Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 235 - Memperluas Kolam Qi


Silakan Dibaca.


Kediaman Lan...


Selepas penyelesaian masalah pemberontakan Kong Mu. Xiao Fan dan yang lainnya beristirahat di kediaman. Lan Yansho menyiapkan beberapa kamar, begitu juga seorang pelayan untuk membantu kebutuhan setiap orang.


Xiao Fan dan yang lainnya tidak masalah dengan pengaturan pelayan tersebut. Terlebih lagi, para perempuan lebih senang dengan adanya pelayan.


Sekarang, Xiao Fan yang berada di kamar tengah duduk sambil memulihkan tenaganya. Kamar yang dimilikinya sedikit mewah layak seperti penginapan mewah pada umumnya.


Pelayan yang ditugaskan untuk menjaga Xiao Fan, tetaplah berdiri di dekat Xiao Fan. Baginya sungguh sebuah kejutan mendampingi seorang penyelamat kediaman Lan.


“Duduklah di mana pun tempatnya. Jangan terus berdiri...” Xiao Fan berkata dengan suara dalam.


Pelayan yang mendengar perkataan Xiao Fan ingin membantah karena bagaimanapun statusnya ialah pelayan, harus selalu di dekat tuannya.


Namun, ketika melihat Xiao Fan kembali. Pelayan tersebut terdiam, tidak ingin membantah dan memilih untuk menurutinya.


“Terima kasih, Tuan muda.”


Xiao Fan hanya mengangguk mendengar kata terima kasih dari pelayan tersebut. Dirinya masih harus mengumpulkan energinya kembali. Tujuan kali ini kembali ke puncak kondisinya dan mulai melakukan penjelajahan Makam Kuno.


Kali ini Xiao Fan tidak bisa untuk menunggu terlalu lama. Jika dirinya berhenti, kemungkinan menghentikan perang nantinya akan lebih sulit dari biasanya.


Beberapa menit telah berlalu, kali ini waktu mulai berganti. Malam hari tiba, meski dikatakan malam. Namun, matahari belum sepenuhnya tenggelam di ufuk barat.


Xiao Fan membuka matanya dan Qi miliknya menyebar tanda bahwa kondisinya telah kembali ke keadaan sebelum bertarung. Semenjak awal perjalanan dari pelabuhan sampai ke kediaman Lan, baru kali ini Xiao Fan memulihkan kondisinya.


“Benang Emas benar-benar mengonsumsi banyak Qi milikku. Sepertinya sudah waktunya untuk menciptakan kolam Qi ketiga untuk mencegah penyerapan Qi tingkat lanjut.”


Xiao Fan sudah memikirkan langkah selanjutnya. Jika tidak, dirinya akan kehabisan Qi selama pertarungan. Target untuk kekuatan sebelum memasuki Makam Kuno ialah Kolam Qi ketiga.


“Tuan muda, waktunya untuk makan malam.” Suara pelayan sangat lembut dan halus.


Xiao Fan yang mendengar ucapan pelayan, sedikit mengangguk. Kemudian dirinya berdiri dan berkata, “Kembalilah dan bawakan aku makanan. Hari ini aku ingin makan di kamar bersamamu.”


Pelayan terkejut, dia ingin menolak akan tetapi melihat tatapan Xiao Fan yang begitu serius. Pelayan hanya bisa menundukkan kepalanya serasa berkata, “Hamba mengerti, Tuan Muda.”


Xiao Fan mengangguk puas, kemudian berbalik dan menatap ke arah luar jendela sebelum kembali duduk dan mulai kultivasi kembali. Xiao Fan sepenuhnya mengabaikan pelayan yang perlahan-lahan mulai keluar dari kamar.


Pelayan menghela nafas lega ketika sudah sampai di luar kamar. Kemudian, dirinya mulai berjalan dengan santai namun sedikit cepat menuju ke dapur. Akan tetapi, sebelum kembali ke dapur. Pelayan pergi ke aula makan untuk memberitahu kepala keluarga Lan bahwa tuan muda tidak bisa ikut makan bersama.


Lan Yansho mendengar hal tersebut tidak marah justru dirinya menginstruksikan pelayan tersebut untuk membawakan banyak makanan kepada Xiao Fan. Bagaimanapun juga, dirinya tahu bahwa Xiao Fan kali ini tengah berlatih dan memerlukan banyak makanan.


“Anak ini benar-benar baik. Kekuatan sudah di atas puncak masih tetap melakukan pelatihan.” Lan Yansho benar-benar kagum dengan ketekunan Xiao Fan tersebut.


