Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 40


[Chapter 40.]


[Tiba di Lembah Fengjian.]


[Silahkan Dibaca.]


Lembah Fengjian, sebuah tempat dimana terlihat rumput sudah menguning. Angin yang berasal dari selatan bertabrakan dengan Angin yang berasal dari utara.


Lembah Fengjian, dikenal dengan sebutan lembah ular angin. Hal itu karena setiap angin saling bertabrakan satu sama lain, akan mengakibatkan terjadinya sebuah pusaran horizontal panjang mirip dengan ular.


Fenomena tersebut di sebut Ular Angin. Setiap orang terkena pusaran tersebut akan diterbangkan ke sebuah jurang yang sangat curam di berbagai sisi lembah tersebut.


Para Kultivator maupun pedagang menghindari lembah tersebut. Namun, mereka menghindari dengan cara berbeda-beda.


Para kultivator menghindari hal itu dengan cara terbang dan menghindari setiap angin yang datang. Sementara untuk pedagang, mereka menggunakan jalur lain dari lembah tersebut.


***


Xiao Fan dan kelompoknya tiba di lembah Fengjian. Mereka melihat padang rumput tua yang di atasnya terlihat berbagai pusaran horizontal terbentuk.”


“Inikah Lembah Fengjian.” Xiao Fan terkejut, dia baru kali ini melihat ada sebuah tempat yang begitu menarik. Dia mengamati sekitar dan melihat berbagai pusaran tercipta di mana pun tempatnya.


“Bagaimana? Menakjubkan, bukan.” Lin Hua bertanya dengan nada ringan. Xiao Fan mengangguk, bagaimanapun dia benar-benar tertarik dengan lembah Fengjian ini.


“Di sana juga terdapat berbagai Monster Roh.” Ning Shui berkata sambil menunjuk ke arah monster-monster roh yang berada di lembah tersebut.


“Kamu benar, itu adalah Birda. Monster roh berelemen Angin dan Daun. Monster itu berada di tingkat Biru tahap Menengah.”


Lin Hua memberitahu jenis Monster Roh tersebut. Xiao Fan dan yang lainnya mengangguk mengerti.


Xiao Fan kemudian menatap ke arah ujung lembah tersebut. Dia menggunakan Qi melapisi ke mata yang membuatnya dapat melihat isi dari ujung lembah tersebut.


“Jadi begitu, selepas kita melewati lembah ini. Kita akan melewati jembatan itu lalu berjalan menuju ke balik bukit di sana.”


Lin Hua, Liu Kai, dan Zhu Lin tersenyum. Kemudian, Lin Hua berkata, “Itu benar, kami sebelumnya juga begitu.”


Xiao Fan mengangguk dan menuruni jalan menuju ke arah lembah Fengjian. Semuanya juga mengikuti turun ke lembah Fengjian.


Seluruhnya turun dengan santai, bagaimanapun juga mereka tidak terburu-buru. Xiao Fan yang berada di depan, menggerakkan jari-jari miliknya membuat sebuah tangga.


Semuanya turun dengan senang, benang Xiao Fan benar-benar membuat mereka bisa cepat turun ke arah lembah Fengjian.


Tiba di wilayah lembah Fengjian. Xiao Fan merasakan berbagai angin di berbagai arah. Dia benar-benar merasa, bahwa angin ini memiliki sesuatu pesan yang terkandung.


Xiao Fan yang dulunya adalah Dewa Angin, bisa mendengar isi-isi pesan angin tersebut. Dia bisa merasakan perasaan angin, sifat angin, ucapan angin, dan hal lainnya.


Bagi Xiao Fan, Angin maupun elemen lain adalah pemberi informasi terjujur. Mereka tidak akan pernah berbohong maupun menipu akan pesan tersebut.


Xiao Fan bisa merasakan kesedihan dalam angin di lembah Fengjian tersebut. Dia bergumam pelan. “Angin ini memiliki perasaan sedih dan sepi. Sebenarnya apa yang berada di balik munculnya Angin yang saling bertabrakan ini?”


“Kalian semua pergilah terlebih dahulu.” Xiao Fan berkata dengan serius. Dia perlu menyelidiki terkait Angin tersebut.


Lin Hua dan yang lainnya terkejut. Namun, mereka segera sadar. Ning Shui maju dan bertanya dengan khawatir. “Ada apa, Kakak Fan?”


