit sulit untuk tidak membuat keributan sekarang.


Xiao Fan mengeluarkan pedang pendek. Pedang tersebut terbuat khusus oleh besi kutukan yang Xiao Fan temukan di Desa Shulai.


Pedang tersebut memiliki warna gelap dengan ukiran Naga melingkar di gagang pedang. Xiao Fan membuat pedang pendek tersebut membutuhkan tenaga dan sumber daya yang bagus.


Sebelumnya, Xiao Fan membuat Bola Roh dan berhasil mendapatkan Atribut Naga. Dia dengan cepat menggabungkan dengan pedang tersebut. Namun, bukannya penolakan yang di dapat... Melainkan, kecocokan yang membuat keberadaan pedang tersebut menjadi Pedang Kelas 10 tertinggi.


Xiao Fan juga memberi nama pedang tersebut, nama yang selalu dia inginkan, yaitu Naga Hitam Pembawa Teror. Entah kenapa, Xiao Fan memilih nama tersebut, Author sendiri juga bingung.


Selepas dia memberi nama, Xiao Fan juga sudah membuat pedang tersebut bagian dirinya dengan meneteskan darah miliknya. Pedang tidak menolak, karena pedang tersebut tahu bahwa dirinya dibuat oleh Tuannya tersebut.


Sekarang, Xiao Fan menghilang dari tempatnya berada. Namun, aksinya tersebut membuat keenam Penjaga lebih bersiaga.


Hal itu, karena tempat mereka menjadi semakin sunyi tanpa ada suara hewan malam seperti biasanya. Penjaga1 dengan cepat mengisyaratkan tangan kepada Penjaga2 dan Penjaga3 untuk berteriak, jika ada serangan.


Detik berikutnya, kepala Penjaga2 seketika terlepas. Sosok Xiao Fan terlihat selesai menebas Penjaga2 tersebut.


Penjaga yang lainnya terkejut, mereka melebarkan matanya ketika melihat kecepatan Xiao Fan yang begitu mirip dengan hantu. Penjaga3 segera sadar dan ingin berteriak.


Namun, detik berikutnya... Kepala Penjaga3 terputus dari badannya. Penjaga1, Penjaga4, Penjaga5, dan Penjaga6 belum sadar sama sekali.


Sampai akhirnya tiga dari mereka terbunuh dengan cepat. Menyisakan satu orang Penjaga yang akhirnya sadar akan adanya musuh yang akan menyerang Kediaman Hong.


Penjaga1 ingin berteriak, tetapi dia merasakan bahaya dari depan. Penjaga1 dengan cepat mengayunkan tombak miliknya.


Ding.


Penjaga1 terdorong ke belakang, dia benar-benar tertegun akan kekuatan penyusup tersebut. Dia tidak bisa berteriak, hal itu karena serangan penyusup tersebut melukai pita suaranya secara akurat.


Xiao Fan memandang Penjaga1 tersebut. Detik berikutnya dia menghilang dan muncul di depan Penjaga1 yang terkejut akan kecepatannya tersebut.


“Matilah!”


Suara Xiao Fan teredam, dia muncul di belakang Penjaga1 yang sekarang berdiri tanpa kepala, sebelum jatuh terbaring tak bernyawa di tanah.


Xiao Fan kemudian memandang ke arah pintu gerbang menuju ke Kediaman Hong. Namun, dia bukan tipe orang ceroboh untuk sekarang.


Mode bar-barnya sekarang berhenti, karena kekuatan miliknya masih lemah, berbeda dengan dulu.


“Ada sekitar 1000 Penjaga yang sedang bertugas di dalam. Juga, baru kali ini aku melihat ada begitu banyak Penjaga di Kediaman ini.”


Xiao Fan sedikit mengerutkan keningnya. Dia tidak menyangka bahwa salah satu Bangsawan memiliki lebih dari 1000 Penjaga. Hal itu, membuat Xiao Fan merenung.


“Nah, apakah ada Prajurit Bangsawan Hong di dalam?”


“Ada, tapi Prajurit mereka berada di sebuah gedung yang mirip tempat pelatihan militer. Ada sekitar 560.000 Prajurit, tetapi semuanya tidur.” Shan Yuan memberitahu kondisi apa yang terlihat di dalam Kediaman Hong tersebut.


Xiao Fan menjadi lebih serius, 560.000 Prajurit bukanlah hal yang seharusnya seorang Bangsawan miliki, kecuali Bangsawan tersebut Militer Kerajaan atau Bangsawan yang berasal dari Kerajaan langsung.


“Pak Tua, menurutmu apakah bisa mengendalikan Kepala Keluarga Hong, sampai pagi tiba?”


Shan Yuan memikirkan sebentar, kemudian dia tersenyum dan berkata, “Semua itu tergantung seberapa cepat dan kuatnya dirimu, Bocah.”


Xiao Fan menyeringai, itu adalah jawaban yang dia inginkan. Bukan seberapa persen akan berhasil melainkan seberapa berani dan kuatnya dirimu untuk berhasil.


“Itulah jawaban yang seharusnya, Pak Tua.” Xiao Fan memejamkan matanya, kemudian Qi miliknya mulai mengalir ke seluruh tubuh, membuat dirinya terlihat dilapisi oleh sesuatu yang bercahaya tipis.


Sorot mata Xiao Fan menajam, Pedang hitam di tangannya juga mulai melapisi dengan auranya sendiri.


“Mari kita buat kekacauan yang hebat.”


Xiao Fan menghilang dari tempat, pintu gerbang yang terkunci seketika terbuka menjadi lebar. Namun, tidak ada sama sekali suara keras yang keluar.


***


Kediaman Utama Hong. Seorang Pria tengah duduk di kursi singgasana dengan ditemani dua wanita cantik yang tengah melayani bagian bawah Pria tersebut.


“Hong Tu, apakah pergerakan kita akan diketahui oleh Kerajaan?”


Sosok orang muncul di belakang Pria tersebut. Kemudian, dia menjawab, “Kemungkinan besar, Ya. Namun, Kerajaan belum bertindak... Kemungkinan besar, mereka akan bertindak secara serempak.”


Pria yang tengah duduk tersebut menekan kepala salah satu wanita yang berada di bawah. “Jika begitu... Kita harus melaporkan ini juga. Bagaimanapun, kita mengumpulkan para pasukan hanya untuk menjelajahi Kerajaan Zhou yang sekarang sudah dikuasai orang Benua lain.”


Laki-laki bernama Hong Tu, mengibaskan tangannya menandakan bahwa kedua wanita tersebut boleh pergi dari ruangan.


Pria itu juga tidak masalah, dia dengan cepat memakai kembali pakaiannya dan terlihat seperti seorang Jendral Perang yang pernah mengalami beberapa insiden hidup dan mati.


“Ayo kita—“


Booommmm.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.