
Silakan Dibaca.
Wilayah Sepi...
Jiang Hu yang tengah berkeliling di sekitar wilayah, tengah tersesat di jalan, ketika ingin kembali menuju ke tempat Xiao Fan berada.
"Jalan kembali ke mana? Aku benar-benar tersesat sekarang."
Jiang Hu sedikit panik, ia mencoba menenangkan dirinya dan mulai berjalan di sekitar untuk mengingat rute yang dirinya ambil sebelumnya.
Namun, semakin ia berjalan. Ia semakin menjauh dari rute yang asli.
Jiang Hu masih memandang ke sekitar, namun saat berjalan melewati satu rumah kosong. Ia mendengar suara seseorang tengah berbicara satu sama lain.
Mata Jiang Hu berbinar-binar, ia ingin mencari sumber suara itu. Sampai akhirnya, ia memandang ke arah rumah kosong tepat di depannya.
Jiang Hu berlari dengan semangat menuju ke arah rumah kosong itu. Namun, saat ia semakin dekat, ia mulai memperlambat laju larinya.
"Biji yang digunakan menghancurkan Kota ini menghilang." Suara pertama terdengar di telinga Jiang Hu.
"Sial! Siapa yang mencuri biji itu. Kita harus cepat mencari biji itu secepatnya." Suara kedua terdengar di telinga Jiang Hu.
Jiang Hu yang mendengar pembicaraan para orang-orang yang berada di dalam rumah kosong di dekatnya. Tidak bisa untuk tidak melebarkan matanya, ia benar-benar terkejut akan pembicaraan itu.
'Hancurkan Kota, biji, mereka.. apakah berniat menghancurkan kota ini.' Jiang Hu mundur beberapa langkah, ia terkejut dan takut.
Jiang Hu bergegas melarikan diri dari rumah kosong itu. Namun, jejak suara kakinya terdengar dari dalam rumah kosong itu.
"Siapa itu?"
"Sial, ada yang bersembunyi sebelumnya. Cepat, kejar orang itu!"
Orang-orang itu akhirnya keluar dari dalam rumah kosong. Mereka semua ialah orang berjubah hitam pekat dari sebuah organisasi.
Jiang Hu terus berlari. Namun, ia sama sekali tidak bisa membuat jarak yang jauh dengan para orang berjubah hitam.
Jarak Jiang Hu dan orang berjubah hitam perlahan mulai menyempit dan salah satu orang berjubah hitam, menambah kecepatannya.
Jiang Hu terkejut ketika merasakan rasa sakit di punggungnya. Ia terlempar dengan keras, menabrak rumah kosong yang tepat berada di depannya.
Orang berjubah hitam mulai mengelilingi Jiang Hu dengan ekspresi muram dan gelap.
"Uhuk.. urhh." Jiang Hu meringis kesakitan ketika merasakan punggungnya yang begitu menyakitkan.
Ia merasakan bahwa ada beberapa tulang yang patah dalam tubuhnya. Darah keluar dari punggungnya dan mulutnya.
'Apakah ini akhir hidupku...' batin Jiang Hu, ia masih merasakan rasa sakit di dalam tubuhnya.
Orang berjubah hitam menatap ke arah Jiang Hu sambil mengerutkan keningnya. Mereka sedikit terkejut akan vitalitas dari anak kecil di depannya itu.
"Anak ini akan menjadi penghalang bagi organisasi nantinya."
Orang berjubah hitam lainnya mengangguk, ia paham dengan yang diucapkan oleh rekannya tersebut.
Tangan mereka semua terulur lurus ke arah Jiang Hu, kemudian Qi mereka keluar dari tangannya dan membentuk sebuah bola kecil.
Jiang Hu memandang sekilas bola-bola cahaya Qi itu, ia sudah yakin bahwa nyawanya sekarang akan melayang.
"Hidupku benar-benar berakhir, maaf Ayah, maaf Kakak Fan." Gumam pelan Jiang Hu.
Namun, saat bola Qi melesat ke arah Jiang Hu. Sosok hitam melintas dan membawa Jiang Hu pergi dari puing-puing rumah kosong yang hancur.
Orang-orang berjubah hitam melebarkan matanya ketika melihat ada seseorang yang menyelamatkan anak yang ingin mereka bunuh.
"Siapa kau!" Teriak salah satu orang berjubah hitam dengan keras. Ia benar-benar marah melihat ada orang yang menyelamatkan mangsa mereka.