Lan Yansho selalu mengira bahwa Xiao Fan adalah orang malas. Hal ini dirinya simpulkan saat melakukan perjalanan bersama menuju ke kediaman Lan sebelumnya.


Awalnya tidak percaya, akan tetapi dengan seiringnya waktu. Lan Yansho sudah mati rasa ketika melihat keajaiban yang diberikan Xiao Fan satu persatu.


“D Lan imengerti, Kepala Keluarga Lan!” pelayan menunduk sebentar kemudian berjalan keluar dari aula makan.


Lan Yansho menatap punggung pelayan tersebut, sampai akhirnya menghilang dari aula makan. Selepas itu, para anggota keluarga dan para tamu mulai memasuki aula makan.


Satu persatu orang mulai duduk di kursi yang disediakan. Tepat seluruh orang sudah duduk. Yun Shie mengerutkan keningnya ketika melihat bahwa Xiao Fan tidak hadir dalam acara makan bersama.


“Baiklah, mari kita mulai acara makannya. Juga, aku sebagai kepala keluarga. Mengucapkan terima kasih karena telah membantu mengatasi masalah kami.” Lan Yansho berkata dengan serius.


“Maaf, Paman Lan. Sebenarnya untuk rasa terima kasih ini. Lebih cocok ditujukan kepada Xiao Fan.” Yun Lan Ran berkata dengan lembut.


Kemudian, seluruh orang berada di aula makan mulai sunyi dan ingat bahwa Xiao Fan belum memasuki aula sama sekali.


“Sebenarnya, tadi pelayan yang mengurus kebutuhan Xiao Fan datang dan berkata bahwa Xiao Fan masih dalam pelatihan. Dirinya tidak bisa diganggu, akan tetapi jika ada masalah berat segera laporkan,” jelas Lan Yansho membuat orang lain terkejut.


Berlatih? Mengapa Xiao Fan berlatih jika sudah sekuat itu? Para tamu yang tak lain rombongan Xiao Fan sebelumnya, mulai terkejut satu persatu. Yun Shie sendiri tidak terlalu terkejut karena dirinya sudah tahu pasti Xiao Fan tidak akan berhenti berlatih.


Namun, untuk rombongan lainnya jelas terkejut. Yun Lan Ran, Lan Ling, An Er terkejut dengan perkataan Lan Yansho. Apalagi Jia Li, sang istri Lan Yansho.


“Oke, semuanya ... Lebih baik kita makan terlebih dahulu, sebelum dingin.” Lan Yansho berkata tegas ke arah semua orang di aula makan. Kemudian, keributan terkait Xiao Fan mulai surut. Sampai akhirnya mereka semua makan dengan tenang tanpa ada suara yang keluar.


***


Di sisi Xiao Fan, kini dirinya tengah melakukan pembuatan kolam Qi di dalam tubuh. Sebenarnya hal itu sangatlah sederhana, akan tetapi memerlukan konsentrasi yang sangat tinggi.


Pelayan yang berada di tempat duduk menatap Xiao Fan dengan tenang. Dirinya tidak bisa mengganggu Xiao Fan, adapun jika pelayan memiliki pikiran untuk mengganggu Xiao Fan. Maka dirinya akan diburu oleh semua orang yang berasal dari keluarga Lan.


Seperti terakhir kali, hanya butuh tiga puluh menit untuk menyelesaikan pembuatan kolam Qi kosong. Rasa lapar yang kuat menyapu Xiao Fan, kemudian Xiao Fan duduk di dekat gunung makanan kecil yang sudah dibawa oleh pelayan sebelumnya.


Xiao Fan langsung memulai makan. Pelayan yang berada di dekatnya menatap dengan keterkejutan. Makanan yang dirinya bawa sudah disarankan oleh Lan Yansho.


Awalnya pelayan merasa bahwa buang-buang makanan kembali, akan tetapi melihat kecepatan makan Xiao Fan. Dirinya paham mengapa Lan Yansho memintanya membawa banyak makanan.


“Tuan muda, mohon hati-hati dalam makan. Mereka tidak akan kabur,” tegur pelayan dengan lembut.


Xiao Fan mengangguk, kemudian menyerahkan sepotong daging ke arah pelayan. “Makanlah, meski aku enggan. Namun, semuanya di bawa olehmu. Mari makan bersama!”


Pelayan sedikit terkejut, dirinya ingin menolak. Namun, tatapan Xiao Fan tegas yang membuat dirinya tidak bisa menolak lagi. Pelayan dengan lembut duduk di sebelah Xiao Fan sedikit jauh, kemudian mulai makan bersama dengan Xiao Fan.


Memandang pelayan yang penurut, Xiao Fan mengangguk puas dan mulai melanjutkan makannya kembali.


To be Continued.