Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 36


[Chapter 36.]


[Perpisahan.]


[Silahkan Dibaca.]


Pagi hari.


Xiao Fan terbangun. Matanya perlahan-lahan terbuka dan dirinya langsung duduk di tepi tempat tidur.


Xiao Fan meregangkan ke dua tangannya ke atas. Dirinya menghirup udara segar dengan tenang, kemudian beranjak pergi keluar dari kamarnya.


Seperti biasa, Xiao Fan berada di belakang rumah. Ning Shui juga tiba di tempat tersebut. Keduanya saling menyapa dan mulai memanjat tebing bersama.


Lin Hua yang terbangun, dia duduk dan melihat ke arah luar, yaitu tebing tinggi. Dia mengerutkan keningnya ketika melihat Xiao Fan dan Ning Shui memanjat tebing tersebut.


“Apa yang kedua anak itu lakukan?” gumam Lin Hua dengan bingung. Namun, segera sadar ketika melihat bahwa kedua anak muda memanjat tanpa bantuan Qi dan Energi Roh.


Lin Hua melebarkan matanya, terkejut. “Bagaimana mungkin? Tebing itu curam dan tinggi, mereka naik tanpa Qi dan Energi Roh, bagaimana bisa?”


Lin Hua penasaran, dirinya kemudian keluar dari ruang tidurnya. Kemudian naik ke lantai atas Kediaman. Dia melihat Xiao Fan dan Ning Shui sudah tiba di atas tebing.


‘Cepat. Bahkan aku yang naik tangga perlu waktu lama.’ Lin Hua sedikit terkejut, dirinya juga mencoba tidak memakai Qi dan Energi Roh. Hasilnya, dia kalah dengan kecepatan memanjat Xiao Fan dan Ning Shui.


Lin Hua penasaran dan terbang keluar Kediaman menghampiri Xiao Fan dan Ning Shui berada.


***


Xiao Fan dan Ning Shui telah tiba di atas tebing. Mereka berdua telah selesai melakukan penyerapan energi. Keduanya membuka mata dan menatap ke arah matahari.


Namun, kegiatan itu terusik ketika melihat seorang perempuan terbang ke arahnya. Perempuan itu ialah Lin Hua.


Xiao Fan menatap dengan aneh ketika Lin Hua menghampiri dirinya dan Ning Shui. Dia juga merasakan kehadiran dua orang di sampingnya.


Wush Wush Wush.


“Eh...” Ning Shui terkejut dengan kehadiran ketiga orang tersebut. Lin Hua, Ning Shira, dan Ning Ring Ren tiba di tempat.


“Ada apa, Pangeran? Juga Guru Akademi Yuen?” Xiao Fan tidak bisa memanggil senior maupun menyebut nama guru tersebut. Dia juga curiga akan kehadiran kedua Pangeran tersebut.


“Kami ingin pamit. Ayah meminta kami untuk kembali ke medan perang.” Ning Shui terkejut, dia ingin ikut. Namun, kata-kata miliknya tersangkut di tenggorokan.


“Shui’er, jaga dirimu disini. Fan’er, aku titipkan dia kepadamu. Lindungi adik kecil kami satu-satunya.”


Xiao Fan mengerutkan keningnya dan mengangguk. “Aku akan melindunginya. Kedua Pangeran bisa tenang akan Shui’er.”


Ning Shira dan Ning Ring Ren menunduk ke arah Lin Hua dan menghilang dari tempat. Mereka melesat pergi menuju ke arah gerbang Kota.


Xiao Fan menatap ke arah Lin Hua, kemudian berkata terlebih dahulu. “Guru, aku menerima tawaranmu kemarin.”


Lin Hua yang ingin bertanya, terhenti ketika mendengar pernyataan Xiao Fan. Dia menatap pemuda di depannya sambil tersenyum.


“Apakah kamu yakin? Juga panggil aku Kakak Hua.”


Xiao Fan sedikit terkejut dengan tingkah guru di depannya. Dia tersenyum dan mengangguk dengan ringan.


“Baik, Kakak Hua. Juga aku sudah yakin akan pilihanku tersebut. Namun, untuk murid... Aku ingin Ning Shui berada di bawah pengajaranku.”


Lin Hua tahu akan hal itu, dia mengangguk paham. “Serahkan itu padaku. Juga kamu akan memiliki murid sendiri. Apakah kamu ada batas mengajar?”


Xiao Fan tersenyum dan berkata, “Aku akan berhenti ketika sudah berumur 17-18 tahun, artinya aku berada di Akademi Yuen hanya 5-6 tahun saja.”