"Dasar, anak ini. Sudah kuberi peringatan jangan jauh-jauh, namun tetap saja jauh." Sosok itu perlahan-lahan terlihat, sosok itu ialah Xiao Fan.
Orang berjubah hitam yang diabaikan oleh Xiao Fan memerah karena marah. Ia baru kali ini menemui seseorang yang berani memprovokasi dirinya.
"Baji*ngan, bunuh pemuda dan anak itu!" Teriak orang berjubah hitam dengan keras.
"Baik, Ketua!" Berbagai orang berjubah hitam melesat ke arah Xiao Fan untuk membunuhnya.
"Apa, kenapa?"
"Kenapa kita melayang?"
Para orang berjubah hitam terkejut akan keadaan yang mereka alami. Mereka belum pernah menghadapi situasi seperti itu selama peperangan.
Xiao Fan mengambil pil dari cincin ruang miliknya. "Shan Jian, bunuh mereka. Sisakan satu untukku interogasi."
"Baik, Yang Mulia." Suara rendah terdengar. Namun, bagi orang-orang, suara itu sangat dalam dan menakutkan.
Orang berjubah hitam bergidik ngeri ketika mendengar suara Ni Shan Jian.
Kemudian, mereka melihat sosok hitam melintas dan muncul tepat di depan mata mereka masing-masing.
Terlihat tubuh yang kekar dan memiliki bulu hitam pekat. Sorot matanya tajam, tingginya sekitar 250 Cm.
Orang berjubah hitam melebarkan matanya ketika melihat sosok itu. Namun, sebelum mereka bergerak, sosok itu memukul mereka dengan cepat dan keras.
Pukulan yang sangat kuat membuat orang berjubah hitam terpental ke belakang dengan cepat. Orang berjubah hitam yang memberi komando terkejut.
"Bagaimana bisa... Bagaimana bisa kau memiliki Roh Elemen itu?" Suara orang berjubah hitam mengandung rasa terkejut yang sangat dalam.
Sosok itu menyeringai, ia adalah Ni Shan Jian. Entah kenapa, selepas bergabung dengan Roh Elemen, ia menjadi semangat.
Bukan karena ia maniak pertarungan. Namun, ia baru pertama kalinya bertarung dengan seseorang. Jelas ia sangat bersemangat.
Para orang berjubah hitam berkumpul menjadi satu, Ni Shan Jian mulai menghitung berapa orang-orang yang berkumpul di depannya.
"Ada sekitar 30 orang, menarik. Sepertinya mereka berasal dari Sekte jahat." Gumam Ni Shan Jian dengan seringai di wajahnya.
Orang berjubah hitam kembali waspada, mereka sudah diketahui dan musuh di depannya memiliki kekuatan yang besar.
Ketua orang berjubah hitam muram, ia sebenarnya terkejut melihat seseorang tengah memakai roh elemen yang ia kenal sangat.
"Karena kau tidak ingin memberitahu, maka jalan satu-satunya adalah pertarungan."
Kemudian, tubuh orang berjubah hitam perlahan-lahan mulai membengkak. Jubah hitam mereka menghilang dan di simpan di Cincin Ruang masing-masing.
Xiao Fan berbalik dan melihat orang-orang berjubah hitam yang sudah menyelesaikan perubahannya.
Ni Shan Jian sedikit terkejut akan perubahan orang-orang berjubah hitam itu. Namun, ia mulai bersemangat ketika melihat perubahan orang-orang berjubah hitam itu.
Terlihat kulit mereka berubah menjadi silver, tanduk besar berada tepat di kening mereka masing-masing.
Tubuh mereka terlihat mengeras dan membesar. Asap terus keluar keluar dari mulut dan hidung mereka.
Tubuh bagian belakang mereka sedikit menonjol dan terlihat berlubang mengeluarkan lahar yang bergerak-gerak.
Xiao Fan menyeringai melihat hal itu, ia mengeluarkan Shen Yu Ling untuk melindungi Jiang Hu.
"Lindungi dia, Yu Ling. Aku ingin melawan seseorang yang berbeda dari sebelumnya."
Pemandangan perubahan orang di depannya benar-benar baru bagi Xiao Fan. Hal itu menarik minatnya, untuk menguji kekuatan orang di depannya.
"Ni Shan Jian, kau akan mengurus sepuluh orang, aku akan mengurus sisanya."
"Dimengerti, Yang Mulia."
Ni Shan Jian tidak menolak, ia baru kali ini terlibat pertempuran dan ia beruntung dengan pengaturan dari Xiao Fan.
"Baiklah, mari kita mulai pertempurannya."
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.