Xiao Fan menatap ke arah semuanya. Dia tersenyum dan berkata, “Ada sesuatu yang membuatku tertarik di sini. Juga aku bisa merasakan adanya pergerakan dari sekeliling lembah.”


Lin Hua, Liu Kai, Zhu Lin mendengar hal itu terkejut. Ekspresi mereka segera menjadi serius dan penuh akan kewaspadaan.


Xiao Ren melihat hal itu, dia juga merasakan adanya pergerakan. Mata miliknya adalah setengah Elang, jadi dapat melihat semak-semak yang bergerak secara tidak normal.


“Adik Fan, apakah benar dengan ucapanmu?” Lin Hua segera memastikan hal itu. Xiao Fan mengangguk tanda bahwa apa yang dia ucapkan kebenaran.


Wushhh.


Xiao Ren berubah menjadi setengah Elang Api. Lin Hua mengeluarkan roh elemen miliknya, Liu Kai juga melakukan hal sama. Zhu Lin belum mengeluarkannya terlebih dahulu.


“Apa sebenarnya terjadi?” Ning Shui bingung dengan tingkah orang-orang dalam kelompoknya. Dia menatap ke arah Xiao Fan untuk meminta penjelasan.


Xiao Fan menyadari tatapan dari Ning Shui tersebut. Dia tersenyum dan berkata, “Ada musuh yang tengah mengepung kita. Namun, mereka menunggu kita lelah ketika akan melawan para monster roh itu.”


Xiao Fan menjelaskan tentang hal tersebut kepada Ning Shui. Perempuan itu kemudian, melebarkan matanya. Dia benar-benar terkejut, akan tetapi segera sadar dan menjadi serius.


“Monster roh mendekat ke arah kita. Ada 12 monster roh yang datang, bersiaplah.” Xiao Fan mengeluarkan benang miliknya namun tangan kirinya memunculkan laba-laba yang sangat kecil.


“Teman...” Xiao Fan menatap ke arah laba-laba itu, dia memberi perintah melalui telepati. Bagaimanapun juga, mereka berdua saling terhubung satu sama lain.


Laba-laba kecil mengangguk dengan senang. Dia turun ke bawah, akan tetapi hawa keberadaannya sudah menghilang sepenuhnya.


Lin Hua dan yang lainnya tidak sadar akan laba-laba tersebut. Mereka fokus ke arah monster roh terlebih dahulu, sebelum berurusan dengan orang-orang yang mengepung mereka.


“Sepertinya tidak ada pilihan lain. Kita sudah memasuki lembah, yang artinya kita perlu melawan monster itu terlebih dahulu.”


Xiao Fan mengatakan pendapatnya. Semuanya setuju, Zhu Lin dan Ning Shui mulai mengeluarkan roh elemen mereka masing-masing.


***


Di balik berbagai pohon di ujung lembah Fengjian. Terlihat banyak orang duduk dan bersembunyi. Mereka semua menatap ke arah Xiao Fan dan kelompoknya.


“Wew, mangsa yang berkualitas. Tiga perempuan cantik yang menggoda. Pakaian ketiga laki-laki juga terlihat dari bangsawan. Kita panen besar hari ini.”


Orang dengan tubuh yang kekar, dengan pakaian hitam dengan lambang tengkorak. Bukan hanya orang kekar saja, melainkan seluruh orang tersebut memakai pakaian hitam berlambang tengkorak.


“Kakak, apakah kita perlu panggil ketua?” salah satu orang berkata kepada orang yang bertubuh kekar tersebut.


“Tidak perlu, kita sendiri sudah cukup. Selepas menghadapi mereka nanti, baru kita bawa para perempuan ke Ketua. Namun, kita mainkan dulu mereka.”


Seluruh orang mengangguk setuju dengan orang yang dipanggil Kakak tersebut. Mereka semua menyeringai mesm.


***


Xiao Fan dan yang lainnya, melihat bahwa jarak antara dirinya dengan para monster roh mulai dekat.


“Ayo kita maju.” Xiao Fan melesat terlebih dahulu dan mengambil dua Birda yang terbesar.


Ning Shui dan Zhu Lin melesat selepas itu, diikuti oleh Lin Hua. Sementara Liu Kai dan Xiao Ren saling memandang dan mulai melesat mengambil bagian mereka.


Wushhhhh.


Masing-masing dari mereka mengambil dua birda. Mereka semua bertarung di area lembah Fengjian samping. Mereka tidak ingin berhadapan di dalam karena pasti akan terdorong oleh angin ular yang lebih besar.


“Serang!”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.