Lin Hua senyumnya semakin lebar dan mengangguk senang. “Diterima. Kalau begitu, ayo turun dan kita mulai perjalanan karena jarak antara Kota Gaoshan dan Akademi Yuen sangat jauh.”


Xiao Fan mengangguk, dia tahu jaraknya. Terbang pun percuma karena akan menambah berbahaya. Juga hanya beberapa yang bisa terbang.


“Fan’er, Shui’er, Hua’er turun... Waktunya makan.”


Gu Lin berkata dengan jelas, dia tidak berteriak. Hanya mengucapkan dengan normal, akan tetapi itu sampai ke telinga ketiga orang di atas.


Xiao Fan melompat terlebih dahulu, kemudian jari-jarinya bergerak. Lin Hua melihat siluet-siluet benang di bawah. Ning Shui berjalan dengan ringan ke bawah.


Lin Hua juga mencoba hal itu, dia terkejut melihat dia bisa berjalan bebas turun ke bawah. ‘Hebat, apakah ini kelebihan benang sebenarnya?’


Ketiganya tiba di bawah. Kemudian masuk ke dalam Kediaman. “Kami pulang...”


***


Wushh Wushh.


Ning Shira dan Ning Ring Ren melesat ke arah suatu tempat. Kemudian ketika sudah jauh dari Kota Gaoshan, asap melebur keduanya dan menampilkan sosok laki-laki dan perempuan.


“Yu’er, kita harus pergi menuju ke Desa Sano.” Laki-laki berkata dengan nada ringan. Perempuan tersebut hanya mengangguk dengan patuh.


“Baik, kak.”


Wush Wush.


‘Semakin aku kesini, semakin aku yakin dirinya adalah Reinkarnasi Xiao Fan... Mungkin aku akan selidiki nanti.’


***


Beberapa menit kemudian.


Xiao Fan dan Ning Shui bersiap-siap untuk keberangkatan keduanya. Gu Lin sudah membuatkan bekal untuk perjalanan.


“Jaga diri kalian berdua di sana. Juga jangan lupa kembali ke sini lagi.”


Xiao Fan mengangguk. Namun, entah kenapa dirinya merasa ibu dan ayahnya akan pergi jauh. Dia dengan ringan memeluk ibunya tersebut.


“Fan’er, akan merindukan Ibu.” Gu Lin mendengar itu sedikit sakit. Air matanya juga keluar dan membalas pelukan Xiao Fan.


“Kamu harus menjadi lebih kuat lagi, Fan’er. Ingat tujuanmu, capailah. Ibu dan Ayah selalu mendukungmu.”


Xiao Fan melepas pelukannya. Dirinya mengangguk dan ingat seluruh tujuannya. Dia tersenyum dan berkata, “Itu benar, Fan’er akan membanggakan kalian berdua.”


Gu Lin tersenyum dan berpikir, ‘Di saat kamu sudah di atas, kita akan bersama kembali. Bagaimanapun juga, ibu dan ayah harus kembali ke sana.’


Xiao Feng tahu apa yang dipikirkan istrinya. Dia menghela nafas panjang. “Hua’er, aku titipkan putraku kepadamu.”


Lin Hua mengangguk dengan senang. Kemudian, Ning Shui memeluk Gu Lin, dia terisak tangis.


“Bu, Shui’er berterima kasih karena selalu merawat dan menganggap Shui’er putri Ibu.”


Ning Shui menganggap Gu Lin setara dengan Ibunya. Entah kenapa hal itu selalu dalam pikirannya selalu.


“Jaga dirimu Shui’er, juga jaga Fan’er.” Gu Lin juga merasakan sedih, meninggalkan Ning Shui. Dia sudah menganggap Ning Shui adalah putrinya, walaupun bukan kandung.


Selepas acara perpisahan. Xiao Fan, Ning Shui, Lin Hua, Liu Kai, dan Zhu Lin berjalan pergi memulai perjalanan menuju ke arah Akademi Yuen.


Xiao Feng dan Gu Lin menatap kepergian mereka, di saat bayangan mereka sudah menghilang. Mereka memejamkan mata dan ekspresi keduanya berubah.


Xiao Feng sudah memberikan seluruh hal yang dia punya kepada Xiao Hun. Maka dari itu, tidak akan ada masalah tentang warisan atau hal lain.


“Lin’er, ayo kita pergi... Menuju ke tempat itu.”


Gu Lin mengangguk, keduanya menatap ke arah langit dan berubah menjadi kilatan cahaya menuju ke luar Dunia.


Entah rahasia apa lagi... Benua... Dunia... Semua masih misteri. Nantikan perjalanan Xiao Fan selanjutnya.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.